
Eltan berniat mengantarkan Rika pulang. Rika yang sedang menenggak teh rasa buah dalam kemasan botol tidak menyadari Eltan sesekali menatap ke arahnya.
Shittt, maki Eltan dalam hati. Ia lalu menepikan mobilnya.
"Om Eltan, kok berhenti sih," tanya Rika.
Eltan melepas Seat Beltnya lalu mendekat ke arah Rika dan meraih tengkuk gadis itu, lalu melummat bibirnya.
Rika membelalakan kedua matanya, terkejut dengan gerakan Eltan yang tiba-tiba menyambar bibirnya. Mendorong tubuh Eltan, namun tubuh Eltan tidak bergerak sedikit pun.
Rika terengah saat Eltan melepaskan penyatuan bibir mereka. Bughh, Rika memukul lengan Eltan membuat pemilik tubuh itu meringis. "Om Eltan apaan sih, itu kan first kiss aku.
Eltan tersenyum, "Dekat sama kamu bikin resah gelisah pengen mendessah, Mut."
"Enggak jelas banget sih, pokoknya balikin, balikin first kiss aku," rengek Rika. "Balikin? Boleh, sini," Eltan kembali mendekat pada Rika dan menyambar bibir menggoda itu.
Belum sempat meluumat, Rika sudah mendorong tubuh Eltan. "Om, aku aduin sama Reka ya."
"Reka? Takuuuut," ejek Eltan kemudian memakai seat beltnya dan melajukan kembali mobilnya.
Saat tiba di depan rumah Kevin, "Aku turun di sini aja," pinta Rika. Eltan menghentikan mobilnya, "Tanggung, tinggal masuk gerbang," sahut Eltan.
"Aku bilang di sini aja," ujar Rika sambil cemberut.
"Jangan begitu bibirnya, sengaja menggoda ya?"
"Menggoda apaan, Om Eltan aja otaknya ngeres. Pacar bukan, siapa-siapa juga bukan main cium aja." Rika melepas seat beltnya, "Kalau pacar berarti boleh cium ya? Ya udah anggap aja aku pacar kamu."
"Ogahhhhh," sahut Rika lalu membuka pintu mobil keluar meninggalkan Eltan yang masih senyam senyum.
.
.
.
"Kay, aku harus ke Singapur untuk urus cabang di sana." Elang yang membuka kancing kemejanya menyampaikan rencana perjalanan bisnisnya. Sedangkan Kayla yang sedang menyiapkan pakaian ganti untuk Elang, "Berapa lama Mas?"
"Aku belum tau sayang, Mr Valen sepakat melanjutlan kerjasama dengan pimpinan hasil rapat pemegang saham. Jadi aku harus fokus di sana dulu, kamu melahirkan dua bulan lagi ya?"
"Menurut dokter begitu," jawab Kayla.
Kayla bersandar pada headboard ranjangnya saat Elang selesai memakai pakaian setelah mandi. Ia menghampiri Kayla lalu bertelungkup dengan wajah di depan perut Kayla.
"Hey, buddy. Bagaimana di dalam, are you happy? Daddy's here," Elang mengelus perut Kayla lalu, "Kay, ia bergerak," ucap Elang antusias, lalu menggerakan sentuhannya ke arah berbeda. "Kay, di ikuti sentuhan tanganku."
Kayla hanya tersenyum sambil memainkan rambut Elang, "Aku enggak sabar banget, nunggu Elang's Junior lahir."
"Bener nih udah enggak sabar?"
"Ya bener lah, masa enggak."
"Nanti seantusias ini enggak? Yang ada keberisikan sama tangisnya, geli sama muntahannya, jijik sama pupnya."
__ADS_1
"Enggak dong Kay, aku daddy yang baik lah. Pasti akan bantu kamu merawat anak kita," tegas Elang. Elang merubah posisinya menjadi berbsring dengan paha Kayla sebagai alas kepalanya. Bahkan Elang tidak berhenti menciumi perut Kayla.
"Kay," panggil Elang.
"Hmm."
"Boleh ya, aku jenguk junior," pinta Elang dengan senyum penuh arti.
Di tempat berbeda, setelah makan malam Reka menarik kerah baju Rika agar mengikutinya ke kamar. "Lepas ih, apaan sih. Rekaaaaa," teriak Rika.
"Tadi sore kemana lo?"
"Pulanglah, lagi kelamaan nungguin yang enggak jelas," jawab Rika.
"Enggak usah bohong deh, lo dianter Bang Eltan kan?" Rika diam tidak menjawab, ia duduk diranjang kamar Reka. Tertunduk seperti siswa yang ketahuan pacaran (Emang masih siswa ya ๐คฃ)
"Lo suka sama dia?"
"Apaan sih, enggaklah."
"Yakin? Takut lo lupa, kita ini kembar ada kondisi dimana kita saling terkait."
Rika menghela nafasnya, "Iya, gue tau."
"Bunda sama Ibunya Bang Eltan enggak akur, gue ngingetin takut lupa."
Rika mendelik, "Ingatlah."
"Yang namanya cinta kan buta," ujar Reka.
"Siap-siap aja, cinta lo bakal penuh perjuangan.
"Iyaaaa," ujar Rika sambil keluar dari kamar Reka.
Kejadian saat Eltan tiba-tiba mencium dan ucapan Reka membuat Rika gamang dan bingung harus bersikap apa. Eltan beberapa kali menghubunginya tapi tidak ia jawab, pesan yang diterima pun belum ia baca.
Keesokan hari, suasana sarapan pagi di keluarga Kevin. "Gimana persiapan ujian kalian?" tanya Kevin. "Enggak gimana-gimana Pih," jawab Rika.
"Rika, kamu kalau ditanya orangtua jawab yang bener," tegur Bunda Meera.
"Capek Pih, terlalu padat jadwal tambahan. Otak aku ngebul nih, aku enggak mau kuliah ah, pusing," rengek Rika.
"Lalu setelah lulus SMA, kamu mau ngapain ?"
"Kawin," ucap Rika dan Reka serempak.
Bunda langsung dengan ceramahnya sedangkan Kevin hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban anak kembar mereka.
"Owh iya, Kayla tadi telpon, dia mau belanja kebutuhan baby. Kamu temani ya," pinta Meera pada Rika.
"Kapan?"
"Sepulang sekolah kamu aja, coba nanti kamu hubungi Kayla."
__ADS_1
Dan disinilah Rika berada, Lobi Two Season. Setelah janjian dengan Kayla, ia diminta menunggu di sini.
Masih menggunakan seragam sekolahnya lengkap dengan tas ransel ditambah memegang ea boba. Ia menunggu Kayla sambil memainkan ponsel.
"Rika."
Merasa namanya dipanggil ia pun menoleh. Eltan yang baru saja kembali dari pertemuan dengan klien sambil makan siang memastikan bahwa gadis yang sedang duduk di salah satu sofa lobi adalah Rika.
"Kamu ngapain di sini?"
"Nunggu Kak Kay," jawab Rika. Eltan mengangguk saat rekannya pamit menuju ruang kerjanya. "Kaylanya di mana?"
"Masih di apartement, baru siap-siap."
"Itu sih masih lama, kamu yakin tunggu di sini. Tunggu di ruangan aku aja, di sini kamu bisa di tawar sama om-om."
"Situ juga om-om," lirih Rika.
"Toiletnya di mana Om, aku mau ganti baju?" tanya Rika saat masuk ruang kerja Eltan.
Eltan menatap Rika yang keluar dari toilet sudah berganti pakaian, dia berdeham saat Rika memergokinya memandang.
"Semalam kenapa tidak jawab telpon aku?"
"Udah tidur kali," sahut Rika.
Eltsn berdecak, "Menghindar dari aku?"
Rika tidak menjawab ia lebih tertarik menatap ke jendela yang menampilkan suasana Jakarta. Kursi kerja Eltan tidak jauh dari tempat Rika berdiri, tiba-tiba menarik tangan Rika juga tubuh gadis itu hingga terduduk di pangkuannya.
"Om, apaan sih," ucap Rika sambil berusaha berdiri. Namun Eltan menahan pinggangnya, "Kamu menghindar dari aku?"
"Enggak."
Kini mereka saling menatap, "Jadi, mau enggak pacaran sama aku Mut?"
"Enggak," jawan Rika.
Eltan mengerutkan dahinya, "Kenapa?"
"Om udah tua, aku enggak mau pacaran sama om-om," jawab Rika asal.
Elang menyambar bibir Rika dengan tangan kiri menahan tengkuknya. Awalnya Rika berontak dengan memukul dada Eltan, namun kelamaan ia diam menikmati pagutan yang dilakukan Eltan. Sampai Eltan melepasnya dan nafas Rika tersengal.
"Mau lagi?"
"Om, mesum ih."
bersambung ya
follow ig : dtyas_dtyas
atau facebook : dtyas auliah
__ADS_1
_______________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐๐