
Entah apa yang sedang Elang lakukan di dalam kamar mandi, bahkan cukup lama. Namun Kayla maaih belum bisa memejamkan matanya.
"Ngapain sih lama di kamar mandi? Mandi lagi ya?" tanya Kayla sambil tersenyum ketika terasa ada pergerakan di belakangnya. Dia berbaring miring membelakangi Elang.
"Hmm, ngeledek. Tunggu aja Kay, nanti kalau kamu sudah sehat, aku bikin gak bisa jalan kamu," jawab Elang. Kemudian memeluk Kayla dari belakang.
Menghirup aroma shampo dari rambut Kayla, sudah cukup lama ia merindukan moment ini. "Kay, selama kamu pergi, apa tidak sedikitpun merindukanku?"
"Kalau kalian pikir aku pergi itu menghindari masalah dan mencari bahagia, itu salah. Justru aku tersiksa, setiap malam seperti waktu untuk aku menjalani hukuman, merasa bersalah dan menahan rindu."
Kayla berbalik menghadap Elang, "Kadang terbersit pertanyaan, apa suamiku merindukan ku juga? apakah dia mencari kehangatan dari wanita lain? apalagi awal masalah kita salah satunya ya ..."
Elang menghentikan ucapan Kayla dengan ******* bibir yang selama ia berbicara terlihat menggoda sekaligus menjeda agar Kayla tidak melanjutkan ucapannya.
"Sangat Kay, sangat rindu dan tidak ada niat untuk aku mencari penggantimu. Tapi," ucap Elang "aku tidak menutup kemungkinan akan ada Sena-Sena yang lain, mencoba mendekat. Itu di luar kendaliku, yang jelas Elang hanya untuk Kayla."
"Hmm, gombal."
"Kok gombal sih Kay, ini serius loh." Elang menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua sampai dengan kepala. Tidak tau apa yang Elang lakukan karena hanya suara Kayla yang terdengar terkikik, "tangannya, iihhh awas, geli tau."
"Diam udah malam, nanti Bunda kesini bisa-bisa aku suruh tidur di luar."
Esok pagi, saat berada di meja makan. Kayla menerima cangkir kopi dari Mbak Lula asisten rumah tangga Kevin lalu meletakan dihadapan Elang yang sedang memandang tabletnya.
Rika dan Reka yang pamit berangkat, bergantian dengan datangnya Dipta. "Makin cantik aja sih, yang habis liburan," ejek Dipta memeluk Kayla.
"Enggak usah lama-lama," ucap Elang dengan tatap masih pada tabletnya.
"Yaelah, posesif banget." Dipta lalu duduk disebelah Kayla.
"Sarapan dulu ya, mau nasi goreng atau roti bakar," ajak Meera.
"Makasih Bun, aku sudah sarapan. Sekarang setiap pagi wajib sarapan di rumah, menyenangkan istri menghargai jerih payahnya memasak," ucap Dipta.
"Istri? Siapa?" tanya Kayla.
"Ayulah, siapa lagi. Kan aku pacaran sama dia nikahnya juga sama dia."
"Tunggu-tunggu, maksudnya Kak Dipta sudah menikah?" tanya Kayla.
"Iya," jawab Dipta singkat. "Makanya kalau ngambek jangan kelamaan," ucapnya sambil mencubit hidung Kayla.
"Maaf kak Aku enggak hadir disaat hari berbahagia Kak Dipta."
"Enggak apa-apa, yang penting kamu juga bahagia, jangan pundungan," ejek Dipta dibalas cibiran oleh Kayla.
__ADS_1
"Eh, lagi hamil gak boleh ngeledekin aku, nanti anak kamu mirip aku," ucap Dipta.
"Ya enggaklah, masih gantengan Bapaknya kemana- mana kaliiiii."
Elang terkekeh bangga, "Wah, mulai body shamming nih," ucap Dipta.
Elang pamit pada Kevin dan Meera, Kayla mengantarnya sampai mobil. "Istrihatlah, jangan terlalu lelah. Cukup tunggu suamimu yang ganteng ini pulang ke rumah," ucap Elang.
"Ishh, narsis," sahut Kayla. Dibalas dengan Elang yang ******* bibir Kayla.
"Wow, mata gue ternodai. Masih pagi tau" ejek Dipta.
"Udah enggak tahan, berasa diujung," jawab Elang dibalas dengan tepukan di lengan oleh Kayla.
Setiba di Two Season, Elang berada di lift yang sama dengan Sena, lift khusus karyawan. "Selamat Pagi Pak," sapa Sena.
"Pagi," ucak Elang dengan raut wajah datar.
"Maaf Mas, ibu menanyakan kamu terus. Beliau menanyakan kesediaan Mas berkunjung untuk makan malam."
"Saya sibuk, mungkin kalau istri saya sudah sehat, akan datang bersamanya."
"Tapi Mas__"
"Arghhh," kesal Sena setelah pintu lift tertutup.
Hari ini Elang memutuskan pulang lebih cepat, bahkan belum saatnya pulang ia sudah memarkirkan mobilnya di carport kediaman ibu mertuanya.
Terdengar riuh suara teriakan dan tertawa, mengikuti asal suara. Melihat Kayla yang sedang duduk memandang Reka dan Rika yang sedang berenang.
Cup
"Ehh," Kayla terkejut ada yang mencium pipinya.
"Lagi ngapain sih?" tanya Elang.
"Tumben, udah pulang ?"
"Kangen kamu," jawab Elang. "Kamu ngapain melamun di sini."
"Enggak melamun bete di kamar terus. Ngawasin ini anak kembar lagi adu cepat," jawab Kayla.
"Jadi pengen ikutan Kay, adem kayaknya." Elang menatap pada kolam renang.
Kayla memandang aneh pada Elang, dibalas dengan tatapan bingung suaminya. "Kenapa?" tanya Elang.
__ADS_1
"Justru aku, yang tanya kenapa, ada kejadian apa di hotel sampai bete begini."
Elang berdecak, "Heran tau aja sih," batin Elang. Ia menarik nafas panjang sebelum menjawab. "Aku takut kamu salah paham lagi," jawab Elang, "tadi pagi Sena menyampaikan undangan dari ibunya mengajak makan malam dirumahnya. Aku tidak mengiyakan, tapi sepertinya aku harus datang bersama kamu."
"Hmm, oke. Sekarang aku yangbakan buktikan kalau Elang itu milik Kayla," jawab Kayla, dibalas Elang dengan mengusap puncak kepala Kayla.
"Bunda kemana?" tanya Elang.
"Ikut Papih, paling malam pulangnya."
...~ *** ~...
Genap seminggu Kayla berada di Jakarta, kini ia sedang berada di Rumah sakit untuk kontrol kehamilannya. Diantar oleh Elang, yang memeluk pinggangnya selama mereka berjalan menuju ruang pemeriksaan.
Dokter membaca memo yang diberikan dokter saat Kayla dirawat. "Hmm, oke. Ibu berbaring dulu kita usg ya," pinta dokter.
Berbaring di ranjang pemeriksaan, perawat mengoleskan gel di bawah perut Kayla lalu dokter menempelkan alat usg dan menggesernya.
Tangan Elang menggenggam tangan kiri Kayla, saat melihat layar yang menampilkan kondisi calon bayi mereka.
"Berat dan panjang janin sesuai umurnya, ketuban dan ari-ari juga bagus. Ibu ada keluhan lain atau masih ada keluhan sebelumnya?"
"Tidak ada Dok."
"Oke, turun dulu ya."
Kini Elang dan Kayla duduk di depan meja Dokter mendengarkan penjelasan terkait kondisi kehamilan Kayla.
"Kalau hasil USG dan tidak adanya keluhan saya bisa sampaikan bahwa kehamilan ibu dalam kondisi baik dan aman. Memang ketika hamil tidak boleh beraktifitas berat atau stress agat tidak pengaruh ke dalam proses kehamilan."
Dokter masih menjelaskan apa yg baik dan tidak baik dilakukan oleh ibu hamil. Setelah selesai, Kayla sudah berdiri hendak meninggalkan ruangan namun Elang menahannya.
"Dok, berarti saya sudsh bisa berkunjung dong, eh maksud saya sudah boleh menyentuh istri saya?"
Kayla mencubit pinggang Elang, merasa malu dengan peryanyaan Elang. Dokter sendiri hanya tersenyum, lalu menjelaskan jawaban dari pertanyaan Elang.
"Malu-maluin aja sih, ngapain pake bertanya begitu," kata Kayla saat mereka sudah keluar dari ruang periksa.
"Penting ini Kay, siap-siap nanti malam," ledek Elang sambil menaik turunkan alisnya.
Setelah mengantri obat dan vitamin, pasangan itu berjalan di koridor menuju pintu keluar. Tiba-tiba ada suara menyembut nama Elang, "Mas Elang!"
_______________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐๐
__ADS_1