
"Komunikasi kita baik-baik saja, sebatas yang tadi aku sampaikan. Kalau kamu berharap lebih dari itu, salah. Kamu salah. Ah satu lagi, untuk pekerjaan garis kordinasi kamu bukan ke aku tadi ada atasan kamu. Jangan terus menghubungiku itu membuat Kayla tidak nyaman." Elang meninggalkan ruangan.
Sena kesal, kedua tangannya meremas rok yang ia kenakan.
Berjalan meninggalkan ruangan tempat ia bertemu dengan Elang dengan perasaan hampa. Ditolak, Elang baru saja menolaknya. Menolak dari perhatian, komunikasi dan segala usahanya.
"Apa hebatnya wanita itu sampai seorang Elang Sanjaya bisa berubah se care itu terhadap istrinya," batin Sena.
Tidak lama setelah Elang pergi Kayla tidak bisa lanjut istirahat karena Rika dan Reka yang baru pulang sekolah sangat antusias bertemu dengan Kayla.
"Kak lain kali kalau kabur tuh kasih kisi-kisi jadi kita bisa tau kakak pergi kemana," ucap Rika.
"Hmm, dasar be*go, gimana ceritanya kabur bilang-bilang," sahut Reka.
Kayla hanya tersenyum, "Memang pada cari aku ya?"
"Heboh lah kak," jawab Rika.
"Kakak seriusan selama ini tinggal di Bandung? tanya Reka.
Kayla mengangguk, Meera masuk ke kamar Kayla. "Kalian ganti baju sana, jangan ganggu Kayla. Biar dia istirahat."
"Sebentar Bun, aku baru mau minta dikenalin sama salah satu teman cowok Kak Kay selama di Bandung. Yang agak ganteng gitu, buat diajak foto terus update status Bun," ujar Rika.
"Punya kembaran konyolnya minta ampun." Reka keluar dari kamar Kayla diikuti Rika.
"Sudah Kay, kamu istirahat, nanti malam pasti Ayahmu dan Kakakmu kemari," titah Meera.
"Iya bun," Kayla membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya.
Benar saja apa yang dikatakan Meera, setelah makan malam kekuarga Farraz, Agha dan Laksmi datang berkunjung. Kayla diminta Meera untuk menemui ayahnya.
Agha duduk bersisian dengan Laksmi sedangkan Kevin duduk bersebrangan dengan Agha.
Agha yang melihat Kayla menghampiri mereka pun segera berdiri dan memeluk putri satu-satunya.
__ADS_1
Kayla sempat meneteskan air mata saat berada dalam pelukan Agha, kepalanya dibelai lembut oleh ayahnya.
"Maaf, maafkan Ayah tidak bisa mengerti dan memahami kegundahan hatimu."
Kayla menggelengkan kepalanya, "Ini salah Kay, maafkan Kayla Yah." Agha melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata dan mengusap lembut perut Kayla.
"Sebentar lagi, Ayah jadi opa. Ternyata Ayah sudah tua," ucapnya sambil terkekeh. "Iya, kita sudah semakin tua," tambah Kevin.
Kayla menghampiri Laksmi yang berdiri dibelakang Agha, mencium pipinya seperti biasa dan dibalas Laksmi dengan mengecup keningnya.
Kini Kayla duduk diantara Kevin dan Meera. "Kemana suamimu Kay?" tanya Agha.
"Tadi ijin ke hotel Yah, sepertinya ada rapat," jawab Kayla.
"Kamu harus mendukung suamimu Kay, jangan malah membuatnya kerepotan dengan nencari kamu kesana kesini. Lain kali kalau ada masalah itu diselesaikan bukan malah menghindar dan membuat repot semua orang," tutur Laksmi.
Meera melihat anaknya ditegur seperti itu tentu saja marah, ia ingin menjawab ucapan Meera namun Kayla mengusap punggung tangannya.
"Iya Mih," sahut Kayla sambil menunduk. Sama seperti Bundanya, Kayla pun ingin menjawab ucapan Laksmi yang bicara tanpa tau permasalahannya. Namun ia masih menghargai Agha, sehingga memilih diam.
Kevin memecah suasana yang kurang nyaman dengan membicarakan masalah bisnisnya saat ini. Suasana akhirnya kembali cair tapi saat Laksmi kembali bicara, membuat Meera kembali meradang.
"Be-belum Mih," jawab Kayla sambil menatap Laksmi.
Laksmi sejak tadi sudah memasang wajah datar menyampaikan perihal pernikahan Eltan.
"Tidak lama lagi Eltan akan menikah, acaranya di adakan di Singapur. Sepertinya dia akan menetap disana, karena sekarang bertanggung jawab untuk Two Season disana. Mamih harap kamu tidak membahas apapun mengenai masa lalu kalian dengan siapapun apalagi Michele calon istri Eltan. Mamih tidak ingin pernikahan mereka terpengaruh oleh kisah kamu dan Eltan."
"Apalagi kamu sekarang sudah menjadi istri Elang fokus saja mengurus keluargamu dan jaga nama baik suamimu," ungkap Laksmi.
Kayla menunduk mendengar ucapan Laksmi yang cukup panjang, dia enggan menjawab lebih memilih diam.
"Kalau enggak ditahan Kayla, aku tuh pengen banget unyeng-unyeng wajahnya Laksmi. Seenaknya bilang begitu, udah jelas Eltan yang breng-sek kenapa malah menyalahkan Kayla," marahnya Meera setelah Agha dan Laksmi meninggalkan kediaman Kevin.
"Sudahlah Meera, Kayla sudah bertindak benar dengan menahan kemarahanmu. Tidak ada gunanya kita saling menyalahkan. Lebih baik fokus pada Kayla saja," ujar Kevin.
__ADS_1
Kayla duduk pada salah satu kursi taman yang ada di samping rumah Kevin. Terlintas kalimat demi kalimat yang diucapkan Mami Laksmi padanya. Padahal sejak kejadian malam itu di rumah Agha, Kayla tidak pernah menceritakan apapun pada siapapun kalaupun mereka tau karena Eltan sendiri yang menceritakan saat di Rumah Sakit.
Mengusap perutnya yang berkedut karena tendangan dan gerakan di dalam rahimnya, konsentrasinya teralihkan pada gerakan yang menggelitik.
Elang baru saja pulang, saat Kevin dan Meera masih berdiskusi entah masalah apa. "Kamu baru pulang?" tanya Kevin.
"Iya Pih," jawab Elang.
"Cepat temui Kayla, tadi ada Agha dan istrinya sepertinya apa yang dikatakan Laksmi cukup menyinggung perasaan Kayla walaupun dia tidak bilang apa-apa tapi matanya yang bicara," ucap Kevin.
"Aku kalau enggak ditahan Kayla juga sudah pasti adu mulut sama Laksmi," tambah Kayla.
"Aku temui Kayla dulu," pamit Elang dengan wajah yang tampak lelah.
"Elang, ingat kata dokter Kayla harus banyak istirahat dia masih harus bedrest," Meera mengingatkan Elang.
Elang hanya mengangguk, ia paham maksud dari Meera adalah agar ia tidak menyentuh Kayla. Jujur Elang memang sangat menginginkan untuk menyentuh Kayla apalagi sudah cukup lama Kayla pergi sehingga kebutuhan biologis Elang tidak terpenuhi. Namun demi kebaikan dan kesehatan istri dan calon anaknya mau tidak mau ia menahan kembali hasratnya.
Sampai di kamar Elang tidak menemukan Kayla, ia mencari ke ruang makan dan ruang keluarga rumah Kevin namun nihil.
"Kamu kemana Kay?" gumam Elang, ia menoleh pada pintu samping yang ada di ruang keluarga dalam keadaan terbuka.
Bernafas lega melihat istrinya yang sedang duduk di sana, menghampirinya dan memeluknya dari belakang lalu memegang kedua bahu Kayla. "Disini dingin sayang, masuk yuk?" ajak Elang sambil mencium pipi Kayla.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Elang berbaring menghadap Kayla yang juga sedang berbaring.
"Tidak usah dipikirkan apa yang tadi kamu dengar!"
Kayla menoleh pada Elang, "Memangnya tau apa yang aku pikirkan," ujar Kayla.
"Fokus saja pada kesehatanmu, dan bayi kita," ujar Elang. Kini wajah Elang berada di atas perut Kayla, "Hey, buddy be strong oke. Jangan bikin bundamu kesulitan," ucap Elang lalu menciumi berkali-kali membuat Kayla tergelak karena kegelian.
Elang kembali berbaring, kini posisi mereka berhadapan dengan wajah yang sangat dekat. Bahkan nafas Elang cukup terasa hangat di wajah Kayla, Elang menatap sendu pada Kayla menahan sesuatu yang tidak dapat diungkapkan.
Meraih tengkuk Kayla dan menyatukan bibir mereka. Awalnya pelan dan lembut namun kelamaan semakin dalam bahkan lidah Elang kini sudah bermain dimulut Kayla, membelit lidah Kayla. Cukup lama sampai akhirnya Elang melepaskan pagutannya, Kayla terlihat terengah engah karena ulah Elang. Lalu Elang membenamkan wajahnya pada leher Kayla, "Kay, enggak tahan nih. Mana kamu belum bisa dikunjungi," rengek Elang.
__ADS_1
_______________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐๐