MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 90. DIPENJARA _ MIDJ


__ADS_3

Setelah kepergian Nyonya Siti Halimah, beberapa anak buah Nyonya Siti Halimah melakukan apa yang mereka hendak lakukan seperti yang diperintahkan oleh Nyonya Siti Halimah sebelumnya. Mereka menggilir tubuh Yulianti membuat Yulianti benar-benar merintih kesakitan. Bagaimana tidak, beberapa pria menggauli dirinya.


"Kami akan memuaskanmu, jangan khawatir permainan Kami lebih dahsyat dibandingkan Tuan Zulkifli yang sudah bau tanah itu. Zulkifli yang tidak tahu diri itu, masih saja jelalatan, meski usianya sudah tidak muda lagi. punyaku lebih besar dibandingkan punya Zulkifli. Tentunya kamu lebih puas bermain dengan ku."Ucap Rahmat yang merupakan keponakan dari Nyonya Siti Halimah.


"Iya merasa memiliki dendam tersendiri kepada Yulianti, karena sudah merusak ketenangan rumah tangga sang bibi. "Aku akan memberikan kamu kepuasan yang sampai kapanpun tidak pernah kamu lupakan." ucap Rahmat Sambil tertawa ngakak diikuti teman-teman yang lainnya.


Rahmat mencolok bagian kewanitaan milik Yulianti dengan menggunakan jarinya, hingga Yulianti meringis kesakitan, memohon ampun. Kepuasan yang selama ini kamu cari dari Zulkifli bukan? ini akan saya berikan kepada kamu. Dia belum ada apa-apanya dibandingkan permainanku." ucap Rahmat tawa menggema di seisi ruangan.


Kini Rahmat sudah benar-benar dikuasai nafsu birahi yang tidak dapat dibendung lagi. Hingga tubuh Yulianti benar-benar tidak berdaya. Setelah Rahmat menggaulinya, kini giliran teman-temannya yang mencicipi tubuh Yulianti. Secara bergantian mereka benar-benar sudah seperti iblis yang kehausan.


Yulianti tidak berdaya ingin menjerit. Tapi Ia tidak mampu melakukannya. Yulianti hanya pasrah saja hingga 5 orang pria itu benar-benar mencapai puncaknya. Mereka meninggalkan Yulianti begitu saja, mereka hanya membuka tangan dan kaki Yulianti. Kondisi Yulianti saat ini sangat mengenaskan tapi mereka seolah tidak peduli.


Kelima pria itu berlalu dari sana, Yulianti berusaha bangkit tapi ia tidak mampu karena merasa nyeri di bagian otot-ototnya terlebih di bagian area sensitifnya. Berulang kali Yulianti berusaha agar ia dapat menggunakan pakaian yang sudah berserakan entah di mana. Ia pun menyeret tubuhnya memungut satu persatu pakaiannya.


Kali ini Yulianti tak tahu harus ke mana, mau kembali ke rumah majikan, sudah pasti dia tidak akan diperbolehkan lagi ke sana. Ingin mencari pertolongan, tapi ke mana?dia juga tidak mengetahuinya. Hidup di negeri orang memang sulit, jika kita tidak memiliki sanak saudara di sana. Apalagi Yulianti selama ini tidak bersosialisasi selama berada di kota Penang.


Yulianti duduk di sudut ruangan dengan merengkuh kedua kakinya. Rasa lapar melanda uang di saku celana Yulianti sama sekali tidak ada. Ingin kembali ke tanah air, tapi dia tidak memiliki dokumen terkait. Ia bingung harus melakukan apa saat ini,

__ADS_1


Yulianti mencoba memejamkan matanya, berharap esok hari berganti kondisinya semakin membaik. Dan ia akan memikirkan apa rencananya ke depan. Karena terlalu kelelahan dan kecapean, Ia pun akhirnya tertidur pulas.


Sampai ia terbangun esok harinya, ia melihat kondisi rumah masih terlihat sepit. Memang tidak ada penghuninya sama sekali. Perlahan Yulianti melangkahkan kakinya keluar dari gedung itu, ia bingung tujuannya mau ke mana. Berkomunikasi berbahasa dengan bahasa yang ada di sana pun dia agak sulit.


Sehingga ia pun memilih untuk duduk di lantai setelah berjalan sekitar satu jam. Perut Yulianti sudah terasa lapar hingga cacing-cacing yang ada di perutnya juga berdemo untuk diisi. Tapi dia tidak memiliki uang sama sekali, semuanya tinggal di rumah sang majikan. Dia memang memiliki uang simpanan, tapi ia tidak dapat mengambilnya karena ia harus kembali ke rumah sang majikan. Hingga Yulianti melihat air minum sisa yang ada di tong sampah, iapun mengambil lalu meminumnya, setidaknya untuk membasahi kerongkongan yang sudah kering.


Orang orang yang melintas pun hanya cuek saja. Tak ada yang perduli. Mereka menganggap Yuliati wanita gila yang terlepas dari rumah sakit jiwa.


Apa yang harus aku lakukan? mau tidak mau aku harus kembali ke rumah itu. "Bagaimanapun caranya, aku harus mengambil barang berharga milikku, dan aku harus segera kembali ke negaraku." gumam Yulianti.


Yulianti berjalan.Ia tahu betul alamat rumah sang majikan. Berjam-jam Yulianti berjalan seperti orang gila. Setelah ia berada di kompleks perumahan milik sang majikan, ia wanti-wanti. Apakah Nyonya Siti Halimah berada di sana atau tidak. Ternyata mobil Nyonya Siti Halimah tidak ada di parkiran mobil.


Hingga Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian terdekat dan mengadu kalau di rumahnya ada seorang pencuri. Sebelum Yulianti keluar dari rumah sang majikan, pihak kepolisian setempat sudah datang. Lalu menangkap Yulianti berdasarkan laporan dari Nyonya Siti Halimah.


Tuan Zulkifli sama sekali belum mengetahui laporan sang istri terhadap Yulianti. "Jangan tangkap saya Pak, Saya tidak ingin mencuri, Saya hanya mengambil dokumen saya, Saya ingin pulang ke negara,lepaskan saya sekarang juga. Saya mendapat siksaan di sini, Saya tidak ingin tinggal di sini lagi. Tolong Pak lepaskan saya, saya tidak bersalah." teriak Yulianti.


Tapi sepertinya pihak kepolisian tidak peduli, Ia terus menyeret Yulianti sambil memegang tas sandang miliknya, yang di dalamnya sudah ada beberapa dokumen debit dan juga beberapa uang tunai yang ia ambil dari kamarnya. Ya selama ini Tuan Zulkifli selalu memberikannya uang ketika Yulianti memberikan kehangatan kepada Tuan Zulkifli.

__ADS_1


***


Beberapa hari setelah Yulianti berada di balik jeruji besi yang berada di kota Penang, Tuan Zulkifli mengetahui kabar tersebut. Ia merasa iba kepada Yulianti. Apalagi Nyonya Siti Halimah memberitahu kepadanya sudah memberikannya terlebih dahulu pelajaran yang sangat berarti dan seumur hidupnya Yulianti tidak akan melupakan kejadian itu.


Kondisi fisik Yulianti pun saat ini begitu tragis, wajahnya yang mulus dan cantik kini sudah dipenuhi dengan luka bakar yang diciptakan oleh Nyonya Siti Halimah. Ingin rasanya Yulianti melaporkan perbuatan Nyonya Siti Halimah, tapi bukti-buktinya dan saksi tidak ada yang dapat memperkuat laporannya. apalagi ia dituduhkan sebagai pencuri di rumah majikannya sendiri.


Tuan Zulkifli merasa kesalahan itu tidak sepenuhnya kesalahan Yulianti. Tapi kesalahannya juga. Sia diam-diam menemui Yulianti ke kantor polisi, lalu meminta kepada pihak kepolisian agar membebaskan Yulianti dan mengembalikannya ke negaranya. Dengan bernegoisasi dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Tuan Zulkifli, akhirnya Yulianti pun dibebaskan dan Tuan Zulkifli langsung memulangkan Yulianti ke tanah air.


Dengan menggunakan kapal boat seadanya Yulianti kembali ke tanah air. Hingga Yulianti pun sudah tiba di Dumai. Ia ingin menemui Mbak Nining. Tapi ketika dirinya pergi ke rumah yang ditempati oleh Mbak Nining sebelumnya, tetangganya mengatakan kalau Mbak Nining berada di kota Medan saat ini.


Tangganya juga memberitahu kalau Leo putra dari Yulianti sudah tidak bersama Nining lagi, apalagi mereka juga memberitahu tentang Rizki yang mendekam di penjara. Membuat pikiran Yulianti pun semakin tak karuan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2