Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Bersembunyi Sementara


__ADS_3

Selamat Membaca 😎


____________


Hari sudah menjelang malam saat Kayla menjejakkan kakinya di stasiun Bandung. Menyeret kopernya, keluar dari stasiun mencari taksi menuju hotel yang sudah ia booking saat ia masih di kereta.


Beberapa malam ini Kayla berencana menginap di hotel sambil mencari kost atau apartement untuk ia tempati.


Memandang keluar jendala dari kamar tempat ia menginap, menghela nafas. Menyalakan TV untuk membunuh sepi, bersandar pada headboard ranjang. Berusaha tegar namun air matanya tetap luruh perlahan ia terisak akhirnya pecah juga tangisan Kayla.


.


.


Menjelang tengah malam Elang baru tiba di apartementnya, ia terkejut mendapati seluruh ruangan dalam keadaan gelap.


Menekan beberapa saklar lampu untuk menerangi ruangan, "Kayla," panggil Elang. Tidak menemukan istrinya, Elang mengeluarkan ponselnya mengbubungi Kayla namun ternyata tidak aktif.


Sebenarnya tadi siang ia ingin menyusul Kayla namun saat Mega mengatakan ia ada pertemuan yang tidak mungkin ditunda jadi ia urung mengejar Kayla.


"Kamu di mana Kay?" ucap Elang saat menemukan ponsel Kayla di atas nakas dengan beberapa jenis kartu debit dan kartu kredit.


Elang menyugar rambutnya, "Bunda, Kayla pasti pulang ke rumah Bunda. Tapi ini sudah malam enggak enak kalau aku ke sana sekarang" ucap Elang bermonolog.


Elang baru saja memarkirkan mobilnya di carport kediaman Kevin dan kebetulan Meera dan Kevin ada di depan rumah.


"Elang, tumben masih pagi sudah datang," ujar Meera.


"Iya Bun, aku mau jemput Kayla. Dia sudah bangun belum ya?"


Meera dan Kevin saling menatap, "Jemput Kayla," ulang Meera.


"Kalian bertengkar ?" tanya Kevin.


"Hanya salah paham," jawab Elang. "Kayla tidak ada disini," ucap Kevin.


"Tunggu, Kayla tidak ada di sini dan kamu juga tidak tahu. Lalu kemana Kayla?" Meera mulai panik.


Elang terdiam, dia pun bingung. "Kenapa kamu baru cari sekarang kalau dari semalam Kayla tidak ada?" tanya Meera. "Aku sudah curiga saat terakhir kali dia ke sini, raut wajahnya sedih. Pih, Kayla ke mana, aku takut kejadian dulu terjadi lagi. Dia sedang hamil." Meera menangis.


Kevin menenangkan Meera, "Hamil? Kayla sedang hamil?" tanya Elang.


"Jangan bilang kamu juga tidak tahu?" Elang hanya terdiam.


"Suami macam apa kamu, membiarkan istri di luar rumah bahkan dalam keadaan hamil." Meera terus berteriak. "Kenapa kalian menyakiti Kaylaku, sebelumnya Eltan sekarang kamu Elang ada apa dengan kalian keluarga Sanjaya. Kalau terjadi sesuatu dengan Kayla aku tidak akan memaafkanmu dan jika aku menemukan Kayla lebih dulu, jangan harap aku akan mengijinkan kamu bertemu dengannya."


.


.


"Panggil Edo," titah Elang pada Mega saat ia melewati meja Mega menuju ruangannya.


"Arghhhh," teriak Elang lalu mengusap wajahnya kasar. Edo mengernyitkan dahi melihat tingkah Elang saat memasuki ruangan Elang.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Edo.


"Kayla, pergi."


"Ya tinggal disamperin aja,"


"Dia kabur Do, di rumah Bundanya juga enggak ada. Tadi gue udah hubungi Kakaknya juga dia enggak tau."


"Kabur, kok bisa ? Kalian berantem?" Elang terdiam. Edo hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan mengulangi kesalahan yang sama Lang, konunikasi itu penting. Kegagalan pernikahan lo dulu itu enggak keren, karena miss konunikasi aja. Masa iya sekarang begitu lagi. Kayla bukan orang sembarangan, lihat keluarganya."


"Siapkan orang untuk cari Kayla, termasuk mengawasi keluarga Kevin dan Agha. Gue enggak yakin Kayla bener-bener pergi tanpa ada kabar" titah Elang pada Edo.


"Oke, persoalannya apa biar gue bisa coba analisa kemana kira-kira Kayla pergi."


"Waktu berita Kayla naik lagi dan mempengaruhi Two Season, gue abaikan dia karena memang saat itu kondisi kacau. Pemegang saham ribut belum lagi urusan Two Season di Singapur, di tambah gue ke Bali enggak bilang sama dia. Parahnya, Sena upload foto saat gue di Bali." Sena yang dimaksud Elang adalah mantan istrinya.


"Jadi Ke Bali kemarin lo nemuin Sena ? Bukan karena kunjungan Two Season di sana?"


"Ya sekalian, tapi awalnya karena dia ngabarin ibunya sakit terus gue niat jenguk. Sena ke Jakarta dan Kayla datang waktu Sena keluar dari kamar itu."


"Kalian habis ngapain?"


"Buang pikiran negatif lo, gue enggak sebrengsek itu."


"Complicated," ujar Edo.


"Kayla hamil dan gue enggak tau." Elang mengacak-acak rambutnya frustasi.


.


.


"Sudah pastikan ke teman dekatnya?" tanya Agha. Kini Kevin dan Agha tengah membicarakan mengenai perginya Kayla. Meera yang histeris saat Elang pergi akhirnya tak sadarkan diri, kini wanita itu sedang beristirahat.


"Tidak ada, semenjak kejadian tuduhan plagiat Kayla menutup diri dari teman-temannya," jawab Kevin.


"Ini kedua kalinya, berada dalam masalah, hamil dan merasa sendiri." Agha menghela nafasnya.


"Ternyata keluarga kita tidak menjadi pilihan ketika dia membutuhkan sandaran," tutur Kevin.


Agha mengusap wajahnya, jika penyesalan ia boleh diutarakan mungkin dia akan bilang bahwa dia menyesal membuat Kayla diantara dua keluarga karena gagalnya pernikahannya dengan Meera, hingga membuat Kayla merasa sendiri di tengah-tengah mereka.


"Kau masih punya kenalan untuk melacak lokasi?"


"Ponsel Kayla terakhir terlacak di apartemen Elang, kemarin sebelum dia pergi."


"Aku sudah menyebar orang untuk mencari Kayla, kau boleh lakukan hal yang sama. Kita kerjasama saling memberikan informasi dan jangan libatkan Elang," ungkap Kevin.


Di lokasi berbeda, Kayla sedang menelusuri jalan mencari kontrakan atau rumah kost, namun di deretan ruko terpampang informasi lowongan pekerjaan bagi pria atau wanita dengan keahlian menjahit. Sepertinya sebuah industri rumahan yang memproduksi pakaian atau bisa dikatakan garmen skala kecil.


Kayla tertarik, paling tidak mengurangi kejenuhan saat ia sembunyi dari orang-orang terdekatnya.

__ADS_1


Bughhhh, "Ehh, maaf," ucap Kayla saat ia berbalik ingin menuju ruko yang ia lewati tadi.


Orang yang Kayla tabrak, hanya melirik sesaat dan berlalu.


"Permisi." Kayla memasuki ruko dengan tampilan depan sepeeti toko pakaian yang memajang berbagai jenis busana wanita ada juga meja layaknya resepsionis. Sedangkan di belakang terlihat ruangan-ruangan dengan sekat dan terdengar suara mesin jahit bersahutan.


"Ya, cari siapa? Mau order pakaian?" tanya seorang wanita pada Kayla.


"Hmm, pengumuman di depan sudah terisi?"


Wanita itu menatap Kayla dari kepala sampai kaki. "Sebentar, Baraaaaa! Liaaaa!"


Seorang gadis keluar ruangan bersekat. "Iya teh."


"Bara kemana ?"


"Tadi ada di sini," ucap gadis itu.


"Ya udah balik kerja sana."


"Bisa jahit?" tanyanya pada Kayla. "Bisa."


"Potong bahan, bikin pola?"


"Bisa."


"Gue test dulu ya?"


Kayla mengerjakan apa yang diperintahkan.


"Oke, mulai besok loe bisa kerja."


"Terima kasih mbak," ucap Kayla.


"Ria, nama gue Ria."


"Saya Kayla Mbak Ria."


"Ria, enggak usah pake Mbak. Kayaknya kita seumuran, mana ktp loe."


Kayla menyerahkan ktpnya bersamaan dengan masuknya seorang pria.


"Kemana aja sih loe, nie cewek besok mulai kerja. Pengumuman di depan diturunin aja." Pria itu menoleh, pria yang tadi tidak sengaja Kayla tabrak.


Pria itu memindai Kayla dari kepala sampai kaki sama seperti yang Ria lakukan pada Kayla.


"Kerja disini dapatnya receh, alasan loe mau kerja disini apa?"


"Bara," ucap Ria.


Kayla menghela nafasnya, menatap bergantian dua orang di depannya, "Hanya mencari tempat bersembunyi sementara, bukan sembunyi dari hal kriminal hanya menjauh sementara dari keluarga," tutur Kayla.


__________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author πŸ’–πŸ’–


__ADS_2