MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 12. MERASA TAK BERDAYA _MIDJ


__ADS_3

Setelahnya Erlita menutup pintu kamar itu dengan keras, hingga menimbulkan suara berdentum tubuhnya begitu gemetar. Ia sengaja tidak ke kamar yang ditempati oleh putra-putrinya. Karena dirinya tidak ingin mengganggu istirahat anak-anaknya.


Padahal sebenarnya Abian putra sulungnya sudah mendengar pertengkaran mereka.Hingga diam diam Abian menangis sesungguhkan di kamar sambil memeluk Aska adiknya.


Erlita kembali terkulai lemas di belakang pintu kamar yang tertutup. Tangis Erlita semakin tumpah di sana. "Sedikitpun Erlita tak menyangka akan diuji dengan ujian sebesar ini." gumam Erlita dalam hati sambil terus menangis sesungguhkan.


"Ya Allah aku benar-benar enggak sanggup, ini terlalu menyakitkan bagiku. Erlita meremas dada dengan kuat, bahkan sesekali Erlita menepuk kencang dada yang kian lama kian sesak itu.


"Sayang, tolong buka pintunya. Biarkan Mas jelaskan semuanya. Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan." suara John terdengar seiring ketukan pelan di pintu kamar.


"Stop mas! stop!!!! Erlita tak ingin mendengar apapun lagi. Erlita menutup telinga dengan kedua tangan, Tak ingin lagi mendengar suara John yang membuat hati Erlita semakin teriris.


Bagi Erlita semuanya sudah jelas. Dia sudah menghianati cinta Erlita dia sudah menghianati janji suci yang dia ucapkan di hadapan semua orang. Apapun alasannya penghianatan tetap penghianatan. Tak ada istilah khilaf, karena semuanya pasti dilakukan secara sadar. Apalagi penghianatan itu ternyata sudah berlangsung sudah sangat lama.


Sayang tolong buka pintunya Mas benar-benar minta maaf Jhon kembali menggedor pintu kamar. Kali ini lebih kencang dari sebelumnya.


Tak ingin lagi mendengar suara John, Erlita menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, lalu menutup telinga dengan bantal, suara tangis Erlita yang menyayat juga terendam oleh bantal tersebut.


****


Keesokan paginya Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Erlita harus mempersiapkan putranya untuk berangkat sekolah. Suara John tidak lagi terdengar. Entah sedang apa dia sekarang, mungkin saja dia sudah tidur tanpa rasa bersalah sedikitpun. Sementara Erlita di sini, jangankan untuk memejamkan mata, untuk bernafas sekalipun dada begitu sesak bak ditindih bongkahan batu yang amat besar.

__ADS_1


Dengan kepala sempoyongan karena terlalu banyak menangis, Erlita bangkit lalu Turun Dari ranjang. Perlahan Erlita berjalan pelan hendak ke dapur, untuk mengambil air minum. Kerongkongan terasa kering setelah menangis begitu lama.


Saat membuka pintu kamar, perlahan hatinya sedikit terenyuh melihat John yang sedang menyandar di dinding kamar. Dia tidur gurat kelelahan terpancar dari raut wajahnya. Ada rasa iba yang menelusup dalam dada. Namun teringat kembali penghianatan yang telah dia lakukan. rasa benci muncul kembali menguasai dada dan pikirannya.


Erlita melangkah pelan melewati tubuhnya begitu saja. Mengambil air minum di dispenser, lalu meneguknya sambil duduk di kursi meja makan. Setelah air melewati tenggorokan, Erlita meletakkan gelas itu di atas meja. Mata Erlita tiba-tiba menyapu makanan yang sudah Erlita siapkan sore tadi. makanan yang belum sempat tersentuh sama sekali oleh suaminya.


Erlita mempersiapkan keberangkatan Putra pertamanya untuk berangkat ke sekolah. apalagi saat ini Abian sudah duduk di bangku kelas 1 SD. Setelah mempersiapkan keberangkatan Abian, Abian yang tidak tahu permasalahan apa-apa bertanya kepada Erlita.


"Ma kenapa papa tidur di situ?" tanya Abian penuh selidik.


Erlita hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan putranya. "Ayo Lebih baik kau segera berangkat ke sekolah. Nanti kamu terlambat." ucap Erlita untuk mengalihkan pembicaraan Abian. Abian memberi salam kepada Erlita. Setelah menghabiskan sarapan paginya, Ia pun berlalu menghampiri John yang masih tertidur di depan pintu kamar.


"Pa, Abian berangkat ke sekolah dulu ya." ucap Abian sambil memberi salam kepada John. John tersentak ketika putranya meraih tangannya lalu memberi salam kepada John. John mengembangkan senyumnya hati-hati ya nak." ucapnya sambil mengucek kedua bola matanya.


Setelah memastikan semua pekerjaan rumah telah selesai, Ia pun berusaha untuk menidurkan kedua putra-putrinya. lalu Erlita kembali membaringkan tubuh di atas ranjang, setelah memastikan Aska dan putrinya Arini sudah tertidur pulas.


Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. tempat peraduan Erlita dengan menghabiskan malam panjang penuh kehangatan dan keromantisan. John memang tipe laki-laki yang hangat dan romantis jika berada di atas ranjang, ketika John menginginkan kehangatan dari istrinya.


Mendengar pintu kamar yang ditutup, mata John langsung terbuka John berpikir Erlita keluar dan akan meminta John untuk masuk ke dalam kamar. nyatanya John salah.


John merenggangkan tubuh yang semula bersandar di dinding, rasa pegal terasa menjalani sekujur. Karena John tertidur di lantai saking lelahnya. Dengan gontai John bangkit melirik sekilas ke arah pintu kamar ingin mengetuknya lagi, tapi takut mengganggu Erlita.

__ADS_1


Mungkin saja dia baru bisa istirahat, setelah kejadian tak terduga yang baru saja tadi ia ketahui.


John menghela nafas, rasa sakit diabaikan oleh Erlita membuat dadanya begitu sesak tapi John juga sadar semua itu karena ulahnya. Karena kesalahannya, bahkan John bisa merasakan bagaimana hancurnya hati Erlita kini.


Dengan lemah lunglai, John berjalan menuju kursi lalu menjatuhkan tubuhnya kasar. di atas sana mata jentik yang lama Kian terasa pedih. Bagaimana tidak, Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Tapi John baru tertidur beberapa menit saja namun meski demikian John malah kembali terjaga dan sulit untuk kembali menutup Mata.


Wajah Erlita yang sembab dengan tubuh berguncang terus terbayang di pelupuk mata. andai John di sisinya, ingin John memeluk erat tubuhnya, membiarkan Ia menumpahkan tangisnya di dada Jhon seperti biasanya. Namun sepertinya itu mustahil mengingat ini John lah penyebab jatuhnya air mata itu.


Pengorbanan Erlita yang sudah begitu benar-benar berkorban, demi John dan putra-putrinya dihargai dengan penghianatan oleh John.


Semua ini salahku. Semua memang kesalahanku, semuanya berawal dari Aku bekerja menjadi seorang tukang becak bermotor dan penumpangku yang membuatku menjadi seperti ini.


Namun seiring berjalannya waktu dan seringnya Jhon bertemu dengan Yulianti, mereka mulai kembali dekat. Apalagi Yulianti saat ini sedang mengincar John dan ingin merebut John dari Erlita, setelah mengetahui John sudah memiliki usaha koperasi dan tidak seperti dulu lagi.


Apalagi setelah John mengetahui kalau ternyata Yulianti merupakan single parent, yang mempunyai dua orang anak. Dia sudah bercerai dengan suaminya, sehingga dirinya bekerja menjadi seorang waitress di sebuah cafe.


terlalu sering bertemu dan curhat dari hati ke hati, membuat John lupa akan Siapa dirinya. telah memiliki seorang istri dan juga 3 orang anak. Saat ini John memang sudah tidak berjudi lagi, tapi dia mengkhianati cinta istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2