
Enjoy Reading ⚘😎
____________
Kondisi Kayla sudah semakin baik, gips pada kakinya sudah dilepas. Retak di pergelangan kakinya tidak memerlukan pemasangan pen, namun belum dapat digunakan untuk olahraga atau aktivitas berat.
Untuk menyelesaikan permasalahannya dengan PT. Mode Indonesia sudah diterbitkan surat permohonan maaf melalui media cetak Suara Rakyat juga video klarifikasi dan permintaan maaf langsung oleh Kayla telah disiarkan oleh media online yaitu detak.com. Om Pram yang juga merupakan pengacara keluarga Kevin setelah mengatur proses klarifikasi dan permohonan maaf menawarkan kepada Kayla untuk mengusut dan mencari tahu kebenaran rancangan Kayla yang dimiliki Daily Fashion dengan nama designer Meta Wijaya. Kayla menolaknya, dia sudah bertekad tidak lagi meneruskan pekejaannya sebagai perancang busana.
Kayla berada di kamarnya, mengambil semua buku sketsa dan rancangan miliknya, buku bacaan mengenai rancang busana pun tak tertinggal, dia masukan semua pada plastik dan kardus yang sudah disiapkan oleh asisten rumah tangga keluarga Kevin. Duduk pada lantai yang masih berserakan barang yang akan disingkirkannya. Terisak, berusaha untuk tetap tegar, namun tak kuasa akhirnya air matanya pun jatuh.
Sebenarnya tidak ada sanksi bahwa dia tidak boleh kembali merancang busana setelah kasus dugaan plagiat yang dilakukannya, namun ia ingin membuka lembaran baru dengan menggeluti profesi lain.
"Kay, sabar Nak. Tidak begini juga, nggak perlu kamu singkirkan semua," ujar Meera.
"Nggak Bun, ini semua harus disingkirkan. Terserah mau dibuang, dikasih orang yang penting Kayla nggak mau lihat lagi." Meera menghela nafas, sebenarnya dia khawatir dengan keadaan Kayla. Pasca terbitnya surat permintaan maaf dan disiarkannya video klarifikasi, banyak komentar negatif ditujukan untuk Kayla. Bahkan perusahaan Agha sempat sedikit goncang karena nama Agha Farraz selaku ayah dari Kayla Farraz sering muncul dalam pemberitaan kasus Kayla.
"Kay, kita jalan yuk!" ajak Dipta.
"Ayo kak," jawab Rika.
"Yang diajak bukan kamu dodol," ujar Reka.
"Ya nggak apalah, Kak Kayla sama aku tuh sekarang satu paket. Karena sejak jadi pengangguran ya kerjaannya cuma nunggu aku pulang sekolah terus kita nonton drakor romance yang melow-melow gitu lalu nangis dan ketawa bareng," ungkap Rika.
"Ihh rese kamu," ucap Kayla sambil memukul Rika dengan bantal sofa.
"Mending mabar kak," ajak Reka pada Dipta.
"Lagi malas," jawab Dipta.
"Kita nonton aja kak," usul Rika.
"Boleh," seru Kayla. "Kuy, lah," seru Reka.
Akhirnya mereka pun sepakat nonton film di bioskop salah satu mall di Jakarta. Sebenarnya Dipta mengajak Kayla keluar mencari hiburan agar dapat melupakan kesedihannya. Dipta mendapat informasi dari bunda Meera akhir-akhir ini Kayla banyak murung tidak ceria seperti biasanya.
.
.
"Aku seneng banget deh sama aktor antagonisnya, kalau ada pesen satu deh buat jodoh aku," ujar Rika saat mereka keluar dari bioskop.
__ADS_1
"Sekolah aja belum kelar, udah mikir jodoh," jawab Kayla.
"Makan dulu ya kak, laper nih," ajak Reka.
"Resto diujung aja tuh dekat eskalator," seru Dipta.
Dipta, Kayla dan kedua adiknya sedang melihat menu untuk memilih hidangan yang akan dipesan. Terpisah satu meja dari meja yang ditempati Kayla, Elang Sanjaya ditemani Edo asistennya sedang makan malam dengan rekan bisnisnya.
Wanita paruh baya yang berada satu meja dengan Elang menoleh ke arah meja yang ditempati Dipta. Memicingkan matanya untuk memastikan seseorang di sana.
"Pih, itu Kayla Farraz. Mami harus samperin dia," ujar bu Mayang pada suaminya. Elang yang mendengar istri dari rekan bisnisnya menyebut Kayla Farraz akhirnya menoleh juga pada arah yang dilihat bu Mayang. Ya, Elang Sanjaya paman dari Eltan telah mengetahui perkara antara Eltan dan Kayla.
Bu Mayang menghampiri Kayla dengan membawa gelas minum dari mejanya.
"Kayla," panggil bu Mayang lalu Kayla menoleh. Byurr, Bu Mayang menyiramkan air dari gelasnya pada wajah Kayla. Sontak Dipta dan Reka berdiri hendak melindungi Kayla.
"Eh, maksud ibu apa ya? Menyiram adik saya?" tanya Dipta, sedangkan Rika menyeka wajah Kayla yang basah dengan tisue.
"Itu pantas kamu dapat, kamu hampir buat pesta saya berantakan. Untung kasus plagiat kamu terungkap sebelum acara, jadi saya bisa ganti rancangan. Yang hadir dipesta kami itu orang penting semua, mau ditaruh di mana muka saya kalau ternyata busana yang kami pakai ternyata hasil plagiat," terang bu Mayang.
"Kalimat ibu tadi mengarah pada fitnah, ini bisa kami tindaklanjuti. Apa ibu punya bukti kalau rancangan adik saya itu hasil plagiat?" balas Dipta.
"Sudah kak, kita pergi aja deh," ajak Kayla dengan pipi kembali basah karena air mata.
Sebelum beranjak pergi Kayla sempat menoleh sekilas pada meja Bu Mayang, pandangan Kayla beradu pada pria tampan dengan usia sekitar 35 tahunan. Wajah yang nampak tidak asing bagi Kayla. Elang terus memandang punggung Kayla yang keluar dari restaurant karena keributan dengan istri Harun rekan bisnisnya.
'Cantik,' batin Elang dengan seutas senyum di bibirnya.
Dalam perjalan pulang, tidak ada satupun yang mengeluarkan suara. Kayla hanya menatap jalan yang dilewati sedangkan pikirannya kosong. Menghela nafas ketika mobil yang membawa mereka tiba di rumah.
Kayla berjalan cepat menuju kamarnya diikuti dengan Rika dan Reka. Saat melewati ruang makan, sudah ada Kevin dan Meera di sana.
"Kay, mau kemana kamu ? Kita makan dulu," ujar Meera.
"Enggak bunda, aku ngantuk. Duluan ya Pih," jawab Kayla menuju kamarnya.
Rika dan Reka segera duduk pada kursi masing-masing, gagal makan malam setelah acara nonton tadi membuat perut semakin meronta ingin segera diisi. Bunda menatap Reka dan Rika bergantian seakan bertanya apa ada yang terjadi saat mereka ke luar rumah.
"Nanti kak Dipta aja yang cerita, aku sudah lapar," kata Reka.
"Betul, kita harus menghargai senior. Jadi bunda sabar dulu ya, jangan terlalu kepo," canda Rika.
__ADS_1
"Hmm." Kevin tidak berkomentar.
Dipta bergabung juga pada meja makan, dia menyampaikan akan menceritakan hal yang menimpa Kayla setelah menikmati makan malamnya.
Berada di ruang keluarga, Kevin, Meera dan Dipta. Sedangkan kedua anak kembar Meera dan Kevin memilih tujuan kamar masing-masing. Dipta menceritakan kejadian wajah Kayla yang disiram air oleh wanita yang Dipta tidak mengenalnya.
"Apa Kayla setenar itu ya, sampai punya haters," ujar bunda. Kevin menoleh pada istrinya mendengar kalimat yang diucapkan Meera.
"Bukan gitu bunda, itu kebetulan aja wanita itu ternyata memang kenal dan mungkin langganan yang biasa memakai rancangan Kayla," sahut Dipta.
"Sebaiknya kamu segera hubungi Agha untuk bahas Kayla, seperti janjinya. Fisik kayla sudah membaik namun kejadian tadi bisa jadi membuat Kay trauma. Diskusikan solusi untuk kebaikan Kayla termasuk masalahnya dengan Putra Laksmi termasuk kemungkinan dia menerima hujatan seperti tadi," ujar Kevin.
"Iya sayang," jawab Meera.
Dipta pamit untuk pulang, dia akan pulang ke apartemen. Tinggallah Kevin dan Meera disana, keduanya masih berdiskusi namun dengan topik yang berbeda.
***
"Nggak perlu bun, semuanya kan sudah selesai. Mau bahas apa lagi?" ujar Kayla saat bunda Meera menyampaikan terkait pertemuan keluarga membahas dirinya.
"Belum Kay, Bunda mengkhawatirkan masa depan kamu."
"Tenang aja bun, banyak profesi yang bisa aku jalani. Belajar dari awal lagi juga gak masalah."
"Bukan itu Kayla, masa depan rumah tangga kamu nanti yang Bunda khawatirkan. Perempuan beda dengan laki-laki, kita kalau sudah tersentuh itu ya rusak."
"Terus bunda mau tuntut tanggung jawab ke Bang Eltan, aku nggak mau Bunda. Lagian aku malas ketemu dia. Mami Laksmi juga gitu, lebih peduli sama anaknya, jelas-jelas anaknya salah."
"Ini semua untuk kebaikan kamu."
"Akan lebih baik jika Kayla gak usah bertemu dengan Eltan lagi Bun."
Pertemuan keluarga itu akhirnya tetap dilakukan, bertempat di VIP Room Two Season. Elang Sanjaya yang menyarankan tempatnya, mengingat dia adalah paman dari Eltan akan mewakili pihak keluarga Eltan.
Agha, Laksmi, Eltan dan Elang sudah berada pada ruangan tersebut. Duduk mengelilingi meja bundar. Laksmi duduk disebelah kiri Agha mengikuti pula disebelah kirinya Eltan juga Elang.
"Terima kasih," ucap Kevin pada petugas yang membukakan pintu ruangan. Kevin dan Meera menyapa semua yang sudah hadir lalu mendudukan dirinya pada kursi yang tersedia.
Tidak melihat putrinya, Agha akhirnya bertanya, "Di mana Kayla?"
__ADS_1
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖