
Nggak tahu malu banget sih datang-datang ke kampung orang buat keributan! sudah itu dia pula yang paling galak.
"Zaman sekarang pelakor yang lebih galak daripada istri sah, tapi laki-lakinya saja yang tidak tahu diuntung. Sudah dapat istri baik yang rela mengorbankan masa mudanya, hanya untuk hidup bersama lelaki yang sangat ia cintai. Tapi dibalas dengan penghianatan.
"Sungguh luar biasa lelaki zaman sekarang, mudah-mudahan suamiku tidak seperti suami kamu Erlita!" ucap Ibu Anjani kepada Erlita yang merasa kasihan melihat Erlita di kesehariannya mencari nafkah untuk ketiga anak-anaknya. Tapi suaminya memilih berselingkuh dengan seorang janda.
Erlita hanya terdiam menatap Ibu Anjani dengan tatapan seksama. Sementara John dan Yulianti yang telah didorong oleh Erlita keluar dari pekarangan rumah, langsung menarik tangan Yulianti meminta kepada Yuliati agar segera meninggalkan tempat itu.
"Kamu ngapain ke sini? Hah....!" teriak John kepada Yulianti karena kesal melihat Yulianti mengejarnya sampai ke rumah yang ditempati istri dan anak-anaknya.
"Kamu yang kemana? Kamu tidak boleh seperti ini kepadaku,b Aku tidak terima! kau sudah berjanji kepadaku, untuk tetap bertanggung jawab kepadaku dan kepada anak-anakku!"
"Dan kau juga sudah berjanji kepadaku, akan menceraikan istrimu itu. Jangan kau ingkar janji, kalau kau masih ingin hidup tenang. Jika kau, tidak ingin meninggalkan wanita sialan itu, jangan salahkan aku akan berbuat nekad kepadamu!" ancaman Yulianti.
"Terserah apa yang mau kau lakukan sekarang! aku tidak peduli. Yang pasti kau harus pergi dari sini, jangan membuat malu di sini.
" Yang membuat malu itu bukan aku, tapi kamu sendiri. Kenapa kau begitu kepadaku? Aku tidak bisa terima!" teriak Yulianti yang menarik atensi beberapa orang yang ada di sana.
Ibu Anjani dan ibu Sari merasa terganggu akan suara teriakan Yulianti dan juga John. Jhon yang tampak emosi melayangkan tamparan kepada Yulianti. Yulianti tidak terima, Yuliati membalas tamparan yang dilakukan Jhon kepadanya.
Jhon merasa terhina atas perbuatan yang dilakukan Yulianti, ia memilih untuk kembali memberikan pelajaran kepada Yuliati, hingga bagian sudut bibir Yulianti membiru. Yulianti mengambil balok yang ada di dekatnya dan langsung memukul Jhon, hingga Jhon merasa kesakitan dan tangannya tak berdaya.
orang orang susah semakin ramai menyaksikan pertengkaran mereka,tapi Yuliati tidak perduli. "Mampus kayu, kau pikir aku sebodoh istrimu! pekik Yulianti membabi buta. Keduanya pun kembali adu fisik.
Ibu Anjani tidak terima ribut yang kebetulan mereka berada di dekat pekarangan rumah ibu Anjani. Membuat Ibu Anjani langsung menghampiri keduanya.
"Dasar kalian tidak tahu malu! bikin ribut di depan rumah orang. Pergi Kalian dari sini! kalau kalian tidak ingin dipermalukan lagi." ucap Ibu Anjani dibalas tatapan tajam dari Yulianti.
__ADS_1
"Apa urusan kamu sama kami Kamu nggak perlu urus-urusan orang, urus aja dirimu sendiri." ucap Yulianti tanpa ada sedikit merasa bersalah pun udah membuat keributan di depan rumah orang lain.
"Dasar perempuan ganjen, perebut suami orang! tak tahu diri banget sih jadi orang. Sudah pelakor, buat keributan di kampung orang, malah sok-sokan mengancam dan meminta mengurus diri aku sendiri. Aku tidak akan ngurusin kamu, kalau kamu tidak bikin keributan di kamu saya!" ucap Ibu Anjani sudah mulai emosi melihat tingkah laku Yulianti yang seolah-olah Dia berbuat sesuka hati, di kampung orang.
karena Yulianti tak kunjung menggubris apa yang dikatakan oleh ibu Anjani, Ibu Anjani langsung meraih ponselnya.
Ibu Anjani berlangsung menghubungi kepling dan juga kelurahan terdekat. Berharap kepling dan kelurahan terdekat dapat mengambil tindakan atas keributan yang dilakukan oleh Yulianti bersama John di sana.
Tidak menunggu lama, setelah Ibu Anjani menghubungi kepala lingkungan dan kelurahan. Kepala lingkungan langsung datang ke lokasi, di mana Yulianti dan John sedang bertengkar sampai suara teriakan terdengar kemana-mana, hingga orang-orang pun semakin banyak yang berdatangan.
Tin....
Tin .....
Tin. ..
Suara klakson motor kepala lingkungan sudah terdengar jelas di telinga orang-orang yang ada di sana.
"Sudahlah Ma, Biarkan saja apa yang mereka lakukan di luar sana. mama tidak usah peduli. Abin yakin suatu saat mereka akan merasakan apa yang mereka lakukan. Lebih baik kita makan, tidak perlu dipikirkan." ucap Abian sambil menggendong tubuh mungil Arini.
Erlita berusaha mengembangkan senyumnya, menatap ketiga anak-anaknya. "Mama sudah tidak memikirkannya lagi nak, kalian Tenang saja, yang Mama pikirkan sekarang hanya Kalian bertiga. Kalian kekuatan mama , kalian mata hati mama." ucap Erlita sambil langsung meraih tubuh Arini yang tampak ingin sekali langsung digendong oleh Erlita.
Abian bangkit dari tempat duduknya, memilih untuk masuk ke dalam warung menggantikan Erlita menjaga warung sembako yang selama ini mereka kelola. "Suara pertengkaran sayup-sayup masih terdengar olehnya, tetapi ia memilih pura-pura tidak mendengar dan memilih untuk tetap berjaga di warung.
Beli....
Panggil seorang wanita datang ke warung.
__ADS_1
Abian dengan telaten melayani wanita itu. wanita itu menatap Abian dengan tatapan penuh arti. Sebenarnya wanita itu juga mendengar suara keributan yang ditimbulkan oleh John dan juga wanita yang selama ini memicu keretakan rumah tangga Erlita dengan Jhon.
"Abian, kamu kok diam saja Bapak kamu ribut sampai datang ke kepala lingkungan dan juga kelurahan ke sini" ucap Riana yang kebetulan Riana juga tinggal di daerah itu.
"Biarin aja lah Kak, itu urusan orang tua, berani berbuat berani bertanggung jawab. Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai. kalau bapakku tidak tahu malu, Tali aku masih tahu malu, makanya aku memilih untuk tetap di sini daripada aku datang ke sana."ucap Abian kepada Riana.
Riana terdiam mendengar jawaban dewasa dari Abian, walaupun masih kelas 3 SD, tapi pemikirannya lebih dewasa dari papanya sendiri.
Sementara masih di lokasi yang sama, terlihat Pak kepala lingkungan tampak menenangkan Yulianti dan juga John. Membuat John merasa malu,dan meminta Yulianti agar segera pergi meninggalkannya di sana. Tapi sepertinya Yulianti tidak mau meninggalkan tempat itu, sebelum John ikut bersamanya.
Pak Rahmat selaku kepala lingkungan sampai menggelengkan kepala. Ia sudah tahu betul kalau suami sah dari Talita tetapi Mengapa Yuliati yang merasa berhak? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Pak Rahmat, "Sebenarnya apa yang memicu keributan ini?" tanya Pak Rahmat penuh selidik.
laki-laki ini sudah berjanji kepadaku untuk menikahiku. Selama ini, dia tinggal bersamaku. Aku tidak mau habis manis sepah dibuang, dia harus bertanggung jawab karena dia sudah berjanji ingin menikahiku dan akan meninggalkan istri dan Anak-anaknya, karena dia mengatakan sudah tidak cinta lagi kepada istri dan anaknya.
Pak Rahmat geleng-geleng kepala mendengar penjelasan dari Yulianti. "Kalau ini masalahnya aku tidak bisa ikut campur, sekarang kalian selesaikan di luar masalah kalian. Jangan di sini! aku datang ke sini hanya untuk mengamankan lingkungan ini.
" Jadi kalian harus pergi dari sini,Kalian pergi dari sini atau Aku akan melakukan tindakan tanya Pak Rahmat yang sudah mulai emosi melihat pertengkaran sengit antara John dan juga Yulianti.
Tanpa mereka sadari Erlita terus mendengarkan pembakaran antara John dan juga Yulianti. Ada rasa kesal, ada rasa benci dan ada rasa menyesal di hati Erlita melihat pertengkaran yang terjadi, di antara wanita pemicu keretakan rumah tangganya dengan suaminya.
"Kau lihat Mas, kau berbuat kayak gitu kepadaku, kau mendapatkan yang lebih parah dariku. Ingat karma dibayar tunai." gumam Erlita sambil menatap suaminya dari kejauhan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK ."