
Setelah Erlita dan Hamdan Begitu juga dengan Arini selesai menyantap menu makanan yang telah disediakan oleh pihak restoran, kini ketiganya pun berlalu dari sana. Tentunya setelah Hamdan menyelesaikan pembayaran menu makanan yang mereka santap.
Tampak Yulianti terus mengikuti kemana langkah Mereka pergi seolah Yulianti memang benar-benar kepo akan apa yang dilakukan oleh Erlita selama ini. Memiliki uang banyak membuat Yulianti dapat melakukan apapun. Sehingga dia tidak kewalahan jika dirinya harus mengikuti Erlita ke mana saja, bersama dengan Hamdan.
Hamdan tampak sudah menyadari ada seseorang yang mengikuti mereka. Sehingga Hamdan pun memilih untuk menghindar dari Yulianti agar Yulianti tidak mengetahui Kemana mereka pergi.
"Mas Kenapa tiba-tiba kita ke sini?" tanya Erlita penuh selidik. Nanti akan aku ceritakan. jika aku beritahu sekarang kamu tidak akan memahaminya." ucap Hamdan sambil langsung masuk ke dalam mobil miliknya, membawa Erlita dan Arini pergi dari mall itu sehingga Yulianti pun kehilangan jejak.
Sepanjang perjalanan Erlita masih tetap bertanya kepada Hamdan. "Kenapa Mas tampak buru-buru pergi dari sana? Memangnya ada apa?" tanya Erlita yang yang tak kunjung mendapat jawaban dari Hamdan.
Kemudian Hamdan pun memberitahu kepada Erlita kalau saat itu mereka diikuti Yulianti. Sepertinya Yulianti memiliki rencana buruk terhadapmu." ucap Hamdan yang mampu membuat Erlita terhenyak.
"Tapi tunggu dulu, Mengapa Yulianti memiliki rencana jahat terhadapku? Memangnya salahku apa padanya? seharusnya aku yang menaruh dendam terhadapnya, Karena dia sudah merebut suamiku dulu." ucap Erlita Kepada Hamdan.
" Dia merasa telah kita kalahkan, sehingga dia ingin membalaskan dendam terhadapmu. Dia tidak memiliki Jon Kurniawan saat ini, sehingga ia pun ingin melampiaskan kekesalannya terhadapmu. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa, jadi kita lebih baik menghindar dari manusia seperti itu." ucap Hamdan kepada Erlita berharap Erlita lebih hati-hati jika bertemu dengan Yulianti.
Di tempat lain seperti biasanya John Kurniawan menghabiskan hari-harinya untuk memposting produk-produk yang dijual oleh Abang Karim dan Mbak Sukarti. Komisi yang didapatkan oleh John Kurniawan dari produk yang terjual olehnya dengan jumlah yang banyak, membuat rekening John Kurniawan pun semakin gendut.
Tidak bisa dipungkiri kini John Kurniawan sudah mampu mengumpulkan uang sebesar seratus lima puluh juta. Dan uang itu akan ia gunakan untuk pendidikan ketiga anaknya. Ia tidak ingin Erlita kesusahan sendiri untuk menyekolahkan Abian, Aska dan Arini.
Di samping untuk biaya sekolah ke-3 anaknya Ia juga berniat untuk melakukan pengobatan Ke negeri Jiran Malaysia. Siapa tahu dengan dirinya berobat di sana, kakinya dapat pulih kembali. Hingga Ia pun meminta kepada Abang Karim untuk segera menguruskan dokumen terkait untuk melakukan pengobatan ke sana.
Abang Karim dan Mbak Sukarti juga menyetujui keinginan John yang ingin berobat ke negeri Jiran Malaysia. Karena abang Karim menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan oleh John. Ia juga menginginkan John dapat pulih kembali.
__ADS_1
Setelah dokumen John Kurniawan selesai diurus oleh abang Karim, John pun langsung berangkat ke negeri Jiran Malaysia, untuk melakukan pengobatan. Berharap kakinya dapat pulih kembali, seperti biasa. Tapi sudah beberapa kali melakukan pengobatan di sana tak kunjung menunjukkan perkembangan.
****
Dia tahun sudah berlalu. Kini kondisi ekonomi John sudah semakin membaik. Ia juga sudah beberapa kali melakukan pengobatan hingga keluar negeri tapi apa daya sepertinya Belum menunjukkan hasil.
John Kurniawan masih saja tidak dapat menggerakkan kaki kanannya dan ia juga harus menelan pil pahit setelah dokter dari negeri Jiran Malaysia, memberitahu kalau kaki John sudah lumpuh permanen dan tidak akan bisa pulih kembali.
John menghela nafas panjang setelah mendengar hasil pemeriksaan dokter ahli di bidangnya. Kalau dirinya memang benar-benar sudah lumpuh permanen walaupun John sudah melakukan pengobatan hingga beberapa kali. Tetapi Abang Karim selalu memberikan semangat kepada John agar tidak pesimis, dia harus tetap optimis walaupun dokter mengatakan kalau dirinya lumpuh permanen.
"Kamu tidak perlu sedih seperti itu, lihat walaupun kondisi kamu seperti ini kamu masih bisa mencari nafkah.Tidak perlu harus minder kepada setiap orang. Masih banyak orang yang lebih parah darimu. Serahkan semuanya kepada sang maha kuasa, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Apapun bisa terjadi walaupun dokter mengatakan kalau kamu akan lumpuh permanen, itu tidak menjadi patokan. Yang penting sekarang kamu berdoa sungguh-sungguh dan tetap berpengharapan." ucap Abang Karim kepada John. Memotivasi John agar tidak terlalu memikirkan kondisinya saat ini.
John sangat bersyukur memiliki Kakak dan kakak ipar yang tampak terus sabar mendampingi dirinya. "Tapi jika kondisiku seperti saat ini, Apa mungkin ketiga anakku tidak malu mengakui aku sebagai ayahnya?" tanya John kepada Abang Karim.
" Kamu ini bagaimana sih? Apakah kamu lihat di ketiga anakmu ada seperti itu selama ini? Abian sekarang sudah duduk di bangku SMA sejauh ini Abian belum pernah mengatakan kalau dirinya malu memiliki Ayah seperti kamu. Bahkan ia kerap sekali memposting kebersamaan kalian di salah satu akun sosial miliknya. Jadi kalau kakak mengatakan mereka tidak pernah merasa malu memiliki Ayah sepertimu. Kamu jangan terus berpikiran negatif, jika itu belum terjadi. Kamu harus tetap berpikir positif. Sedangkan Erlita saja tidak pernah merasa malu mengatakan kalau kamu itu mantan suaminya kepada setiap orang.
"Kamu mau kakak Jawab jujur atau tidak?" tanya abang Karim kepada John. John menggangguk meminta sang kakak untuk jujur mengatakan sesuatu kepadanya.
"Sebenarnya Erlita tidak mau kembali kepadamu, bukan karena kamu dalam kondisi cacat seperti ini. Tapi karena kesalahan yang telah kamu lakukan itu cukup menyakitkan. Mungkin Jika kakak di posisi Erlita, aku juga akan melakukan hal yang sama.
Sekarang Kakak kembalikan kepadamu, jika posisi Erlita ada di kamu saat itu, apa yang harus kamu lakukan saat ini? tanya abang Karim kepada John Kurniawan. John terdiam. ia tidak menjawab, lalu seberapa menit kemudian Ia pun mengakui kalau kesalahannya itu sudah tidak mungkin dapat dimaafkan.
"Nah, itulah yang dilakukan oleh Erlita saat ini. Jadi jangan kamu salahkan dia tidak dapat menerimamu kembali menjadi suaminya." ucap Abang Karim kepada John yang dibalas anggukan dari Jhon.
__ADS_1
Sementara kondisi Yulianti saat ini sangat memprihatinkan. Kerap sekali mendapat siksaan dari Baskoro membuat dirinya saat ini kurus kering. Walaupun dia dilimpahi dengan harta kekayaan.
"Kamu dari mana saja? aku sudah mengatakan kepada kamu Jika kamu bepergian ke mana-mana kau harus didampingi oleh para pengawal, Apa yang kamu lakukan di luar sana? teriak Baskoro yang marah membabi buta terhadap Yulianti. karena Yulianti tidak menyadari kalau dirinya diikuti oleh anak buah Baskoro selama ia pergi ke mana saja, tanpa di ketahui oleh Yulianti.
Yulianti berusaha untuk mendekati Hamdan saat ini, tanpa ia sadari Baskoro juga mengetahui yang apa yang ia rencanakan sehingga Baskoro marah besar kepadanya.
"Aku hanya pergi ke salon, kamu kan sudah janji kalau aku bisa pergi ke salon untuk mempercantik diriku." sahut Yulianti tentunya dia berbohong
Plak ...
plak....
Baskoro memberikan tamparan di wajah cantik Yulianti. Tidak puas hanya menggunakan tangan, akhirnya Baskoro membuka ikat pinggangnya lalu memberi sabetan ke tubuh Yulianti hingga Yulianti menangis histeris. Meminta ampun kepada Baskoro.
Tetapi Baskoro yang sudah emosi tingkat dewa. Ia terus menghajar Yulianti yang sudah berbohong terhadapnya. Ia merasa sudah memenuhi keinginan Yulianti selama ini, tapi sepertinya Yulianti tidak pernah merasa puas sehingga amarah Baskoro tidak dapat dikendalikan.
Anak buah Baskoro tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga mereka hanya diam menatap dan mendengar jeritan tangis Yulianti. Karena disiksa oleh Baskoro. Tangan Yuliati diikat, kakinya juga diikat. Ia pun terus memberikan pukulan demi pukulan di bagian punggung, kaki, dan juga kepala Yulianti. hingga Yuliati pun jatuh pingsan.
Setelah Yulianti jatuh pingsan, Baskoro masih saja menyetubuhi wanita itu tanpa peduli apa yang dirasakan oleh wanita itu saat ini. Setelah hasratnya tersalurkan Baskoro meminta kepada anak buahnya, untuk mengurus Yulianti lalu ia pergi dari sana menuju rumah utama."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN