
"Om udah tua, aku enggak mau pacaran sama om-om," jawab Rika asal.
Elang menyambar bibir Rika dengan tangan kiri menahan tengkuknya. Awalnya Rika berontak dengan memukul dada Eltan, namun kelamaan ia diam menikmati pagutan yang dilakukan Eltan. Sampai Eltan melepasnya dan nafas Rika tersengal.
"Mau lagi?"
"Om, mesum ih." Rika bangun dari pangkuan Eltan lalu duduk di kursi depan meja Eltan.
Eltan menatap Rika sampai terdengar pintu ruangan diketuk. Lisa masuk dengan membawa berkas, berdiri di samping Eltan menerima arahan.
Rika memperhatikan moment tersebut, dengan pakaian yang sangat pas di badan membuat wanita itu terlihat seksih. Setelah mendapatkan arahan untuk berkas yang dibawanya wanita itu pamit undur diri, kedua mata Rika tidak lepas dari memandang Lisa.
"Kenapa Mut?" tanya Eltan sambil memandang layar monitor dan fokus dengan yang ditampilkan.
"Enggak apa-apa. Perempuan tadi bodynya wowww, mana cantik. Om enggak tergoda gitu?"
"Enggak, kalau tergoda sudah dari dulu kali," jawab Eltan. "Halah, pasti bohong. Padahal ma..."
"Kamu yang lebih menggoda Mut, kalau dekat kamu itu bawaannya pengen nyosor. Bikin resah kamu mah," ungkap Eltan mulai menggerakan mouse dan sesekali menyentuh keyboardnya.
"Kamu lulus kapan sih? Langsung aku ajak menikah mau enggak?"
"Hahh, menikah. Ihh, apaan sih Om. Bisa perang dunia Bunda Meera sama Mamih Laksmi," ucap Rika sambil bersandar pada sofa.
"Aku lebih takut sama Bunda kamu daripada Ibu," seru Eltan. "Kenapa begitu?" tanya Rika.
"Kalau Bunda enggak kasih restu urusannya panjang tapi kalau Ibu enggak kasih restu aku enggak masalah."
"Kenapa begitu?" tanya Rika lagi, sambil berjalan ke arah Eltan. Namun Eltan tidak menjawab ia masih fokus dengan layar monitornya. "Eltan Malik Sanjaya, General Manager." Rika membaca table name di atas meja Eltan.
"Nama lengkap kamu siapa Mut?"
"Rika Daud, bukan marmut."
"Yang bilang marmut siapa, aku bilang imut." Kemudian ponsel Rika berdering.
"Halo Kak."
...
"Sudahlah, dari tadi malah."
...
"Lagi di sarang penyamun."
...
"Udah sih cepetan, mau dianterin enggak?"
...
"Iya."
Rika mengakhiri panggilan telponnya.
"Kayla sudah sampai?"
"Belum, macet katanya. Macet di mana kali?"
__ADS_1
Eltan memgalihkan pandangannya pada Rika yang duduk di depan mejanya, "Mut, jadi kamu mau enggak nikah sama aku?" tanya sambil melipat kedua tangan di dada."
"Masa tiba-tiba menikah, pacaran juga enggak. Lagian Om ngebet banget sih ngomongin soal jodoh mulu sama aku," tutur Rika.
"Pacaran banyak godannya, mending langsung nikah."
"Reka bilang, enggak akan mudah Om. Usia kita beda belum masalah orangtua, bakalan ribet," ucap Rika yang memang dibenarkan oleh Eltan dalam hati, "makanya aku tahan-tahan untuk enggan jatuh cinta," lirih Rika.
Eltan mengernyitkan keningnya, "Kamu jatuh cinta sama aku?"
.
.
.
"Rika udah nunggu di hotel, cepetan ya Mas," pinta Kayla pada Elang yang sedang menyetir. "Belanjanya besok aja deh, aku masih mau berdua sama kamu Kay. Lusa aku berangkat ke Singapur, yang ada bakalan tersiksa karena rindu."
Kayla tertawa, "Aneh ih, tiba-tiba bucin."
"Oke Kay? Kamu belanja nanti aja pas enggak ada aku biar enggak jenuh isi waktu dengan belanja sepuas kamu."
"Tapi Rika gimana?"
"Minta supir antar dia, terus kita masuk kamar. Masalah selesai," ucap Elang.
"Masalahnya Rika sekarang ada di ruangan Eltan."
"Hahh," pekik Elang lalu ia terdiam masih fokus pada kemudinya.
"Aneh gak sih, ngapain Rika ada di sana, aku minta dia tunggu di lobi," ujar Kayla.
Beralih pada Rika dan Eltan, pertanyaan Eltan belum dijawab Rika karena tiba-tiba pintu dibuka masuklah pasangan yang membuat Rika mencibir. Elang merangkul Kayla.
"Rika, kita belanja enggak hari ini. Nanti aku telpon Bunda kamu pulang diantar supir Mas Elang," ujar Kayla.
"Ehh gimana ceritanya, aku udah habis waktu nunggu disini. Nanti aku juga mau belanja kakak yang bayar ya sebagai ganti rugi untuk waktu yang terbuang percuma."
"Bawel," ucap Kayla.
Elang tertawa, "Habis waktu apa lupa waktu, Eltan ingat dua hari lagi. Gercep biar fokus, awas aja nanti di sana tulalit. Ayo sayang," ajak Elang pada Kayla.
"Loh aku gimana?" tanya Rika ketika pasangan beda usia itu pergi.
"Aku yang antar."
"Om Eltan supir ya?" Rika terkekeh. "Spesial untuk kamu doang," jawab Eltan.
Di dalam mobil dimana Rika dan Eltan berada suasana hening, Eltan memikirkan apa yang Elang sampaikan.
"Mut," panggil Eltan.
"Hmm." Rika asyik dengan ponselnya
"Besok aku jemput di sekolah." Rika menoleh pada Eltan, "Enggak usah aku pulang dengan Reka."
"Aku tidak terima penolakan, lusa aku ke Singapur. Sebagai pacar yang baik, sebelum berangkat aku butuh penyemangat."
"Pacar? Siapa juga pacar Om Eltan?"
__ADS_1
"Ya, kamulah."
...~βββ~...
"Mas El, sepertinya ada yang aneh deh," ucap Kayla saat ia dan Elang berada di kamar khusus milik Elang di Two Season.
"Apa?" tanya Elang yang sedang mengelus perut Kayla.
"Rika sepertinya dekat dengan Eltan? Mereka ada hubungan ?"
"Aku kurang tau, tapi biarkan aja toh mereka sudah dewasa."
Kayla memukul lengan Elang, "Rika baru 18 tahun.
"Itu kita urus nanti, sekarang ada yang lebih penting untuk diurus?"
"Apa?" tanya Kayla sambil menatap aneh suaminya.
"Kita, Kay, kita," sahut Elang, "Aku perlu amunisi biar tetap semangat walau jauh dari kamu. Kalau mungkin aku bawa, ya pasti kamu aku ajak."
Seharian Elang tidak lepas dari Kayla, ia habiskan waktu bermanja dengan Kayla. Meski hanya memeluk istrinya sambil nonton TV dan mencari nama untuk bayi mereka nanti dengan merebahkan kepala dipangkuan Kayla.
"Mas El."
"Iya," jawab Elang saat baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk di pinggangnya.
"Aku lapar," rengek Kayla.
"Memang sudah waktunya makan malam, kita pesan aja. Kamu mau makan apa?"
"Aku mau makan di resto aja," jawab Kayla.
Saat berjalan menuju resto, Elang yang merangkul bahu Kayla tidak menyadari Sena yang melihatnya sejak keluar dari lift mengikuti mereka.
Elang sengaja menggunakan VIP Room agar tidak ada yang mengganggunya, setelah menyebutkan pesanan pada waitress Elang menggoda Kayla yang membuat istrinya tersipu. "Gombal banget sih, Mas Elang kenapa akhir-akhir ini aneh."
"Aneh gimana?"
"Bucin," ucap Kayla sambil terkekeh. "Iya, kamu udah buat aku jadi budak cinta kamu Kay."
Terdengar pintu diketuk, lalu masuklah Sena. Yang membuat wajah berseri Kayla berubah seketika.
"Selamat malam Pak Elang, boleh aku duduk?" tanpa rasa malu belum dipersilahkan Sena sudah duduk di hadapan Elang yang duduk bersisian dengan Kayla.
"Sena, kita tidak ada urusan. Kamu silahkan keluar," titah Elang.
"Setelah ini kita akan punya urusan. Bagaimana bisa Pak Elang Sanjaya yang terhormat menikah dengan wanita yang pernah tidur dengan keponakannya sendiri," ujar Sena dengan tangan dilipat didada dan senyum sinis pada Kayla.
"SENA!!!" teriak Elang.
bersambung ya
follow ig : dtyas_dtyas
atau facebook : dtyas auliah
_______________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ππ
__ADS_1