
~Selamat Membaca~
"Ayah sudah kasih restu ? Om pasti bohong," ujar Kayla.
"Ck, ya intinya ayah kamu akan merestui kalau kamu bisa nerima aku," sahut Elang.
"Kalau aku enggak mau, gi_"
"Pasti maulah, cuma masalah waktu aja."
"Kepedean deh om."
"Harus dong. Kamu masih betah disini Kay?" Tanya Elang sambil menatap sekeliling.
"Sudah mau kabur dari tadi, tapi bunda masih ngawasin aja. Enggak beranilah."
"Hm, ikut aku yuk."
"Ke mana?" tanya Kayla. "Ada spot menarik di gedung ini, mau lihat?" Belum sempat dijawab okeh Kayla, tampak Eltan dengan lengan yang dipeluk oleh Michele berjalan menghampiri Elang.
"Kamu duluan ijin ke bunda, nanti aku menyusul," titah Elang. Kayla mengerti maksud Elang. "Oke."
Elang dan Kayla masuk ke dalam lift, menekan tombol angka lantai yang dituju. "Tempat apa gitu Om, kalau enggak menarik awas ya!" Kata Kayla sambil telunjuknya menyentuh lengan kiri Elang.
"Kalau benar menarik aku dapat apa?" Ucap Elang segera menggenggam tangan Kayla.
"Lepasin Om."
"Sttt."
Elang dan Kayla berjalan di lorong lantai khusus ruangan para petinggi hotel. Saat mereka tiba di sebuah ruang tunggu yang luas dengan sofa-sofa yang terlihat sangat mewah. Sekretaris Elang berdiri ketika melihat atasannya berjalan menuju pintu ruang kerjanya.
"Selamat siang pak."
"Siang," ucap Elang. Sedangkan Kayla hanya tersenyum kepada Mega.
"Ini spot menariknya?" Tanya Kayla masih berdiri tidak jauh dari pintu. Elang segera duduk pada kursi kerjanya.
"Kamu lihat dari sana, spot ini terlihat menarik bukan?" Ucap Elang sambil terkekeh, yang dimaksud menarik olehnya adalah dirinya sendiri. Kenarsisan yang hakiki menurut Kayla.
Kayla berjalan menuju jendela besar yang berada di belakang Elang. Menatap ke arah luar, memandang suasana Jakarta dari lantai 35 gedung Two Season. Sedangkan Elang membuka salah satu map berkas di mejanya. Kayla masih memandang ke luar jendela.
"Tadi ngobrolin apa sih sama papih dan ayah?"
"Hmm."
"Ckk, om," ucap Kayla masih memandang ke luar. Elang memutar kursinya ke arah Kayla, mereka kini berhadapan dengan posisi Kayla berdiri dan Elang masih duduk di kursinya.
"Ada beberapa hal yang harus aku pastikan dari kamu Kay," Elang menjeda kalimatnya, sedangkan Kayla masih menyimak. "Apa saat ini kamu sedang ada komitmen dengan seorang laki-laki?" Tanya Elang sambil menggenggam jemari gadis dihadapannya dan dijawab dengan geleng kepala oleh Kayla.
Elang berdiri mensejajarkan diri dengan Kayla menunduk agar dapat menatap wajah Kayla.
"Sebelumnya apa kamu ada perasaan dengan Eltan?" Kayla menghela nafas.
"Enggak, aku cuma anggap dia kakak."
"Sekarang?"
__ADS_1
"Dia udah buat aku hancur, keluargaku sedih, dan hubungan aku dengan ayah juga mamih nggak seperti dulu. Jadi perasaan apa yang bisa aku sampaikan," tutur Kayla.
"Kalau untukku, bagaimana perasaanmu?" kembali Elang bertanya pada Kayla.
"Enggak tahu," ucap Kayla.
Elang menatap Kayla lekat, menyangga tangan pada kedua sisi wajah Kay, mendekatkan wajahnya hingga hembusan nafasnya terasa di wajah Kayla. Memiringkan wajahnya lalu menyatukan bibirnya pada milik Kayla. Kayla terkejut, namun tangan Elang yang berada pada wajahnya terasa sangat kuat membuat dirinya sulit menghindar. Elang memagut bibir Kayla lebih dalam dan lembut, dalam batinnya dia ingin tertawa karena Kayla amatir dalam bercium_an.
Cukup lama Elang memagut bibir ranum Kayla, hingga Kayla terengah saat melepaskannya. Ibu jari tangan Elang mengusap bibir Kayla yang sedikit basah.
"Kita bukan ABG lagi Kay, apalagi aku. Apa yang aku lakukan barusan pertanda bahwa aku serius sama kamu, sebentar lagi kita sahkan hubungan kita. Anggap aja yang tadi itu DP," ujar Elang di balas Kayla dengan mencubit perut Elang.
"Auw,, Kay sakit tau," ucap Elang sambil mengelus perut yang dicubit.
"Dipikir beli kendaraan pake DP segala."
***
Kayla meletakan ponselnya di atas nakas setelah menerima panggilan dari Elang. Bukan hanya panggilan tapi video call juga, Kayla yang sedari awal selalu menolak keinginan Elang untuk VC akhirnya menyerah. Bertingkah seperti remaja yang sedang jatuh cinta, mengatakan bahwa dia merindukan Kayla selalu padahal siang tadi dia bersama Kayla di acara lamaran Dipta. Jelas-jelas Elang sendiri yang mengatakan bahwa mereka bukan ABG namun sikapnya malah seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
Baru saja ingin merebahkan diri, ponselnya kembali bergetar. Dengan sedikit malas Kayla meraih ponselnya
Meta
Bisa kita bertemu ?
^^^Boleh^^^
Kapan ada waktu
^^^Anytime,^^^
Besok, resto XX. Jam makan siang
^^^Ok.^^^
Kayla sebenarnya tidak ingin lagi ada urusan dengan Meta, namun dia tidak ada alasan untuk menolak.
***
Rika dan Reka mencium tangan orangtuanya lalu pamit berangkat sekolah saat Kayla ingin bergabung di ruang makan.
"Udah mau berangkat aja?"
"Iyalah, makanya jangan bangun siang mulu, nanti jodohnya diambil orang loh," sahut Rika sambil berlalu mengejar Reka.
"Kay, kapan kamu mau gabung di perusahaan. Papih kasih kamu posisi aman dulu untuk kamu belajar," ucap Kevin.
"Hmmm, enggak tahu Pih."
"Kamu sebenarnya mau mulai kegiatan apa? Jangan diem di rumah terus, baiknya cari kesibukan atau mau cepet nikah ya," sahut bunda sambil memberikan piring yang sudah diisi nasi goreng pada suaminya.
"Ih bunda, enggak gitu juga."
"Elang bilang ke bunda begitu, nanti malam bunda sama papih diundang makan malam sama dia."
"Makan malam?" tanya Kayla.
__ADS_1
"Iya. Bunda dengar dari Reka kalau Om Leo menawarkan kamu rekaman?" Om Leo yang merupakan adik dari Agha yang berkecimpung di industri musik, melihat bakat yang Kayla miliki jadi menawarkan gadis itu untuk rekaman sebuah single dan beberapa cover lagu.
"Iya bun, tapi belum aku jawab kok," jawab Kayla sambil menatap Kevin seakan meminta izin.
Kevin menyadari bahwa Kayla sepertinya lebih tertarik dengan hal seni. Seperti bernyanyi juga mendesign. "Papih terserah kamu saja Kay, yang penting apa yang kamu lakukan tidak merusak nama baik keluarga dan tidak merendahkan kamu. Tapi baiknya kamu sampaikan ke Agha," tutur Kevin.
"Terima kasih pih," ucap Kayla sambil beranjak menuju Kevin dan memeluknya. "Eh eh, kok enggak tanya bunda setuju atau enggak."
"Bunda kan ikut apa kata papih," seru Kayla.
.
.
Kayla tiba di Restaurant sesuai pesan Meta. Menggunakan celana panjang hitam dengan kaus tanpa lengan dengan warna senada dipadukan dengan blazer putih serta membawa clutch.
Kayla memasuki ruangan yang telah Meta reservasi.
"Maaf telat," ucap Kayla saat melihat Meta."
"Duduklah."
Tidak lama pelayan datang membawakan hidangan yang mungkin sudah dipesan sebelum Kayla datang oleh Meta.
"Aku pesankan kesukaan kamu dulu, belum berubah kan?" tanya Meta.
"Hm."
Meta memulai percakapan setelah mereka selesai menikmati makan siang, walaupun keduanya terlihat tidak menikmati.
"Kay, aku heran sama kamu ya. Bisa tidak kamu itu tidak merebut apa yang mau aku raih," ucap Meta.
"Maksud kamu Ta, aku enggak ngerti."
"Tidak usah sok polos." Kayla menghela nafas, "Dengar Ta, aku enggak paham maksud kamu. Jadi, bicara yang jelas."
"Elang Sanjaya." Kayla mengernyitkan dahi, "Kenapa dengan Om Elang."
"Kamu harus tau Kay, sebelum kamu muncul di Two Season aku cukup dekat dengan Pak Elang. Bahkan paman ku yang bekerja sama dengan Two Season hendak menjodohkan aku dengan Pak Elang."
Kayla masih mendengarkan, Meta menghela nafas dan melanjutkan kembali kalimatnya. "Tapi semenjak kamu hadir Pak Elang jadi dingin sama aku termasuk juga penangguhan project SDM Performance. Sebenarnya maksud kamu itu apa ? Kamu mau Elang atau hanya mendekatinya untuk mendapatkan project?" ungkap Meta.
"Tunggu-tunggu, sepertinya ada yang harus diluruskan ya. Aku tidak pernah tertarik dengan Project itu apalagi mendekati Om Elang untuk mendapatkan project. Perlu kamu tahu, aku sudah tidak berniat terkait masalah design. Beliau pernah menawarkan tapi meminta aku mengikuti lelang bukan dengan cara kotor yang kamu sebutkan tadi. Bukannya jelas Om Elang juga minta kamu ikuti prosedur lewat jalur lelang. Kamunya aja yang kepedean Ta," jawab Kayla.
Brakk, Meta menggebrak meja.
"Jaga mulut kamu Kayla."
"Harusnya kamu yang tidak sembarangan menuduh aku."
"Dari awal memang kamu itu enggak bisa lihat aku senang. Erik teman kuliah kita, kamu tahukan perjuangan aku dapatkan dia, ternyata dia malah suka sama kamu. Dipta, kamu pikir untuk apa aku dekati kamu dan sering ke rumahmu dulu kalau bukan karena ingin mendekati Dipta. Tapi kamu malah posesif seperti tidak rela Dipta sama aku," tutur Meta.
"Itu bukan salah aku Ta kalau ternyata Erik malah menyukaiku dan untuk kak Dipta aku enggak pernah melarang dia dekat dengan siapapun. Dipta itu kakakku jadi wajar kalau aku sangat dekat dengannya karena dia yang paling mengerti aku. Satu hal yang harus kamu pahami, hati itu tidak boleh dipaksa nanti kamu sendiri yang tersiksa," sahut Kayla.
"Elang, untuk dia aku tidak akan menyerah. Bagaimana kalau aku ceritakan padanya terkait kasus plagiatmu. Saat kita bertemu di rumah sakit, kamu bukan hanya perawatan pasca kecelakaan tapi juga ke_gu_gu_ran. Bagaimana kalau info ini sampai ke telinga Elang," ungkap Meta.
__________
__ADS_1
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖