
"Jadi benar kamu selingkuh Mas? kamu tega sama aku, tega sama putra-putri kita Mas! kamu tega!" Erlita mendekat lalu memukuli dadanya dengan air mata semakin berhamburan. Perih di dada semakin merajalela bagaikan ada ribuan anak panah yang menancap bersamaan.
"Maafkan mas Sayang, maafkan mas. Mas khilaf, dia meraih tubuh Erlita dan langsung merengkuhnya dengannya
"lepaskan!!! Erlita mencoba berontak hingga berhasil melepaskan diri. Aku nggak sudi dipegang laki-laki penghianat sepertimu." hardik Erlita sambil menatapnya nyalang.
"Sayang, Mas mohon, jangan seperti ini. maafkan mas." dia mencoba mengubah sepasang matanya ikut berkaca-kaca.
"Sejak kapan? kedua mata Erlita masih menatapnya dengan penuh kobaran amarah.
"Mas sama sekali nggak berniat mengkhianatimu. Mas cuman khilaf cuman kamu yang Mas cinta." John terus berkelit.
"Aku tanya Sejak kapan?" Erlita berteriak histeris
"Sebenarnya mas juga tidak mengetahui sejajar kapan. Sudah cukup lama, tapi mas tidak pernah melakukannya dengan serius. Mas hanya memanggilnya ketika Mas membutuhkannya." jawab John
Erlita kembali tersenyum getir. Hati Erlita yang sudah terluka bak disiram air garam dan asam. Perih tak terkira mendapati kenyataan bahwa sudah lama suaminya bermain api dan menipu dirinya.
"Sudah sejauh mana hubungan kalian Mas? Erlita kembali bertanya meski Erlita tahu semua ini hanya akan membuat Erlita terluka semakin menganga.
"Intinya aku sudah mengkhianati dan pernikahan kita. Tapi semua itu di luar kendaliku. Dan bukan keinginanku." jawabnya tanpa memberi kepastian.
"Apa itu artinya kalian sudah melakukan hubungan suami istri mas?" tanya Erlita dengan suara bergetar, jantung Erlita berdetak semakin hebat menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir John.
"Bibir yang selama ini selalu meyakinkan Erlita. Kalau dirinya sangat mencintai istri dan selalu menjaga keutuhan rumah tangganya. Apalagi rumah tangga mereka sudah mereka jalani selama 15 tahun.
Walaupun Erlita selama ini menaruh curiga terhadapnya, tapi karena tidak ada pengakuan dari John dan tidak memiliki bukti-bukti yang cukup kuat, membuat dirinya kembali berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
__ADS_1
"Jawab Erlita Mas?suara Erlita kembali meninggi. Puing-puing kesabaran sudah pergi nyaris tak ada lagi, rasa hormat dan semacamnya. Yang ada hanya emosi yang kian lama akan berkobar hebat.
Hingga akhirnya Erlita melihat kepala John kembali mengangguk sebagai jawaban. Karena John tidak bisa mengelak lagi. Dua video yang sudah dilihatnya dari ponsel milik Erlita, membuat dirinya tidak memiliki alasan lagi untuk berbohong.
Tubuh Erlita Limpung, kepala Erlita rasanya berputar hebat. Kedua kaki Erlita terasa lemas Tak bertulang. Andai tak ada kursi di belakangnya, tubuh Erlita pasti sudah ambruk ke lantai.Erlita tidak menyangka kalau suami yang begitu ia cintai dan percayai, nyatanya telah berbagi hati.
Bukan cuman itu, dia juga telah membagi tubuhnya, menjijikkan!" Apalagi setelah Erlita mengetahui hubungan antara Yulianti dan John ternyata sudah sangat lama. Tetapi dulu John memiliki alasan kalau Yulianti itu merupakan penumpang setianya.
Dan saat itu juga John tidak menjalin hubungan yang begitu mendalam terhadap Yulianti di hanya sebatas begitu saja. Tapi untuk saat ini semenjak John memiliki usaha koperasi yang ia miliki membuat dirinya lupa diri.
"Tolong maafkan mas Sayang. Maafkan mas, mas benar-benar khilaf. John kembali mendekat dia berlutut tepat di hadapan Erlita yang terduduk lemas di kursi.
Erlita terdiam tak bergeming. Pandangan mata lurus dengan buliran bening yang semakin berdesakan. Erlita benar-benar sock hingga tak mampu berkata-kata. lidah Erlita kelu. Terasa tubuhnya membeku mencoba untuk mencerna semuanya.
"Maafkan mas, mas benar-benar meminta maaf. Mas khilaf lagi-lagi Dia bersuara. suaranya bergetar diiringi tangis terbunuh dengan kepala di pangkuan Erlita.
Ingin sekali Erlita menjambak rambutnya kasar dengan mengenyahkan kepala John. Namun Erlita seolah hilang kekuatan. Erlita benar-benar lemas tak bertenaga.
"Tidak mungkin, ini pasti mimpi kan mas tidak mungkin menghianati aku. Erlita kembali menampar pipi kiri dan kanan bergantian dengan lebih keras. Sementara Abian yang mendengar pertengkaran mama papa, diam diam menangis di dalam kamar.
"Hentikan sayang! tolong hentikan jangan seperti ini. John mencengkram tangan erat, membawa Erlita kembali ke kesadaran. Bahwa ini semua memang nyata adanya dan bukan mimpi.
"Jangan sakiti dirimu seperti ini. Ini semua salahku. Kalau kau mau, kamu pukul saja aku. kamu tampar aku. John memukul-mukul kan tangan Erlita ke kepalanya lalu ke wajahnya.
"Kamu boleh pukul aku, sesuka hatimu Sayang asal kamu maafin aku. Kamu boleh luapkan kemarahan mu padaku dengan cara apapun, asalkan kamu mau maafin aku." tuturnya dengan masih tergugu.
"Baiklah Mas, aku akan memaafkanmu. asalkan dengan satu syarat. Pinta Erlita sambil menatapnya tajam
__ADS_1
"Katakan Apa syaratnya sayang? mas pasti akan lakukan apapun demi kamu. demi pernikahan kita Dan demi anak-anak Kita." tanyanya antusias.
"Ceraikan aku Mas. tutur Erlita dengan dada yang naik turun menahan emosi yang kian lama akan membuncah.
John terlihat kaget dengan ucapan Erlita. Dia sempat tertegun sejenak, sebelum akhirnya kembali meraih tangan Erlita.
"Tolong jangan katakan itu sayang, mas sangat mencintaimu. Mas tidak ingin berpisah denganmu dan anak-anak kita. tolong pikirkan bagaimana anak-anak kita kelak."
Jika dulu Erlita begitu berbunga setiap kali mendengar kata cinta yang keluar dari mulut John. Tapi tidak untuk kali ini, Erlita justru muak mendengarnya.
"Kamu nggak akan mungkin menyakitiku, kalau memang benar-benar mencintaiku. kamu nggak mungkin berkhianat Mas. gak akan mungkin." Erlita berkata dengan suara parau. Terlalu sakit sebongkah daging yang ada di dada Erlita kini.
"Mas benar-benar khilaf sayang, Mas nggak berniat menghianati pernikahan kita. sedikitpun. Dan soal video itu, memang benar Mas tadi Memang habis dari Cafe. tapi jangan berpikir macam-macam. Mungkin semua di luar kendali Mas, sudah di bawah pengaruh alkohol.
Memang sebenarnya Mas tadi habis ke rumah Yulianti, tapi kamu Jangan berpikir macam-macam. Mas ke sana cuman mau nganterin anaknya berobat ke dokter nggak lebih. Dan setelah itu mas pergi ke cafe bersamanya.
"Kalian pergi Cafe sementara anaknya sakit? sungguh di miris. Tidak mungkin, kau benar-benar tega melakukannya Mas. John berusaha menjelaskan panjang lebar. sayangnya penjelasan John justru membuat hati Erlita terluka.
"Mas nggak tega ninggalin dia, tapi tega nyakitin aku dan anak anak kita, darah daging mu sendiri? bahkan Mas sudah berulang kali menjalin hubungan dengannya? Erlita mendorong tubuhnya agar menjauh dari tubuh Erlita.
"Tidak seperti itu sayang."
"Lalu bagaimana? bukannya sudah terbukti Kalau Mas berkhianat dengan wanita yang bernama Yulianti itu? bukannya Mas juga sudah mengakui bahwa kalian sudah berbuat lebih jauh? lalu apalagi yang harus aku dengarkan? belum cukuplah semua pengakuan itu untuk menyakitiku? Erlita berdiri dengan kasar. Lalu berjalan cepat menuju kamar depan. Air mata yang semakin mengalir hebat.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."