
Terima kasih para pembaca yang mau mampir dan baca maraton π,, jangan lupa tinggalkan jejak ya. Lope lope untuk kalian πππ
__________
Enjoy Reading, π
"Sepertinya lo harus mulai ceritakan ini, agar kita bisa putuskan bisa bantu lo atau enggak," ucap Bara sambil meletakan tablet di meja yang mana layarnya menampilkan berita tentang Kayla yang sebelumnya ramai dipemberitaan.
"Oke-oke, aku akan cerita." Suasana rumah kost saat itu sepi, karena hari minggu ada yang masih tidur, ada yang sudah pergi dari pagi. Ini membuat Kayla leluasa menceritakan tentang hidupnya.
"Aku sudah menikah, profesiku sebelumnya perancang busana."
"Sudah kuduga," ujar Ria sambil melipat kedua tangannya di dada.
Kayla hanya tersenyum kecut, "dan berita itu benar. Aku pernah dituduh plagiat. Dituduh ya, karena aku tidak merasa melakukan itu. Tapi kejadian ini sebelum aku menikah. Entah kenapa saat aku sudah menikah, berita itu muncul kembali. Mungkin itu yang membuat suamiku acuh, sampai....," Kayla menitikan air matanya lalu menunduk.
"Aku putuskan pergi. Sementara aku tidak ingin bertemu mereka. Aku tinggalkan ponsel, kartu dan semua yang bisa terlacak."
Bara terkekeh, "Apa gue bilang, dia bukan orang sembarangan. Anak sultan lagi main kubangan di tempat lo."
"Enak aja lo, usaha gue bukan kubangan. Paling enggak bisa bantu pemerintah mengurangi pengangguran," sahut Ria.
Wanita itu menghampiri Kayla, "Tenang aja, kita bantu lo. Bara juga sama kayak lo, kabur dari keluarga sultannya."
Bara berdecak, Kayla menoleh ke arah Bara. Pria yang bisa dibilang gagah karena postur tinggi kekar, dengan rambut sedikit gondrong bahkan saat ini ia menguncir rambutnya. Tampak ada tato terlihat disamping lehernya, dugaan Kayla tato itu sangat lebar tergambar di bagian tubuh Bara, yang terlihat dileher hanya bagian kecilnya saja.
"Jadi anak sultan mana, perempun di hadapan kita ini?" Ria mengejek sambil tersenyum.
"Apaan sih, yang Sultan suamiku bukan aku."
"Masih cinta sama dia?" tanya Ria. Bara menatap Kayla menunggu jawaban dari wanita itu.
Kayla terdiam mengingat dua orang dari keluarga Sanjaya yang sudah membuat hidupnya hancur, kacau dan berantakan seperti saat ini. Cinta? Entahlah, yang jelas saat ini ia tidak ingin bertemu dengan siapapun dari keluarga Sanjaya, Agha Farraz atapun Kevin Daud.
Menghela nafasnya dan hanya mengangkat bahunya untuk menjawab pertanyaan Ria.
"Kayaknya lo harus rubah penampilan, biar enggak mudah dikenali," ujar Ria.
Kayla tampak berfikir, "Apa aku harus pakai cadar ?"
"Jangan, itu malah mencolok," sahut Bara. (Nanti malah ganti judul novel 'Di Balik Cadar Kayla' π).
__ADS_1
"Terus gimana dong?"
"Ikut gue ke salon yuk," ajak Ria.
"Gue ke cafe, malas nungguin cewek nyalon," ucap Bara.
Cukup lama Ria dan Kayla menghabiskan waktu di salon, rambut Kayla yang tadinya panjang lurus kini dipotong sebahu dan dibuat keriting bahkan diwarnai menjadi coklat termasuk membentuk alisnya.
"Laper, ke cafe yukk," ajak Ria saat mereka ke luar dari salon.
"Cafe?"
Ria mengemudikan mobilnya, "Bara punya cafe di daerah Sukajadi."
Kayla masih menyimak yang disampaikan Ria, "Dia kerja bareng gue itu cuma iseng doang," seru Ria sambil tertawa.
Kayla menatap takjub suasana cafe milik Bara, dengan design modern dan cozy. Bahkan saat masuk ke dalam berbagai dekorasi di beberapa area dan sudut sangat berkesan instragamable, karena menjadi spot menarik untuk selfie atau berfoto bersama.
"Wow, boleh juga," ucap Bara saat melihat tampilan baru Kayla, menaik turunkan alisnya, "Ria bikin lo kelihatan lebih argggg," tambahnya sambil terbahak.
"Masa sih, ah Riaaaa," jerit Kayla lalu mencari keberadaan wanita yang ternyata sedang berada di meja barista dengan menopang dagu menyaksikan proses pembuatan minumannya.
"Duduk," Bara menarik salah satu kursi. Kayla yang masih memandang ke luar sebuah jendela besar yang memperlihatkan suasana kota Bandung dari lantai dua akhirnya duduk pada kursi yang dimaksud Bara.
"Bisa nyanyi kan ?"
Kayla mengedikkan bahunya, "Aku lapar."
Setelah memesankan makanan untuk Kayla, Bara kembali bertanya hal yang sama lalu Ria datang bergabung, "Bisa tapi__"
Namun kalimat Kayla terhenti karena Bara menyodorkan ponselnya, tampak sebuah youtube channel di mana berisi video Kayla juga video bersama adik-adiknya. Hampir semua video Kayla yang sedang bernyanyi, bahkan ada video klip cover sebuah lagu yang dinyanyikan duet Kayla dan Vano.
"Kamu kok bisa dapat semua info tentang aku sih?" tanya Kayla. Bara hanya menepuk dadanya dengan pongah.
Ria memutar salah satu video tersebut, "Suara lo bagus Kay," puji Ria.
"Aku pernah ikut kelas vocal waktu SMA," jawab Kayla. Ternyata Bara memesankan Jus markisa dan Sop Ayam jamur. Kayla sangat menikmati, teringat akan masakan Bundanya.
"Gue mau nawarin lo isi acara di sini, mau enggak?" tanya Bara sambil menatap Kayla. "Hmm," Kayla mengaduk minumannya, "Nyanyi kan ?"
"Enggak, cuci piring Kay. Kalau perlu lo yang ngatur parkiran," canda Ria. Kayla terbahak, "Apa sih," ucapnya sambil memukul pelan lengan Ria.
__ADS_1
"Enggak tiap malam kok, seminggu tiga kali perform."
"Oke," jawab Kayla.
***
Di tempat yang berbeda, Elang bersiap menuju rumah Kevin ingin membicarakan masalah Kayla.
Meera yang masih menyimpan rasa kecewa, masih emosi ketika bertemu Elang. "Untuk apa kamu kemari, kalaupun Kayla sudah kembali aku tidak akan mengijinkan dia kembali sama kamu." Meera meluapkan amarahnya, "Meera, masuklah biar aku yang bicara dengan Elang."
Meera akhirnya meninggalkan Elang bersama Kevin. "Saya akui kepergian Kayla karena persoalan dengan saya, tapi baiknya kita bekerja sama mencari Kayla. Untuk kebaikan Kayla, kita harus berbagi informasi," tutur Elang.
Kevin merasa Elang ada benarnya, walaupun sebelumnya ia dan Agha sepakat tidak akan memberikan informasi apapun terkait pencarian Kayla.
Elang memperlihatkan foto Kayla, "Ini hasil pencarian tim saya."
"Kayla, di mana kalian menemukan Kayla?" tanya Kevin.
"Kita kerja sama, ada beberapa hal yang harus kita pastikan bersama?"
Kevin memijat dahinya pelan, "Baiklah, katakan di mana kalian menemukan Kayla?"
"Bandung, Cigondewah. Tapi kami kehilangan jejak Kayla karena foto itu diambil di daerah perbelanjaan," jelas Elang.
"Bandung," ujar Kevin. "Tunggu, Kayla pernah ada kerja sama dengan Rumah Mode di sana."
"Sudah dipastikan, Kayla tidak ada kontak kembali. Ada informasi lain?" Elang bertanya penuh harap.
"Tunggu, terakhir ke Bandung kalau tidak salah Kayla diantar Pak Asep, supir Agha."
Elang, tampak berfikir. "Saya temui Pak Agha dulu untuk bertemu Pak Asep. Siapa tau ada info terbaru."
"Elang," panggil Kevin. "Kamu yakin Kayla di Bandung?"
"Hari itu Kayla ke stasiun Gambir menggunakan taksi, kemudian saya kerahkan orang untuk mencarinya di Bandung dan didapatlah foto itu."
Kevin merasa sedikit lega, walaupun masih kecil kemungkinan menemukan Kayla paling tidak ia tau Kayla baik-baik saja.
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ππ
__ADS_1