Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Akhirnya Sahhhhh


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Eltan sudah memasuki halaman rumah Kevin, Eltan melepas seat beltnya. “Bang El mau masuk dulu?” tanya Rika sambil melepas seat beltnya.


“Enggak Mut, gapapa kan kalau aku enggak mampir?”


Rika terdiam, Eltan mengambil kesempatan itu dengan menyatukan bibir mereka. Rika membalasnya, bahkan ia mengalungkan tangannya pada leher Eltan.


.


.


.


Hari ini, di kediaman Kevin terlihat sibuk sejak pagi hari. Bukan tanpa arti, tapi karena Kevin akan menyambut kedatangan Eltan dan keluarganya. Sejenak ia teringat saat menerima kedatangan Elang melamar Kayla yang seharusnya dilakukan oleh Agha namun Kayla ingin dilaksanakan dikediamannya. 


Menghela nafas, kembali iya harus menerima keluarga Sanjaya. Namun saat ini menerima lamaran untuk putrinya, putri kandungnya.


"Reka, Papih belum lihat Rika," ucap Kevin. 


"Masih selimutan kayaknya," jawab Reka. Kevin berdecak, "Bangunkan adikmu," titahnya. Reka pun bergegas melangkah menuju kamar Rika. 


Reka masuk ke dalam kamar Rika yang masih menggunakan lampu temaram, lalu membuka hordeng kamar tersebut. "Woyyy, bangun ihhh. Bang Eltan udah datang tuh," ucap Reka bohong. "Sana ihhhh, ganggu aja. Kepala aku pening," sahut Rika.


Reka menarik selimut Rika, "Pening kenapa? Begadang ya, telponan dengan Bang Eltan,” tuduh Reka.


"Enggak," jawab Rika sambil memejamkan matanya. Reka menyentuh dahi Rika, "Panas Ka, beneran sakit ini mah." Rika menarik kembali selimutnya.

__ADS_1


"Pih, Rika kayaknya sakit deh," ujar Reka menyampaikan kondisi Rika.


Meera, Kevin dan Reka kembali menuju kamar Rika. "Ini gimana ceritanya, mau dilamar malah sakit," ucap Kevin. 


Meera memberikan obat setelah menyuapi Rika makan. "Kamu istirahat, siapa tau nanti sore enakan badannya," titah Meera.


Eltan dan keluarganya akan datang nanti malam, disela mempersiapkan hal-hal untuk menyambut keluarga Sanjaya, Meera sesekali mengecek kondisi Rika. 


Menjelang sore, Rika terlihat lebih baik. Ia pun bersedia mengenakan pakaian yang sudah direncanakan. Akhirnya, keluarga Sanjaya pun tiba di kediaman Kevin. Menempati kursi-kursi yang telah disiapkan, dengan ruangan yang sudah didekorasi sederhana namun tetap terlihat indah. 


Eltan duduk diapit Elang dan Laksmi, Kayla yang menggendong Kenan duduk diantara rombongan keluarga Sanjaya. "Enggak usah gugup gitu, baru juga lamaran belum akad," ejek Elang yang disambut tawa oleh keluarga yang lain.


Agha pun ikut hadir, saat Kenan menangis ia yang menggendong dan menenangkannya. Kevin dan Meera pun sudah duduk berhadapan dengan Eltan yang terlihat penuh tanya karena belum melihat Rika diantara mereka.


Rika berjalan digandeng Reka lalu duduk diantara Kevin dan Meera. Eltan menatap lekat pada gadis dihadapannya yang terlihat cantik menggemaskan. Rika yang saat ini mengenakan dress couple dengan batik yang dikenakan Eltan. Make up sederhana dengan tatanan rambut waterfall  braid.


Acara berikutnya ramah tamah, dimana para keluarga yang hadir dari kedua belah pihak saling menyapa dan menikmati hidangan yang disediakan. “Kamu masih kuat duduk di sini?” tanya Meera, dijawab oleh Rika dengan mengangguk.


“Memang kenapa Bun?” tanya Eltan.


“Tiba-tiba sakit, tapi agak mendingan setelah minum obat,” jawab Meera.


Eltan menghampiri Rika dan duduk disampingnya, “Kita ke dokter ya Mut,” ajak Eltan. “Enggak, orang aku Cuma pening aja.” Eltan menyentuh dahi Rika. “Panas loh, ini demam Sayang.”


“Gak apa-apa, nanti juga sembuh.”

__ADS_1


...~*** ~...


Rika yang tidak terlalu mengerti mengenai pernikahan akhirnya dibantu oleh Meera dan Kayla mengenai banyak hal. Tidak berbeda dengan Eltan yang memang masih sibuk dengan kunjungan ke cabang Two Season hanya menerima apa yang disarankan untuk dilakukan.


Bahkan Meera juga meminta Laksmi ikut terlibat, urusan desain kartu undangan, foto prewedding  sampai dengan busana yang akan dikenakan saat akad dan resepsi. Kedua wanita paruh baya itu benar-benar gemas dengan pasangan pengantin beda usia ini. Yang satu cuek dan sibuk dengan kuliahnya, sedangkan yang satu sibuk dengan pekerjannya.


Akhirnya hari yang dinanti oleh Rika dan Eltan pun tiba. Setelah berbagai macam persiapan pernikahan, bahkan sempat terjadi drama diantara keduanya dalam menyiapkan segala sesuatu untuk hari bahagia mereka.


Rangkaian acara baik akad dan resepsi akan dilaksanakan di Two Season Akhirnya hari yang dinanti oleh Rika dan Eltan pun tiba. Setelah berbagai macam persiapan pernikahan, bahkan sempat terjadi drama diantara keduanya dalam menyiapkan segala sesuatu untuk hari bahagia mereka.


Rika dan keluarganya telah berada di Two Season sejak kemarin sore dan pagi ini Rika didampingi Meera sudah di make up standar pengantin wanita. Dengan banyak permintan dari Rika seperti tidak ingin terlalu tebal, warnanya harus yang flawless dan tidak lengket di wajahnya. “Kamu bawel banget sih, udah diem aja. Mereka profesional lebih tau dari kamu,” ujar Meera pada Rika.


Proses akad akan segera dilaksanakan, Eltan yang didampingi Laksmi terlihat gugup. “Rileks aja Nak,” ujar Laksmi. “Takut Bu,” jawab Eltan lirih.


“Takut kenapa ?” tanya Elang yang juga ada disamping Eltan.


“Takut Rika kabur, berubah pikiran enggak jadi nikah sama aku.” Elang terkekeh mendengar kekhawatiran Eltan. Kemudian Kevin dan penghulu yang akan menikahkan sudah duduk di hadapan Eltan.


Eltan semakin gugup karena belum melihat Rika di ruangan tersebut. Ia akhirnya menghela nafas lega, saat Rika datang diapit Reka dan Meera lalu duduk disamping Eltan. Eltan menatap Rika yang menunduk, “Kamu cantik banget Mut,” bisik Eltan.


Penghulu memulai acara, selanjutkan Eltan dan Kevin saling menjabat tangan. Rangkaian kalimat sakral yang terdengar lantang diucapkan Kevin yang dilanjutkan oleh Eltan dengan ketegasan dalam satu tarikan nafasnya, disambut oleh yang hadir dengan serempak mengatakan “SAH”


_________


Cie cie, Eltan kawin makkkk 🤣, jangan lupa jejaks yesss.

__ADS_1


Lanjut yaaaa


__ADS_2