
Di tempat lain, John Kurniawan tampak kesal dengan kondisinya saat ini. Hingga sampai sekarang, ia harus membutuhkan bantuan dari Abang Karim, jika melakukan sesuatu. termasuk jika dirinya membersihkan diri. rasanya Dia tidak patut untuk hidup lagi di dunia ini.
Merasa dirinya tidak memiliki harapan lagi dan tidak berguna hidup bersama Erlita, membuat dirinya tidak memiliki gairah hidup lagi, membuat Abang Karim menjadi khawatir. Akhir-akhir ini John Kurniawan sulit untuk diajak berkompromi. Bahkan untuk terapi juga ia tidak mau lagi. Dia sudah pasrah dengan kondisinya saat ini, makan pun dia tak berselera. Hingga tubuh John Kurniawan akhir-akhir ini semakin mengurus.
Kondisi kesehatannya pun semakin memburuk membuat Abang Karim pun menjadi semakin khawatir. Saat ini kondisi kesehatan John Kurniawan tidak baik-baik saja. Entah karena dirinya tidak mau makan atau sulit untuk memejamkan mata beberapa minggu belakangan ini, membuat John harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Abang Karim dan Mbak Sukarti membawa John Kurniawan ke rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang selama ini ditempati oleh Abang Karim.
Ketika mereka sudah tiba di rumah sakit dokter langsung memeriksa kondisi kesehatan John Kurniawan.
Dokter menggelengkan kepalanya saat dokter sudah selesai memeriksa kondisi kesehatan John. "Mengapa bisa seperti ini, apakah dia tidak rutin mengkonsumsi obat yang saya resep sebelumnya? tanya sang dokter kepada Abang Karim.
Entahlah dokter, akhir-akhir ini adik saya lebih banyak diam dan dia sepertinya kurang bersemangat. Bahkan untuk makan pun sulit. tidur juga Sepertinya dia kewalahan untuk memejamkan matanya, itu kenapa ya dokter?" tanya abang Karim penasaran.
Sepertinya Pak Jhon memiliki beban pikiran yang cukup berat. Itu dapat mempengaruhi selera makan dan sulit untuk tidur, karena terbawa ke pikiran." ucap sang dokter kepada Abang Karim saat dokter memberikan keterangan kepada Abang Karim.
Abang Karim Terhenyak mendengarkan hal itu. Apa yang dipikirkan oleh John saat ini? dia sudah mampu membiayai kehidupannya sehari-hari, tanpa harus membutuhkan bantuan dariku. Dia juga sudah mampu membiayai biaya pengobatannya dan bisa memberikan sesekali kepada ketiga anaknya biaya sekolah mereka. Terus Apa yang dipikirkan oleh John saat ini?" gumam Abang Karim di dalam hati.
Abang Karim benar-benar bingung untuk saat ini. setelah selesai berbicara dengan dokter Abang Karim keluar dari ruangan dokter menghampiri sang istri yang sedang berjaga di ruang rawat inap John Kurniawan. "Bagaimana, Apa kata dokter?" ucap Mbak Sukarti kepada suaminya.
Dokter mengatakan kalau saat ini John memiliki beban pikiran yang sangat berat dan sepertinya dia depresi, itu dapat mempengaruhi selera makan John berkurang dan dia juga sulit untuk tidur membuat kondisi kesehatan John semakin drop.
"Bagaimana, apa kita perlu memberitahu kondisi adik ipar kepada Erlita dan ketiga anaknya?" tanya Mbak Sukarti kembali bertanya kepada suaminya.
"Sepertinya mereka harus mengetahui karena mereka berhak mengetahui bagaimana kondisi ayah mereka." sahut Abang Karim sambil langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya.
__ADS_1
Kring ....
Kring ...
Kring ....
suara deringan ponsel milik Erlita terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya Abang Karim. Membuat Erlita mengerutkan keningnya saat mereka menikmati makan siang.
"Siapa Bu?" tanya Abian kala Erlita meraih ponselnya yang ada di atas meja sambil menikmati makan siangnya.
"Paman kamu yang menghubungi Ibu."
"Angkat saja Bu, Siapa tahu penting.
Tampak Mbak Rianti memperhatikan gerak-gerik Erlita. Ia menatap Elita masih sangat tenang menikmati menu makanan yang ada di hadapannya. Setelah Erlita selesai menyantap menu makanan yang ada di atas meja, Ia pun kembali meraih ponselnya lalu menghubungi nomor ponsel milik Abang Karim yang beberapa kali menghubunginya sebelumnya.
Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Erlita memberi tegur sapa untuk abang Karim. "Halo assalamualaikum kak, Ada apa menghubungiku hingga beberapa kali tadi?" tanya Erlita penasaran
"waalaikumsalam Erlita, Kenapa kamu tidak mengangkat sambungan telepon seluler ku.
"Maaf Kak, tapi Erlita sedang makan siang bersama dengan mbak Rianti dan juga anak-anak. Tidak enak mengangkat telepon jika waktunya menikmati rezeki yang diberikan Allah." sahut Erlita.
"Kakak hanya ingin memberitahu kalau saat ini John sedang dirawat di rumah sakit."ucap Abang Karim memberitahu.
"Memangnya kenapa sampai Mas John dirawat di rumah sakit Kak?" tanya Erlita.
__ADS_1
Mendengar sang ayah dirawat di rumah sakit Abian dan Aska langsung terhenyak. dia pun langsung meminta kepada sang ibu ponsel yang dipegang oleh Erlita dan ingin segera berbicara dengan Abang Karim.
Erlita tidak menolak, ia langsung memberikan ponsel itu kepada Putra sulungnya itu, lalu Abang Karim berbicara langsung kepada Abian dan Aska. Sementara Arini masih memilih untuk tetap menyantap menu makanan yang masih ada di piringnya, seolah dirinya cuek saja dan tidak peduli maklum masih kecil belum tahu apa-apa.
Setelah selesai berbicara dengan Abang Karim, Abian memutuskan sambungan telepon selulernya. lalu kembali menghampiri Erlita dan Mbak Rianti yang masih duduk di meja makan. "Ayah sedang sakit dan dirawat di rumah sakit , kita harus segera pergi melihat kondisi ayah saat ini." ucap Abian memohon kepada Erlita.
Erlita melirik Mbak Rianti seolah dirinya minta pendapat dari kakak sepupunya itu. Mbak Rianti mengganggukan kepalanya pertanda dia setuju kalau mereka akan segera pergi ke rumah sakit melihat kondisi kesehatan John Kurniawan.
"Sudah pergilah, Tidak apa-apa Mbak yang akan menjaga warung. jangan khawatir Mbak tidak akan korupsi kok." ucap Mbak rianti sambil terkekeh. Erlita mengembangkan senyumnya menatap Kakak sepupunya itu dengan tatapan mendalam. Abian, Aska dan Arini pun segera bersiap berangkat ke rumah sakit.
Dengan menggunakan taksi online yang dipesan oleh Erlita, mereka berlalu dari rumah sederhana yang mereka tempati selama ini. Saat taksi online sudah datang menghampiri mereka, Erlita langsung mengajak ketiga anaknya masuk ke dalam taksi.
Ketika mereka sudah duduk dengan nyaman di dalam taksi, driver taksi online itu pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit di mana John Kurniawan dirawat. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit kemudian, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
Erlita dan ketiga anaknya turun setelah membayar uang taksi yang mereka pesan. Erlita berjalan bersama ketiga anaknya menghampiri resepsionis yang bertugas di sana. Gadis berparas cantik itu mengembangkan senyumnya menyambut kedatangan Erlita. "Maaf mbak, ruang rawat inap atas nama John Kurniawan di sebelah mana ya?" Tanya Erlita kepada sang resepsionis.
"Oh tunggu sebentar ya Bu, saya akan periksa ucap sang resepsionis. Lalu gadis berparas cantik itu pun mengembangkan senyumnya "Maaf Bu, ruang rawat inap Pak Jhon Kurniawan berada di lantai tiga ruang anggrek 104 "ucap sang resepsionis memberitahu. "Terima kasih ya Mbak." ucap Erlita sambil meninggalkan Gadis itu berlalu membawa ketiga anaknya ke lantai tiga dengan menggunakan lift yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1