
Jhon benar benar emosi dipermalukan Yulianti di warung tongkrongannya. Jhon menghidupkan motor NMX miliknya lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi, Tanpa peduli dengan Yulianti.
Yulianti yang tidak terima ditinggal begitu saja oleh Jhon. Langsung meminta seseorang menghantarkannya mengejar agar Yulianti tidak kehilangan jejak. "Aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku. Kau sudah berjanji ingin menceraikan istrimu. Kau pikir aku akan tinggal diam Jhon! oh tidak, aku tidak sebodoh istrimu itu " pekik Yulianti sambil meminta kepada temannya yang ia minta mengejar Jhon.
Ia terus berseru di boncengan dan meminta Anita untuk mempercepat, kecepatan Motornya. "Cepatin dikit lagi Nita, nanti kita kehilangan jejak." ucap Yulianti. Saat ia melihat motor Jhon melaju kearah rumah yang di tempati Erlita dan anak anaknya, Yulianti meminta Anita untuk memperlambat motor yang ia tumpangi.
Ia melihat Jhon memarkirkan motornya di depan rumah sederhana itu, yang mana disana ada warung sembako milik Erlita. Abian melihat papanya datang, padahal sudah sekian lama, Jhon tidak menginjakkan kaki kerumah itu.
Selama ini, Erlita sudah tidak mencari suaminya lagi. Terlalu lelah merasakan sakit hati atas pengkhianatan yang dilakukan suaminya. Ia hanya pasrah bagaimana hubungan rumahtangganya bersama jhon. Yang ia inginkan, bagaimana agar anak anaknya bisa sekolah sampai ke universitas dan kelak ketiga anaknya akan berhasil.
"Loh, papa masih ingat pulang ke rumah ini?" ucap Abian yang baru melihat Jhon masuk kedalam rumah. Jhon menatap Abian dengan tatapan penuh arti. Yulianti datang berteriak teriak memanggil Jhon. Erlita datang menghampiri Yulianti.
"Maaf mbak, jangan berteriak teriak disini, anak saya yang paling bontot sedang tidur. Tolong jangan begini dong. Jika ada masalah kalian selesaikan saja di luar jangan disini.
"Eh diam kamu, perempuan kampungan!" ucap Yulianti yang tak terima di usir dari sana.
"Kenapa mbak jadi marah? mbak yang menggangu ketenangan disini,tapi mbak yang justru marah marah. Masih waras ngak mbak?" ucap Erlita sambil tersenyum sinis. Erlita sudah mengetahui kalau Yulianti yang merupakan selingkuhan suaminya. Tapi dia pura pura bodoh dihadapan Yulianti.
Tiba tiba ibu Anjani datang menghampiri Erlita ditengah tengah teriakan Yulianti.
"Erlita, Wanita ini siapa? Orang gila, apa pengemis?
"Pengemis cinta tepatnya." ucap Sari yang baru nibrug karna mendengar suara ribut dari rumah sari. Yang kebetulan rumah sari dan rumah Ibu Anjani berdekatan. Mereka langganan setia di warung sembako milik Erlita.
__ADS_1
"Diam mulut kamu! nanti mulutmu itu aku koyak."
"Hah!!! mulut aku yang bakalan kamu koyak?
"Ngak salah tuh?
"Yang mulutnya dikoyak itu mulut kamu. Sedari tadi mulut kamu itu ribut di kampung orang. lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum kesabaran kami habis.
"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum Jhon pulang bersamaku."
"Apa?
"Jhon pulang bersamamu?
"Saya istrinya."
"Istri?"
"Kamu sakit ya? sejak kapan kamu istri Jhon? kalau kamu memang istri Jhon ayahnya Abian, mana buktinya. Atau mana surat nikah Kalian." ucap nyonya Anjani skat mat Yulianti.
"Untuk apa kalian meminta bukti dari aku? memangnya kalian siapa!"
"Kamu tidak tau kita siapa?
__ADS_1
"Noh, istri sahnya dan itu ketiga anaknya yang sedang bermain. Jadi kamu jangan ngaku ngaku jadi istri Jhon.
"Aku tidak perduli, yang penting selama ini, dia mana peduli sama wanita kampung ini, yang ia pedulikan aku. Tentunya karna pelayanan ku yang lebih mantap dari wanita kampung ini. Dan dia lebih lama tinggal bersamaku daripada wanita kampungan ini." ucap Yulianti percaya diri.
Erlita tertawa. Ketiga wanita itu tertawa berbarengan. "Kalau suami saya memang cinta dan sayang tulus sama kamu, harusnya kau di halalkan, tidak berhubungan haram seperti yang kalian lakukan selama ini. Jadi kamu tidak perlu menggurui ku, atau mengatakan waktu wanita bodoh lah, wanita kampungan lah. Yang pasti, aku lebih terhormat daripada kamu. Camkan itu!" ucap Erlita dengan tegas tanpa perduli dengan keberadaan Jhon yang berada di belakangnya.
"Oh iya, kamu suami wanita ini? kebetulan kamu disini. Jawab dengan jujur, kamu sudah menikah dengannya?
"Ngomong apa kamu ini?" ucap Jhon
"Ya, dia mengatakan kamu suaminya. Berarti kalian sudah menikah dong." ucap Ibu Anjani.
"Kamu ngapain kesini!" Hah! teriak Jhon kepada Yulianti.
"Eh kalau kalian mau ribut, jangan disini. pergi dari sini, selesaikan masalah kalian. Aku tidak ingin kalian ribut disini. Malu pada Kepling dan Ibu anggota dewan disini." ucap Erlita dengan tegas. Sambil mendorong Jhon keluar bersama Yulianti dan Anita.
Agar mereka segera meninggalkan rumah sederhana milik Erlita, Berharap ketiga anaknya tidak mendengar keributan yang terjadi antara ayahnya Dangan seorang wanita, pemicu keretakan rumah tangga Erlita dan Jhon.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"