Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Curahan Hati Kayla


__ADS_3

"Kayla enggak akan bertemu kita, kalau dia dan suaminya baik-baik aja."


"Bara, please. Kalau lo ada rasa sama Kayla ini saatnya lo berhenti, gue yakin lo bukan tipenya Kayla jadi cari aja cinta lain."


"Kenapa harus berhenti, kalo Kayla akhirnya milih gue, dengan senang hati gue tetima," ujar Bara.


"Enggak mungkin, karena gue yakin Kayla masih cinta sama suaminya. Lo cocoknya bukan sama Kayla," ucap Ria.


"Sok tau, emang gue cocok sama yang gimana?"


"Sama cewek yang galak," sahut Ria sambil tertawa.


"Kay," panggil Ria dengan menyembulkan kepalanya di pintu.


Kayla yang terdiam tidak memperdulikan Elang yang mengeluarkan kata-kata penyesalannya menoleh ke arah pintu. "Ria, masuklah."


Elang pun akhirnya berdiri saat Ria dan Bara mendekat ke arah hospital bed Kayla. "Gimana Kay, semuanya masih aman kan?"


"Iya, sementara aku bedrest dulu," ujar Kayla.


"Aku sudah bawakan keperluanmu, kamu istirahat ya. Besok aku ke sini lagi," ucap Ria.


"Loh, kita enggak nunggu sini aja?" tanya Bara. "Enggak, kita balik. Urus aja cafe lo," sahut Ria.


"Kay, pokoknya kalau lo enggak nyaman atau ada yang mau jahatin lo jangan sungkan hubungi gue," ucap Bara.


"Ada gue disini, Kayla pasti aman," sahut Elang sambil mendengus kesal.


"Yakin ...."


"Udah-udah, Bara kita pulang," ujar Ria sambil menarik tangan Bara.


Elang masih menatap pada dua orang yang baru saja keluar dari kamar perawatan Kayla, "Awww, sakit Kay," ujar Elang sambil mengelus perutnya yang dicubit oleh Kayla.

__ADS_1


"Jangan galak-galak sama mereka, mereka yang sudah bantu aku selama ini," ucap Kayla.


Elang kembali duduk di kursi samping ranjang Kayla, mengelus punggung tangan Kayla, mengecupnya dan menempelkannya di pipi.


"Aku mau pulang."


"Belum boleh Kay, kamu harus bedrest bukan hanya disini tapi nanti setelah pulang pun kamu harus bedrest."


"Pegel, mana bosan, sebel pula."


"Bunda bilang besok mau ke sini," ucap Elang. "Kay," panggil Elang.


"Hmm."


"Lihat aku dong, Kay," pinta Elang. Kayla menoleh pada Elang. "Aku sayang kamu, Kay. Please jangan tinggalin aku lagi." Elang menempelkan kembali punggung tangan Kayla di pipinya.


Kayla menarik tangannya dan menyentuh sudut bibir Elang yang terluka karena bogem mentah dari Bara. "Auwww, perih Kay." Elang memang tampak agak kusam, rahangnya ditumbuhi rambut halus. Wajahnya juga tidak seglowing saat awal-awal bertemu. Menghela nafas, ada sedikit rasa bersalah, mungkin saja benar selama ini Elang benar-benar menyesal dan merasa kehilangan dirinya.


Ponsel Elang⁸ bergetar, nampaknya ada pesan masuk. Namun setelah membacanya Elang memijat dahinya seperti sedang memikirkan sesuatu yang pelik.


Elang menoleh kepada Kayla dan tersenyum, "Enggak apa-apa, biasa urusan bisnis."


Kayla menatap langit-langit kamarnya saat ini, "Kalau urgent aku enggak apa-apa ditinggal, toh aku enggak berharap akan jadi prioritas. Aku sudah terbiasa sendiri karena ketika berharap orang terdekat perduli namun nyatanya itu tidak terjadi." Kedua mata Kayla berkaca-kaca.


"Bukan begitu Kayla, aku bukannya tidak memprioritaskan kamu hanya menjalankan mana yang terbaik. Oke, mungkin sebelumnya aku salah sangat-sangat salah. Tapi percaya Kay, tidak ada niatku menomor sekiankan kamu."


"Aku berada di tengah dua keluarga jadi aku sudah paham ada dimana posisiku. Aku merasa dunia sangat kejam padaku, yang paling berat ya saat salah satu keluarga Sanjaya masuk ke dalam kehidupanku. Aku menjadi korban tapi kenapa malah aku yang ...." air mata Kayla sudah tidak terbendung, wajahnya sudah basah.


Elang diam dan mendengarkan, ia sengaja membiarkan Kayla mengeluarkan keluh kesahnya karena memang itu yang dibutuhkannya. Menumpahkan perasaan yang selama ini dipendamnya.


"Aku merasa Mami Laksmi tidak seperti dulu dan betapa kecewa ketika masa depanku disandingkan dengan kekhawatiran posisi Bang Eltan di Two Season." Kayla mengusap air matanya dengan punggung tangan yang bebas dari jarum infus.


Elang masih mendengarkan dengan kedua tangan dilipat di dada. "Aku pikir dengan menjadi istri dari Elang Sanjaya dan jatuh cinta untuk pertama kalinya akan menghapus semua ketidakadilan dunia." Kayla terkekeh namun dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

__ADS_1


"Tapi ternyata hanya sebentar, bahkan saat aku mengetahui untuk kedua kalinya ada nyawa lain ditubuhku, suamiku sendiri mengabaikan aku dan memilih mengusir istri sahnya dan membiarkan mantan istrinya ada bersama dia. Mungkin aku terlalu kekanakkan hingga memutuskan pergi dari masalah bukan mencari solusi. Tapi ini hidupku, aku yang berhak memutuskan akan diam dengan ketidakberdayaanku atau pergi mengobati luka." Kayla kini menangis tersedu dengan menutupi wajah dengan kedua tangannya.


Elang tidak menyangka jika wanita dihadapannya memiliki luka hati sedalam itu. Ia melepaskan kedua tangan Kayla dari wajahnya dan memeluk serta merengkuh tubuh Kayla yang saat ini dalam posisi setengah duduk.


"Sepertinya permintaan maaf dan rasa bersalahku tidak bisa mengobati luka, tapi ijinkan aku membahagiakanmu dan membuktikan bahwa dunia ini tidak kejam lagi untuk seorang Kayla. Aku mencintaimu Kay," tutur Elang.


Saat ini Kayla sudah terlelap, Elang masih setia duduk di sisi ranjang Kayla. Menatap dalam wajah sendu Kayla. Matanya sedikit bengkak, diakui Kayla memang cantik bahkan kehamilannya membuat dia terlihat semakin cantik dan menggemaskan.


Lewat tengah malam Elang baru merebahkan tubuhnya di ranjang khusus keluarga pasien. Di luar kamar ada dua orang kepercayaan Elang yang sedang berjaga.


Keesokan paginya, Kayla lebih banyak diam bahkan saat Elang menawarkan menyuapi makan ia hanya menggeleng pelan.


"Sayang, kamu harus makan. Bukan hanya tubuh kamu yang perlu asupan makanan tapi anak kita juga."


"Aku mau pulang," ucap Kayla.


"Bunda sedang dalam perjalanan, ia mau ke sini kita bicarakan juga dengan beliau kelanjutan penanganan kesehatan kamu."


"Perutmu masih sakit Kay?" Kayla menggelengkan kepalanya.


Menjelang siang saat Elang sedang melakukan rapat online di sofa yang ada dalam kamar, sesekali Kayla memandang Elang yang tampak serius dan berwibawa memimpin rapat. Elang juga menyempatkan menoleh pada Kayla dan tersenyum.


Tidak lama kemudian, pintu kamar Kayla terbuka dan masuklah sosok yang juga sangat dirindukan Kayla.


"Bunda," panggil Kayla. Meera tidak bisa berkata-kata, ia menghampiri putrinya yang sedang terbaring. Memeluk, mencium dan menangis bersama. Kevin yang datang bersama Meera menepuk pundak Elang.


"Maafin Kayla Bun, sudah buat semuanya susah."


"Stt, jangan bicara begitu," ujar Meera sambil menghapus air mata Kayla. "Kamu anak Bunda, harusnya sudah tanggung jawab Bunda memastikan kalian aman. Justru Bunda yang harus minta maaf karena tidak ada dan tidak tahu kalau kamu sedang rapuh, sedih dan kalut. Bunda tidak selalu ada buat kamu Kay ."


##


Nulis episod ini agak-agak melow gitu 😢

__ADS_1


_______________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2