
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian membelah jalanan ibukota, akhirnya mereka tiba di rumah. Alangkah terhenyak nya Erlita melihat rumah terbuka lebar. Padahal sebelumnya Abian dan Aska meninggalkan rumah dengan pintu terkunci. Itu dapat dipastikan oleh ibu Anjani. Hingga membuat mereka benar-benar terkejut.
Ternyata di sana ada John dan Yulianti sedang bahagia bercumbu mesra di ruang tamu. Deru nafas naik turun emosi Erlita semakin meluap-luap. Tapi ia berusaha untuk menahan diri agar tidak meluapkan emosinya terhadap kedua insan yang tidak berakhlak itu.
Agar ketiga anaknya tidak merasa bingung apa yang terjadi antara Erlita dan juga John. Walaupun sebenarnya Abian sudah paham. tapi Erlita tahu kalau Aska sama sekali tidak memahami akan hal itu.
Erlita sama sekali tidak berbicara. Ia membawa Arini masuk bersama kedua putranya seolah tidak melihat siapa-siapa duduk di ruang tamu sambil bercumbu mesra. Merasa sudah tidak tahan lagi, Erlita menghubungi Hamdan, untuk segera menggugat cerai John. Apalagi setelah dirinya mendapatkan dukungan dari sang kakak ipar.
Sungguh disayangkan perceraian harus terjadi, anak jadi korban keegoisan orang tuanya. Erlita mengirimkan pesan Whatsapp kepada Abang Karim dan juga Mbak Sukarti. berharap mereka segera datang ke rumah dan melihat Apa yang dilakukan John dan gundiknya di sana.
Memang benar adanya. Tidak menunggu lama Abang Karim datang ke rumah yang selama ini ditempati Erlita. Membuat John dan Yulianti terhenyak melihat kehadiran sang kakak dan kakak iparnya di sana.
Abang Karim menatap tajam ke arah John Kurniawan. Kedua manusia durjana itu terhenyak lalu langsung berdiri melihat kehadiran Bang Karim dan juga Mbak Sukarti.
Prok .....
Prok .....
__ADS_1
Prok.......
Suara tepuk tangan Abang Karim dan juga Mbak Sukarti terdengar jelas di telinga kedua umat manusia yang lagi dimabuk asmara itu.
Sungguh luar biasa lelaki sepertimu memang benar-benar tidak tahu diuntung dan juga pecundang. Entah racun apa yang diberikan oleh wanita murahan ini kepadamu, hingga kamu melupakan istri dan ketiga anakmu. Kedua orang tua kita tidak pernah mengajarkan kita untuk berperilaku Kan istri dan anak-anak kita seperti yang kau perlakukan terhadap Erlita dan juga keponakanku. Dan kau wanita murahan! Apakah kau tidak tahu malu? sudah jelas-jelas pria yang kau kejar itu memiliki istri dan tiga anak. Apakah kau tidak seorang wanita? bagaimana jika kamu diperlakukan seperti itu? sungguh luar biasa benar-benar kalian tidak punya akhlak.
"Kakak!!! teriak Jhon Kurniawan merasa Yulianti direndahkan oleh Abang Karim.
"Tidak perlu berteriak kepadaku! kalian berdua akan merasakan akibatnya apa yang kalian lakukan. Apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai. Ingat pepatah itu bukan main-main dan asal diucapkan oleh orang tua dulu.
Sebelum amarahku semakin memuncak, lebih baik kalian pergi dan enyah dari sini." teriak Abang Karim. Sementara Erlita hanya diam saja dan ketiga anaknya tidak diperbolehkannya keluar dari kamar agar tidak melihat apa yang terjadi di ruang tamu. Tetapi walaupun kayak gitu Abian mendengarkan segalanya.
Abang Karim kehilangan kendali. Ia pun melayangkan tamparan ke wajah tampan John yang sudah tampak kesal melihat John yang menentang dirinya, dan tidak menghormati Abang Karim selaku kakak kandungnya. Padahal Apa yang dilakukan oleh Abang Karim, untuk kebaikannya sendiri tapi ia sudah dirasuki setan oleh Yulianti.
Tiba-tiba suara seseorang mengalihkan atensi mereka. Hamdan datang ke rumah itu, dan meminta kepada Jhon untuk segera menghadiri persidangan pertama gugatan perceraian yang dilayangkan Erlita terhadapnya.
Karena sebelum Erlita menghubungi Hamdan, Abang Karim sudah terlebih dahulu menghubungi Hamdan untuk segera menangani kasus perceraian antara Erlita dan juga John.
__ADS_1
John tertawa ngakak, begitu juga Yulianti, merasa puas karena sebelum mereka melayangkan gugatan cerai Erlita, yang ternyata terlebih dahulu melayangkan gugatan itu. Mereka merasa akan menang mendapatkan rumah yang ditempati oleh Erlita dan ketiga anaknya.
Ini yang aku tunggu-tunggu, Aku akan segera menandatanganinya. Sini suratnya." ucap John senyum sumringah merasa bahagia akan bercerai dengan Erlita.
Yulianti wanita yang tidak memiliki harga diri dan akhlak itu, merasa dirinya paling bahagia karena berhasil mendapatkan John Kurniawan seutuhnya. Dan ia merasa akan memiliki hak atas rumah yang ditempati Erlita. Bayang-bayang dirinya yang akan menempati rumah itu dan tidak akan tinggal di rumah kontrakan lagi sudah membuat dirinya senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
John langsung menandatangani surat perceraian itu, tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Hamdan mengedipkan matanya kepada Abang Karim menandakan kalau misi mereka akan berhasil. "Akan Aku pastikan Erlita akan memenangkan hak asuh ketiga anaknya dan rumah ini akan menjadi milik Erlita dan ketiga anaknya." ucap Hamdan setelah dirinya berpamitan, dan dihantarkan langsung ke pintu depan oleh Abang Karim. membuat Abang Karim meyakinkan kalau Hamdan akan berhasil memenangkan kasus perceraian ini.
Tak tahu malu wanita yang ingin menjadi istri muda John Kurniawan masih bergelayut manja duduk di sofa bersama John Kurniawan. Merasa tidak tahan melihatnya Abang Karim Langsung kembali memberikan tamparan kepada Jhon. "Jika kau tidak menghargai istrimu, setidaknya kau menghargai ketiga anakmu Dan juga menghargai ku dan Kakak iparmu! Kenapa kau sanggup melakukan seperti ini di hadapan kami?" dasar Memang kau tidak punya akhlak dan perikemanusiaan!!! amarah Abang Karim semakin memuncak tapi sepertinya John tidak peduli. Apalagi dengan Yulianti.
Kini giliran Mbak Sukarti yang berbicara. Mbak Sukarti yang dikenal dengan kelemahan-lembutannya menghampiri Yulianti."Aku dengar nama kamu Yulianti. nama yang cantik, sama seperti orangnya benar cantik. Tapi hatinya tidak cantik! dan busuk bau bangkai sampai menerima ke rongga hidungku. Ingat Sayang, sekarang kau berbahagia di atas penderitaan adik iparku dan ketiga keponakanku. Tapi ingatlah suatu saat lagi kamu akan menerima apa yang kamu lakukan ini. Bahkan lebih parah lagi. camkan itu!!!
Jika kau tidak percaya, kita lihat saja nanti." ucap Mbak Sukarti sambil langsung meninggalkan mereka di sana, dan menarik tangan suaminya untuk segera keluar dari rumah itu. "Kita pulang mas, ngapain kita di sini melihat kedua orang yang tidak punya akhlak ini. Aku tidak Sudi mata suciku menatap orang durjana seperti itu. Cukup adik iparku yang tersakiti bersama keponakanku. Jangan jangan juga mata suci kamu ternoda oleh kelakuan mereka." ucap Mbak Sukarti sembari langsung berpamitan kepada Erlita dan ketiga keponakannya untuk segera kembali ke rumah yang selama ini mereka tempati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."