
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Kini Leo sudah terbangun dari tidurnya. Ia melirik jarum jam yang ada di pergelangan Tangannya sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Itu artinya dia harus segera bersiap-siap untuk segera berangkat ke sekolah.
Leo bangkit dari pembaringannya, lalu langsung masuk ke kamar mandi. Dan setelah selesai membersihkan diri, seperti biasa Ia menggunakan seragam sekolahnya. Setelah ia terlihat sudah rapi, ia menghampiri sang kakak yang masih tertidur pulas.
Leo berusaha membangunkan sang kakak. Tapi berulang kali Leo berusaha membangunkan Rizki, Rizki tak kunjung bangun. Justru ia meminta kepada Leo untuk pergi lebih dulu ke sekolah, karena Rizki tidak akan bersekolah lagi.
Leo menghela nafas panjang. Dia tidak dapat berbuat banyak yang memilih untuk berlalu ke dapur mencari bahan makanan agar dapat diolah menjadi sarapannya. Leo melihat di dalam kulkas, hanya ada satu butir telur dan juga mie instan. Mau tidak mau Leo pun merebus mie instan itu sebelum dirinya berangkat ke sekolah lalu menyantapnya.
Selesai menyantap sarapan pagi mie instan yang sudah direbus sebelumnya, Leo pun berpamitan kepada Rizki untuk segera berangkat ke sekolah takut ia telat masuk sekolah. Karena lokasinya dari rumah kontrakan yang selama ini mereka tempati lumayan jauh dan harus menggunakan angkutan umum.
Sementara Rizky masih tertidur pulas di kamar di rumah kontrakan yang ditempati oleh Rizki dan juga Leo. "Ada apa ini, mengapa kakakku tidak mau bersekolah lagi? Jadi apa yang selama ini ia lakukan di luar sana? pertanyaan demi pertanyaan timbul di Hati Leo.
Setelah tiba di sekolah, Leo sama sekali tidak konsentrasi belajar. Pikirannya terpusat kepada kakaknya, yang ia tinggal begitu saja tanpa ada bahan makanan yang dapat ia olah untuk sarapan. Sementara ATM yang ditinggalkan oleh Yulianti untuk mereka dipegang oleh Leo, karena sebelumnya Rizki memberinya kepadanya untuk keperluan sekolah Leo.
"Ya ampun, ternyata aku membawa ATM yang diberikan Ibu kepada kami. Sementara bahan makanan yang akan diolah di rumah sudah tidak ada lagi. Kakak Rizky harus makan apa nanti." gumamnya tampak gelisah.
__ADS_1
Setelah selesai jam pelajaran, Leo Langsung kembali ke rumah dengan menggunakan angkutan umum tanpa menghiraukan temannya memanggil dirinya. Ia mengira kalau Rizki masih berada di rumah, ternyata Rizki sudah tidak ada lagi membuat Leo sedikit kelimpungan.
"Aduh ke mana lagi Kak Rizki? Kenapa dia tidak ada di rumah?" gumamnya dalam hati. Leo mencoba menghubungi Rizki tapi tak kunjung mendapat jawaban. Ia mengira Rizki akan marah besar kepadanya.
Beberapa kali Leo mengirimkan pesan Whatsapp kepada Rizky, berharap Rizki merespon pesan whatsapp-nya. Tapi ia melihat Kalau pesan yang ia kirimkan dua centang abu-abu, pertanda kalau pesan whatsapp-nya belum dibaca oleh sang kakak.
Leo menghela nafas. ia hanya dapat berdoa agar sang kakak baik-baik saja. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada sang kakak.
Sementara di tempat lain Rizki dan teman-temannya tampak menikmati hari-harinya dengan bahagia. Ia benar-benar sudah tampak seperti orang yang tidak memikirkan apa-apa. Rizky sudah mulai mengkonsumsi obat obat terlarang. Membuat Risky sudah lupa aka dirinya. yang ia pikirkan saat ini hanya untuk happy.
Sementara di tempat lain, kondisi Yulianti sudah semakin membaik setelah mendapat perawatan dari dokter. Yulianti duduk di taman belakang menikmati indahnya tanaman bunga dan aneka pohon di sana.
Yulianti tidak menjawab. Ia hanya diam dan tertunduk. Takut ia salah bicara kepada Baskoro yang akan membuatnya akan tersiksa Lagi. "Kenapa kau tidak menjawabku? tanya Baskoro sedikit kesal.
"Aku harus jawab apa? semuanya bisa kamu lihat, aku baik-baik saja atau tidak." sahut Yulianti sedikit Ketus.
__ADS_1
"Jaga cara bicaramu kepadaku, Aku ini suamimu." ucap Baskoro menegaskan.
Yulianti tersenyum sinis. "Ia kau memang suamiku itu ada tanda tangannya di atas kertas. Tapi apakah pantas seorang suami menyiksa istrinya? tanya Yulianti sudah mulai tampak tidak tahan lagi, atas apa yang sudah diperlakukan Baskoro kepadanya.
"Heh, kalau masih numpang hidup sama aku, jangan banyak protes! sebelumnya Kau sudah mendatangani syarat-syarat dan juga perjanjian yang kita lakukan sebelum pernikahan dilaksanakan.
"Iya, itu betul. Tapi siapa sangka kamu Tuan Baskoro yang terhormat, Ternyata anda tidak lebih dari seorang pecundang yang hanya mampu menyakiti seorang wanita dengan kelainan $3ksual yang anda miliki tidak menjadi alasan untuk menyiksaku juga."
"Aku sudah berusaha Bertahan untuk tetap ikut dengan janji yang aku buat terhadapmu. Tapi kamu sudah sangat keterlaluan hingga membuatku sampai seperti ini." ucap Yulianti yang mampu membuat emosi Baskoro semakin memuncak.
"Heh! wanita murahan....!!! siapa Kamu mengguruiku seperti itu, Kamu tidak pantas berbicara kepadaku. Karena kau hanya aku pungut dari PSK jalanan."ucap Baskoro sambil langsung menarik rambut Yulianti membuat Yulianti meringis kesakitan sampai dirinya mendongakkan kepala, menatap Baskoro dengan Tatapan yang memohon agar Baskoro melepaskannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN