MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 27. LAYANAN LUAR BIASA _ MIDJ


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Abian bergeliat ia mengucap kedua netranya menatap langit-langit yang ada di kamarnya. Ia melihat di sebelahnya Aska masih tertidur pulas lalu ia melirik jarum jam yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul 04.45 pagi . Abian bangkit dari tempat duduknya lalu masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Abian anak yang Saleh. Ia menunaikan tugasnya sebagai seorang umat muslim. Setelah ia melakukan salat subuh, Ia keluar dari kamarnya berniat menghampiri Erlita yang ia dengar sudah , menuju dapur ia melihat Erlita sudah selesai mencuci piring dan pakaian. Kini Erlita sudah tinggal memasak lauk untuk anak-anaknya hari ini.


"Putra Ibu sudah bangun? tanya Erlita kepada putranya Abian yang baru saja menyapa dirinya. "Iya bu, ibu mau masak apa?"tanya Abian sambil langsung mendekati Erlita ke dapur.


"Hanya masak ayam goreng saja dan tumis kangkung. Tidak apa-apa kan nak? soalnya hanya ada ini, bahan makanan yang tersisa di kulkas. Makanya itu yang ibu masak.


"Tidak apa-apa Bu, ini saja sudah cukup kita syukuri aja apa yang ada. Ini rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga dagangan ibu laris Manis hari ini, ya." ucap Abian penuh harap sembari langsung memeluk Erlita.


Erlita membalas pelukan Abian. Abian memang paling mengerti apa yang ada di dalam isi hati Erlita. Walaupun Abian masih anak kecil tetapi pemikirannya cukup dewasa dalam menghadapi segala persoalan yang ia lihat terhadap kedua orangtuanya.


Kini usia Abian sudah sebelas tahun dan sudah duduk di bangku kelas Lima SD. sedangkan Aska masih duduk di bangku kelas satu SD membuat pengeluaran Erlita semakin hari semakin bertambah.


"Adik kamu sudah bangun belum?


"Belum bu, sepertinya dia masih tertidur pulas." ucap Abian sambil meraih sapu dan Abian langsung membersihkan rumah dan pekarangannya.


Kini giliran Aska sudah bangun. Dan ia langsung menghampiri Erlita yang baru siap menghidangkan menu makanan di atas meja.


"Loh Aska sudah bangun?" kok telat bangunannya nak? jadi telat sholat Subuh kan." ucap Erlita. Aska hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna dirinya merasa bersalah telah bangun dan tidak menunaikan tugas sebagai umat muslim lagi ini.


"Maafkan Aska ya Bu, besok besok ngak gitu lagi deh. Lagian kakak kok ngak bangunin Aska sih." gerutu Aska.


"Ngak boleh ngalahin kakak sayang, mungkin kakak kasihan sama kamu, karna kamu masih tertidur pulas. Makanya lain kali tidurnya jangan agak larut." ucap Erlita yang di balas anggukan dari Aska.

__ADS_1


"Hua....Hau..Hua.. Ibu!!!!! tangis Arini yang baru bangun dari tidurnya. Ia menangis karna tidak mendapati Erlita di sampingnya. Erlita langsung berlari meninggalkan Aska di meja makan menuju kamar. Ia takut Arini jatuh dari atas tempat tidur.


Dan benar saja Arini tidak bisa turun dari tempat tidurnya. Sehingga dia menangis


Erlita langsung meraih tubuh Arini kepelukannya. "Cup...cup...cup, Diam sayang, ini ibu. Ibu Tidak kemana-mana kok." ucap perlita sambil menggendong tubuh mungil putrinya Arini.


"Ibu....Hua...Hua"


"Sudah Jangan menangis Lagi. Ada ibu di sini. Maafkan Ibu telah meninggalkanmu untuk mengerjakan pekerjaan. Ayo sayang kamu pasti sudah lapar, kan?" Ayo kita makan." ucap Erlita


Arini menggelengkan kepalanya.


"Arini mau minum susu," ucapnya masih jalan kas suara anak kecil.


Erlita masih bersyukur karena ketiga anaknya benar benar bisa ya arahkan. Ketiga anaknya juga anak yang penurut. Bahkan Abian yang masih duduk di bangku kelas Lima SD sudah dapat diandalkan oleh Erlita. Jika Erlita membutuhkan bantuan Abian menjaga warung sembako miliknya, jika ada pekerjaan penting yang tak bisa ditinggalkan.


Kini Aska dan Abian sudah selesai melakukan ritual mandinya, dan menggunakan seragam sekolah. Keduanya datang menghampiri Erlita dan Arini yang berada di meja makan sederhana.


Abian dan Aska duduk. Satu persatu Erlita menyendok makanan untuk ketiga anaknya. Setelah memanjatkan doa, baru mereka menyantap menu makanan untuk sarapan pagi. lalu Erlita juga menyiapkan kotak bekal untuk kedua anaknya. Setelah selesai menyantap menu makanan yang ada di atas meja. Kini Aska dan Abian sudah berangkat ke sekolah.


Sedangkan Erlita sibuk dengan dagangannya yang ada di dalam kios bersama Arini di gendongannya.


Sementara di tempat lain Yulianti dan John masih saja berseteru karena John tak kunjung memenuhi janjinya kepada Yulianti. "Sudahlah sayang, tidak perlu ribut-ribut lagi." ucap John kepada Yulianti. Karena ia sudah bosan ribut bersama gundiknya itu.


John masuk ke dalam rumah yang selama ini ditempati oleh Yulianti dan kedua anaknya. John memberikan uang jajan kepada kedua anak Yulianti. Lalu mereka pun pergi ke sebuah warung yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah itu.

__ADS_1


Sementara John langsung menarik tubuh Yulianti. Mungkin karena dirinya Sudah lama tidak mendapat pelayanan dari Yulianti dan juga Erlita. "Aku kangen sama kamu Sayang." ucap Jhon sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Yulianti. Yulianti menatap tajam kepada John, yang tak kunjung memenuhi janjinya ingin menceraikan istrinya.


"Aku pasti melayani mu, tapi dengan satu syarat kau harus segera menceraikan istrimu dan nikahi aku segera. Aku akan melayani mu semampu mu. Aku tidak akan keberatan berbagai macam gaya juga aku dapat melakukan asal kamu puas."


John mengembangkan senyumnya menatap Yulianti dengan Tatapan yang sulit diartikan. John mengiyakan karena hasrat yang ada di dalam tubuhmu sudah tidak dapat terbendung lagi. Hingga John berlangsung melahap bibir manis Yulianti. Kini keduanya sudah berada di dalam kamar, melakukan layaknya suami istri. Memang benar, kalau masalah di atas ranjang Yulianti jagonya.


Ia mampu melakukan berbagai macam gaya di atas ranjang yang mampu memuaskan Jhon yang tak didapatkan John dari istrinya, mungkin Yulianti karena sudah terbiasa melayani laki-laki hidung belang saat bekerja menjadi waiters salah satu Cafe remang-remang. Membuat dirinya pun memahami segala berbagai macam gaya yang dapat ia lakukan di atas ranjang.


Kini John sudah benar-benar mencapai puncaknya. Membuat dirinya begitu bahagia telah dapat menuntaskan hasrat yang ia miliki kepada wanitanya. Kini giliran Yulianti yang menuntut dirinya agar segera menceraikan Erlita.


"Pokoknya, aku nggak mau tahu! kamu harus segera menceraikan istrimu itu. Dan pastikan kamu yang mendapatkan rumah yang mereka tempati. Aku tidak mau tinggal di rumah kontrakan ini lagi." ucap Yulianti penuh dengan penegasan kepada John.


"Kamu harus sabar dulu, semuanya butuh proses." ucap Jhon


"Dari dulu Mas selalu mengatakan aku sabar. Dan sudah sekian lama Mas tak kunjung menceraikan Erlita." ucap Yulianti sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher John.Berharap John memenuhi segala janjinya kepada Yulianti.


John mengembangkan senyumnya. "Sabar ya Sayang." ucap John seolah-olah lupa apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Yulianti telah mempermalukannya di lingkungan rumah yang ditempati oleh Erlita bersama ketiga anaknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."

__ADS_1


__ADS_2