
"So what? it's my life."
"iya, itu hidupmu tapi aku tidak bisa menerima ini menjadi bagian hidupku. Pilihan mu hanya dua, akui sendiri pada orangtuamu dan batalkan pernikahan kita atau aku yang menyampaikan ini semua." Eltan lalu membuka pintu mobil, "Eltan, please." Michele memegang lengan Eltan.
"Singkirkan tanganmu," ucap Eltan.
Michele tertawa, "Jangan sok suci Eltan, kamu juga pernah menikmati aku," ledeknya.
"Itu dalam rangka aku mencoba membangun hubungan dengan kamu, bukan mencari kepuasan dengan asal. Kamu harus tau bedanya, dan lagi saat itu aku belum tau kalau ternyata calon istriku tidak selugu yang aku kira."
Eltan membuka pintu mobilnya, "Aku tunggu pilihanmu, waktumu hanya 24 jam. Kamu yang akhiri atau aku yang sampaikan."
Meninggalkan Michele yang terdengar sedang memaki dan mengumpat. Saat tiba di apartemennya, Eltan merebahkan diri masih dengan pakaian kerjanya.
Esok hari, saat Kayla dan Elang sedang sarapan, teringat dengan telpon dari Eltan semalam. Ingin menyampaikan pada Elang tapi ia khawatir malah terjadi salah paham, namun dari suaranya seperti sedang dalam masalah. Kayla menghela nafasnya, sungguh-sungguh dilema.
Mau bagaimana pun Eltan adalah keponakan suaminya, bersembunyi di lubang semut pun percuma. Karena akan ada masa ia harus bertemu bahkan berkumpul dengan Eltan karena mereka kini keluarga.
Kayla sudah mencoba berdamai dengan hatinya terkait masa lalu dengan Eltan meskipun tidak mudah. Karena setiap melihat Eltan bayangan kejadian malam itu pasti terlintas.
Beberapa hari ini berjalan seperti biasa, Kayla menemani Elang di sela kesibukannya. Sesekali ia berkeliling kota Surabaya, bahkan beberapa sketsa rancangan berhasil ia buat.
Momen makan bersama selalu Elang sempatkan, bisa dibilang sambil menyelam minum air. Kayla yang menemani Elang menangani Two Season di sini, sambil mereka memperbaiki hubungan. Tidak usah ditanya hasilnya, Elang semakin posesif pada Kayla.
Pagi ini mereka masih bergelung dengan selimut, belum beranjak dari putaran mimpi padahal pagi sudah beranjak. Lelah, ya karena seperti biasa, Elang berpetualang di tubuh Kayla yang semakin membuatnya candu.
Menurut Elang, Kayla dengan kondisi hamil semakin mempesona dan menggoda.
Drt drt drt
Ponsel milik Elang yang berada di atas nakas, terus bergetar. "Mas El, ponselnya," ucap Kayla dengan mata terpejam.
Elang bergeming dan ponselnya kembali bergetar.
"Mas El, ponselnya." Kayla menggoyangkan tubuh Elang lalu berbaring membelakangi Elang.
"Hmmm," Elang meraba nakas mencari ponselnya.
"Halo," ucapnya dengan mata masih terpejam dan tanpa melihat siapa yang menghubungi.
"Elang, urusan Surabaya sudah beres belum? Mr. Valen mau berkunjung ke Jakarta, terkait kelanjutan pernikahan Eltan dan Michele."
Kedua mata Elang langsung terbuka mendengar ucapan Edo.
"Kelanjutan pernikahan?" Kini Elang sudah dalam posisi duduk.
"Iya, barusan asistennya hubungin gue. Mau dischedule gimana nih?"
Elang memijat dahinya.
"Apa ada masalah Do, udah coba hubungi Eltan?"
__ADS_1
"Iya itu nanti gue urus, ini mau kapan. Mereka nunggu kabar."
"Sore ini, gue balik ke Jakarta."
"Oke."
"Eltan bikin ulah apa lagi sih," ucap Elang. Baru ia akan menghubungi Eltan. Tiba-tiba masuk pesan dari Eltan.
'Paman, kemungkinan terburuk aku siap hengkang dari Two Season'
'Ulah apa lagi?'
'Hanya menuntut keadilan.'
'To The Point'
[Foto terkirim]
[Foto terkirim]
[Foto terkirim]
"Astaga," pekik Elang saat membuka foto yang dikirim Eltan.
Kayla menoleh, "Kenapa sih, Mas El udah semalam ngerjain aku, sekarang gangguin aku tidur."
"Maaf sayang, udah kamu tidur lagi ya. Jangan terganggu sama aku, pokoknya kamu Ratu di sini. Queen Of My Heart," ujar Elang, "bukan Queen Of The Dance Floor," lirih Elang.
'Hmm, oke.'
Kayla mengenakan kimononya, "Loh, mau kemana?" tanya Elang, saat ia melihat Kayla sudah bangun, sejak tadi hanya fokus pada ponselnya.
"Mandi, aku sudah lapar."
"Owh, oke. Setelah ini kita makan," ucap Elang.
Elang mengikuti Kayla masuk ke kamar mandi. "Eh, Mas El mau ngapain?"
"Mandi lah, masa makan kamu. Aku sih siap aja cuma kasihan kamunya Kay," ujar Elang sambil tersenyum.
"Mas El makin mesum ihh," ujar Kayla, "mandinya nanti aja, gantian." Kayla mendorong tubuh Elang namun Elang bergeming.
"Masss."
"Hehehe, iya sayang. Aku mandi setelah kamu, jangan lama-lama nanti masuk angin.
"Kay," panggil Elang setelah mereka selesai sarapan. "Hmm," ucap Kayla.
"Sore ini kita pulang ke Jakarta." Kayla menatap Elang, "Serius!"
"Iya, Rena akan bantu kamu packing."
__ADS_1
Malam harinya, Elang dan Kayla sudah tiba di Two Season Jakarta. Tangan Kayla memeluk tangan Elang, Eltan yang memang sudah tiba dan berada di lobi melihat moment tersebut.
"Kita istirahat di sini, besok kamu mau pulang ke mana?" tanya Elang saat mereka berada di lift.
"Mas El besok sibuk?"
"Kemungkinan, iya. Paling aku bisa antar langsung balik ke sini."
"Kalau aku tetap di sini, boleh?" ujar Kayla hati-hati, khawatir Elang tidak mengijinkan.
"Boleh sayang, aku hanya khawatir kamu kangen dengan keluarga kamu," ujar Elang sambil merangkul Kayla.
...~ *** ~...
"Ceritakan detail," pinta Elang pada Eltan. Mereka kini berada di ruang kerja Elang termasuk Edo.
Eltan menceritakan kejadian malam di mana semesta berpihak padanya, terkuak kebenaran mengenai siapa Michele sebenarnya.
"Mr Valen sudah di lobi, barusan asistennya mengkrimkan pesan," ujar Edo masih fokus pada ponselnya.
"Selamat siang Mr Valen," sapa Elang saat yang dimaksud maauk ke dalam ruang kerja Elang.
"Aku pikir kita to the point saja." Mr. Valen ditemani asisten dan juga Michele, sedangkan dua orang bodyguardnnya menunggu di luar.
"Michele mengajukan pembatalan pernikahan, kalian tau apa artinya hak ini. Sebagai pemegang saham terbesar pada Two Season Singapore, saya akan tarik semua investasi saya. Saya anggap kalian tidak dapat bekerja sama."
"Loh, kenapa begitu Mister," ucap Elang santai.
Eltan menatap Michele yang menunduk, entah apa yang dia sampaikan pada orangtuanya.
"Yang memutuskan dari pihak Michele, mengapa kami kena imbasnya. Kecuali pembatalan dari pihak kami maka bolehlah langkah tadi yang diambil. Nona Michele apa alasan anda membatalkan pernikahan?" tanya elang.
Michele masih menunduk dan tidak berani menjawab. "Ketika anakku membatalkan, berarti ada hal yang tidak mendukung hidupnya."
Elang tertawa, "Kami juga merasa Michele tidak layak dan tidak pantas untuk Altan."
"Apa maksudmu? Kamu sadar bicara begitu pada kami," jawab Mr. Valen.
"Sadar Mister, maka dari itu kami menolak juga."
"Kami tidak mungkin menikahkan Eltan dengan wanita yang hobinya clubbing dan tidur dengan banyak pria," ucap Elang dengan nada ketus.
"Maka dari itu saya akan menikahkan Michele dengan Eltan, aku mencari pria baik-baik untuk merubah Michele," tutur Valen. "Dan pria itu bukan Eltan," jawab Elang.
"Kalian jangan macam-macam, atau aku akan buat Two Season Singapore bangkrut," ancam Valen pada Elang.
"Anda jangan mengancam kami, atau semua ini akan beredar," Elang menyodorkan tabletnya pada Valen yang mana terdapat foto-foto skandal Michele.
Haiiiii, udah di up lagi ya, jangan lupa jejak ya, hadiah pun boleh
_______________
__ADS_1
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐๐