Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Mengejar Restu


__ADS_3

~Selamat Membaca~


 


Sudah dua hari yang lalu Elang kembali ke Jakarta, namun karena alasan pekerjaan dia belum menyempatkan diri bertemu orangtua Kayla. rencana kerjasama pembangunan Two Season di Singapur belum sepenuhnya selesai, bahkan dia juga sedang mempersiapkan Eltan untuk bisa memimpin salah satu cabang Two Season, membuatnya benar-benar sibuk. 


Dan sore itu rekan bisnis dari Elang mengadakan pertemuan di salah satu cafe. Mengambil meja outdoor atau smooking area. Di sanalah mereka sekarang berada, membicarakan rencana kerjasama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. 


Masih bertempat di cafe, kesepakatan sudah disimpulkan tapi mereka masih di tempat sekedar ngobrol untuk mengakrabkan diri. Asisten rekan bisnis dari Elang yang merupakan seorang wanita, sejak awal pertemuan selalu mencuri pandang pada Elang, membuat Elang tidak nyaman. 


Elang menoleh untuk menghindari tatapannya dengan wanita tersebut. Memandang ke dalam area cafe yang hanya dibatasi dinding kaca, cukup ramai suasana di dalam. Matanya melihat sosok yang dikenalnya, gadis itu sedang memeluk seorang pria sangat erat dengan senyum yang menawan. Bahkan saat duduk pun gadis itu memeluk salah satu lengan sang pria. Ya, gadis itu adalah Kayla. 


Rasanya Elang ingin ke dalam menemui Kayla, mengajaknya bicara dan menggodanya seperti biasa dia lakukan hingga membuat gadis itu marah atau cemberut. Namun urung, mengingat dia berjanji akan menemui Kayla setelah dirinya bertemu dengan orangtua Kayla.


Hatinya bertanya-tanya siapa pria yang dipeluk Kayla, apakah kekasihnya karena mereka terlihat akrab. Mungkin inilah yang menyebabkan Kayla bersikap dingin pada Elang karena sudah memilki kekasih. 


"Baik pak Elang, karena pertemuan hari ini sudah mencapai kesepakatan saya undur diri," ucap rekan bisnis Elang menyadarkan lamunannya yang sedang memandang Kayla.


 


"Oke, draft kerjasama nanti asisten atau sekretaris saya yang akan menghubungi pihak bapak" Setelah berjabat tangan, rekan Elang dan asistennya meninggalkan cafe, tinggallah Elang dan Edo. 


"Kelihatan nggak nyaman banget sih." 


"Itu cewek lirik-lirik melulu, gue yakin kalau kita tanya lagi point kesepakatan dia pasti lupa. Dicatat enggak direkam juga enggak. Untung sekretaris gue enggak kayak gitu"


"Memang dibawa sebagai pemanis kali,"ucap Edo. Walaupun Edo adalah asisten Elang namun sebenarnya mereka berteman. Jadi di luar kantor gaya bicara mereka tidak formal.


"Masih manisan latte gue nih."


Edo terkekeh, lalu meraih ponsel dalam sakunya dan menerima panggilan yang masuk. Dari bahasanya, Elang tahu kalau Edo menerima panggilan dari istrinya. Elang kembali memandang ke dalam area cafe, tampak Kayla dan laki-laki yang usianya lebih muda dari Kayla berada di panggung. 


Edo ikut memandang ke dalam, "Loh, itu bukannya __" kata Edo yang disela oleh Elang, 


"Iya." 


"Kenapa enggak disamperin, kalau suka ya perjuangin dong. Inget umur enggak usah pilah pilih apalagi kayak ABG tarik ulur," tutur Edo.


"Justru ini lagi berjuang, gue enggak boleh ketemu sama itu anak kalau belum ketemu orangtuanya. Harus dapat restu dulu, mana bapaknya ada dua. Bapak kandung sama bapak sambung, kalau boleh sekarang juga gue kawinin deh."


"Nikah Lang, nikah." 

__ADS_1


"Ck,, cabut yuk, enggak tahan gue lama-lama lihat itu anak." Edo hanya tertawa mendengar pernyataan Elang. 


Di dalam cafe dengan waktu yang sama, Kayla melepaskan pelukannya dengan Dipta, duduk disebelah kakaknya tersebut tanpa melepaskan pelukan ke tangan sang Kakak. 


Sementara adik-adiknya sedang sibuk membaca menu dan saling mengkomentari pesanan yang sedang dicatat. "Kak Kay, mau pesan apa?" tanya Rika. "Samain aja sama kalian," jawab Kayla. 


"Tiga jenis ya, kita bertiga beda-beda nih, jadi mau disamain sama yang mana?" kembali Rika bertanya. "Terserah," jawab Kayla.


"Huhhh," sahut Vano dan Reka bersamaan.


"Kalau cewek udah bilang terserah, kelar hidup loe," ujar Vano. "Rik, ribet bener sih, pesenin aja air mineral," ucap Reka. 


Ketika ketiga adiknya sedang berdebat, Dipta mengajak Kayla pindah meja untuk berbicara serius dengan kayla. "Mau ngobrol apa sih kak?" tanya Kayla. 


 


"Duduk dulu sini, kalau dekat mereka nggak bisa serius yang ada emosi jiwa," sahut Dipta.


"hmm."


"Kay, sebenarnya aku sudah serius hubungan dengan Ayu, bahkan keluarga kita sudah saling bertemu. Sesuai rencana, minggu depan aku melamar Ayu. Ini sudah kita rencanakan sebelum kamu kecelakaan," ungkap Dipta pada Kayla, sedangkan Kayla hanya mendengarkan dengan serius.


"Jadi, aku mau saat acara lamaran nanti adik aku yang cantik tapi nyebelin ini harus dampingi aku," seru Dipta sambil menarik hidung Kayla.


 


Elang sedang berada di ruang tunggu di depan ruang kerja Agha. Sekretaris Agha memintanya menunggu karena masih ada tamu di dalam ruangan. 


Mengenakan celana dan jas double breasted berwarna hitam dengan kemeja abu-abu membuatnya terlihat semakin gagah dengan aura ketampanan yang kuat. Membuka majalah yang disediakan sekedar membunuh waktu selama menunggu tamu Agha keluar.


Meja kerja dari sekretaris Agha berada tidak jauh dari ruang tunggu, bahkan meja tersebut berhadapan dengan sofa yang diduduki Elang saat ini. Diana namanya tertera pada table sign, mencoba berbicara dengan Elang mulai dari menawarkan minum dan menanyakan tujuan bertemu dengan Agha. Karena dijawab dengan seperlunya, Diana tidak bertanya lagi tapi malah mencuri pandang pada Elang. 


Terdengar suara pintu dibuka, Agha mengantarkan tamunya keluar ruangan, berjabat tangan dan sedikit ucapan formalitas sampai akhirnya tamu itu pergi. Elang berdiri menghampiri Agha mereka bersalaman lalu Agha mempersilahkannya masuk. 


Elang sudah berada dalam range rovernya menuju Two Season, setelah menemui Agha. Walaupun restu belum sepenuhnya didapat dia sudah bisa bernafas lega karena sudah mendapatkan ijin mendekati Kayla. 


 


 Flashback on


"Saya akan memberikan restu kepada pria manapun yang memang dicintai oleh Kayla, selama bisa membuat Kayla bahagia. Dia sudah terlalu banyak menderita, saya hanya ingin melihat keceriaannya kembali. Jadi kalau Kayla bersedia menerimamu jangan pernah sakiti dia."

__ADS_1


Pernyataan Agha yang juga mengandung pesan untuknya terngiang di kepala. 


***


Salah satu ruangan VIP Two Season sudah ramai dengan kedua keluarga, desain tema classic romance dominasi warna putih dipadu dengan silver menghias setiap sudut ruangan hingga terlihat sangat elegan. 


Dipta berada ditengah Agha dan Laksmi, sedangkan Kayla dan Vano duduk dibarisan kursi belakang Dipta dan kedua orangtua. Kevin, Meera dan kedua anak kembarnya juga hadir sudah menempati kursi area keluarga Dipta. Dipta, Agha dan Vano mengenakan batik senada, sedangkan Laksmi dan Kayla mengenakan kebaya Encim berwarna putih serta kerah berbentuk V juga bawahan rok batik selutut dengan corak senada dengan yang digunakan oleh Dipta. 


Acara inti sudah selesai yang dilanjutkan dengan ramah tamah, semua keluarga berbaur saling menyapa. Sebagian sedang menikmati hidangan, para pria terlihat sedang membicarakan hal yang tidak jauh dari urusan bisnis. Memperbanyak kenalan terkadang bisa sangat menguntungkan. Reka dan Vano duduk di salah satu sudut ruangan menghindar dari keramaian sambil menikmati hidangan. Sedangkan Rika sibuk berfoto dengan pemilik acara juga berselfie ria. 


Kayla yang sedang ngobrol dengan Ayu melihat ke arah pintu masuk, hadir pasangan yang langsung disambut mami Laksmi dan diperkenalkan dengan keluarga yang hadir. Yah, dia putra dari Laksmi Eltan dan calon menantunya Michele. Kayla yang akan melangkah meninggalkan Dipta dan Ayu karena melihat Laksmi membawa pasangan tersebut mendekat ke arah Dipta.


Dipta menatap Kayla seolah bertanya "Are you okay ?" hanya dibalas dengan senyuman oleh Kayla. 


 


Kayla berada di meja prasmanan dan menuang sup jamur pada mangkuk yang dipegangnya. seseorang menghampirinya dan berdiri dibelakang tubuhnya. 


"Hai cantik," ucap Elang lirih ditelinga Kayla, hembusan yang keluar dari mulutnya membuat tubuh Kayla berdesir seperti ada getaran elektromagnetik. Kayla memutar tubuhnya mengarahkan pandangan pada Elang. 


Tanpa menjawab, memasang wajah datar lalu menikmati isi dalam mangkuk yang dipegang. Eltan menghela nafas melihat interaksi yang terjadi antara Kayla dan Elang. Bahkan Bunda Meera pun tak melepaskan pandangan dari Kayla meskipun sedang dalam obrolan dengan keluarga Ayu. 


"Ckk, senyum dong," ujar Elang. 


"Gimana ceritanya makan sambil senyum," sahut Kayla. 


"Kay, jalan yuk." 


"Enggak ah, capek" ucap Kayla dengan asal. "Kalau digendong mau enggak, gak bakal capek Kay," ujar Elang yang dijawab Kayla dengan menyubit pinggangnya. "Aduh, Kay. Sakit ihh." 


"Om geser sana, kalau Ayah sama bunda lihat gimana ?"


 


"Loh, emang kenapa? Berarti kalau mereka enggak lihat boleh dong?"


"Pake nanya lagi, om enggak boleh ketemu sama aku kalau belum menemui mereka." 


"Tenang aja Kay, sudah aman kok. Ayah kamu sudah kasih restu, tinggal bunda setelah itu otw Sah." 


__________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2