
“Stop!” teriakan Ayah Peter akhirnya berhasil mengakhiri ketegangan antara Noah dan Alfio.
Sea masih memeluk suaminya, menjaga agar Noah tak lagi melayangkan pukulannya pada Alfio. Sedangkan Alfio harus puas ditolong oleh Kang Deden, tukang kebun yang bekerja di kediaman keluarga Myles.
“Noah! Sea! Apa yang terjadi?!” Suara bariton Ayah Peter menggema memecah ketegangan dua pria.
“Siapa dia?” Tatapan Ayah Peter mengamati sosok pria yang menatap putranya dengan kilatan amarah di matanya.
“Tanya saja pada menantu kesayangan ayah, siapa pria itu!” Jawab Noah lalu dengan kasar ia lepaskan pelukan Sea pada tubuhnya dan mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya. Lalu tanpa sepatah kata lagi, Noah pergi meninggalkan tempat itu.
Sea yang sejak tadi tubuhnya bergetar karena takut, limbung dan hampir saja terjerembap karena perbuatan Noah barusan. Beruntung Mami Joanna sigap dan menangkap tubuh Sea.
“Gil*!” Emosi Alfio semakin berapi-api melihat tingkah Noah yang begitu kasar pada Sea. Hampir saja pria itu memaksa melepaskan diri dari pegangan Kang Deden seandainya Ayah Peter tak buka suara.
“Siapa pun Anda, saya mohon silakan pergi dari kediaman saya!”
Meski permintaan Ayah Peter sudah sangat jelas, namun Alfio tetap tak bergeming dari tempatnya. Bagaimana mungkin dirinya meninggalkan Sea dengan pria seperti Noah, pria arogan dan kasar.
Melihat ada keraguan dan kekhawatiran di mata Alfio, Ayah Peter segera meyakinkan pria itu lagi. “Ini masalah keluarga kami, biarkan kami menyelesaikannya sendiri. Kau tak perlu khawatir, keselamatan Sea akan menjadi tanggung jawab kami.”
Sementara Sea terus menunduk dalam rangkulan Mami Joanna, tak berani menatap pada Ayah Peter atau Alfio.
“Sea, aku pergi dulu. Jaga dirimu,” ucap Alfio sebelum berlalu.
Tak ada balasan dari wanita itu, namun bahunya yang bergetar bisa menjelaskan jika ia tengah menangis saat ini. Mami Joanna menyadari semua itu, dengan lembut ia usap lengan Sea untuk menenangkannya.
“Ayo kita masuk sayang,” ucap Mami Joanna lembut. “Kita bicarakan baik-baik yah,” sambungnya.
Sea mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Mami Joanna yang menuju ke dalam rumah. Kedua wanita itu lantas disusul oleh Ayah Peter setelah ia memastikan pria yang terlibat keributan dengan putranya benar-benar telah pergi meninggalkan kediamannya.
......................
Tubuh Sea menegang saat melihat Noah duduk di sofa ruang tamu, tatapan tajamnya tertuju langsung pada sosok istrinya. Mendapat tatapan seperti itu, sontak Sea mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Mami Joanna.
Rasa sakit di pergelangan kaki dan lengannya saja belum sembuh benar, lantas tadi pria itu hampir saja kembali menyakiti fisiknya. Jadi tak salah jika Sea kini merasa takut berdekatan dengan Noah.
“Apa-apaan tadi Noah?” Bentak Ayah Peter pada putranya.
__ADS_1
Noah memalingkan wajahnya, pantang baginya membantah atau melawan kedua orang tuanya. “Jangan tanyakan padaku, Yah.” Jawab Noah datar.
“Tanyakan pada menantu kesayangan kalian, ke mana dia seharian ini dan bersama siapa.”
Ayah Peter menghela napas berat. “Sea, jawab pertanyaan suamimu. Siapa pria tadi dan apa kamu bersamanya seharian ini?”
Dengan air mata yang sudah menganak sungai membanjiri wajah cantiknya, Sea mengumpulkan semua keberaniannya yang tersisa.
“Dia hanya temanku, namanya Kak Alfio.” Jawab Sea jujur. “Aku mengenalnya sebab ia pemilik restoran yang berada di depan kampusku,” imbuh Sea.
“Pantas saja kau semakin sering menghabiskan waktu di kampus,” sela Noah. “Agar kau bisa leluasa berselingkuh! Iya kan?!”
“Mas!”
“Noah!” Pekik Sea dan Kedua orang tua Noah bersamaan.
“Jaga ucapanmu Noah! Kau tak bisa menuduh istrimu tanpa bukti,” ucap Ayah Peter.
“Selingkuh Mas? Kamu menyebut aku selingkuh hanya karena Kak Alfio mengantarkan aku pulang?” tanya Sea.
“Lalu bagaimana denganmu yang bermesraan dengan dokter wanita di kantin rumah sakit,” tantang Sea. Akhirnya kegundahan hatinya berhasil ia ungkapkan.
“Aku tak mendengar dari siapa pun, tapi aku melihat dengan mata dan kepalaku sendiri!” Jawab Sea.
“Kamu telah menuduhku membunuh kekasihmu, lalu sekarang kamu menuduhku selingkuh, Mas.”
“Mengapa kamu tak pernah mau mendengar penjelasanku lebih dulu?” tangis Sea semakin menjadi-jadi.
Mami Joanna merasa iba pada menantunya. Hampir empat tahun mengasuhnya, membuatnya cukup tahu bagaimana karakter gadis itu.
“Kamu benar Mas, seharian ini aku bersama Kak Alfio. Dia mengajakku ke galeri foto miliknya dan hal itu cukup membantuku untuk melupakan fakta jika tadi aku bertemu lagi wanita itu di ruangan praktikmu!” Sea membeberkan semuanya.
“Wanita siapa yang kau maksud?” tanya Noah tak mengerti. Sungguh dia tak paham dengan apa yang diucapkan Sea.
“Apa selain Dokter bernama Alesandra, masih ada dokter wanita lain yang berduaan denganmu Mas, hari ini?”
“Alesandra? Dari mana kamu tahu
__ADS_1
tentangnya?” tanya Noah bingung, seingatnya tak pernah ia mengenalkan Noah pada Sea.
“Aku bertemu dengannya saat mengantarkan makan siang untukmu, Mas.”
Noah semakin dilema, siapa yang harus ia percaya. Apa Alesandra telah berbohong? Bukankah katanya yang mengantar kotak bekal itu adalah kurir?
“Alesandra adalah dokter baru di rumah sakit, aku hanya sesekali membantunya.” Jelas Noah, namun penjelasan itu ia tujukan untuk kedua orang tuanya. Noah tak ingin kedua orang tuanya salah paham padanya.
Tak ada yang ingin disalahkan dan tak ada yang ingin mengalah. Sea sungguh kecewa dengan sikap suaminya yang langsung menyerang Alfio bertanya lebih dulu. Mas Noah tak pernah mau mendengarkan penjelasanku, batin Sea meronta kecewa.
Pasangan paruh baya, Ayah Piter dan Mami Joanna yang sejak tadi hanya menjadi pendengar akhirnya memutuskan untuk menengahi perdebatan putra putri mereka.
“Sea ... Noah ... sepertinya kalian berdua saling salah paham. Noah dan Sea, kalian berdua menyimpulkan sesuatu hal terlalu cepat.” Ujar Mami Joanna.
“Jika boleh Mami memberi saran, sekarang kalian berdua istirahatlah dulu. Dinginkan pikiran kalian masing-masing. Tanamkan kepercayaan dalam rumah tangga kalian,” sambung Mami Joanna menasihati Sea dan Noah.
Sea sudah lebih tenang, tangisannya juga berangsur-angsur berhenti. Begitu juga dengan emosi Noah yang mulai mereda.
Menuruti nasihat kedua orang tuanya, perdebatan antara Noah dan Sea malam itu akhirnya berakhir. Meski belum ada yang bersedia mengalah, yang pasti keduanya tahu jika semua ini hanya lah kesalahpahaman belaka.
......................
Keesokan harinya, Sea dan Noah masih tampak canggung. Tak ada pembicaraan sama sekali di antara keduanya. Hari ini Sea berniat menemui Alfio di kafenya untuk meminta maaf atas nama suaminya. Salah Sea yang tak memberitahu Alfio mengenai status yang telah bersuami.
Namun saat hendak sarapan, di meja makan Sea dan Noah melihat kedua orang tuanya yang sudah berpenampilan rapi. Namun yang menarik perhatian Noah adalah 2 koper yang berada di sudut ruang makan.
“Siapa yang mau bepergian?” tanya Noah.
“Kita,” jawab Mami Joanna singkat.
“Kita? Maksud Mami?” cecar Noah.
“Ya, kita . Ayah, Mami, dan kalian berdua juga . Kita akan pergi liburan,” jelas Mami bersemangat.
Belum sempat Noah menolak, Mami sudah lebih dulu memberi peringatan. “Karena kami tak menerima penolakan, maka untuk cuti Noah di rumah sakit dan izin Sea di kampus sudah diurus oleh sekretaris Ayah,” imbuhnya.
Tak ada alasan lagi untuk menolak, Sea dan Noah terpaksa setuju untuk liburan bersama kedua orang tuanya.
__ADS_1
Entah bagaimana nantinya, apakah keduanya akan menikmati liburan kali ini atau hanya kecanggungan yang mengisi perjalanan mereka.
...----------------...