
...°○Selamat Membaca ○°...
"Elang," panggil Kevin. "Kamu yakin Kayla di Bandung?"
"Hari itu Kayla ke stasiun Gambir menggunakan taksi, kemudian saya kerahkan orang untuk mencarinya di Bandung dan didapatlah foto itu."
Kevin merasa sedikit lega, walaupun masih kecil kemungkinan menemukan Kayla paling tidak ia tau Kayla baik-baik saja.
Selepas Elang pergi, Kevin menemui Meera yang sedang duduk di pinggir ranjang kamar Kayla. Duduk di samping istrinya, "Orang-orang Elang melihat Kayla di Bandung," ucap Kevin. Meera lalu menoleh pada Kevin.
"Di Bandung? Kayla di Bandung? Mereka bertemu Kayla?" rentetan pertanyaan Meera.
Kevin mengusap pipi Meera yang basah, yakin bahwa istrinya menangis lagi. "Kayla terlihat di salah satu pusat perbelanjaan, namun kehilangan lagi jejaknya. Meera, sepertinya kita harus bekerja sama dengan pihak Elang untuk menemukan Kayla."
"Tidak, Elang yang membuat Kayla pergi," sahut Meera.
"Pencarian kita tidak menemukan titik terang, Elang selangkah di depan kita, demi Kayla kita harus mengalah. Saat ini Elang akan menemui Agha, setelah Kayla ditemukan biar Kayla yang memutuskan akan bagaimana menjalani hidupnya," tutur Kevin.
Meera menunduk memeluk bantal yang biasa dipakai Kayla. "Perginya Kayla menandakan bahwa ia kecewa dengan kita semua. Mungkin jika kamu yang berada pada posisi Kayla lebih memilih pulang ke orangtua dan meninggalkan aku. Kayla tidak lakukan itu, dia tidak merasa kita ada untuknya." Yang dikatakan Kevin benar, membuat Meera merasa bersalah. Ia harus menurunkan sedikit egonya demi Kayla.
Meera membenamkan wajahnya pada dada Kevin sambil menangis meraung.
...~~**** ~~...
Elang tiba di kediaman Agha, ia sudah memarkirkan mobilnya di bawah carport lalu turun. Salah satu pekerja di rumah Agha mempersilahkan ia menunggu di ruang tamu.
"Berani juga kamu menemui saya," ucap Agha ketika menemui Elang di ruang tamu yang ditemani oleh Laksmi.
"Harus, demi Kayla," jawab Elang. "Oke saya akui Kayla pergi karna saya tapi sebaiknya kita bekerja sama untuk menemukan Kayla."
Agha hanya diam, pencariannya selama ini buntu sedangkan uang yang ia keluarkan tidak sedikit. "Jadi?" tanya Agha.
Elang menyampaikan hal yang sama yang ia katakan pada Kevin.
"Bandung?"
__ADS_1
"Betul, saya perlu bertemu dengan Pak Asep yang pernah menemani Kayla di Bandung," pinta Elang.
"Laksmi, panggilkan Pak Asep," titah Agha.
Pak Asep menyampaikan semua tempat yang dikunjungi Kayla saat diantar olehnya. Elang menyimak dan mengingat semua penjelasan itu, ia sudah merencanakan kemana saja akan menggerakan pencarian Kayla.
Setelah Pak Asep meninggalkan ruangan, tanpa diduga Eltan hadir di tengah-tengah mereka."Masih mencari Kayla?" tanya Eltan. "Ini semua tidak akan terjadi kalau kalian ijinkan aku yang menikahi Kayla," teriaknya.
"Eltan," panggil Agha.
"Eltan, hentikan omong kosongmu," ujar Laksmi.
Elang menghela nafas, "Apa yang aku ucapkan itu benar, Paman hanya cari aman keadaan Two Season hingga aku harus tetap berada dalam hubungan dengan Michele," tutur Eltan.
Elang berdiri dan berkata "Eltan, pertunanganmu dengan Michele kau sendiri yang menyanggupi. Jangan bawa masalah Kayla sebagai alasan untuk kamu mengakhirinya. Kayla istriku dan dia adalah urusanku bukan urusanmu," ungkap Elang.
"Eltan, Elang hentikan. Bicarakan baik-baik, yang kalian lakukan tidak akan menyelesaikan masalah," teriak Agha.
Melihat putranya terpojok saat beradu argumen dengan Elang, Laksmi menghampiri Eltan. "Lihat, kita semua bertengkar hanya karena satu orang perempuan. Karena Kayla," pekik Laksmi.
"Salah, kalian salah."
"Bukan Kayla yang salah dalam hal ini, ia hanya korban. Korban dari keadaan dan kita semua penyebabnya," ujar Dipta. "Jadi jangan pernah lagi menyalahkan Kayla," tambahnya.
Semua diam, apa yang dikatakan Dipta benar. "Tapi kita harus saling teriak karena Kayla," ujar Laksmi.
"Bukan Mih, itu karena ego kita masing-masing. Pak Elang benar, Kayla adalah istrinya jadi bang Eltan tidak usah ikut campur lagi. Justru kalau kita runtut awal semua ini disebabkan oleh Abang."
"Kalau ayah tidak ingin melanjutkan mencari Kayla, it's oke. Aku akan ikut Pak Elang mencari Kayla," ujar Dipta.
"Bukan tidak ingin, tapi coba kalian pikirkan. Kayla memilih pergi mengapa harus kita cari. Biarkan dia menenangkan hatinya, nanti dia akan pulang kalau dia sudah tenang," sahut Agha.
"Betul, kamu tidak usah ikut mencari Kayla, biar kami saja," teriak Meera yang baru saja tiba. "Beberapa hari ini aku berfikir, mengapa aku bisa seegois ini sampai putriku tidak nyaman untuk berbagi keluh kesahnya, tapi ternyata kamu ayahnya lebih tidak perduli."
"Meera," tegur Kevin.
__ADS_1
"Dipta, Elang, kita bicarakan di tempat lain," ajak Meera lalu pergi bersama Kevin. Diikuti oleh Dipta dan Elang.
...~~**** ~~...
Keesokan harinya, Kayla sedang menyelesaikan gaun yang dibuatnya. Bara masuk ke dalam ruangan tempat Kayla bekerja, duduk dengan melipat tangan di dadanya memperhatikan apa yang dikerjakan Kayla.
Kayla melirik sekilas, "Kenapa? Kurang bagus hasilnya ya?" tanya Kayla pada Bara. Ia duduk di kursi sebelah Bara. "Gue enggak paham masalah beginian, yang gue tau kalau ini gaun dipake cewek terus kelihatan oke, sek_si baru itu bagus."
Kayla menoleh pada Bara, "Dasar mesum," ucap Kayla lirih namun dapat didengar oleh Bara sedangkan Bara hanya tertawa.
"Sudah beres ya?" tanya Ria saat masuk ruangan. Ia menyentuh hasil karya Kayla, "Emang bukan kaleng-kaleng ya, waduh kayaknya gue enggak sanggup bayar gaji lo Kay."
"Lebay," teriak Kayla. Ia berdiri ingin menghampiri Ria yang sedang mengecek hasil kerjanya. Tiba-tiba Bara menarik lengan kiri Kayla membuat tubuhnya kini berhadapan dengan Bara.
"Jangan lupa, nanti malam jadwal kamu ke cafe," ucap Bara lalu pergi.
Kayla menghampiri Ria, "Ria," panggil Kayla.
"Hmm," jawab Ria sambil membuka sketsa gaun berikutnya.
"Kamu dan Bara itu ..."
"Apa?" tanya Ria. "Pacaran maksud lo?"
Kayla terdiam menunggu penjelasan Ria. "Gue bukan cewe typenya Bara. Lagian gue udah dijodohin Kay," tutur Kayla.
"Kamu dijodohin? Lalu ?" tanya Kayla penasaran.
"Iya, dia masih kuliah di luar, keluarga kita mikirnya aku ikut mendampingi suami tercinta menempuh pendidikan. Tapi aku malah nyasar ke sini," jelas Ria.
"Jadi kamu sudah menikah tapi suami kamu masih kuliah, perbedaan umur kalian itu.."
"Dia tiga tahun lebih mudah dari gue. Enggak kebayang akan gimana saat dia udah selesai pendidikan terus kembali ke Indonesia. Agak takut juga sih, tapi mau gimana lagi."
"Jadi, aku, kamu dan Bara adalah orang-orang yang tidak mau mengakui kenyataan dan takdir hidup," ucap Kayla.
__ADS_1
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖