MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 60. KEDATANGAN TIKA & PIAN _ MIDJ


__ADS_3

"Selamat siang Erlita." ucap seseorang yang baru tiba di warung sembako miliknya. Erlita terhenyak melihat Siapa yang datang menghampirinya. "Astaga Pian, Tika kalian datang? tanya Erlita sumringah karena melihat sahabatnya datang menghampiri dirinya ke warung sembako yang selama ini ia kelola.


"Iya kami sangat merindukanmu. Kebetulan hari ini hari libur. Jadi kami sepakat untuk datang mengunjungimu ke sini. Di mana Abian, Aska dan Arini?" tanya Tika yang ingin segera bertemu dengan Abian, Aska dan juga Arini


"Mereka ada di dalam sedang menonton televisi. Biasalah anak-anak menonton film kartun." ucap Erlita sambil mengembangkan senyumnya.


"Wah, Erlita kamu sudah semakin cantik dan mempesona. Semenjak kamu sudah menjadi janda." ucap Tika bercanda gurau


"Ah kamu bisa saja, ayo kita masuk." ajak Erlita sambil memanggil Abian untuk menggantikan dirinya menjaga warung sembako miliknya, agar Erlita dapat berbicara dengan leluasa kepada sahabat yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


Tika langsung meraih tubuh mungil Arini ke pelukannya. lalu membubuhi Arini kecupan demi kecupan di wajah cantik Arini. "Kamu membuat tante gemas, Apa kabarmu Sayang? tante sangat merindukanmu." ucap Tika sambil kembali memberikan kecupan hangat di wajah cantik Arini.


"Arini baik-baik saja tante." sahut Arini dengan nada suara khas anak kecil yang belum jelas, mendapat respon dari Arini. tampaknya Tika begitu bahagia dan ia semakin gemas melihat wajah cantik Arini. Tak ingin ketinggalan, Pian pun ingin segera meraih tubuh Arini dari gendongan Tika. Tapi sepertinya Tika belum merasa puas menggendong tubuh Arini, hingga dirinya pun komplain dan meminta kepada Pian agar dia lebih bersabar. Karena tika masih ingin memeluk dan menggendong Arini


Erlita berlalu ke dapur untuk membuatkan minuman kepada kedua sahabatnya. Lalu setelah ia membuatkan minuman ,Ia pun menyuguhkan dua cangkir kopi latte kesukaan kedua sahabatnya itu, sambil membawakan cemilan untuk mereka nikmati.

__ADS_1


tampaknya Tika dan Pian bersama dengan Erlita asyik ngobrol bersama hingga mereka tidak menyadari kalau Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Pian dan Tika pun akhirnya berpamitan kepada Erlita. tetapi sebelumnya seperti biasa. Tika dan Pian selalu memberikan uang jajan untuk ketiga anak Erlita, membuat Elita pun merasa tidak enak hati, melihat kedua sahabatnya.


"Sudah, tidak perlu merasa tidak enak hati. Erlita, kami hanya mengasih uang jajan untuk keponakan kami. Jadi jangan keberatan ya." ucap Tika dan juga Pian yang tampak bersemangat menggendong tubuh mungil Arini Begitu juga dengan Aska.


Sepeninggalan kedua sahabat Erlita, tiba-tiba John juga datang bersama dengan Abang Karim. John masuk tanpa memberi salam terlebih dahulu membuat Erlita kaget.


Kalau mau masuk ke rumah itu ucapkan salam dulu, agar orang tidak kaget mas." ucap Erlita mengingatkan kepada John Kurniawan. John Kurniawan tampak terdiam membuat Erlita mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa tiba-tiba sikap John berubah tak seperti biasanya.


"Assalamualaikum." ucap Erlita agar John merasa dirinya bersalah tidak mengucapkan salam masuk ke dalam rumah. Sementara Abang Karim pun langsung memberi salam.


"Assalamualaikum Erlita." ucap Abang Karim yang dibalas dengan waalaikumsalam dari Erlita sambil mengembangkan senyumnya.


"Aku juga kurang tahu, tapi yang pasti John memaksaku untuk segera menghantarkannya ke sini." ucap Abang Karim membuat Erlita bingung.


Abian yang mendengar suara abang Karim dan ayahnya langsung berlari setelah menutup warung sembako milik mereka. "Eh ada paman Karim datang, tumben malam-malam begini datang Paman?" ucap Abian yang penasaran.

__ADS_1


"Ayah kamu yang meminta kepada Paman agar segera menghantarkannya ke sini. Paman juga tidak mengetahui Mengapa tiba-tiba Ayah kamu meminta diantar kesini.


"Ada apa Ayah, kok tiba-tiba malam-malam begini ayah datang ke sini?" tanya Abian penuh selidik sambil memeluk sang ayah.


"Ayah perlu bicara dengan ibu kamu." ucap John Kurniawan yang mampu membuat Erlita mengerutkan.


"Memangnya mas mau bicara apa kepadaku? bicara saja Tidak perlu sungkan."ucap Erlita kepada John Kurniawan


"Aku tidak ingin berbicara di hadapan anak-anak. Aku ingin berbicara berdua dengan kamu." ucap John dengan sorot mata tajam membuat Erlita sedikit penasaran.


"Oh ya, sudah. Kalau begitu kita bicara di teras belakang saja ayo." ucap Erlita sambil mendorong kursi roda John Kurniawan sampai tiba di teras belakang rumah yang selama ini ditempati Erlita dan ketiga anaknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2