MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 72.KEBIASAAN BURUK_ MIDJ


__ADS_3

Ketika Erlita dan ketiga anaknya tiba di ruang rawat inap John Kurniawan. Abian langsung berlari menghampiri sang ayah yang sedang berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Abian memeluk sang ayah walaupun ayahnya sedang memejamkan matanya entah dia tidur nyenyak atau tidak. Yang pasti Erlita menyaksikan kalau saat itu John Kurniawan memejamkan matanya dan Abian tidak dapat menahan diri untuk segera memeluk ayahnya.


Ketika Abian memeluk sang ayah John terhenyak hingga Ia pun tiba-tiba terbangun.


"Ayah kenapa? Kenapa Ayah sampai berbaring di rumah sakit ini lagi? tanya Abian kepada ayahnya. Aska pun ikut menghampiri John Kurniawan.


"Ayah sakit apa? tanya Aska sambil langsung memberikan salam kepada John. Sementara Erlita hanya terdiam tak mengeluarkan kata apa-apa Ia membiarkan ketiga anaknya berkomunikasi dengan John.


"Ayah tidak apa-apa kok, ayah baik-baik saja tidak perlu khawatir." sahut John Kurniawan ketika melihat raut kesedihan di wajah ketiga anaknya.


"Kamu lihat sendiri kan, ketiga anak kamu langsung datang ke sini untuk melihat dan mengetahui kondisi kesehatan kamu. itu artinya mereka sangat menyayangi kamu. Apa kamu ingin membuat mereka sedih lagi seperti ini? ucap Abang Karim kepada John Kurniawan membuat John langsung terdiam.


Sementara Erlita tak bergeming Ia hanya diam saja dan berdiri di dekat Mbak Sukarti. Tak ada niat bertegur sapa dengan mantan suaminya itu. Tapi ia juga berharap kalau kondisi kesehatan John baik-baik saja.


"Mengapa Erlita terdiam?


"Apakah masih ada rasa dendam di hatinya terhadap John Kurniawan atas apa yang sudah dilakukan John terhadapnya selama ini?


Masih menjadi misteri. Bagaimana tidak, Erlita masih tetap berhubungan baik dengan keluarga besar John. Bahkan Erlita selalu siap menghantarkan ketiga anaknya bertemu dengan keluarga besar John Kurniawan. seperti saat ini saat Abang Karim menghubungi nomor ponsel Erlita dan memberitahu kalau John dirawat di rumah sakit, Ia langsung menghantarkan ketiga anaknya untuk bertemu dengan John.

__ADS_1


Berharap saat ketiga anaknya datang menjenguk ayahnya kondisi John semakin membaik. Ia berharap John memiliki semangat untuk pulih kembali.


"Ayah, kalau ada apa-apa atau Ayah merindukan kami ayah bisa menghubungi Abian atau menghubungi Ibu. kami pasti akan datang. Ayah tidak perlu khawatir kami semua menyayangi ayah."ucap Abian dan Aska secara bersamaan.


John menghela nafas panjang menatap ketiga anak-anaknya secara bergantian. lalu ia melihat ke arah Erlita yang tak bergeming dan tak berbicara apa-apa kepadanya. Membuat dirinya yakin kalau Erlita benci terhadapnya.


Padahal Erlita tidak ingin dekat dengannya agar tidak menimbulkan fitnah. Erlita takut ia akan mudah luluh kembali, jika semakin dekat dengan John Kurniawan rasa traumanya belum hilang. Bahkan untuk dekat dengan seorang pria pun sulit baginya. Apalagi dengan orang yang sudah pernah menyakiti hatinya sungguh tidak mungkin lagi.


"Ayah cepat sembuh ya, kami tidak ingin terjadi sesuatu kepada ayah. Ayah harus semangat untuk sembuh jangan putus asa. Abian sebentar lagi akan lulus dari SMA. besar harapan Abian kalau Abian bisa seperti kakak Gibran. Abian mohon doa restu dan dukungan dari ayah."ucap Abian penuh harap dibalas senyuman dari John Kurniawan.


"Doa Ayah selalu menyertaimu. Tapi ayah tidak dapat berbuat banyak, semoga cita-citamu tercapai ya, nak." sahut John sambil melirik ke arah Erlita.


"Aku yakin ayah orang yang kuat, Ayah pasti cepat sembuh. Semangat ayah."ucap Abian dan Aska. Sementara Arini tidak mengucapkan apa-apa kepada ayahnya. dia hanya duduk bersama Mbak Sukarti.


"Arini Apakah kamu tidak ingin memeluk ayahmu?" tanya John kepada Arini yang masih sibuk dengan makanan yang ia pegang. Arini menatap ayahnya dengan sekilas, lalu ia pun kembali sibuk dengan makanannya.


"Sudah, tidak perlu dipikirkan. Namanya juga anak kecil. Dia belum mengetahui apa-apa." ucap Abang Karim ketika Mereka melihat ada kekecewaan di raut wajah John, saat Arini seolah tidak peduli dan tidak ingin berbicara dengannya.


Di Penang Malaysia.


Di kota Penang negeri Jiran Malaysia terlihat Yulianti sedang melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang asisten rumah tangga. Kebiasaan buruk Yulianti saat masih berada di tanah air, selalu saja ia lakukan Dia tidak pernah belajar dari kesalahan.

__ADS_1


Saat ini ia justru menggoda sang majikan, hingga Ia pun memiliki hubungan terlarang dengan majikannya sendiri. Apalagi Nyonya Siti Halimah melakukan pengobatan ke luar luar negri. Membuat ia lebih leluasa untuk menggoda pria paruh baya yang menjadi majikannya suami dari Nyonya Siti Halimah.


Apalagi sepertinya Nyonya Siti Halimah sudah tidak mampu lagi untuk melayani suaminya di atas ranjang. Karena penyakit diabetes yang dialami oleh Nyonya Siti Halimah. Tidak hanya diabetes, Nyonya Siti Halimah juga menderita penyakit tumor di bagian rahimnya. Sudah lumayan lama Nyonya Siti Halimah tidak mampu melayani suaminya di atas ranjang.


Membuat pria paruh baya itu pun mudah tergoda oleh Yulianti. Kini keduanya, menjalin hubungan khusus di belakang Nyonya Siti Halimah. Entahlah Apa yang akan terjadi jika Nyonya Siti Halimah mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh asisten rumah tangganya sendiri dengan suaminya Tuan Zulkifli.


"Nyonya Siti sudah pergi berobat ke Singapura, tentunya kita sudah bebas dong Sayang." ucap Yulianti sambil langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher pria paruh baya yang menjadi incaran Yulianti saat ini agar dirinya dapat mengumpul pundi-pundi selain dari gaji pokok yang diberikan oleh sang majikan kepadanya.


"Iya, tidak bisa dipungkiri. Semenjak Yulianti berhasil mencuri hati pria paruh baya itu, keinginan Yulianti selalu dipenuh. Bahkan setiap mereka melakukan hubungan intim, tak tanggung-tanggung Tuan Zulkifli memberikan uang yang lumayan banyak untuk Yulianti. wanita itu yang notabennya cewek matre membuat dirinya lupa akan jadi dirinya dan lupa Apa maksud dan tujuannya hingga merantau ke negeri Jiran Malaysia.


Saat ini Yulianti sama sekali tidak peduli perasaan Nyonya Siti Halimah, terluka atau tidak jika dirinya mengetahui apa yang dilakukan Yulianti dengan Tuan Zulkifli di belakang Nyonya Siti Halimah. Yang ia inginkan saat ini Yulianti mendapat kepuasan dari Tuan Zulkifli, dengan uang dan fasilitas yang diberikan olehnya. Sementara Tuan Zulkifli merasa bahagia mendapat pelayanan eksklusif dari Yulianti yang sudah sangat lama tidak ia dapatkan dari istrinya.


Saat ini Tuan Zulkifli sudah lebih sering menghabiskan hari-harinya dengan Yulianti, saat Nyonya Siti Halimah tidak berada di negara itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2