MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 67. BERBAGI _ MIDJ


__ADS_3

"Iya, seandainya aku pun di posisi Nyonya Yulianti, Aku akan melakukan hal yang sama. karena sudah pasti aku tidak sanggup mendapatkan siksaan seperti itu. Astaga, sungguh tidak bisa aku bayangkan Bagaimana Yulianti menjalani hari-harinya dengan pria yang memiliki kelainan yang sangat luar biasa itu." ucap salah satu asisten rumah tangga yang tampak melihat Tuan mereka marah membabi buta.


"Sssst.... jangan berisik, Aku tidak ingin pembicaraanmu itu didengar oleh Tuan yang dapat memancing kemarahannya kembali. Apa kamu mau menjadi bulan-bulanannya nanti?" ucap rekannya membuat para asisten rumah tangga itu langsung terdiam.


Sementara di tempat lain Erlita sedang berlalu dari rumah sederhana yang selama ini mereka tempati menuju pasar tradisional dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Tanpa ia sengaja ia melihat seseorang yang sangat ia kenal. Rizky Putra dari Yulianti memang dikenal oleh Erlita karena beberapa kali Yulianti membawa mereka menemui John Kurniawan saat Yulianti masih menjalin hubungan dengan John kala itu.


Ia melihat Rizki tampak berpenampilan acak-acakan dan tubuhnya sudah tidak terurus, membuat Erlita mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa tiba-tiba Rizki sampai berpenampilan buruk seperti itu. Ingin rasanya Erlita menghampiri Rizki, tapi ia mengurungkan niatnya karena membayangkan Bagaimana rasa sakit yang diperbuat oleh Yulianti terhadapnya, di masa lalu. Memang Erlita sudah mencoba Untuk melupakan itu semua, tapi bagaimanapun luka lama itu pasti akan teringat kembali.


"Kenapa Rizky ada di sini? dan mengapa penampilannya seperti itu?" gumamnya dalam hati. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Rizki. Rizki pun memberikan bungkusan yang sama sekali Erlita tidak mengetahui apa isi dalam bungkusan itu. Setelah itu, orang yang menaiki sepeda motor itu, langsung melaju dengan kencang kemudian Rizki pun berlalu dari sana.


Erlita menjadi curiga kalau Rizky sudah terjerumus ke pergaulan bebas. "Jangan jangan Rizki sudah terjerumus ke pergaulan bebas, dan itu lelaki sepertinya laki-laki yang tidak baik." gumam Erlita ketika melihat laki-laki yang menghampiri Rizki sebelumnya dan pergi meninggalkannya begitu saja.


"Ah sudahlah, ngapain aku pikirkan. Lebih baik aku belanja barang daganganku saja, sambil belanja bahan makanan yang akan aku masak nanti, Agar anak-anakku makan dengan lahap. gumam Erlita sambil kembali melanjutkan kuda besinya hingga dirinya tiba di pasar tradisional.

__ADS_1


Erlita membelanjakan barang dagangannya, setelah itu, ia pun membelanjakan bahan makanan untuk ia olah, agar mereka dapat bersantap ria di rumah bersama ketiga putra-putrinya.


"Wah barang belanjaanku, Sepertinya aku tidak bisa membawanya Sendiri. Lebih baik aku menggunakan becak bermotor saja untuk membawa barang ku ini." gumam Erlita dalam hati sembari langsung menyetop becak bermotor yang kebetulan melintas di hadapan toko tempat Erlita belanja.


Abang becak itu berhenti seketika. lalu Erlita meminta kepada Abang becak, untuk mengangkat barang dagangannya naik ke dalam becak dan menghantarkannya ke alamat rumah milik Erlita. Ketika barang-barangnya sudah dimasukkan ke dalam becak bermotor, Erlita melajukan kuda besinya dan diikuti oleh abang becak.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Mereka pun tiba di rumah. Tampak Arini, Aska, dan Abian menyambut kedatangan Erlita di halaman rumah.


Apalagi dengan Arini, ia langsung menyodorkan tangannya kepada Erlita ketika Erlita sudah menghentikan motor miliknya. berharap Erlita langsung menggendong putrinya Arini. Erlita tampak gemas melihat Arini yang begitu merindukannya. Padahal baru sekitar satu jam ia tinggalkan untuk belanja ke pasar tradisional, tapi putrinya itu terus saja ingin dimanja oleh Erlita.


Dengan antusias Abian dan Aska membantu abang becak mengangkat barang dagangan itu ke dalam warung sembako milik mereka. sesudah itu Abian dan Aska menyusunnya satu persatu. Membuat Erlita begitu bahagia melihat kedua putranya yang tampak antusias membantu dirinya.


"Mas, ini ongkosnya Terima kasih ya." ucap Erlita sambil menyodorkan Uang pecahan dua puluh ribu kepada Abang becak. Sambil menggendong putrinya Arini yang tampak masih setia di gendongan Erlita. Abang becak berlalu dari sana setelah menerima uang ongkos yang diberikan oleh Erlita.

__ADS_1


"Ibu bawa apa? apa ibu membawa makanan untuk Arini? tanya Arini dengan nada memelas kepada ibunya.


" Putri Ibu yang cantik, kamu tidak perlu khawatir. Ibu pasti selalu membawa jajan untukmu." ucap Erlita sambil mengambil beberapa makanan dari dalam keranjang belanjaannya. Dan memberikannya kepada Arini, meminta kepada Arini agar membagikan makanan itu juga kepada kedua putranya.


Arini yang tampak senang mendapat makanan yang dibawa oleh Erlita langsung berlalu meninggalkan Erlita, menuju kakaknya Aska dan Abian yang sedang asyik menyusun barang dagangan yang dibawa Erlita sebelumnya.


"Kak ibu bawa jajanan ini untuk kakak Aska dan kakak Abian ya. Dan yang ini untuk Arini ." ucap Arini sambil tertawa cengengesan menatap kedua kakaknya. Aska dan Abian tidak pernah komplain walaupun bagian Arini yang selalu lebih banyak jika Erlita membeli makanan apapun dari luar. Aska dan Abian tampak memahami Arini masih terlalu kecil untuk memahami yang namanya berbagi adil sehingga mereka terima saja walaupun bagian Arini yang selalu lebih banyak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2