Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Hampir Bertemu


__ADS_3

Enjoy Reading 😎


_______________


Pagi ini Kayla malas sekali beranjak dari bantal serta selimutnya, alih-alih segera bangun ia malah mengeratkan selimutnya.


Bukan karena semalam ia mengisi acara di cafe milik Bara tapi memang cuaca sangat mendukung untuk tetap bergulung dengan selimut. Udara dingin khas daerah Bandung ditambah pagi ini hujan cukup deras, tidak mungkin Kayla memaksa bangun dan berangkat menggunakan motornya, satu kata yaitu berbahaya.


Kayla membuka ponselnya, ponsel yang ia beli saat tiba di Bandung termasuk juga nomor telpon selulernya. Ia mengernyitkan dahi lalu tersenyum membuka pesan yang dikirim oleh Bara.


Foto-foto saat Kayla bernyanyi. Saat hendak meletakan ponselnya, ternyata ada panggilan masuk dari Ria.


"Halo."


"Halo, Kay lo di mana?"


"Hmm, masih belum bisa move on dari bantal, guling dan selimut."


"Owh, gak usah berangkat. Jalan yang biasa lo lewatin agak tinggi airnya beresiko kalau bawa motor."


"Oke, so sweet banget sih. Ternyata bos aku perhatian banget."


"Lebay."


Di waktu yang sama bertempat di Two Season Jakarta, Elang yang berada di ruangannya menunggu Edo yang sejak tadi ia minta untuk segera ke ruangannya.


Tidak lama kemudian datanglah Edo, "Coba Do cek ke HRD kemungkinan Sena mutasi ke Jakarta. Pusing gue tiap hari dia telpon terus nanyain hal ini. Kalaupun ada kondisikan biar enggak ada garis kordinasi langsung sama gue," pinta Elang.


Edo menarik nafas panjang, "Nanti gue cek," jawab Edo.


"Gimana, ada perkembangan?"


"Belum ada, gue juga heran ya. Sebelumnya mudah kenapa sekarang dengan semakin banyak tim malah nihil," ungkap Edo.


"Jadwalkan rapat dengan Humas terkait Lelang Rancang Ulang," titah Elang pada Edo.


"Oke,"


Sedangkan Eltan, dengan tim nya mendiskusikan penawaran kerja sama dengan PT. Indah Kuat.


"Pihak PT mengundang kita ke sana untuk bicarakan point-point kerjasama," info dari Tara.


"Di mana sih ?" tanya Eltan.


"Bandung pak," jawab Lisa.


"Bandung? Kapan?" tanya Eltan dengan semangat.

__ADS_1


"Tergantung kita siap ke sana kapan," Lisa menambahkan.


Eltan tampak berfikir, ia memijat tengkuknya. "Kalau proposal pengusaha Inifood yang mau pesta pernikahan anaknya 3 hari 3 malam itu kapan pertemuannya?"


Tara tampak mengecek jadwal, "Dua hari lagi pak, kebetulan daerah Bandung juga. WO nya juga dari sana," lapor Tara.


"Oke, kita jadwalkan PT Indah Kuat sehari setelahnya, besok sore kita berangkat. Lisa siapkan akomodasinya," perintah Eltan.


"Baik pak," jawab Lisa.


Eltan tampak tersenyum, "Sekalian aku bisa keliling mencari Kayla," batin Eltan.


Elang baru saja akan masuk ke lift saat Edo mengejarnya, "Pak Elang," panggil Edo lebih formal karena berada di area umum.


Elang menoleh, "Tentang Sena," ucap Edo.


"Sementara divisi marketing belum bisa nambah personil apalagi posisinya manager. Paling kita tempatkan di Humas terkait lelang."


Elang menyentuh dagunya seraya berfikir, "Oke, lanjut deh."


"Mau ke mana?" tanya Edo.


"Dipta, ada janji sama Dipta Kakaknya Kayla."


...~~**** ~~...


Sore itu Eltan, Tara dan Lisa dalam perjalanan menuju Bandung. Dengan mobil milik Eltan bergantian mengemudi dengan Tara.


"Pak," panggil Tara. Eltan membuka matanya, "Sudah sampai Pak," ucap Tara. Memasuki lobby salah satu hotel di daerah Sukajadi, Lisa mengambil acces card untuk kamar yang sudah mereka booking.


"Pak, kita makan malam di mana?" tanya Lisa.


Eltan melirik arloji di tangannya, "Setengah tujuh," batinnya. "Kita ke luar aja, satu jam lagi. Saya mandi dulu, kamu cari referensi tempat."


Bertempat di butuk sederhana milik Ria, "Kay, ada tawaran nih. Mau enggak? Gue belum jawab sanggup apa enggak," ujar Ria.


"Tawaran apa?" Jawab Kayla sedang bersandar pada sofa.


"Ada kenalan gue dia WO, katanya ada pesta anak pengusaha gitu. Nah untuk seragam pesta macem-macem, gue mau ngajuin couple batik sama dress yang ini," tunjuk Ria, "Juga gaun yang kemarin lo buat, gimana ?"


"Ya, terserah aja. Kedua designnya asli rancangan kamu⁷ sendiri kan?" tanya Kayla.


"Iya dong, asli punya gue."


Kayla membuka ponselnya, "Oke, aku ngikut aja."


"Lo mau balik enggak?"

__ADS_1


"Masih hujan, nunggu reda deh. Mana helm aku basah, tadi lupa enggak dibawa masuk."


Eltan baru saja menikmati makan malam di salah satu cafe tidak jauh dari hotel tempatnya menginap. "Langsung ke hotel lagi pak?" tanya Tara.


Eltan terdiam, dia ingin berkeliling tapi tanpa Tara dan Lisa. "Iya," jawabnya. Duduk di sebelah Tara yang mengemudi, Eltan terpaku memandang motor yang berhenti di sebelahnya saat lampu lalu lintas berwarna merah. Wajah wanita ini tidak asing, apalagi tahi lalat di pipi kanan dekat lubang telinga.


"Kayla," gumam Eltan. Membuka pintu namun lampu sudah berganti hijau.


"Pak, pintunya," tegur Tara. "Ikuti motor itu," perintah Eltan. Namun karena padatnya kendaraan, Eltan kehilangan jejak motor tadi.


"Bapak kenal dengan wanita di motor tadi?" tanya Tara. "Hmm."


'Aku sangat yakin itu Kayla, walaupun dengan model rambut berbeda,' ucap Eltan dalam hati.


Esok harinya, Ria dan Kayla sudah siap berangkat menuju kantor WO, "Kay, untuk contoh udah dibawa?"


"Ada di mobil," jawab Kayla.


"Kay, lo enggak usah ikut biar Ria aja sendiri. Nanti ada yang ambil pesanan. Lia enggak masuk, gue ada perlu dulu," ucap Bara.


Ria sudah berada pada kantor WO ditengah diskusi dengan pihak Hotel acara diselenggarakan. "Mbak Ria, pihak kekuarga sudah oke dengan gaun yang ini untuk hari kedua. List jumlah panitia dan ukurannya sudah saya email. Warna lilac sesuai dengan salah satu warna dekorasinya. Pak Eltan, bisa disesuaikan dekorasi untuk hari ketiga seperti ini," pihak WO menunjukan gambar pada Eltan.


"Oke, bisa diatur," jawab Eltan.


"Untuk revisi anggaran tolong dikirim ulang baik dari pihak Two Season atau Mbak Ria selaku salah satu penyedia busana. Untum perancang busananya siapa ya ?" tanya WO pada Ria.


"Kayla, Kayla dan Ria."


Eltan yang sedang membuka lembaran berkas menoleh mendengar nama Kayla. Eltan ingin bertanya kepada wanita dari penyedia busana, namun ia menunggu selesainya rapat.


Saat pihak WO mengakhiri rapat, Eltan bergegas mengikuti wanita yang ia ketahui bernama Ria. "Mbak, permisi mbak."


"Iya, kenapa Mas."


"Hmm, tadi Mbaknya bilang gaun itu buatan Kayla dan Ria?" tanya Eltan. Tara dan Lisa yang mengikuti Eltan memandang bingung pada atasannya.


"Iya, betul. Ria itu saya Kayla rekan saya," jawab Ria.


"Perancang busana juga?"


Ria mengernyitkan dahinya, "Penjahit mas, saya yang merancang tim Kayla yang produksi. Ada apa ya?"


"Yang bernama Kayla itu sudah lama kerja bareng Mbak?"


"Owh, iya. Sejak tahun lalu," jawab Ria berbohong.


"Terina kasih informasinya, mohon maaf menyita waktunya," ucap Eltan.

__ADS_1


_______


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2