Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Hai,,, cover berubah ya, diganti oleh pihak NT.


...~Enjoy Reading ~...


"Maafin Kayla Bun, sudah buat semuanya susah."


"Stt, jangan bicara begitu," ujar Meera sambil menghapus air mata Kayla. "Kamu anak Bunda, harusnya sudah tanggung jawab Bunda memastikan kalian aman. Justru Bunda yang harus minta maaf karena tidak ada dan tidak tahu kalau kamu sedang rapuh, sedih dan kalut. Bunda tidak selalu ada buat kamu Kay ."


"Gimana? Udah puas belum ngambeknya?" ejek Kevin yang dijawab dengan cemberut oleh Kayla.


"Papih, ihhh," ucap Kayla manja.


"Kamu dilindungi siapa sih. Kok susah ditemukan, padahal kita udah sebar banyak orang di Bandung."


Kayla hanya diam, "Apa kata dokter? Bisa dipindah ke Jakarta." Kevin mulai bertanya. Kayla hanya mengedikkan bahu.


"Keluhannya apa?" tanya Bunda sambil mengelus perut buncit Kayla.


"Stress Bun, pendarahan ringan dan kram. Indikasi kontraksi prematur tapi sekarang termasuk aman tidak muncul gejala lain," ungkap Elang.


"Nanti harus lanjut bedrest ?" tanya Bunda.


"Kalau itu aku belum tau," jawab Elang.


"Stress gara-gara kamu kan," ujar Bunda pada Elang. "Nanti setelah pulang Kayla ikut Bunda aja. Tinggal sama Bunda lagi."


"Yah, Bun. Masa aku dipisahkan lagi."


Meera dan Kevin bercengkrama dengan Kayla melepas rindu. Elang ke luar kamar rawat Kayla, dia membuka ponselnya mencari kontak Edo.


"Halo."


"Do, gue masih di Bandung."


"Gimana? Sudah ketemu?"

__ADS_1


" Sudah, sekarang di Rumah sakit harus bedrest. Handle dulu urusan Two Season, kabari kalau ada yang urgent."


"Percayakan sama gue, slow aja."


"Satu lagi, Sena dari semalam hubungi gue terus, sepintas gue baca pesannya dia butuh bantuan. Gue enggak mau terlibat sama dia lagi nanti Kayla bisa salah paham kayak sebelumnya. Jadi loe temui dia deh bantuan apaan yang dia maksud sekalian lo bilang gue lagi fokus sama istri gue."


"Hmm, oke nanti gue temui. Feeling gue sih dia mau deketin lo lagi, masih berharap. Apalagi selama ini dia melihat ada kekosongan posisi karna nyonya Elang menghilang."


"Si*alan lo."


Edo terbahak, Elang mengakhiri panggilannya.


Perawat menghentikan cairan infusan Kayla, menurut Dokter saat ini Kayla hanya perlu membatasi aktifitas dan menjaga emosinya.


Menggerakan tangannya yang terbebas dari infus, "Aku sudah boleh pulang ya?" tanyanya pada Bunda.


"Belum sayang," ucap Meera.


"Sore ini Papih dan Bunda kembali ke Jakarta, setelah dokter menyatakan Kayla boleh pulang bawa dia ke rumah," titah Kevin. "Agha sejak tadi siang menanyakan kondisi Kayla, sepertinya dia sudah mendengar kabar ini. Baiknya kamu yang hubungi Agha," titahnya lagi pada Elang.


Kayla mendengar apa yang disampaikan Kevin sedangkan Elang hanya mengangguk dari setiap perintah Kevin. Saat nama Agha disebut, Kayla menoleh pada Kevin dan mendessah pelan teringat dengan foto ayahnya yang terlihat bahagia mendampingi Eltan bersama Mami Laksmi.


"Tidak, suamimu dan orangtuamu tidak mengijinkan. Aku pikir itu cukup sebagai dasar untuk kamu tidak melakukan tindakan bodoh lagi."


Kayla menatap Bundanya, Meera mengangguk pada Kayla agar mendengarkan perintah Kevin dan Elang.


"Ingat Kay, sekarang kamu bertanggung jawab bukan untuk dirimu sendiri, ada bayi kalian disini," nasihat Meera, "kamu enggak ingin kehilangan untuk kedua kalinya kan?"


Kayla menggengkan kepalanya pelan. "Bicarakan baik-baik apa yang menjadi masalah dan cari solusinya. Jangan pernah lari dari masalah. Kamu merasakan sendiri bagaimana berada diantara perpisahan orangtua, jangan sampai anak-anakmu merasakan hal itu." Meera mengusap punggung tangan Kayla.


"Kalau sampai kamu terpuruk lagi, entah Bunda harus bagaimana. Bunda benar-benar gagal sebagai orangtua Kay," ucap Meera sambil terisak.


"Enggak Bun, aku yang salah. Maafkan Kayla Bun." Kedua wanita itu saling berpelukan saling menyemangati dalam tangisan.


Kevin menghela nafasnya melihat, paling tidak dia yakin kalau Kayla akan ikut apa yang diperintahkannya. Berikutnya adalah mendamaikan Kayla dengan Ayahnya dan memastikan rumah tangga Kayla akan baik-baik saja. Ia tidak bisa menyerahkan hal itu pada Agha, karena Kayla sendiri sepertinya memberi jarak dengan Agha dan istrinya.

__ADS_1


"Kay," ucap Kevin sambil berdiri disamping Meera, "ayahmu menanyakan kondisimu sekarang."


Kayla menunduk, "Papih akan menyampaikan apa adanya, bagaimanapun dia adalah Ayahmu. Ia menyayangimu dengan caranya sendiri. Cobalah berdamai dengan hatimu Kay," tutur Kevin.


"Iya, Pih," sahut Kayla.


Meera dan Kevin kembali ke Jakarta, setelah kepergian orangtuanya Kayla merenung. Apa yang dikatakan Bunda dan Papihnya benar. Mau sampai kapan ia harus lari dari masalah dan meratapi pedihnya hidup. Menoleh pada Elang yang sedang menelpon, isi pembicaraannya berkaitan dengan urusan Two Season. Banyak istilah yang Kayla tidak paham, sepertinya bahasa bisnis perhotelan.


Setelah selesai menelpon, Elang menghampiri Kayla. "Gimana?" tanya Elang. "Gimana apanya?" Kayla juga bertanya.


Elang berdecak, "Bundamu benar, kita harus bicarakan inti masalah dan cari solusinya. Aku tidak ingin gagal untuk kedua kalinya Kay," ujar Elang.


"Om ---"


"Sebentar, Kay. Sepertinya panggilan kamu ke aku harus diganti. Aku berasa kayak Sugar Daddy kamu panggil Om." Elang melipat kedua tangannya di dada.


"Aku akan ganti panggilannya kalau aku yakin Om benar-benar berubah."


"Kamu belum yakin sama aku Kay?" Kayla hanya menggedikkan bahunya tanpa menatap Elang.


"Jadi sebenarnya apa masalahnya sampai kamu pergi Kay?" tanya Elang, ia menggenggam kedua tangan Kayla dan menatap wajahnya.


Kayla yang sedang berbaring setengah duduk, menatap ke depan. Mengingat perasaan kacau dan diabaikan saat ia memutuskan meninggalkan keluarganya.


"Masalahnya ya Om Elang. Beberapa hari itu aku sudah cukup mengalah, untuk masalah pemberitaan aku mengerti intinya karena masa lalu aku. Tapi masalah Om ke Bali menemui mantan tanpa memberitahu aku juga wanita itu ada di ruang kerja Om dengan busana yang..." Kayla menjeda ucapannya, dia menarik nafas panjang. Elang lebih mengeratkan genggaman tangannya.


"Aku bertanya-tanya dan Om malah usir aku. Aku merasa tidak dihargai. Kenapa Om Elang lebih memilih membela wanita itu."


"Aku ke Bali benar-benar dengan tujuan menjenguk mantan Mertuaku Kay, bagaimanapun beliau pernah menjadi orangtuaku juga. Sedangkan saat kamu melihat Sena keluar dari kamar menggunakan bathrobe, sungguh Kay tidak ada yang terjadi antara aku dan dia. Dia berkunjung tidak mungkin aku menolak, entah bagaimana minuman yang disajikan tumpah mengotori dressnya. Jadi dia sedang tunggu pakaian baru yang belum datang."


"Aku sudah tidak perduli kenapa bisa ada disituasi itu, tapi satu hal yang perlu Om tau. Jangan sia-siakan kesempatan yang aku berikan, Om Elang lebih tau perihal rumah tangga. Aku hanya anak kemarin sore yang perlu dibimbing bukan malah dibuat penuh tanya dan prasangka dan aku tidak suka wanita itu."


Elang menghela nafasnya, "Oke, kita sama-sama perbaiki. Aku janji Kay dan memang kamu satu-satunya dihati aku Kay. Dia cuma masa lalu."


Ponsel Elang yang ada dinakas bergetar, Kayla meliriknya panggilan masuk dengan nama Sena tertera dilayar. "Bener-bener mengganggu," ucap Kayla.

__ADS_1


_______________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2