
Eltan semakin gugup karena belum melihat Rika di ruangan tersebut. Ia akhirnya menghela nafas lega, saat Rika datang diapit Reka dan Meera lalu duduk disamping Eltan. Eltan menatap Rika yang menunduk, “Kamu cantik banget Mut,” bisik Eltan.
Penghulu memulai acara, selanjutkan Eltan dan Kevin saling menjabat tangan. Rangkaian kalimat sakral yang terdengar lantang diucapkan Kevin yang dilanjutkan oleh Eltan dengan ketegasan dalam satu tarikan nafasnya, disambut oleh yang hadir dengan serempak mengatakan “SAH”
Mulai saat ini, Rika telah berpindah tanggung jawab dari Kevin pada Eltan. Eltan mencium kening Rika yang sudah resmi menjadi istrinya, tidak luput dari fotografer yang mengabadikan moment tersebut. Juga saat Rika mencium punggung tangan Eltan dan saling menyematkan cincin pernikahan mereka.
Reka menghampiri Rika, memeluknya, “Udah enggak boleh manja sama gue, sana manjanya sama Bang Eltan.” Yang direspon Rika dengan cemberut.
Rangkaian acara akad yang diikuti oleh pasangan itu dan dilanjutkan dengan resepsi yang lumayan mewah karena posisi Eltan sebagai orang penting di Two Season. Rika yang terlihat sudah letih mulai merengek, “Aku capek,” ujarnya. “Sebentar sayang, aku enggak enak ninggalin acara. Masih banyak rekan bisnis Paman Elang juga,” jawab Eltan.
Meera sudah sejak tadi meninggalkan tempat acara karena membantu Kayla mengasuh Kenan yang rewel berada di tempat ramai. Laksmi yang melihat Rika sudah tidak nyaman akhirnya menghampiri anak dan menantunya tersebut. “Biar Rika Ibu antar ke kamar, kamu temui dulu tamu kamu.”
Disinilah Laksmi dan Rika berada, “Mamih harap kamu bisa bawa diri, sekarang kamu sudah menjadi istri. Istri dari orang yang keberadaannya sangat penting di bisnis ini. Jadi bersikap jangan sampai merendahkan atau memperburuk citra suami kamu,” nasihat Laksmi.
“Iya Mih,” jawab Rika yang sudah terlihat sangat lelah.
“Dan satu lagi, jangan kalian terlalu dekat dengan Kayla dan Elang,” pinta Laksmi. Rika sedang memijat telapak kakinya menoleh pada Laksmi. “Kenapa?’ tanyanya.
“Sebelumnya Eltan menyukai Kayla, aku hanya khawatir Eltan menikahi kamu hanya karena kamu sebagai bayangan Kayla. Jadi buat Eltan benar-benar mencintai kamu,” ucap Laksmi. Rika menggelengkan kepalanya, “Belum berubah juga, masih aja julid,” batin Rika.
Setelah Laksmi pergi, Rika sendiri di kamar tersebut. Kamar khusus pengantin baru dengan hiasan kelopak bunga di atas ranjang. Rika sudah membersihkan wajah namun sulit membuka gaunnya, akhirnya ia berbaring di sofa menunggu Eltan datang.
__ADS_1
Entah berapa lama ia menunggu, yang jelas kini Rika sudah terlelap. Bahkan saat Eltan datang pun ia sudah tidak berdaya.
"Mut, kok tidur di sofa?" tanya Eltan yang mendekat pada Rika. Bahkan ia duduk di meja sofa agar dapat melihat wajah istrinya dari dekat. Tersenyum dan membelai pipi Rika.
Saat ingin menggendong Rika untuk dipindahkan ke ranjang, Rika terjaga. "Bang El, lama bener sih," ucapnya sambil cemberut.
"Iya, maaf. Tadi enggak enak kalau ditinggal, orang penting semua," sahut Eltan.
"Jadi, aku enggak penting." Kini Rika sudah bangun dan duduk bersandar pada sofa. "Bukan gitu sayang, maksudnya orang penting untuk urusan Two Season. Jangan ngambek ahh, makin gemesh akunya," canda Eltan.
"Bantu buka gaunnya, dari tadi susah lepasnya," rengek Rika lagi. Eltan pun berdiri di belakang punggung Rika dan menurunkan resletingnya dan terlihatlah punggung putih mulus Rika yang membuat tubuhnya seakan mendapat getaran hingga membuat bagian bawah tubuhnya menggeliat.
"Sudah," lalu Eltan menurunkan gaun tersebut. Tinggallah Rika yang hanya mengenakan pantiesnya. Lalu meraih handuk di atas sofa yang sudah ia siapkan.
Eltan membalikan tubuh Rika yang hanya terlilit handuk, "Sayang," ucap Eltan dengan tatapan mata sendu dan penuh damba.
"Aku ingin menyentuhmu," ucapnya. Lalu melummat bibir Rika, kali ini Rika merespon pagutan itu bahkan tanpa mereka sadari kini sudah berada di atas ranjang, di mana Rika sudah berada di bawah kungkungan Eltan.
Eltan pun melepaskan satu persatu penutup tubuhnya hanya menyisakan boxer. Rika menatap dada bidang dan perut Eltan yang terbentuk sempurna.
Sebagai mantan atlet Taekwondo, sudah tentu ia tau bagaimana harus merawat kebugaran tubuhnya. Eltan melepaskan handuk yang menutup tubuh Rika.
__ADS_1
"Jangan Bang, aku malu," ucap Rika.
"Sttt," lalu Eltan menurunkan penutup segitiga Rika. Ia mendessah pelan memindah tubuh Rika yang membuat hasratnya memberontak. Tangan Rika yang ingin menutup bagian intinya dihentikan oleh tangan Eltan.
Sempat melafazkan doa dalam hatinya sebelum ia menyentuh istrinya. Lalu membenamkan wajah pada ceruk leher Rika. Menciumi dan menghissap meninggalkan jejak cinta.
Bahkan wajah Eltan kini berada di hadapan kedua puncak dada Rika, menjilat dan menyessap salah satu bulatan hitam kenyal itu dan meremas gundukan lainnya.
Rika yang merasakan sensasi aneh saat Eltan melakukan hal teraebut membuatnya menyentuh kepala Eltan dan meremas dada lainnya.
Bahkan bibir mungil itu mengeluarkan suara yang mungkin tidak disadari pemiliknya. Milik Eltan sudah tegak sempurna, ia pun menurunkan boxernya. Rika yang melirik terkejut dengan milik Eltan yang sudah gagah.
Tak sabar Eltan pun mengarahkan miliknya , lalu kembali melummat bibir Rika dan, "Aaaarggh, sakit Bang. Aku enggak mau," Rika mulai histeris sambil memukuli Eltan. "Hei, sayang, aduh..." Eltan menenangkan Rika. "Oke, aku enggak akan paksa kamu. Kita bisa coba lain kali."
Akhirnya malam itu hanya dihabiskan oleh mereka dengan tidur, dimana Rika berada dalam pelukan Eltan.
____________
Kasihan deh Eltan 🤣🤣🤣
Jangan lupa jejaks ya
__ADS_1