Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Kedatangan Eltan dan Elang


__ADS_3

"Kebetulan sekali, aku memang sedang mencari kamu Sena," ucap Edo saat Sena mendatangi ruangannya.


"Saya keberatan dengan surat mutasi ini," ucap Sena, "jadi saya harus bertemu Elang."


"Untuk apa bertemu Elang, toh dia yang menyarankan untuk membuat surat itu. Lagi pula kami taunya kamu laksanakan bukan komentar keberatan atau tidak."


"Pokoknya aku tidak terima," ujar Sena. "Itu terserah kamu Sena, yang jelas itu adalah keputusan Perusahaan."


"Pak Elang berubah setelah menikah dengan Kayla, bahkan aku pun tersisihkan," ungkap Sena. Edo terbahak, "Elang tidak berubah, wajar kamu tersisih karena bukan prioritas hidup Elang lagi.


.


.


.


"Reka, ke rumah gue lagi yukk, mabar kita," ajak Vano pada Reka.


"Sorry, enggak bisa. Gue lagi jadi baby sitter," ujarnya sambil melirik Rika yang sedang membereskan tasnya bersiap pulang. "Yaelah, galau dia," ujar Vano.


Reka dan Rika berada dalam mobil yang mengantar mereka berangkat dan pulang sekolah sesuai titah Kevin.


Wajah Rika masih dalam mode datar, "Ganti pakaian kalian lalu makan. Ajak juga Kayla," ujar Meera saat mihat kedua anaknya pulang.


"Ada kak Kay, Bun?" tanya Reka.


"Iya, di kamarnya."


Sedangkan Rika setelah mencium punggung tangan Bunda kembali ke kamarnya. Meera menghela nafas melihat putri bungsunya yang masih saja murung.


Setelah makan siang, Kayla menemui Rika di kamarnya. Merebahkan diri pada ranjang Rika yang bernuansa girly.


Rika sedang fokus duduk pada kursi meja belajarnya, "Rika," panggil Kayla. "Hmm."


"Kamu enggak mau cerita nihhh," ujar Kayla. "Lagian tumben amat pulang sekolah belajar, biasanya juga malas."


"Aku harus lulus dengan baik Kak, tau sendiri kecerdasan aku beda tipis sama Einstein. Dia IQ-nya 160 aku 106."

__ADS_1


"Ngaco kamu, coba sini dulu. Aku malas gerak nih," ujar Kayla.


"Beratnya hidup ya model kak Kayla ini, mau bergeser berat, mau tidur berat, mau jalan berat taunya perutnya yang berat," sahut Rika sambil mendekat pada Kayla dan duduk di sampingnya.


"Kamu ada apa sih?"


"Aku?"


Kayla mengangguk, "Enggak ada apa-apa, baik-baik aja."


"Jangan ngeles deh, kamu pacaran kan sama Bang Eltan?" tanya Kayla. "Dia bilang suka aku," jawab Rika.


"Kamu sendiri gimana?" Rika mengedikkan bahu.


"Jalan kamu masih panjang Ka, kita enggak tau jodoh kita siapa. Jadi jangan jadikan beban untuk saat ini, tapi kalaupun kalian nanti sepakat berjuang ... enggak mudah. Alasannya apa, aku enggak perlu jelaskan ya."


"Enggak ah, pokoknya aku mau lulus dengan baik. Kuliah sesuai dengan kemauan papih," sahut Rika.


"Yakin?" tanya Kayla. Rika terdiam, karena dalam hatinya bertolak belakang dengan apa yang ia ucapkan.


...~ **** ~...


Sedangkan Eltan ia menggalau karena Rika benar-benar memutuskan kontak dengannya. Akhirnya Elang sore itu pulang ke Jakarta tanpa pemberitahuan pada Kayla.


Sudah malam saat Elang tiba di rumah mertuanya, "Loh, Elang kamu sudah pulang?" tanya Meera melihat raut wajah lelah Elang.


"Iya Bun, sudah tidak tenang saya di sana. Kayla sudah tidur Bun?"


"Sudah masuk kamar dari tadi," ujar Bunda.


Elang bergegas menuju kamar Kayla. Setelah mengunci pintu, Elang menghampiri Kayla. "Sayang," panggil Elang. Kayla yang sudah terpejam, mengerjapkan matanya.


"Mas Elang." Ia yang sedang berbaring dengan posisi miring, bergerak untuk bangun. "Hey, pelan-pelan," ujar Elang sambil membantu Kayla duduk.


"Mas Elang lama sekali sih di sana," kata Kayla. "Ya gimana sayang, itu memang sudah resiko dan tanggung jawab aku."


"Aku mandi dulu," ucap Elang mencium kening Kayla dan beranjak menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Hey, do you miss your daddy," ucap Elang saat mengelus perut Kayla dan menciuminya. Kayla memainkan rambut Elang saat suaminya asyik dengan perut Kayla.


Hormon kehamilan dan LDR dengan Elang membuat Kayla manja dan sering merajuk saat berkomunikasi dengan Elang. Alhasil saat Elang pulang, Kayla tidak ingin lepas dari pelukan Elang.


"Sayang, bangun dulu, ini sudah hampir siang. Kita ke rumah sakit, Bunda bilang kamu sering kontraksi."


"Tapi hari ini Mas Elang enggak usah ke hotel ya, aku masih kangen," rengek Kayla.


Sedangkan di sekolah, saat jam kosong Rika memutuskan untuk ke perpustakaan. Bukan untuk belajar atau mencari buku, tapi menyepi.


"Ka, Rika," panggil seseorang saat Rika berjalan di lorong menuju perpustakaan. Rika menoleh ke arah suara, "Ada yang nyariin lo," ujar salah satu siswa beda kelas dengan Rika.


"Siapa?"


"Enggak tau, pokoknya lo ke sana ya. Gue udah janji bakal panggilin loe, nie upahnya," memamerkan lembaran uang berwarna merah.


"Di mana?"


"Parkiran," teriak teman Rika sambil berlari menuju kelasnya karena saat ini adalah jam ***. Rika berjalan ke arah parkiran tidak melihat siapapun selain kendaraan roda dua dari berbagai jenis dan merek yang berjejer rapih.


Ia berjalan menuju parkiran kendaraan roda empat, saat melewati beberapa mobil, Srekkk.


"Ahhhh," Rika ditarik oleh seseorang hingga tubuhnya dengan orang tersebut berhadapan dan tidak berjarak.


"Ba-ng Eltan," ujar Rika.


"Ikut aku," Eltan menggandeng tangan Rika dan berjalan menuju mobilnya. Saat Eltan membuka pintu mobil untuk Rika masuk, genggaman tangan Eltan ia lepaskan.


"Enggak mau, aku harus balik ke kelas," ujar Rika. Namun Eltan menarik tangan Rika, "Sebentar aja, kita harus bicara."


"Maaf Bang, enggak bisa," Rika meninggalkan Eltan.


Segini dulu ya, author lg di luar kota, yg masih setia lope you so much. Yang maraton semoga masih mau lanjut. jgn lupa jejaksssss.


jgn lupa follow IG yesss


_______________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2