Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Masa Enggak Tau


__ADS_3

Dua part menjelang tamat


------


Rika yang merilekskan tubuhnya berada di bawah guyuran air hangat, tidak menyadari kehadiran Eltan yang ikut masuk ke kamar mandi setelah melepas pakaiannya.


Melingkarkan tangannya di perut Rika, “Aarghhhhhh ... loh, Bang Eltan," ucap Rika saat ia menoleh ke belakang.


Eltan hanya tersenyum dan memagut bibir Rika, keduanya benar-benar hanya mandi bersama. Rika berfikir Eltan akan berbuat yang lebih ternyata harus gigit jari.


"Cepat, nanti kamu kedinginan," ucap Eltan sambil memakaikan bathrobe Rika setelah mengeringkan tubuh istrinya.


Rika hanya bisa memperhatikan Eltan sambil duduk di pinggir ranjang saat suaminya keluar dari kamar mandi setelah Rika, hanya dengan melilitkan handuk di pinggang.


Membuka lemari mencari pakaian yang memang tersimpan di lemari Rika. Memakai boxer dan kaos lalu menghampiri Rika. "Kenapa?" tanyanya, "malah bengong bukan cepat pakai baju."


Eltan kembali membuka lemari mencari gaun tidur Sussana beserta under_wearnya. "Aku sudah disini, enggak akan ke mana-mana," ungkap Eltan.


Rika memeluk Eltan yang masih berdiri di hadapannya, "Bang El pulang enggak kabarin aku?"


"Kejutan, sayang." Rika berdecak, "Lain kali aku enggak perlu kejutan begini, yang ada nanti malah jantungan."


Eltan duduk disamping Rika dengan tubuh sedikit menunduk, menciumi perut Rika lalu beralih ke wajah cantik dan imut pemilik perut yang sudah membola.


"Bang Eltan, ihhh," rengek Rika saat Eltan melepas pagutannya. "Bunda bilang kamu enggak enak badan?"


"Aku cuma lelah waktu tadi pulang kuliah," jawab Rika.


"Belum makan ya, mau aku suapi?" Rika menggelengkan kepalanya, "kita makan bareng aja di bawah."

__ADS_1


"Oke." Setelah memakai celana pendeknya, Eltan menggandeng tangan Rika untuk turun ke lantai bawah.


"Udah ada pawangnya mah, enggak bakal ngambek lagi kali," ledek Reka.


"Bunda, Rekanya nih. Nyebelin enggak ada tamatnya, bersambung terus," ujar Rika.


"Sudah, Reka jangan menggoda Rika terus. Pusing Bunda dengar dia teriak-teriak ngalahin Kenan."


"Eh iya, Kenan mana Kak?" tanya Rika pada Kayla, "udah tidur."


.


.


.


"Ehh, ada cowok ganteng di luar," ucap salah satu teman sekelas Rika. "Iya, tadi gue juga lihat, siapa sih ya?" Ucap teman lainnya.


"Laki gue," sahut Rika, "enggak usah pada caper ya."


"Kirain masih single."


Reka hanya tertawa mendengar ucapan Rika. "Sama gue aja sih, gue juga enggak kalah ganteng kan?" Ucap Vano yang dijawab sorakan oleh para perempuan di kelas tersebut.


Usai jam kuliahnya Rika selesai, Eltan yang tadinya sedang memainkan ponsel segera memasukkan ponsel tersebut ke sakunya saat melihat Rika keluar kelas.


Mengambil alih tas yang dibawa Rika lalu merangkul bahu wanita itu. "Mau makan di mana?" tanya Eltan.


"Bang El enggak mau kunjungi Mamih, mumpung lagi di Jakarta."

__ADS_1


Eltan memarkirkan mobilnya dengan sempurna di halaman parkir kediaman Agha. Masuk ke dalam sambil bergandengan tangan. "Kapan kamu ke Jakarta?" tanya Laksmi pada Eltan setelah anak dan menantunya itu mencium tangannya.


"Kemarin sore," jawab Eltan mendudukan tubuhnya di salah satu kursi meja makan. Laksmi langsung mengajak Eltan dan Rika makan siang.


Laksmi juga menyodorkan keranjang buah kehadapan Rika, yang sedang asyik menikmati makannya.


"Perbanyak makan buah dengan vitamin C tinggi, biar bayi kamu sehat dan bersih saat lahir. Perempuan kan?" tahya Laksmi.


Rika mengangguk, "Benar perempuan?" tanya Eltan pada Rika. "Kamu belum tau jenis kelamin bayi kamu sendiri," ujar Laksmi.


"Bang El enggak mau tau Mih, katanya mau laki-laki atau perempuan sama aja," sahut Rika.


"Selama ini, kamu enggak pernah antar Rika periksa kehamilannya?" Eltan hanya bisa menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Laksmi.


"Kamu didampingi siapa kalau periksa?"


"Bunda atau Kak Kayla," jawab Rika lalu meraih gelas dihadapannya dan meneguk hampir separuh isinya.


"Kamu jadi laki-laki tau enaknya doang ya, kan bisa pas kamu ke Jakarta periksakan kehamilannya Rika. Hamil itu berat Eltan, apalagi enggak didampingi suami," ungkap Laksmi. Eltan menoleh pada Rika yang fokus mengupas jeruk.


Eltan hanya pasrah mendengarkan nasihat dari Laksmi, biasanya ia yang akan menasehati Ibunya karena selalu menyinggung Rika kini malah selalu menyudutkan Eltan yang dinilainya salah.


"Mut, nanti malam jangan langsung tidur dong," ujar Eltan pada Rika saat mereka berada di mobil menuju kediaman Kevin.


"Ehh, emang kalau enggak langsung tidur mau ngapain?" Eltan berdecak, "Biasalah Mut, masa enggak tau," sahut Eltan sambil mengerlingkan matanya dan tersenyum.


______


jangan lupa jejak yess, karena hari senin bolehlah lempar votenya

__ADS_1


__ADS_2