Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Antara Elang dan Eltan


__ADS_3

Enjoy Reading 😎


__________________


Kayla sudah berada dalam ruangan Elang. 


 


"Duduklah, ada berkas yang harus saya tanda tangani dulu," pinta Elang pada Kayla. Kayla menduduki salah satu sofa, matanya sedang memperhatikan ruangan kerja Elang. Ruangan besar dengan design interior yang sangat elegan juga tambahan kain-kain sebagai tambahan dekorasi. 


Saat memasuki lobby hotel dan sepanjang Kayla melangkahkan kaki sampai dengan ruangan Elang, Kayla mengagumi keseluruhan design Two Season. Dia penasaran siapa yang merancangnya dengan luar biasa. 


Elang menoleh sekilas pada Kayla yg terlihat sedang mengagumi ruangannya. 


 


"Profesimu designer bukan ?" tanya Elang. 


"Sebelumnya iya," jawab Kayla.


"Sekarang masih?" Kembali Elang bertanya sambil beranjak menuju sofa. Duduk di sofa tepat di depan Kayla.


"Pensiun dini," jawab Kayla.


Mega sekretaris Elang membawakan minuman untuk Kayla. 


 


"Kenapa pensiun?" Kayla mengedikkan bahunya, "Entahlah," jawab Kayla.


"Hotel kami akan membuka lelang Rancang Ulang, baik itu interior, dekorasi juga performance SDM. Kamu bisa berpartisipasi di performance SDM."


"Dipikir-pikir dulu deh." 


Kayla memandang Elang, hendak memulai pembicaraan terkait tujuannya datang ke Two Season bersamaan dengan pintu diketuk. Eltan memasuki ruangan setelah Elang mengijinkannya.


"Kay, kamu_" Eltan ikut bergabung duduk di sofa.


"Kebetulan kalian sudah di sini, aku enggak tahu maksud kalian ini apa. Seenaknya saja menyampaikan kalau paman Elang akan menggantikan Bang Eltan bertanggung jawab. Bang El, urusan kita selesai setelah saya keguguran," ungkap Kayla dengan mata mulai berkaca-kaca "Dan aku tidak akan menuntut tanggung jawab abang. Jadi silahkan lanjutkan rencana hidup abang mau tunangan atau menikah dengan siapapun aku tidak per_du_li," ucap Kayla.


"Kayla." ucap Elang dan Eltan berbarengan lalu Elang berdeham sedangkan Eltan menghela nafas. 


"Eltan, Kayla benar urusan kalian sudah selesai. Pihak keluarga sudah sepakat kamu tidak perlu lagi menemui Kayla terkait urusan yang lalu. Paman tidak mau kamu mengacau lagi, sebaiknya kamu kembali ke ruangan. Sebentar lagi Michele dan Ibunya datang, ingat pesan paman jangan mengacau, Paman yang akan jelaskan pada Kayla. Kalau kamu perlu bicara dengan Kayla, dia akan ditemani dengan salah satu anggota keluarganya. Itu keputusan pembicaraan kita sebelumnya."


Eltan menghela nafas, memandang Kayla sedangkan Kayla langsung menoleh ke arah lain. Akhirnya Eltan mohon diri untuk kembali ke ruangannya. 


"Jadi, yang saya sampaikan semalam __"


 


"Bisa engak sih paman dan Bang El  menghargai perasaan aku."

__ADS_1


"Bisa enggak, kamu tidak memanggil saya paman."


"Terus saya panggil apa? Bapak? Om?" 


"Abang, seperti kamu panggil Eltan."


"Malas banget." Elang terkekeh mendengar ucapan Kayla.


"Serius Om." Elang berdecak mendengar Kayla memanggilnya Om. 


"Kayla, tawaran saya untuk menikahi kamu bukan karena saya tidak menghargai perasaan kamu dan keluarga. Tapi ini sebagai solusi untuk keluarga kamu dan keluarga kami."


Kayla mendengarkan penuturan Elang. Ketika matanya menatap Elang, hatinya berdesir. Kayla sendiri tidak mengerti mengapa merasakan hal itu. "Bukan bicara solusi tapi ini masalah hati, masalah perasaan," ujar Kayla.


"Kalaupun kamu keberatan, ya tidak masalah. Atau kamu ingin kita mengenal lebih dekat dulu, boleh saja," ucap Elang sambil tersenyum. 


"Om Elang, kenapa bisa memutuskan mau menikahi aku padahal kemarin baru bertemu pertama kali? Menikah itu bukan seperti beli kucing dalam karung," debat Kayla. 


"Garis besar informasi tentang kamu saya sudah tahu, paling tidak itu sudah menjadi bahan saya mengenal kamu. Pertemuan kemarin adalah kedua kali, kita sudah pernah bertemu sebelumnya," ujar Elang.


"Kedua kali, lalu kapan kita pernah bertemu?"


"Hmmm, waktu insiden wajah kamu__ disiram. Kebetulan suami dari wanita yang menyiram kamu adalah rekan bisnis saya," ungkap Elang. 


Kayla terkejut spontan membelakan mata dan mengatakan "Owh iya aku ingat, tau enggak om aku tuh mau banget jambak rambut ibu itu. Tapi nanti malah tambah masalah, jadi ya udah pergi aja."


"Jadi, apa keputusan kamu?" tanya Elang.


"Kenapa enggak, lebih mengenal setelah pernikahan. Pacaran setelah menikah itu lebih leluasa karena banyak yang bisa dicoba dan dilakukan karena sudah halal," tutur Elang sambil senyum.


"Mesum," seru Kayla.


"Loh, mesum gimana, realistis Kay."


"Memang Om belum menikah ?"


 


"Pernah, tapi gagal."


"Kenapa belum menikah lagi ?"


"Ya pasti maulah, sedang menunggu jawaban dari calon istri," jawab Elang.


Kayla berdecak, dalam hatinya merutuk, ingin menikahi dirinya tapi juga sedang menunggu jawaban dari wanita lain.


Elang tersenyum melihat Kayla yang tampak cemberut karena perkataan dirinya tentang menunggu jawaban dari wanita lain.


Elang dan Kayla keluar dari ruangan Elang dan sedang berjalan menuju lift saat Kayla membuka ponselnya yang bergetar. Membaca pesan yang masuk tanpa memperhatikan sekitar.


Kayla tidak menyadari langkahnya ternyata Elang berbalik menghadap Kayla.

__ADS_1


 


Bughh.


"Aduh," ucap Kayla ketika dia menabrak dada bidang Elang. "Kalau jalan lihat ke depan." 


"Kenapa juga om berhenti tiba-tiba." 


Elang hanya tersenyum, Kayla merasakan hatinya kembali berdesir ketika dirinya bersentuhan dengan Elang. 


"Pak Elang," seseorang memanggil Elang saat mereka baru saja keluar dari lift, dari suaranya terdengar jelas kalau orang tersebut adalah wanita. Karena posisi Kayla berada di belakang tubuh Elang, tidak terlihat jelas siapa yang menyapa Elang. 


"Nona Meta," sahut Elang.


'Meta' ucap Kayla dalam hati sambil masih fokus pada ponselnya.


"Saya baru mau ke ruangan bapak, menyampaikan ini," ucap Meta menggoyangkan zipper bag yang dibawanya.


"Seingat saya kita tidak ada janji temu," ucap Elang.


"Ini rancangan saya terkait SDM performance Two Season, bisa Pak Elang kroscek dulu. Kalau ada masukan bisa kami perbaiki lagi," jelas Meta.


"Tapi ini hampir jam makan siang," seru Elang. "Baik, saya tunggu setelah Bapak kembali." Elang menatap arlojinya, "Setelah ini saya sudah ada pertemuan lain."


"Kalau begitu kita bisa makan siang bersama, Pak. Sambil diskusi," usul Meta.


"Saya sudah ada janji makan siang dengan Kayla," ucap Elang sambil menarik tangan kiri Kayla hingga tubuh Kayla bergeser berada di sebelah Elang.


"Ehhh," pekik Kayla terkejut karena gerakan Elang.


"Kayla," ucap Meta menatap Kayla.


Hai,, Ta," sahut Kayla.


 


"Nona Meta, kami permisi." 


"Maaf pak Elang, bukankah paman saya sudah bertemu dengan bapak terkait usulan rancangan saya ya," tegas Meta sambil beralih menatap Elang dan kembali menoleh sekilas pada Kayla. 


"Betul, saya sudah bertemu dengan beliau. Namun perlu nona Meta ketahui bahwa anda harus mengikuti prosedur lelang terkait SDM performance project. Silahkan hubungi humas kami. Mari nona Meta,"  ijar Elang berlalu sambil merangkul bahu Kayla.


"Aku duluan ya Ta," Kayla melambaikan tangan pada Meta. 


"Om tangannya ih," ucap Kayla lirih.


"Stttt, sebentar ," jawab Elang. 


__________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖

__ADS_1


__ADS_2