
Alina menghentikan kuda besinya di depan rumah sederhana. Tapi tampaknya rumah itu masih terawat dan layak di huni. Mobil itu pun berhenti di sana. Alina meminta sopir untuk mengangkat barang-barang itu masuk ke dalam rumah. setelah Alina membuka pintu rumah itu.
Alina meminta kepada sopir itu agar tidak memberitahu kemana ia mengangkat barang-barang milik anak-anak yulianti kepada siapapun. Karena tidak menutup kemungkinan Baskoro akan menelusuri keberadaan Yulianti hingga ke rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh anak-anak Yulianti dan Yulianti sebelum dirinya menikah dengan Baskoro.
"Tante, sekarang kita sudah tiba di sini. Tolong ceritakan Mengapa tante tergesa-gesa meminta kami pindah dari sana?tanya Leo penasaran.
Alina menghela nafas panjang. Ia Pun perlahan menceritakan apa yang terjadi. membuat Leo terhenyak bukan kepalang. Ia tidak menyangka ibunya menderita itu di luar sana demi memberikan nafkah untuk mereka.
"Jadi ibu melakukan itu hanya untuk kami? Sekarang Ibu di mana Tan ?
"Ibu kalian baik-baik saja, kamu tenang saja. Tante sudah mengirimkan Ibu kalian ke rumah saudara tante, agar pria itu tidak mengetahui keberadaan ibu kalian, yang bisa membuat Ibu kalian kehilangan nyawanya. Jadi tolong pahami situasi ini." ucap Alina kepada Leo yang dibalas anggukan dari Leo.
Tiba-tiba saja Rizki menghubungi nomor ponsel milik Leo. Karena dirinya mendapatkan pesan Whatsapp dari Leo.
Kring .....
Kring ....
Kring....
Suara deringan ponsel milik Leo terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya, kalau Rizki yang menghubungi dirinya. Kemudian Leo meraih ponsel yang ada di saku celananya. Memang masih terlalu kecil Leo menghadapi masalah yang berat seperti ini. Tapi apa mau dikata, kehidupan harus berjalan terus apa adanya.
Leo langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Rizky.
"Kakak dari tadi aku telepon kakak, kakak tidak angkat. Terus pesan Whatsapp ku juga tidak kakak balas. Kakak ke mana saja?
"Kakak baik-baik saja, jika kamu memang pindah, pindah saja. Kakak sudah besar kamu nggak usah mikirin Kakak. Kakak bisa jaga diri sendiri." ucap Rizky enteng
__ADS_1
Leo sengaja menghidupkan speaker ponselnya agar Alina dapat mendengarnya.
"Ya sudah, kalau itu prinsip dia. Tidak apa-apa, toh pria itu mungkin tidak mengenal Rizki, bukan? Rizky saat ini sudah tampak dewasa Jadi mungkin pria itu tidak mengenalinya. Tante mengkhawatirkan kamu karena kamu yang selalu tinggal di rumah sementara Rizki lebih sering tinggal di luar. sehingga tante meminta kamu untuk segera pindah.
"Oh iya tante, Terus bagaimana dengan sekolah Leo?
"Kalau masalah sekolah, tidak perlu kamu pikirkan. Di sini ada juga sekolah yang dekat dari rumah ini, nanti biar tante yang urus semuanya." ucap Alina meyakinkan Leo.
Sementara di tempat lain, Baskoro yang sudah selesai melakukan pertemuan dengan Kuncoro, Ia pun melanjutkan tugasnya sebagai pimpinan perusahaan miliknya, karena ia Melihat jarum jam Masih Ada Waktu, sebelum Yulianti menyelesaikan perawatannya di salon milik Merry. Sehingga ia memilih untuk memantau perkembangan perusahaan miliknya ke kantor terlebih dahulu, sebelum dirinya menjemput Yulianti.
Sementara Di rumah milik Abang Karim Abang Karim sedikit emosi kepada John Kurniawan.
"Kamu ini apa-apaan sih Jon? buat malu saja. lagian itu bukan urusan kamu, jika Erlita memiliki hubungan dengan pria lain. Itu sudah tidak hakmu lagi melarang Erlita.
"Apa kamu sadar apa yang kamu perbuat itu telah menyakiti hati Erlita, dengan menuduhnya berniat menikah dengan pria lain. Lain kali kamu jangan seperti itu, jangan membuatku malu di hadapan Erlita. nanti Erlita menilai kalau kakak tidak pernah mengajarimu.
"Ada apa mas? Kenapa Mas seperti emosi?" tanya Sukarti penasaran.
"Nggak usah bertanya lagi, kamu juga mendengarnya tadi, bukan? kalau dia telah menuduh Erlita mau menikah lagi dengan pria lain.
"Iya, aku mendengarnya. Lagian Mas ngapain emosi? biarin aja lah mungkin John masih sangat mencintai Erlita, sehingga dirinya tidak rela Erlita hidup bersama dengan lelaki lain.
"Jika memang dia mencintai Erlita, mengapa dia tega berkali-kali mengkhianatinya. Dan mengapa dia selama ini lari dari tanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah, sebelum perceraian itu terjadi?" makanya dari awal sudah aku katakan hukum tabur tuai itu pasti ada. Lihat, apa yang kamu terima saat ini.
Wanita yang kamu sanjung-sanjung selama ini, tidak pernah mau tahu denganmu. Entah di mana sudah rimbanya sekarang. D,ia yang memicu keretakan rumah tangga kalian tapi dia juga tidak peduli sama kamu, yang kamu katakan Dia sangat mencintaimu." ucap Abang Karim yang sangat emosi melihat tingkah John yang tanpa kesal jika Erlita dekat dengan pria lain.
Sekali lagi aku tegaskan kepada kamu, Erlita berhak hidup bahagia. Entah itu hidup bersama pria lain, atau sama siapa saja. Yang pasti dia berhak Bahagia." ucap Abang Karim sambil langsung meninggalkan John Kurniawan di sana. Sepeninggalan Abang Karim, Mbak Sukarti mendekati Jhon.
__ADS_1
"Katakan yang sebenarnya, jangan kamu tutup-tutupi dari Mbak. Apa kamu masih sangat mencintai Erlita?" tanya Mbak Sukarti yang tampak serius.
John Kurniawan tidak langsung menjawab Dia memilih diam. "Kenapa kamu diam? Jika kamu tidak mencintai Erlita, Mengapa kamu marah jika dia menjalin hubungan dengan lelaki lain? kalian kan, tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan kamu juga tidak berhak marah kepada Erlita.
"Apa kamu mengetahuinya, setelah perceraian itu terjadi kamu tidak berhak melarang Erlita berbuat apapun." ucap Mbak Sukarti mengingatkan kembali setelah Apa yang diucapkan oleh Abang Karim kepada John.
"Aku memang masih sangat mencintainya, tapi aku terlambat menyadarinya kalau Erlita lah wanita yang terbaik untukku dan ketiga anakku." Mbak Sukarti senyum sinis menatap John Kurniawan.
Sebenarnya Mbak Sukarti selama ini membantu John itu, semata-mata karena dirinya merupakan adik iparnya. Kalau dikatakan Mbak Sukarti juga membenci sikap buruk John terhadap Erlita. Karena bagaimanapun Mbak Sukarti seorang wanita. Dia mengetahui betapa sakitnya hati Erlita selama ini, atas apa yang dilakukan John kepadanya.
Tiba-tiba Gibran datang menghampiri Mbak Sukarti. "Bu sepertinya Gibran tidak pulang beberapa hari ke depan." ucap Gibran memberitahu.
"Memangnya Ada apa nak? Kenapa kamu tidak akan pulang beberapa hari ke depan?" tanya Mbak Sukarti penuh selidik.
"Aku dan tim ditugaskan oleh atasan untuk melakukan misi memberantas peredaran narkoba di kota ini, dan sepertinya target sudah diketahui, aku juga ikut di dalamnya untuk melakukan misi itu." ucap Gibran kepada mbak Sukarti.
"Berhati-hatilah nak, karena kamu tahu sendiri orang-orang seperti itu pasti memiliki kekuatan dan juga anak buah yang dapat mereka andalkan, sehingga mereka ke terjun ke dunia hitam seperti itu. Ibu tidak mau kamu kenapa-kenapa, lakukan tugasmu sebagai aparatur negara. Jangan kamu terlena dengan sogokan sogokan yang diberikan orang-orang kepadamu, tegakkan hukum setegak tegaknya.
" Hukum orang, jika orang memang bersalah. Jangan kamu gelap mata melihat uang. Jika memang bersalah tidak salah kalau dihukum. Jadi ibu mohon kepada kamu, sebagai kamu seorang penegak hukum, kamu harus melakukan tugas dan tanggung jawabmu dengan baik." ucap Mbak Sukarti memberikan nasehat kepada putranya. Tak lupa Mbak Sukarti selalu mendoakan agar tugas putranya berjalan dengan lancar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1