Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Bersedia Menunggu


__ADS_3

Kevin, Eltan dan Elang sedang berbicara di ruang kerja Kevin. Sudah pasti sedang membicarakan masalah Eltan dan Rika.


"Bi, mereka ngomongin apa Bi?" tanya Rika saat bibi kembali ke dapur setelah mengantarkan minum ke ruang kerja Kevin.


"Ngomongin apa ya Non, bibi enggak dengar jelas dan enggak paham juga."


"Ah, bibi mah enggak asyik."


Sudah lebih dari satu jam para pria dewasa itu berada dalam ruangan membuat Rika penasaran, "Bun, Papih ngomongin apa sih sama Bang Eltan, lama bener enggak keluar-keluar," tanya Rika pada Meera.


"Kamu enggak usah ikut campur, diam aja disitu."


"Ishh, Bunda. Aku kan penasaran."


"Jadi, pastikan Ibumu bisa menerima. Toh kami saja bisa welcome kenapa dia tidak. Ingat pesan Om, jangan sampai merusak kepercayaan kami," pinta Kevin pada Eltan.


"Siap Om," sahut Eltan dengan bahagia.


Elang berdecak, "Jangan siap-siap doang, empat tahun loh. Itu pun minimal, kalau Rika ambil sekolah kedokteran bisa lebih lama lagi kamu nikah," ledek Elang sambil tertawa.


"Om, Rika enggak ada rencana jadi dokter kan?" tanya Eltan khawatir karena hasutan Elang.


Kevin pun ikut terkekeh, "Otaknya Rika enggak akan kuat untuk kuliah kedokteran, beresiko untuk para pasiennya."


"Owh, syukurlah," gumam Eltan.


"Damaikan Ibumu dengan para wanita di keluarga ini," titah Elang. Yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Eltan.


Para pria itu pun akhirnya keluar dari ruang kerja Kevin, Eltan pun pamit pulang karena setelah ini ia ingin menemui Ibunya untuk kembali membahas hubungannya dengan Rika.


"Bang El," panggil Rika menghampiri Eltan yang sudah berdiri disamping mobilnya. "Ngomongin apa sih sama Papih?"


Eltan tersenyum, "Kenapa, penasaran ya?" Wajah polos Rika tanpa make up membuat gadis itu terlihat cantik natural.


"Papih bilang apa?"


Eltan bersandar pada pintu mobil dan melipat tangannya di dada, "Banyak, apa harus aku sebutin semuanya."


"Ah rese deh, jadi intinya Bang Eltan bicara apa sama Papih?"


"Intinya aku boleh nunggu kamu sampai lulus kuliah, lalu ..."


"Kirain langsung melamar aku," ujar Rika menyela ucapan Eltan.


Eltan mencubit hidung Rika, "Emang kamu sudah ngerti masalah rumah tangga, kalau aku ya siap aja."

__ADS_1


"Hehe, bercanda kali, tapi beneran Papih enggak marah?" Eltan menggelengkan kepalanya. "Besok aku ke luar kota, kamu fokus dengan ujian sekolah biar lulus dengan nilai bagus."


Rika mencibir, "Bisa lulus aja udah syukur."


"Makanya belajar yang giat, ingat ada aku menunggu kamu. Aku pulang," pamit Eltan sambil mengusap pipi Rika.


Saat hendak membuka pintu mobil, Eltan berbalik, "Kamu enggak ada rencana kuliah kedokteran kan?"


"Ishhh, enggak lah. Kenapa gitu?" tanya Rika yang dijawab dengan senyuman oleh Eltan.


...~ *** ~...


Sudah hampir sebulan berlalu sejak Eltan menemui Kevin menyatakan keseriusannya dengan Rika. Dengan segala macam nasihat dan batasan yang dituntut okeh Kevin, Eltan siap melaksanakan, termasuk menunggu sampai Rika siap untuk menikah.


Kedewasaan umur yang telah dimiliki Eltan dan masa lalunya mendorong ia untuk bicara serius dengan kedua orang tua Rika dan ternyata mendapatkan reaksi yang baik dari Kevin dibandingkan dengan sebelumnya, Eltan diam-diam bertemu Rika.


Selama sebulan ini pula Eltan tidak menemui Rika agar gadis itu fokus pada sekolahnya yang hampir rampung, sesekali melakukan panggilan telpon atau berkirim pesan untuk saling menyemangati dan memgungkapkan rasa rindu.


Laksmi belum rela anaknya ternyata berniat serius dengan Rika. Entah mengapa setelah kejadian antara Eltan dan Kayla ia berubah sikap kepada keluarga Meera.


Hari ini Kayla membawa Kenan berkunjung ke rumah Agha. Tentu saja Agha sangat gembira menyambut kedatangan cucunya. Dipta juga datang bersama istrinya yang ternyata sudah komunikasi dengan Kayla yang tidak ingin berkunjung sendiri.


"Suami kamu ke mana sih Kay?" tanya Dipta.


Sementara Dipta dan Agha asyik menggoda Kenan, Laksmi mengajak Kayla bicara. "Eltan meyakinkan Mamih kalau dia tetap dengan keputusannya menunggu Rika, apa Bunda kamu membiarkan saja hal ini? Masa sih dia diam aja anaknya sudah pacaran apalagi dengan laki-laki yang lebih dewasa."


Sementara Laksmi terus mengoceh Kayla lebih memilih duduk dan menikmati cemilan yang disiapkan oleh asisten rumah tangga Agha, karena mereka berada di ruang makan.


"Kamu dengar Mamih bicara tidak?"


Kayla mengangguk, "Bunda dan Papih Kevin bukannya tidak tau dan membiarkan masalah Bang Eltan dan Rika tapi mengijinkan Bang Eltan untuk menunggu Rika siap kalau Bang Eltan mau serius dengan Rika."


"Kamu enggak risih, kalau nanti kalian jadi iparan?"


Kayla menghela nafasnya, "Aku mencoba menerima dan melupakan masa lalu dan tidak ingin merusak masa depan orang lain atas nama ego aku. Kita juga tidak tau mereka akan berjodoh atau enggak, lagian kok Mamih malah tega bilang begitu. Itu sama saja Mamih mengakui kalau putra Mamih itu jahat."


Kayla meninggalkan Laksmi karena mendengar Kenan yang menangis.


.


.


.


Hari ini adalah pengumuman kelulusan Reka dan Rika, mereka telah stand by di depan laptop karena pengumuman akan disampaikan secara online melalui web sekolah.

__ADS_1


"Cari nama aku dulu," titah Rika pada Reka, "kamu mah pasti lulus."


"Semua juga pasti lulus, cuma nilai kelulusannya kali yang berbeda," sahut Reka.


"Iya itu, maksud aku."


Akhirnya si kembar keluar dari kamar Reka setelah memastikan nama mereka dalam list pengumuman.


"Gimana?" tanya Bunda.


"Aman Bun, yang jelas tinggal daftar SBMPTN ajalah," jawab Reka. Sedangkan Rika memainkan ponselnya, untuk menghubungi Eltan.


"Rika, Eltan sudah tunggu kamu di depan," ucap Bunda. "Ada Bang Eltan?" tanya Rika lalu bergegas meninggalkan Meera dan Reka.


"Bang El mau kemari enggak ngabarin aku sih?" tanya Rika lalu duduk disebelah Eltan yang sudah rapih dengan jas kerjanya.


"Tadinya aku mau ajak kamu pergi, tapi ternyata ada rapat mendadak, tapi aku sudah ijin Tante Meera. Cepat ganti baju lalu ikut aku," ajak Eltan.


"Bang El enggak kangen aku gitu," ujar Rika manja. Eltan menggaruk tengkuknya, "Haduh Rika, ini di rumah kamu. Walaupun cuma pegangan tangan aku enggak berani. Udah sana ganti baju dulu."


"Kamu tunggu di sini, aku paling lama 1 jam setengah udah beres," ujar Eltan pada Rika saat mereka masuk ke dalam ruang kerja Eltan.


Rika hanya mengangguk dan duduk pada sofa, sementara Eltan mengambil berkas yang ada di atas mejanya.


Eltan duduk di samping Rika, "Senyum dong," ujar Eltan melihat wajah Rika yang cemberut. "Bang Eltan enggak asyik, udah lama enggak ketemu sekalinya ketemu aku malah suruh nungguin ruangannya."


Eltan terkekeh, "Ya maaf, tadinya bukan begini rencana aku. Sabar ya," Eltan merangkul Rika dan mencium pipi gadis itu.


"Kamu kalau dekat meresahkan Mut," ucap Eltan, "tunggu aku, kalau ada sesuatu kirim pesan. Ponsel aku standby." Eltan mengusap kepala Rika lalu bergegas pergi.


Tidak lama kemudian ada office boy masuk mengantarkan minuman dan cemilan untuk Rika. "Silahkan Mbak."


"Terima kasih ya Mas," ucap Rika menatap es capucino dan 3 buah slice cake yang berbeda dihadapannya.


Satu jam berlalu, bahkan minuman Rika sudah habis namun Eltan belum ada mengabari bahwa rapatnya sudah selesai. Asyik dengan ponsel di tangannya, tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah seorang wanita.


Rika dan wanita itu saling menatap. "Mamih Laksmi," ucap Rika lirih lalu berdiri karena Laksmi berjalan ke arahnya. "Sedang apa kamu di sini? Mending fokus lanjutkan pendidikan kamu dari pada menghampiri laki-laki, kayak udah enggak laku aja."


Rika menghela nafasnya, "Jawab enggak ya," batin Rika.


_______


Karena dari awal plot ceritanya berkisah tentang Kayla Elang dan Eltan juga berlanjut dengan Eltan dan Rika jadi beginilah ceritanya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š, (menjawab pertanyaan reader)


Jangan lupa jejaks yesss, love you gaess

__ADS_1


__ADS_2