MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 23. PERTENGKARAN SENGIT _ MIDJ


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Pian, Benri dan Tika teman kerja Erlita saat bekerja dulu di salah satu perusahaan kecil yang ada di kota. Erlita benar benar terhenyak melihat kedatangan ketiga teman-temannya.


"Assalamualaikum." sapa Tika dan kedua temannya.


"Waalaikumsalam." sahut Erlita dari dalam warung miliknya sambil berdiri melihat Siapa yang memberi salam kepada dirinya. Ia merasa tidak yakin kalau yang datang menghampiri dirinya teman saat Erlita bekerja.


"Ya Allah, kalian ternyata!" ucap Erlita sambil memeluk Tika.


"Aku sangat merindukanmu Sudah lama kita tidak bertemu." ucap Tika kepada Erlita. Erlita langsung mempersilahkan ketiga teman-temannya masuk ke rumah sederhana yang selama ini mereka tempati.


Erlita meminta bantuan kepada Abian. Abian yang menjaga warung miliknya. Abian sudah bisa diandalkan oleh Erlita jika dirinya meminta bantuan untuk menjaga warung miliknya sebentar jika ada keperluan lain yang harus ia kerjakan.


Tampak ketiga temannya antusias menggendong tubuh mungil putrinya Arini. mereka sangat gemas melihat Arini yang tampak terlihat mungil dan menggemaskan. Apalagi ketika mereka mendengar celotehan dari Arini. Erlita kembali menghampiri ketiga temannya dengan membawakan Tiga cangkir kopi white kesukaan teman-temannya. Ciri khas ketiga temannya saat mereka masih bekerja.


"Bagaimana kabar kamu Erlita, apa semuanya baik-baik saja."


"Alhamdulillah seperti yang kalian lihat aku dan ketiga anakku baik-baik saja. Ketiga temannya sudah mengetahui prahara rumah tangga yang dialami oleh Erlita. Tapi yang paling mengetahui itu adalah Pian.


Dari mimik wajah dan tatapan Erlita mereka mengetahui kalau ada beban berat yang dipikul oleh Erlita. Benri dan Tika Begitu juga dengan Pian sengaja datang menghampiri Erlita untuk memberikan motivasi kepada Erlita. Berharap Erlita kuat dalam menjalani hari-harinya walaupun rumah tangganya sedang diterpa badai.


"Erlita, kami tahu kau wanita yang sangat baik, jangan sia-siakan pengorbananmu mengambil keputusan gegabah sesaat. Pikirkan masa depan ketiga anakmu, kami tidak ingin ketika anakmu yang menanggung akibatnya Kaena masalah kalian berdua. sekalipun John Kurniawan ayahnya anak-anakmu berbuat seperti itu, lebih baik kamu diamkan saja jangan terlalu kamu pikirkan. Kamu harus ketahui seperti kata-kata orang bijak mengatakan."


"Sesuatu yang baik, belum tentu benar.


Sesuatu yang benar, belum tentu baik.


Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.


Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus.


Pikiran dan mulut merupakan suatu kombinasi.

__ADS_1


Jika kamu tidak bisa menjadi orang pandai, maka jadilah orang yang baik.


Attitudemu yang menentukan siapa kamu.


Lidahmu yang menentukan seberapa bijaknya kamu.


Jika kejahatan dibalas kejahatan, maka itu adalah dendam.


Jika kebaikan dibalas kebaikan, itu adalah perkara biasa.


Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah kekejaman.


Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah hal mulia dan terpuji.


Sesungguhnya sebagian perkataan yang keluar dari mulut seseorang itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.


Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan berbalik dan melukai dirimu sendiri.


Semua manusia itu baik, kalau kamu bisa melihat kebaikannya, dan semua manusia itu menyenangkan, kalau kamu bisa melihat keunikannya.


Yang perlu kamu ingat! Tidak ada manusia yang sempurna!


Tapi, kadang menyedihkan melihat seseorang yang berkeras bahwa dia benar meskipun terbukti salah.


Bila kamu mengisi hatimu dengan penyesalan di masa lalu dan kekhawatiran di masa depan, kamu tak akan memiliki hari ini untuk bisa disyukuri.


Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan uang. Maka, ciptakan dan nikmati bahagiamu, karena kamu berhak untuk bahagia.


Jatuh bangun, maju mundur, itu adalah proses kehidupan.


Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya. Tetaplah berjuang dan raihlah mimpi dan kebahagiaanmu." ucap Tika memberikan sedikit motivasi untuk Erlita dalam menghadapi masalah rumah tangganya dengan John Kurniawan.

__ADS_1


"Terima kasih atas perhatian kalian terhadapku, dan ketiga anakku. Kalian benar-benar teman-teman yang sangat baik. jujur aku malu kepada kalian atas sikap dan tingkah laku suamiku."ucap Erlita


"Kau tidak perlu malu kita berteman sudah lama, jadi kamu tidak perlu malu. Kita sudah menganggapmu seperti saudara." ucap Benri dan Pian secara bersamaan. Setelah sekitar satu jam Benri, Tika, dan Pian berada di rumah Erlita akhirnya mereka pun berpamitan


"Sudah malam, kami pulang dulu iya Erlita. Maaf sudah mengganggu waktumu." ucap ketiga temannya. "Kok kalian meminta maaf? Jujur, aku bersyukur kalian datang ke sini itu artinya kalian peduli kepadaku." ucap Erlita sambil memeluk ketiga teman-temannya.


Tika, Benri dan Pian berlalu dari rumah Erlita. tentunya sebelumnya, mereka memberikan uang jajan kepada Abian, Aska dan juga Arini membuat Erlita merasa tidak enak hati kepada ketiga teman-temannya. Tapi ketiga temannya memaksa memberikan uang jajan untuk Abian, Aska dan juga Arini. .


"Ya Allah, orang lain saja peduli kepada ketiga anakku. Tapi tidak dengan ayahnya, dia lebih peduli kepada anak yang tidak darah dagingnya sendiri." ratap Erlita sambil menatap ketiga anaknya secara bergantian.


Sementara di tempat lain Yulianti tanpa kesal kepada John Kurniawan. Karena John Kurniawan tidak mengangkat sambungan telepon selulernya. John Kurniawan saat ini sedang bermain judi di salah satu warung yang biasa tempat John nongkrong.


Yuli yang sudah sangat emosi ingin langsung menghampiri John ke warung tongkrongannya. Ia marah membabi buta di sana, melihat John yang sedang bermain judi.


"Oh... , ini ternyata pekerjaanmu sehingga kamu tidak mengangkat teleponku!" ucap Yulianti sambil langsung menarik tangan Jhon dari meja judi.


"Lepaskan aku! jangan membuatku emosi." teriak John di depan teman-temannya.


"Kau enak-enak main judi di sini, tapi Uang belanja kami tidak kau kasih. Mana janjimu? kau berjanji akan memberikan uang belanja untuk ku, Jika Aku berhenti bekerja di cafe. Tapi apa? satu kali dua kali kau berikan, tapi sekarang tidak! kami mau makan apa?" teriak Yulianti kepada Jhon.


"Jaga sikapmu!!!! Memangnya kau siapa memerintahkan seperti itu?" ucap John Kurniawan dengan nada meninggi membuat Yulianti semakin kesal. Pertengkaran pun terjadi antara John Kurniawan dengan Yulianti.


Jhon Tampak sangat frustasi, karena uang yang telah Ia berikan kepada nasabahnya banyak yang tidak kembali. Banyak nasabah koperasi yang ia jalankan lari, dan tidak mengembalikan uang yang ia pinjamkan kepada nasabahnya. Membuat John semakin emosi kepada Yulianti. Hingga pertengkaran sengit pun terjadi di warung tongkrongan John.


John melayangkan tamparan kepada Yulianti. Yulianti yang tidak terima kalau John menamparnya, Ia pun kembali menampar John balik. Hingga keduanya benar-benar di luar kendali. Sementara teman-teman John hanya menatap pertengkaran keduanya, tidak tahu yang mana yang mau dibela. Karena keduanya bukan hubungan suami istri, hubungan yang mereka jalankan saat ini belum diketahui kejelasannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2