
Kalau masalah anak anak, dari dulu Erlita tidak pernah melarang mas bertemu dengan Mereka bukan? jadi Erlita rasa ngak perlu rujuk juga mereka tidak kekurangan kasih sayang kok. Dan sekali lagi maaf mas, Erlita tidak bisa." sahut Erlita dengan tegas.
John Kurniawan langsung terdiam saat Erlita mengatakan jawabannya dengan tegas, kalau dirinya tidak bersedia rujuk Kembali dengan John Kurniawan. Tampak Abang Karim dan Mbak Sukarti menghela nafas panjang. Bagaimana tidak, mereka tahu betul kesalahan yang dilakukan John kala itu.
Sehingga Abang Karim dan Mbak Sukarti juga tidak dapat berbuat banyak. Beberapa kali Mbak Sukarti tanpa sepengetahuan John Kurniawan membujuk Erlita untuk rujuk Kembali, Erlita tetap tidak bersedia rujuk dengan John.
Karena di hati Erlita sama sekali tidak ada nama John lagi. Bunga-bunga cinta yang dulu tumbuh di hati Erlita, kini sudah menghilang begitu saja seiring berjalannya waktu. Erlita sudah menikmati hari-harinya dengan kesendirian menjadi seorang wanita single parent, menghidupi anak-anaknya dan membiayai sekolah anak-anaknya.
Bukan karena John Kurniawan sudah cacat fisik, membuat Erlita menolak rujuk Kembali dengan Jhon. Tapi Erlita tidak ingin rujuk Kembali Karena rasa cinta Erlita sudah tidak ada lagi terhadap John. Jika dipaksakan pun maka nantinya tidak akan baik. Jadi lebih baik sakit sekarang dibandingkan sakit nanti di belakang hari.
Abang Karim, Mbak Sukarti dan juga John Kurniawan kembali dari rumah Erlita, dengan raut wajah yang sedih dan galau, gelisah, merana, atas penolakan Erlita rujuk Kembali. Mbak Sukarti melambaikan tangannya kepada Erlita, lalu mobil yang dikendarai Abang Karim pun melaju ke arah jalan raya menuju rumah yang selama ini mereka tempati.
Ketika mereka sudah berlalu, Erlita kembali masuk ke dalam rumah. Sementara Aska dan Arini masih berada di rumah sang tetangga, yang tampaknya mereka asik bermain Lego.
__ADS_1
Erlita tidak jadi kembali masuk ke rumah, dan memilih untuk pergi ke rumah tetangga di mana Arini dan Aska berada.
Aska dan Arini yang melihat kehadiran Erlita di sana, langsung bangkit berdiri menghampiri Erlita mereka sudah mengetahui maksud dan tujuan Erlita datang ke sana. Itu artinya untuk meminta mereka segera kembali kerumah.
Aska dan Arini langsung berpamitan kepada Juventus yang seumuran dengan Aska yang mana dia sering sekali mengajak Aska dan Arini bermain. Tampak Mbak Rani menghampiri Erlita. "loh Erlita, mau ngajak Aska dan Arini pulang? tanyanya penuh selidik.
"Iya mbak, ini sudah sore waktunya mandi.
"Oh iya, tadi sepertinya aku melihat mobil masuk ke pekarangan rumahmu. Dan sepertinya itu mobil milik Abang Karim, dan papanya Aska dan Arini juga ada terlihat ku. kok mereka Langsung pulang, tanpa menunggu Aska dan Arini?
"Ya udah hati-hati, ya"ucap Mbak Rani lalu Erlita dan kedua anaknya melenggang meninggalkan rumah Mbak Rani. Aska dan Arini melambaikan tangannya kepada ventus dan juga Riska, anak dari Mbak Rani.
Sementara Tuan Baskoro datang ke lapas di mana Kuncoro saat ini ditahan. Emosi Tuan Baskoro membabi buta setelah mengetahui kalau Rizki saat ini sudah dibebaskan. Sementara putranya masih mendekam di penjara. Terakhir kali Tuan Baskoro mengetahui kalau Rizki itu ternyata putra dari wanita yang ia cari selama ini. Membuat Tuan Baskoro semakin emosi tingkat dewa.
__ADS_1
"Aku akan mencari wanita sialan itu sampai ke ujung dunia pun." ucapnya kepada Kuncoro yang tampak sudah tidak bisa menahan emosi lagi. Tuan Baskoro sama sekali tidak mengetahui kondisi Yulianti saat ini. Yang ia tahu kalau Yulianti sudah bebas darinya dan pergi keluar negeri untuk menghirup udara bebas.
Tapi nyatanya Yulianti saat ini sudah sangat miris, kondisinya benar-benar memprihatinkan. Tak ada seorangpun yang peduli terhadapnya. Orang-orang di lingkungan sekitar pun merasa ketakutan Jika berpapasan dengan Yulianti. Karena tatapannya menatap orang-orang yang melintas menatapnya dengan tatapan nyalang.
Sungguh tak disangka dan tak diduga, seorang Yulianti akhirnya mendapat ganjaran yang seperti ini. Tidak berada di penjara tapi berada di jalanan, terkadang anak-anak mengolok-olok dirinya.
"Orang gila..... orang gila...... orang gila. ..." itu yang selalu dinyanyikan oleh anak-anak jika Yulianti berada di dekat mereka dan hendak melarang mereka bermain di lingkungan sekitar. Menyedihkan!" Bagaimana jika Leo dan Rizki mengetahui kondisi mama kandung mereka yang sebenarnya? Entahlah Bagaimana respon mereka kelak
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN