MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 69. ANCAMAN BALIK_ MIDJ


__ADS_3

Beberapa bulan sudah berlalu kini Yulianti sudah bekerja di negeri Jiran Malaysia. menjadi seorang pembantu rumah tangga di salah satu rumah salah satu pengusaha kaya raya. Jiwa matre Yulianti memang tidak pernah hilang darinya. Ketika ia melihat ketampanan sang majikan, Yulianti langsung terpesona. Apalagi ia mengetahui kalau lelaki memiliki perusahaan besar di kota itu.


Tampak sang majikan datang menghampiri Yulianti.


"Tolong bereskan nanti ini semua, saya akan pergi bersama dengan suami saya. Mungkin kami akan agak lama pulang. Jadi kamu tidak perlu memasak banyak. Kami akan makan di luar." ucap Nyonya Siti Halimah kepada Yulianti yang langsung dibalas anggukan dari Yulianti.


"Setelah kedua majikannya berlalu dari hadapan Yulianti, Yulianti menatap kepergian majikannya hingga tubuh Sang majikan menghilang dari hadapannya. "Enak sekali Nyonya Siti Halimah, memiliki suami yang kaya raya. Dia pasti bisa menikmati uang milik suaminya. Dia cantik, memiliki suami kaya raya. Suaminya juga baik terhadapnya. tidak seperti Aku menikah dengan orang kaya raya, tapi kerap sekali menyiksaku." gumam Yulianti.


Hari-hari Yulianti lalui menjadi seorang asisten rumah tangga di negeri orang. Ia Pun berusaha keras untuk tetap bertahan bekerja menjadi asisten rumah tangga. Pekerjaan itu memang sulit baginya, tidak pernah terbesit di niatnya untuk bekerja menjadi seorang asisten rumah tangga. Baginya lebih baik menjajakan tubuhnya kepada para pria hidung belang dibandingkan bekerja seperti yang ia rasakan saat ini. Tapi apalah daya, demi menghindar dari Baskoro dia harus rela bekerja sebagai asisten rumah tangga.


Alina yang mendengar kalau Yulianti sudah bekerja di negeri Jiran Malaysia, Ia pun langsung mengirimkan Leo ke Dumai agar Leo bersekolah di Dumai. Karena Alina mengetahui Baskoro mengincar Leo dan Rizki saat ini. Keberadaan Rizky sama sekali tidak diketahui Alina hingga Alina memilih untuk mengirimkan leo saja ke Dumai dan ia menitipkan Leo kepada Mbak Nining. Dengan senang hati Mbak Nining menerimanya agar ada yang menemani putranya di sana.


Sementara Rizki yang sudah kecanduan dengan obat-obat yang diberikan oleh Kuncoro kepadanya, sudah tidak dapat menghindar lagi. Ia pun mengerjakan apa saja yang diperintahkan oleh Kuncoro kepadanya, agar dirinya mendapatkan uang untuk membeli obat-obat itu, agar dapat ia konsumsi. Jika dia tidak bekerja, maka dia tidak akan mendapatkan obat itu. Hal itulah yang membuat Rizki harus mengerjakan apa saja yang diperintahkan oleh Kuncoro kepadanya.


Kali ini barang yang dibawa Rizki tidak sedikit. pesanan salah satu pelanggan tetap Kuncoro meminta jumlah yang lumayan banyak. Dibekali dengan sepeda motor. Ia berpura-pura sebagai ojek online. Rizki pun langsung melajukan motor itu ,lalu menghantarkan barang itu ke sebuah tempat yang lokasinya jauh dari perkotaan. Setelah ia tiba, ia langsung meninggalkan barang itu di sana lalu berlalu meninggalkan tempat itu agar orang-orang tidak mencurigai apa yang ia lakukan di sana.

__ADS_1


Setelah barang itu sudah lolos, Rizky mendapatkan upah yang lumayan besar sehingga ia kembali dapat membeli obat untuk ia konsumsi. uang itu pun ia gunakan untuk pergi ke sebuah klub, menghabiskan waktunya di sana meminum minuman miras, dan juga mengkonsumsi obat-obat terlarang. membuat kehidupan Rizki, sudah tak karuan lagi.


"Bagaimana Apakah kamu sudah mengetahui keberadaan kedua Putra Yulianti?" tanya Baskoro kepada salah satu anak buahnya. Anak buah Tuan Baskoro lagi-lagi menggelengkan kepalanya. Bagai hilang ditelan bumi, tidak mungkin mereka bisa menghilang begitu saja kalau tidak ada yang membantu mereka." ucap Tuan Baskoro kepada para anak buahnya.


"Sepertinya memang ada yang membantu mereka Tuan, Aku tidak yakin Alina tidak terlibat di dalamnya. Kita lebih baik ngepres Alina Mungkin dia pasti mengetahui keberadaan Yulianti dan kedua anaknya dari Alina." ucap anak buah Tuan Baskoro kepada tuan Baskoro.


Tampak Tuan Baskoro terdiam sejenak lalu apa yang dikatakan oleh anak buahnya sepertinya benar adanya. Sehingga mereka langsung menuju rumah kost yang ditempati Alina kembali. Mereka pun langsung menghampiri Alina.


Tanpa berbasa-basi mereka membawa Alina ke rumah yang selama ini ditempati oleh Yulianti. Setelah tiba di sana, Alina dipaksa untuk menjawab pertanyaan mereka.


"Katakan di mana keberadaan Yulianti sekarang? tanya Tuan Baskoro dengan nada meninggi.


" Aku tidak percaya kalau Yulianti melarikan diri dari kalian. Karena Aku tahu Yulianti tidak akan mampu melakukan hal itu, karena anak buahmu berjaga begitu ketat. Aku yakin, kalian yang membunuhnya. Di mana kalian kuburkan mayatnya Yulianti?"teriak Alina memutar balikkan Fakta. tak ada sedikitpun rasa takut di hati Alina terhadap Baskoro karena ia sudah mengetahui rahasia besar Baskoro.


Hal itu membuat amarah Tuan Baskoro semakin memuncak. "Jangan bicara sembarangan kamu, Alina! Aku tidak pernah membunuh Yulianti. Aku tidak akan segan-segan membunuhmu, jika kau mengatakan itu kembali kepadaku!".

__ADS_1


"Nah, itu saja benar. Kamu pasti sudah membunuh Yulianti, karena kau sudah mengancam ku akan membunuhku, jika aku mengatakan itu, itu berarti kamu sudah melakukan kesalahan besar kepadanya. Ayo katakan di mana Yulianti kalian buat?" Kalau kalian tidak segera membawakannya kepadaku, maka aku akan mengusut tuntas kasus ini. Aku akan melaporkan kalian ke kantor polisi." Ancam Alina untuk mengertak Tuan Baskoro dan para anak buahnya.


Yang membuat Tuan Baskoro dan para anak buahnya terhenyak. Mereka pun mengira kalau Alina sama sekali tidak mengetahui keberadaan Yulianti saat ini. Hingga Mereka pun memutuskan untuk melepaskan Alina. karena mereka tidak mau Alina akan melaporkan mereka ke kantor polisi, apalagi pasti Alina memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menjebloskan Baskoro ke penjara.


Sementara di tempat lain tampak Abang Karim dan mbak Sukarti Mengepak barang-barang yang akan dikirimkan ke para konsumen yang sudah memesan produk yang mereka jual. Kini Abang Karim semakin sukses dalam mengembangkan usaha dagang onlinenya, apalagi John Kurniawan dan Abian juga membantunya mengembangkan usaha online shop nya.


"Alhamdulillah ya mas, usaha online shop kita saat ini sudah semakin berkembang. sepertinya Abian membawakan hoki untuk kita. Bagaimana kalau kita memberikan bonus untuk Abian, aku ingin membantu membiayai sekolah Abian agar dirinya dapat masuk menjadi seorang polisi seperti cita-citanya." ucap Mbak sukarti kepada Abang Karim. Abang Karim mengembangkan senyumnya. Niat baik istrinya pun disambut hangat olehnya. Ia pun menyetujui niat baik istrinya.


Abian memang anak yang sangat pintar. Dia tegun belajar. Ia juga tidak pernah mengeluh walaupun dirinya jarang sekali memiliki waktu untuk bermain. Jika dirinya pulang sekolah, dia langsung mengerjakan tugas yang diberikan guru kepadanya. Terkadang dia menjaga warung menggantikan Erlita, agar Erlita dapat beristirahat dengan sejenak. Saat dirinya menjaga warung sambil memposting beberapa produk yang dijual oleh Abang Karin di online shop nya pundi-pundi rupiah Abian pun bertambah.


Erlita benar-benar bersyukur memiliki Putra sulung yang begitu penurut dan baik hati. Ia merasa beruntung memiliki putra-putri yang mengerti akan keadaan dan kondisi mereka saat mulai mereka kecil hingga Abian sudah duduk di bangku SMA.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAI


__ADS_2