
Erlita berusaha untuk menenangkan dirinya. Abang Karim minta Erlita untuk datang ke ruang rawat inap John Kurniawan. Yang mana Di sana ada Abian dan juga Aska. Erlita sama sekali tidak mengetahui kalau John Kurniawan mengalami kelumpuhan.
Dengan langkah ragu, Erlita memasuki ruang rawat inap John. Terlihat kedua putranya terus menangis sesungguhkan bersama John yang tampak rapuh.
Mbak Sukarti langsung meraih tubuh Arini dari gendongan Erlita. "Kenapa kalian menangis? bukankah Ayah kalian sudah siuman?" tanya Erlita penuh selidik.
John Langsung menangis sesungguhkan sembari meminta maaf kepada Erlita terhadap apa yang telah ia lakukan selama ini. Membuat Erlita mengerutkan keningnya. Bingung, Mengapa tiba-tiba pria yang begitu keras kepala selama ini terhadapnya, tiba-tiba saja mengakui kesalahannya dan minta maaf kepada Erlita.
Erlita tidak menjawab. Ia hanya terdiam, bingung harus menjawab apa.
"Erlita maafkan mas, atas segala kebohongan dan penghianatan Mas terhadapmu. Kini Mas sudah merasakan karma kesalahan yang Mas perbuat kepadamu. Mas mau minta maaf kepadamu. Sulit bagimu pasti memaafkan ku tapi aku tidak bisa menyerahkan, sampai aku mendapatkan maaf darimu." ucap John sambil menangis sesungguhkan.
Erlita melirik ke arah Abang Karim yang tampak ikut menangis bersama Mbak Sukarti. membuat Erlita semakin penasaran Ada apa sebenarnya yang terjadi. "Sudah, tidak perlu meminta maaf. Tidak ada gunanya lagi, aku sudah memaafkan kamu demi anak-anak kita. tapi untuk kembali bersamamu, Maaf Mas. Aku tidak bisa. Terlalu sakit hati ini, atas penghianatan yang kau lakukan terhadapku.
Bukan satu kali atau dua kali, tapi berulang kali. Itu sudah penyakit, tidak menutup kemungkinan kau juga akan melakukan kesalahan yang sama lagi.
Mas memang sudah aku maafkan. Yang Lalu biarlah Berlalu, tapi untuk hidup bersama lagi, Erlita tidak bisa hidup bersama lagi dengan mas. Erlita tidak akan melarang Mas bertemu dengan anak-anak. Karena bagaimanapun ketiga anak kita ini darah daging mas. Aku tidak ingin memisahkan anak-anakku dari ayahnya sendiri." ucap Erlita yang mampu membuat John Kurniawan langsung tertunduk. Memohon kepada Erlita, berharap Erlita agar bersedia menerimanya kembali.
Sejujurnya bukan karena kelumpuhan John Kurniawan yang membuat Elita tidak menerimanya kembali. Tetapi karena kesalahan fatal yang sudah berulang kali dilakukan oleh John terhadapnya. Erlita sudah berkali-kali memberikan kesempatan kepada John Kurniawan, tapi John Kurniawan selalu melakukan kesalahan yang sama. bahkan lebih parah lagi dari sebelumnya.
Bahkan John juga merencanakan untuk mengusir Erlita dari rumah yang selama ini mereka tempati sebelum gugatan perceraian di layangkan Erlita. untungnya Erlita saat itu lebih dulu menggugat cerai John Kurniawan, dengan bukti-bukti yang ia pegang sebelumnya. Dibantu dengan Abang Karim yang memberikan kesaksian dan juga kuasa hukum yang begitu handal menangani kasus perceraian Erlita.
__ADS_1
Abang Karim juga tidak bisa memaksa kehendak adiknya terhadap Erlita. Karena mereka juga mengetahui apa yang dilakukan John Kurniawan di luar sana. Mereka mengetahuinya tidak hanya dari Erlita, bahkan dari orang-orang terdekat dan abang Karim sendiri menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri.
Abian menatap Erlita dengan tatapan sendu. Abian tidak berkata apa-apa. Karena ia tahu bagaimana rasa sakit hati Erlita terhadap ayahnya. "Erlita, saat ini John Kurniawan mengalami kelumpuhan. Kaki kanannya sama sekali tidak bisa ia gerakkan. Jujur Mbak juga bingung bagaimana nantinya kelak kehidupan adik ipar." ucap Mbak Sukarti menghampiri Erlita.
Erlita terhenyak mendengar kabar kelumpuhan John Kurniawan. Itu berarti makanya John mengatakan kalau dirinya sudah menerima karma atas apa yang ia perbuat terhadap Erlita.
"Apa Mbak?
"Mas Jhon lumpuh?"
"Iya!
"Mas tidak perlu menangis, ini semua sudah takdir. Mungkin dengan begini, Mas menyadari akan kesalahan mas sendiri. Apa Mas tahu dosa-dosa yang Mas lakukan bukan hanya mengkhianati ku. Bukan hanya penghianatan yang Mas lakukan terhadapku, bukan juga karena mas tidak bertanggung jawab terhadap anak-anak kita. Bukan hanya Mas berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Tapi apa Mas sadar? Mas memberikan uang pinjaman kepada orang yang tidak mampu, tapi dengan memakan uang riba. Itu dosa yang sangat besar mas!"
"Apa Mas tahu? Mengapa mereka meminjam uang itu kepada mas? jawabannya karena mereka sangat membutuhkannya, hingga mereka rela meminjam uang kepada Mas walaupun dengan suku bunga yang cukup tinggi.
"Karena apa?
" Karena mereka benar-benar membutuhkannya. Jika mereka orang yang berkecukupan, tidak mungkin mereka meminjam uang riba dari Mas. Untuk itu, kalau bisa hentikan pekerjaan seperti itu. masih banyak pekerjaan yang halal yang bisa mas kerjakan selama ini. Tapi jika Erlita mengatakannya kepada mas. Mas selalu emosi dan marah-marah mengatakan kepada Erlita. Sok suci lah, sok-sok manusia tak berdosa lah, atau apa aja yang Mas lontarkan kepada aku.
Jujur tak ada seorang anak yang mendoakan ayahnya supaya mendapat ganjaran atas apa yang ia lakukan terhadap mereka. Begitu juga dengan istri Tak akan ada seorang istri mendoakan suaminya agar suaminya mengalami seperti yang Mas rasakan saat ini walaupun kita sudah berpisah.
__ADS_1
"Tapi apa Mas tahu? doa dan sumpah serapah orang-orang yang meminjam uang riba kepada mas, apalagi mas menagih terlalu arogan. Itu bisa membangkitkan orang-orang berniat untuk mendoakan Mas seperti ini."ucap Erlita kepada John Kurniawan yang masih terus tertunduk.
Sukarti dan abang Karim tidak mampu berkata-kata. Mereka memilih hanya diam mendengar dan menelaah Apa yang diucapkan oleh Erlita kepada John Kurniawan.
"Iya, apa yang dikatakan adik ipar itu benar John, lebih baik tidak perlu kau lanjutkan lagi bisnis uang riba yang kau lakukan selama ini."ucap Abang Karim membenarkan Apa yang diucapkan oleh Erlita kepadanya.
"Bagaimanapun, aku juga tidak akan bisa lagi mengambil uang uangku yang sedang beredar pada nasabah-nasabah ku. Apalagi kondisiku seperti ini, Aku sama sekali tidak akan memiliki pekerjaan lagi, lebih baik aku mati saja." ucap John Kurniawan membuat Erlita tersenyum sinis.
"Lelaki pecundang!" Kata-kata itu yang keluar dari Erlita membuat John Kurniawan mendongakkan kepalanya. "Kau ingin mati? Silakan kalau kau ingin mati kalau kau tidak takut dosa. Meminta ampunan kepada Allah agar dosa-dosa mu diampuni. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Mas. Mas bisa sembuh jika Mas yakin dan percaya dan memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Tapi satu hal yang Mas ingat, mengakui kesalahan dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi seperti yang lalu lalu, kemudian berperilaku lah layaknya seorang imam. Aku yakin dan percaya dengan mas ikhlas dan tulus berdoa, Mas akan mendapat pengampunan dari Allah." ucap Erlita
Abian dan Aska menatap kedua orang tua mereka secara bergantian. Abian tidak bisa memaksakan kehendak kepada Ibunya. dulu Abian tidak menginginkan perceraian kedua orang tuanya. Tapi apa boleh buat, jika harus berpisah jalan terbaik untuk kedua orang tuanya. Dia pun harus ikhlas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1