
Klik ...
Bunyi kunci pintu kamar mandi yang dibuka mengalihkan perhatian Noah dari gawainya. Pria itu dibuat tercengang saat melihat penampilan Sea yang baru saja keluar dari sana. Rambut yang digulung dengan handuk ke atas menampakkan leher jenjang, putih, dan mulus. Bath Robe yang talinya tak terikat dengan baik membuat sedikit belahan di dada Sea tampak hingga membuat Alfio menelan salivanya. Jangan lupakan paha putih dan mulus milik Sea. Nyamuk pun akan tergelincir jika nekat berselancar di sana, batin Noah.
Sebagai pria dewasa yang normal, pemandangan indah seperti itu tentunya akan membangkitkan gairah kelelakiannya. Noah telah keliru menilai Sea, istrinya. Selama ini di benaknya, Sea hanya seorang gadis muda yang cocok untuk menjadi adiknya. Pria itu tak menyadari jika seiring waktu, Sea telah tumbuh menjadi wanita dewasa dan kini wanita dewasa itu telah halal baginya.
Teringat jelas di ingatan Noah, bagaimana 3 tahun yang lalu kedua orang tuanya pergi selama seminggu dan saat kembali mereka membawa seorang gadis cantik yang tampak sangat polos. Gadis itu diperkenalkan sebagai putri tunggal dari mendiang Tuan Septian dan Nyonya Namira, pemilik perusahaan tempat kedua orang tuanya bekerja. Saat itu kedua orang tuanya meminta Noah menjaga Sea, menyayangi Sea seperti adiknya sendiri. Namun lihatlah saat ini, gadis polos itu tumbuh begitu cepat hingga Noah pun tak menyadarinya.
Segera ia longgarkan simpulan dasi yang masih terpasang rapi pada kerah kemejanya. Sesak sekali! Gerutunya. Sudah susah payah Noah mencegah agar pandangannya tak tertuju pada satu makhluk ciptaan Tuhan yang begitu indah di hadapannya, namun pesona seorang Sea sungguh sangat sulit ia lawan.
Tak jauh berbeda dengan Noah, Sea juga tak kalah terkejutnya. Sea tak menduga jika Noah hari ini akan pulang lebih awal. Menurut perkiraannya, Noah akan tiba di rumah 2 jam lagi. Betapa terkejutnya ia, saat baru saja selesai membersihkan tubuhnya yang ia temui pertama kali adalah Noah yang sedang duduk di sofa kamar mereka sambil bermain ponsel.
Cukup lama Sea menanti Noah untuk membuka suara, sayangnya pria itu hanya menatapnya saja. “Mas ... sudah lama pulangnya?” Tanya Sea memecah keheningan.
Bukannya menjawab pertanyaan Sea, Noah beranjak menuju kamar mandi.
“Bersiaplah! Malam ini kita akan makan malam di restoran bersama mama dan papa.” Perintahnya tanpa memandang pada Sea.
“Makan malam di luar? Bukannya tadi Mami dan Mbok lagi sibuk masak untuk makan malam?” Gumam Sea. Bergegas Sea memeriksa ponselnya, membaca dengan teliti satu per satu pesan yang ada dalam grup obrolan keluarga Myles, gadis itu khawatir mungkin saja ada pesan dari mertuanya yang ia lewatkan.
Tak ingin membuat Noah kesal, segera Sea bersiap. Mengenakan mini dress berwarna merah marun yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Seperti biasa, Sea hanya memoles tipis riasan pada wajahnya. Surai lembut nan lurusnya ia biarkan tergerai. Parfum beraroma Sakura Japanese Blossom sengaja ia pilih untuk memberi kesan feminin, manis, dan romantis.
Tanpa Sea sadari semua kegiatannya di depan meja rias mendapat perhatian dari sang suami. Lima belas menit yang lalu, Noah yang baru saja keluar dari kamar mandi samar-samar mendengar Sea yang bergumam melantunkan melodi sebuah lagu sembari tangannya sibuk berias. Selama tiga tahun hidup satu atap, baru kali ini Noah mendengar nyanyian Sea. “Suaranya ternyata bagus juga saat bernyanyi,” puji Noah lirih agar tak terdengar Sea.
Setelah keduanya selesai bersiap, tak hanya Noah yang terpaku saat menatap Sea yang begitu cantik malam ini, Sea pun juga terpaku saat melihat Noah tampak semakin tampan dengan kemeja abu-abu yang lengannya digulung sampai ke siku. Perhatiannya tertuju pada dada Noah, ingin rasanya Sea menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Sayangnya kesempatan itu entah kapan datangnya.
“Jangan bengong! Ayo!” Teguran Noah menyadarkan Sea yang sedang berkhayal memeluk pria itu.
__ADS_1
Mengganggu khayalanku saja! Gerutu Sea mengikuti langkah Noah dari belakang.
......................
Kediaman keluarga Myles tampak sepi, “Ke mana semua orang, Mas?” tanya Sea. “Apa mungkin Mami dan Ayah masih bersiap-siap?” Imbuhnya.
Noah mengedikkan bahunya, lalu saat mendengar suara orang yang mengobrol dari arah meja makan segera Noah menarik tangan Sea agar menggandeng lengannya. Sea tak terkejut lagi dengan sikap Noah yang seperti ini, sandiwara sebagai pasangan suami istri bahagia yang seperti ini sudah menjadi kesepakatan mereka berdua. Semua mereka lakukan untuk menjaga nama baik mereka dan keluarga besarnya. Juga untuk menjaga perasaan Mami Joanna dan Ayah Peter yang sangat bahagia dengan pernikahan keduanya.
Sea dan Noah seketika mematung di tempat mereka berdiri saat melihat betapa banyaknya menu makanan telah terhidang di atas meja makan.
“Noah ... Sea ... ayo kemari!” Seru Mami Joanna.
“Kalian rapi sekali, apa ada acara?” tanya Ayah Peter.
Noah tampak menelan salivanya, Apa mereka tak membaca pesan yang aku kirimkan. Batin Noah mulai gelisah, kedua manik matanya menatap kepada mami dan ayahnya secara bergantian.
Sea semakin bingung saat mendapatkan pertanyaan dari Ayah mertuanya. “Bukankah Mami dan Ayah mengajak kami makan malam di restoran?”
Ayah Peter yang paham jika kini putranya sedang terpojok segera membantu sang putra. “Astaga, aku lupa!” pekiknya. “Maaf yah, Nak.”
“Maaf yah, Mi.” Lanjutnya. “Aku yang menghubungi Noah tadi pagi. Aku berencana mengajak kalian semua makan malam di restoran malam ini.”
“Sayangnya, hari ini Mami sudah masak banyak makanan. Tak apa kan jika makan malamnya diundur besok saja?”
Mami Joanna mulai paham dengan kesalahpahaman yang terjadi. “Tak masalah jika kalian tetap ingin pergi, pergilah. Kalian berdua sudah sangat serasi dengan penampilan seperti itu,” celetuk Mami Joanna.
Sea segera menggeleng. “Tak apa Mami, kami akan makan malam di rumah saja.”
__ADS_1
“Benar kan, Mas?” tangannya yang bergelayut di lengan Noah ia gerakkan agar Noah berhenti mematung.
“Hem ... i-i-iya. Masih ada hari esok kok untuk makan malam di luar,” ucap Noah menyetujui usulan Sea.
Dalam hati Noah menggerutu, gagal sudah rencanaku untuk menunjukkan pada pria itu status Sea yang sebenarnya.
......................
Setelah rencana makan malam yang gagal, pagi ini lagi-lagi Sea harus menelan kekecewaan sebab saat ia terbangun suaminya sudah berangkat bekerja. Belum pulih dari kekecewaannya, Sea juga harus menjawab pertanyaan kedua mertuanya saat sarapan tiba.
“Apa Noah sudah berangkat?” tanya Mami Joanna.
“Iya, Mi.” Jawabnya singkat.
“Sepertinya akhir-akhir ini Noah sangat sibuk dengan pekerjaannya,” ujar Mami Joanna.
“Kapan kalian punya waktu untuk berduaan jika seperti ini terus. Kapan kalian akan punya bayi jika terus-terusan sibuk seperti ini. Mami dana Ayah sangat menginginkan kehadiran cucu di rumah ini,” imbuhnya.
Mendengar penuturan ibu mertuanya, membuat Sea sontak tersedak. Segera ia raih gelas air minum lalu menenggaknya. “Maaf, Mi. Perihal ini akan aku bicarakan lagi dengan Mas Noah,” ujar Sea.
Sementara di Rumah Sakit Pelita Harapan, semua dokter sedang berkumpul untuk menghadiri rapat bulanan bersama para petinggi Rumah Sakit. Selain membahas mengenai beberapa kasus-kasus penting yang ditangani dalam satu bulan terakhir, agenda hari ini adalah perkenalan dengan seorang dokter baru bernama Dokter Alesandra.
Dokter baru itu langsung menjadi pusat perhatian, sebab kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Tak hanya itu, dari caranya memperkenalkan diri banyak orang bisa menilai jika wanita itu pastilah berpendidikan tinggi dan sepertinya memiliki pengaruh.
Semua itu karena Dokter Stevan, direktur Rumah Sakit memberikan kewenangan pada dokter cantik itu untuk memilih seseorang yang akan membantunya mengenal semua hal tentang Rumah Sakit Pelita Harapan. Mendengar itu Alesandra merasa sangat bahagia, pasalnya sejak pertama tiba perhatiannya sudah dicuri oleh seorang pria yang terus saja tampak acuh padanya.
“Dokter Noah! Aku ingin Dokter Noah yang membantuku lebih mengenal rumah sakit ini.” Tuturnya mendapat sorakan dari beberapa dokter pria yang lain.
__ADS_1
Sementara Noah, pria yang katanya beruntung telah terpilih itu tampak biasa saja. Tak tertarik atau pun tak antusias dengan apa yang baru saja terjadi.
...----------------...