Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Perjalanan Bisnis dan Honeymoon


__ADS_3

~ Selamat Membaca ~


Masih di hotel yang sama hanya kamar yang berbeda, seorang pria mulai mengerjapkan matanya dan menyesuaikan pandangan, menahan sakit di kepalanya. Dia adalah Eltan, sepertinya dia semalam mabuk berat. Dia terkejut ketika meregangkan badan, kaki nya menyentuh seseorang.


"Michele ?" 


"Hm," gumam gadis disebelahnya masih terlelap.


Menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka berdua, ternyata dalam keadaan polos seperti bayi yang baru lahir. 


"Michele, bangun dulu. Kenapa kamu ada disini ?"


"Pertanyaan kamu itu aneh Eltan, kamu itu mabuk lalu mengajak aku bercint*. Makanya kita ada disini. Enggak munkin ada di kamar orangtua ku." 


"Aku mabuk ?" 


Pertanyaan Eltan hanya dijawab dengan anggukan oleh Michele.


"Lagian ini bukan petama kalinya kita tidur bersama. Capek aku, badan pada sakit ngelayanin kamu berkali kali. Orang lain yang menikah ini kayak aku yang lagi malam pertama," ungkap Michele.


Michele terlihat kembali merebahkan badannya dan memejamkan mata.


"Michele jangan tidur lagi, enggak enak dengan keluarga kamu."


"Ishh, ngantuk Eltan. Lagian mereka juga pasti paham kok, kita kan LDR jadi sekarang lagi kangen-kangenan." 


"Iya, tapi __" ucapan Eltan terjeda karena dering ponselnya. 


"Halo." 


......


"Baik pak."


......


"Oke."


"Michele, aku harus menemani Pak Elang bertemu klien penting, kamu tetap mau di sini." 


"Aku mau tidur lagi."


***


Elang, Edo dan Eltan berada di ruangan Elang mempersiapkan pertemuan dengan klien. 


"Ok, jadi kita berangkat 20 menit lagi".


"Hm," jawab Elang sambil fokus pada berkas ditangannya. "Proyek ini sudah kamu pahami?" Tanya Elang pada Eltan.


"Sudah pak, sesuai arahan berikutnya saya yang handle. Bapak tinggal tunggu laporan saja," jawab Eltan. Meskipun mereka paman dan keponakan tetapi urusan pekerjaan mencoba tetap profesional. 

__ADS_1


Edo terkekeh melihat interaksi antara Elang dan Eltan. Elang meletakan berkasnya di meja, lalu menatap pada keponakannya.


"Eltan, ketika kamu menyanggupi menerima perjodohan dengan Michele, paman harap kamu enggak main-main. Kalau sudah yakin, segerakan saja pernikahanmu enggak usah tunggu tahun depan." 


"Sesuai rencana saja, enggak usah dipercepat." 


"Biar enggak LDR an terus. Anak orang itu, dikekepin di kamar mulu."


"Ck, masih aja mata-matain keponakan sendiri. Lagian penganten baru tampil amat, bukan kemana gitu honeymoon." 


"Maunya juga gitu, tapi ini project penting juga. Sayang banget kan Kayla dianggurin, arghhh," ujar Elang.


Kayla dan Mega berada di resto Two Season, diminta menemani istri dari petinggi tempatnya bekerja tentu dia tidak dapat menolak. 


Sedang menikmati dessert saat Elang, Edo dan Eltan datang. Edo dan Eltan duduk di meja terpisah karena meja yang ditempati Kayla hanya untuk 4 orang. 


"Jam segini kok baru makan malam sih," ucap Elang setelah mencium kening Kayla lalu duduk disebelahnya. 


"Hmm." 


"Mega, kamu sudah boleh pulang. Pakai supir saja." 


"Saya bawa mobil pak, permisi Bu Kayla," ujar Mega.


"Terima kasih mbak Mega," jawab Kayla.


Edo dan Eltan sedang menikmati makan malamnya. Sejak tadi siang mereka bertemu klien dan baru saja tiba kembali di Hotel. 


"Om,  besok-besok jangan minta Mbak Mega temani aku. Kasihan dia harusnya sudah pulang ini malah suruh nemenin aku, kayak aku balita aja," ucap Kayla sambil merengut.


"Ck, pokoknya enggak usah kecuali aku yang minta. Om sudah makan?" 


"Hmm, belum."


"Pantesan lihat Bang El dan Pak Edo seru makannya, kenapa om enggak makan juga?" 


"Aku maunya makan kamu."


"Ishh, mesum." 


"Mesum sama istri sendiri, halal. Ke atas yuk, sudah malam kamu juga harus istirahat." 


"Sampai bertemu besok," ucap Elang pada  Edo dan Eltan.


"Loh, langsung start. Enggak jadi honey moon dulu gitu," ejek Edo, padahal dia tau bahwa masih ada tugas urgent lainnya yang mengharuskan Elang tetap berada di Two Season, Eltan terkekeh mendengar ejekan Edo


Elang berdecak lalu menggandeng tangan istrinya dan meninggalkan resto. 


Istirahat yang dimaksud Elang mau tidak mau tertunda karena hasratnya kepada Kayla. Meminta haknya pada sang istri, membuat suasana kamar di malam itu kembali hangat dan bersahutan antara desa_han dan erangan keduanya. 


Pergumulan pasangan itu tidak hanya sekali, Kayla hanya bisa pasrah menuruti kemauan suaminya. Baru saja Elang keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan diri menghilangkan peluh sisa percintaannya. Menatap istrinya yang sudah terlelap di balik selimut dengan salah satu kaki menyembul keluar.

__ADS_1


Perbedaan umur Elang dan Kayla memang cukup jauh, hampir 11 tahun. Namun keduanya yakin akan dapat mengarungi bahtera rumah tangga dengan baik. 


____


"Yang," panggil Elang saat mereka sedang menikmati sarapan yang diantar ke kamar. 


Kayla sedang menuangkan madu pada wafflenya, hanya menjawab "Iya,". 


"Aku masih ada pertemuan hari ini, kamu ditinggal lagi enggak apa ?" 


Menoleh ke suaminya dan menjawab "Om pikir aku bakal nangis kalau ditinggal." 


"Bukan begitu sayang, kita baru aja menikah masa kamu dianggurin terus sih." Elang menyesap kopinya "Lusa aku harus ke Singapur, kamu ikut ya sekalian kita honey moon". 


"Kerja atau honeymoon?"


Elang tak bisa menjawab, karena tidak bisa menjanjikan dia tidak akan sibuk di Singapur. Mengingat ada permasalahan yang mengakibatkan mundurnya grand opening Two Season di sana.


Kayla paham, kenapa suaminya tidak bisa menjawab. "Aku enggak usah ikut daripada nanti bikin ribet, aku di rumah bunda sampai om kembali." 


Menyugar rambutnya dan menghela nafas "Kamu ikut aja ya, biar aku tambah semangat. Bisa enggak jangan panggil aku om."


"Terus panggil apa ?"


"Sayang, honey, daddy, papi, ayah, papa atau mas."


Kayla menyuap potongan terakhir wafflenya. "Aku panggil mas aja ya."


Elang menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "Dari pada dipanggil Om, enggak apa-apa deh. Tapi ikut ke Singapur ya, Mega akan urus tiketnya."


"Berapa hari ?"


"Paling lama seminggu."


"Tapi pakaianku gimana, persiapan kemarin kita mau langsung liburan. Jadi aku banyak bawa baju santai aja."


"Bukan liburan tapi honey moon sayang." 


"Aku ke rumah bunda ya, sekalian mempersiapkan apa yang mesti dibawa." 


"Hmm, nanti malam kita nginap disana aja," sahut Elang sambil menghabiskan kopinya


"Beneran om?" 


Elang mengernyitkan dahinya, "Kok Om lagi sih manggilnya." 


Kayla terkekeh "Udah kebiasaan." 


Elang memeluk dan mengecup kening istrinya lalu keluar dari kamar ditemani sang istri. 


"Pak Rendra yang mengantar kamu ke Rumah Bunda. Setelah dari Singapur kita tinggal di apartemenku. Kapan ada waktu kita lihat pembangunan rumah. Rumah masa depan kita," ungkap Elang.

__ADS_1


__________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2