
~Selamat Membaca~
"Aku tidak tahu, tidak mungkin aku menikah dengan orang yang baru aku kenal," balas Kayla. "Jadi, kamu menolak nak Elang?" tanya bunda. Kayla hanya diam.
"Tapi perbedaan umur mereka, apa tidak menjadi persoalan kalau mereka menikah?" ucap Kevin. "Selama mereka saling menerima dan sabar mungkin tidak masalah," ujar Agha. Kayla masih menunduk mendengarkan orangtuanya berdiskusi.
"Minta Elang bertemu ayah Kay, ada yang harus ayah pastikan jika dia memang ingin serius dengan kamu. Pastikan juga dia bertemu dengan Bunda dan Papihmu dulu sebelum kalian bertemu," tutur Agha.
"Jangan bertemu dengan Elang sebelum dia bertemu dengan kami. Elang harus berjuang untuk dapat restu dari kami, baik itu dia ingin melamar atau mengenal kamu lebih dulu. Paham Kay?" ucap bunda. "Iya bun," jawab Kayla.
"Kemarilah," pinta Agha pada Kayla, lalu memeluk putrinya tersebut. "Ayah rindu putri kecil Ayah, dia sangat jauh sekarang, apa ini hukuman untuk ayah ? Hemmm," ucapnya sambil tetap memeluk Kayla.
Kayla menangis dalam pelukan Agha, jujur dia sangat merindukannya tapi ego mengalahkan logika sehingga hanya amarah yang ada. Namun malam ini semua berakhir, Kayla melupakan hal yang membuatnya kecewa pada sang ayah.
***
Matahari belum sepenuhnya terbit ketika ponsel Kayla bergetar, berkali-kali notif pesan bersahutan. Perlahan mata Kayla terbuka terganggu dengan getaran ponselnya yang ternyata ada di bawah bantal yang ditidurinya.
"Hahhhh" meregangkan tubuhnya lalu memandang pada jam dinding. "Jam segini hp udah berisik aja" ucapnya sambil membuka ponselnya dan membaca salah satu pesan masuk.
081xxx
Morning
^^^Hmmm^^^
Jawabnya gak asyik bener
^^^Masih ngantuk^^^
Bobo lagi yuk, mau aku temani ?
^^^Maunya situ ^^^
Banget
Kayla meninggalkan room chat dengan Elang dan menyimpan kontaknya. Lalu dia beralih pada grup alumni yang sejak tadi ramai.
Grup_Alumni Designer Hebat
Dera
Mengirim video
Ini bukannya Kayla angkatan kita ya, yang minta maaf dan klarifikasi
Sarah
Yups, kasus plagiat
Dera
Gue baru tau
Ana
Ikut kompetisi tapi hasil plagiat kan beg* banget
Malu-maluin aja
Dera
Padahal dia keren ya, waktu dulu ujian akhir aja rancangannya top bener
Ana
Dia plagiat rancangan Meta, padahal dulunya sahabatan.
Pia
Sudahlah masih pagi, udah gibah aja. Lagian keduanya ada di sini loh
Ana
Yah, baguslah biar dia mikir
Bikin malu almamater aja
Meta
Hai gaes, kenapa sih rame amat
__ADS_1
Ana
Scrool ke atas
Meta
Hmm
Dera
Kasusnya udah selesai Ta ?
Meta
Sudah kok. Sekarang yang penting berkarya, kalian juga sama kan
Aku lagi kejar project besar di salah satu hotel mohon doanya ya
Pia
woww
Meta
Cuma masalahnya itu orang kayanya mau rebut kerjaan gue
Udah lengket aja sama yang punya hotel
Ana
Pake plus plus kali dia mah
Dera
Orang yang dimaksud adalah ?
Sarah
Apakah sama dengan yang klarifikasi di video tadi
Meta
Hmmm, begitulah
Kayla langsung melemparkan ponselnya. Hatinya kesal membaca percakapan grup alumni teman-teman kuliahnya. Menjadi topik pembahasan dimana dia tidak melakukan hal yang dituduhkan. Akhirnya tangisnya kembali pecah, pagi ini diawali dengan kesedihan berbeda dengan hari yang diawali dengan cerahnya sang mentari.
Terdengar suara pintu diketuk, Kayla tidak beranjak dia masih menangis. pintu dibuka, Rika masuk lalu berhambur pada tubuh kakaknya.
"Kenapa lagi kakakku yang cantik, masih pagi udah melow aja sih," canda Rika. Kayla masih terisak, menelungkupkan wajah pada kedua kaki yang ditekuk dan kembali meraung.
Drt drt drt
Getaran ponsel dan dering tanda panggilan masuk pada ponsel Kayla. Rika mengambil ponsel Kayla yang berada di lantai.
"Ka, mau dijawab enggak?" tanya Rika. Kayla bergeming, masih terisak.
"Hallo." ucap Rika
"Halo, Kay "
"Kak Kayla lagi nangis nih, ada pesan gak?"
"Nangis ?"
"Iya, sebentar ya. Kak ini jawab dulu penting kayaknya kalau enggak ngapain dia pagi gini udah hubungin kakak," ujar Rika tanpa menutup panggilan.
"Lagi kamu ngapain juga dijawab, sana keluar dulu. Halo," ucap Kayla dengan suara parau, sedangkan Rika keluar kamar sambil tertawa.
"Kay, kamu nangis ? Kenapa?"
"Enggak apa-apa Om."
"Enggak apa-apa atau kenapa-kenapa?"
"Ngapain pagi-pagi udah telpon."
"Ya, kangen kali Kay" Elang terkekeh.
"Ngapain kangen aku, kangen ke Meta sana."
"Loh kok Meta sih."
"Kan dia bilang kalau... Ah udah ah enggak mau bahas Meta."
"Kan kamu yang lebih dulu sebut Meta. Terus kamu nangis karena Meta?"
__ADS_1
Hening, Kayla tidak menjawab
"Hm, Kay."
"Iya"
"Video call boleh kah?"
"Enggak."
"Ketemuan aja deh, boleh lah masa enggak."
"Enggak boleh, kata bunda, ayah sama papih, kita tidak boleh ketemuan sebelum Om Elang bertemu mereka."
"Hahhh,, jadi kamu setuju mau nikah sama aku?"
"Nikah apa sih, kita nggak boleh ketemu sebelum ada ijin dari orangtua aku."
"Serius Kay, ini aku mau ke Singapur. Tiga hari lagi baru balik, aku langsung lamar kamu ya?"
"Om Elang!!" teriak Kayla
"Hehehe,, iya nanti aku temui Orangtua kamu. Nanti boleh ya video call?"
"Enggak boleh."
"Hmm, pelit banget sih Kay."
"Ya udah aku tutup dulu aku mau lanjut."
"Lanjut apa, nangis ?"
"Ishh, udah deh."
"Serius Kay, kamu nangis kenapa?"
"Om pernah bilang tahu informasi tentang aku?"
"Iya."
"Sebatas apa ?"
Terdengar helaan nafas disebrang panggilan.
"Aku tahu kalau belum lama ini kamu kecelakaan hingga keguguran."
"Hanya itu?"Kasus aku sama Meta, Om tahu?"
"Enggak, Kay kita bahas orang ketiga pagi-pagi gini bisa bikin mood aku berantakan. Apalagi yang dibahas Meta."
"Ya udah aku tutup."
"Bye Kayla, kalau kangen boleh kok kamu telp aku duluan."
“Malas.”
***
Seminggu sudah terakhir pembicaraan Elang dengan Kayla via telepon. Kayla sendiri mencoba melupakan urusannya dengan Meta. Setelah dia menyelesaikan masalahnya dengan Mode Indonesia baginya urusan dengan Meta pun berakhir. Terkadang ia ingin mencari tahu bagaimana rancangannya bisa sama dengan milik Meta. Namun hal itu hanya akan menambah kekecewaan jika keadilan tidak sesuai dengan harapan.
Sore itu Kayla ditemani Rika telah tiba di Glow Cafe berbarengan dengan kedatangan Reka dan Vano. Reka dan Vano mengendarai motor sport masing-masing, sedangkan Kayla dan Rika berboncengan menggunakan skuter dengan transmisi otomatis yang ukurannya besar dan sedang hits saat ini. Setelah Kayla mengalami kecelakaan melukai pergelangan kakinya, dia belum diperbolehkan membawa kendaraan sendiri.
"Kak, kalau bunda tahu itu motor yang bawa bukan Rika bakal seru deh. Siap-siap aja dengerin live ceramah bunda non stop," ucap Reka.
"Ya enggak usah tahu lah, kalaupun tahu pasti dari kalian. Awas ya!" sahut Kayla.
"No coment," ujar Vano.
"Wani piro?" canda Rika.
"Yaelah Rik, di dalam nanti kamu pesan makan minum juga pasti aku yang bayar. Masih tanya wani piro," jawab Kayla.
"Namanya juga usaha Kak," seru Rika. "Udah pada datang aja nih, ade-ade yang ganteng dan cantik. Nyanyi yah seru kayaknya kalau kalian buat vocal grup," ujar Andra.
"Enggaklah bang, vokal grup honornya kecil karena personilnya banyak," seru Rika. "Kembaran loe cocok banget jadi pebisnis, dolar mulu yang dipikirin," cetus Vano.
"Ya gitu, turunan bapaknya kali," Jawab Reka.
"Bapaknya sama bapak loe itu orang yang sama," ucap Vano sambil menggelengkan kepala. Kayla menghampiri Dipta yang sudah berada di sana, mereka memang sudah janjian untuk bertemu. Memeluk sang kakak dengan erat, bahkan Dipta bergoyang ke kiri dan ke kanan tanpa melepaskan pelukannya.
Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat dan mengawasi Kayla. Siapakah dia ?
__ADS_1
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖