MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 64. MELARIKAN DIRI_ MIDJ


__ADS_3

Di sebuah salon ternama yang ada di kota Medan, terlihat Yulianti sedang melakukan perawatan. Dia meminta kepada Merry untuk mempersingkat perawatannya. "Mer, tolong dipercepat ya, Aku ingin pergi ke suatu tempat. Jadi sebelum Baskoro datang ke sini aku sudah pergi terlebih dahulu, Kamu jangan khawatir aku akan balik lagi ke sini." ucap Yulianti kepada Merry yang langsung dibalas anggukan dari Merry.


Butuh waktu satu jam menyelesaikan tugasnya perawatan rambut dan juga kulit yang diminta oleh Yulianti. Sebelumnya Yulianti sudah menghubungi Alina kalau dirinya saat ini berada di salah satu salon yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang selama ini ditempati oleh Yulianti dengan Baskoro. Dan dia sudah share lokasinya agar Alina lebih mudah mengetahui dimana keberadaan salon tempat Yulianti perawatan


Anak buah Baskoro yang berjaga di luar sana tidak menyadari, kalau Yulianti sudah keluar dari salon itu melalui pintu belakang. Tentunya setelah Yulianti memohon kepada Marry agar tidak memberitahu kepada anak buah Baskoro sebelumnya Yulianti berjanji akan segera kembali sebelum waktunya tiba.


Alina sudah bersiap di atas sepeda motor miliknya, dengan menggunakan helm dan masker. Ia pun menunggu di jalan kecil jalan alternatif menuju salon itu. Ketika Alina melihat Yulianti keluar dari salon itu, ia langsung melambaikan tangannya agar Yulianti mengetahui kalau dirinya sudah menunggu Yulianti di pinggir jalan.


Ketika Yulianti sudah melihat keberadaan Alina di sana, ia langsung berlari lalu Alina memberikan masker dan helm agar anak buah Baskoro tidak mengetahui siapa sosok wanita yang berada di belakang Alina. sebelum Yulianti keluar dari salon itu, ia sudah mengganti pakaian yang ia gunakan sebelumnya.


"Kita mau ke mana sekarang?" tanya Alina kepada Yulianti.


"Bawa aku pergi jauh dari sini, aku tidak ingin bersama pria itu lagi."


"Aku bingung membawa Kamu ke mana. jika kau kubawa ke kamar kos ku maka tidak menutup kemungkinan Baskoro akan mencari mu ke sana. lebih baik kamu langsung berangkat ke luar kota saja, apa sebelumnya kamu sudah melakukan apa yang kita bicarakan sebelumnya? tanya Alina kepada Yulianti.


Semua barang perhiasan yang sudah Ia berikan kepadaku, sudah aku bawa semuanya di dalam tasku. Begitu juga dengan isi ATM yang aku miliki uang yang ada didalam sudah aku tarik sebelumnya. Sebelum dia memblokirnya.


Mobil yang sudah Ia berikan kepadaku, sudah aku gadaikan bpkb-nya di penggadaian. Tapi mobil itu masih berada di garasi rumah. Sementara sertifikat rumah yang ia belikan untukku masih berada di tanganku." ucap Yulianti


"Apakah kamu membawanya semua?" ucap Alina sambil terus melajukan motor miliknya.

__ADS_1


"Aku sudah membawanya. Sebelumnya sertifikat rumah itu aku simpan di salon, kepada tante Merry. Dan tadi aku memintanya dari Merry Aku berusaha agar Merry tidak mencurigai ku kabur dari sana. Tapin seluruh pakaianku semuanya tertinggal, tidak ada yang bisa aku bawa. Aku tidak Ingin Baskoro mencurigai ku, jika aku membawa sesuatu. Sedangkan baju yang aku kenakan ini saja baju milik Merry." sahut Yulianti.


"Sudah kalau kamu ingin selamat dari pria itu, lebih baik kamu langsung aku antar ke loket. Kamu pergi saja ke rumah saudaraku yang ada di Dumai. Nanti dia bisa mengirim kamu langsung bekerja di negeri Jiran Malaysia. Jika kamu mau."


"Aku setuju, yang penting aku tidak ingin bersama pria itu lagi. Pria itu tidak layak dikatakan manusia, karena dia memang memiliki kelainan yang sangat luar biasa. Aku tidak menyangka dia lebih parah dari yang aku bayangkan."


Alina melajukan kuda besinya menuju sebuah loket bus tujuan Dumai. Dewi Fortuna berpihak kepada Yulianti, mobil itu akan segera berangkat ketika dirinya tiba di sana. "Sudah kamu tidak perlu memikirkan ku sekarang kamu berangkat saja, aku tidak butuh uang yang kamu berikan ini. lebih baik uang ini kamu berikan saja kepada kedua anakmu." ucap Alina ketika Yulianti memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu untuk Alina.


"Kalau begitu, aku bisa minta tolong kepadamu? Tolong berikan ini kepada kedua anakku, Siapa tahu mereka kekurangan uang. Aku tidak ingin mereka kenapa-kenapa. Aku ingin kamu membantuku, mungkin lebih baik mereka harus pindah rumah kontrakan agar Baskoro tidak mengetahui keberadaan mereka saat ini."


"Itu biar aku yang mengatur nanti. jika kamu sudah tiba di Dumai, kamu berikan aku kabar dan jika kamu harus memilih untuk bekerja di negeri Jiran Malaysia, kamu kasih tahu kabar kepadaku. Agar aku dapat membawa kedua putramu ke Dumai saat itu juga." ucap Alina karena ia sudah tidak tega melihat kondisi Yulianti yang sudah mengenaskan.


"Semoga kamu selamat sampai tujuan, dan kamu baik-baik saja di sana." gumam Alina dalam hati sambil terus menatap kepergian Bus itu sampai bus itu menghilang dari pandangannya.


Alina berlalu dari loket. Ia langsung menunjukkan kuda besinya ke rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh Leo dan juga Rizki. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Alina tiba di sana. Dia meminta Leo untuk segera berkemas meminta kepada mereka agar segera pindah dari rumah kontrakan itu.


"Kenapa Tante memintaku berkemas dan pindah dari rumah kontrakan ini?" tanya Leo penasaran


"Sudah Jangan banyak bertanya, sekarang kemas barang-barang kalian. Dan di mana Rizki? mengapa dia tidak ada di rumah?" tanya Alina penuh selidik.


Leo berusaha untuk menghubungi Rizky tapi sepertinya Rizki tidak mengangkat saluran telepon selulernya. Membuat Leo sedikit kesal kepada kakaknya itu, yang tak kunjung pulang ke rumah.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu berkemas kita akan angkat barang-barang kalian ini. Dan Kita pindah dari sini." ucap Alina. Mobil sudah dipersiapkan Alina mengangkat barang-barang itu.


Setelah barang-barang sudah dinaikkan keseluruhan ke atas mobil pick up yang dipesan oleh Alina sebelumnya, Mereka pun meninggalkan rumah kontrakan itu setelah mereka meninggalkan rumah kontrakan itu di dalam perjalanan Leo mengirimkan pesan Whatsapp kepada sang kakak agar sang kakak mengetahui kalau mereka sudah tidak tinggal di sana lagi.


"Tante tolong jelaskan mengapa tiba-tiba tante meminta Kita pindah dari rumah itu?


nanti tante jelaskan, sekarang naiklah tante akan naik sepeda motor sementara mobil pick up ini mengikuti tante.


Setelah kurang lebih satu jam lamanya di dalam perjalanan. Mereka tiba di sebuah rumah sederhana yang lokasinya di pinggiran kota Medan. Membuat Leo mengerutkan keningnya. "Kenapa harus tinggal di tempat seperti ini, tempatnya sepi dan jauh dari perkotaan. ini seperti kampung-kampung." gumam Leo dalam hati.


Alina menghentikan kuda besinya di depan rumah sederhana. Tapi tampaknya rumah itu masih terawat dan layak di huni. Mobil itu pun berhenti di sana. Alina meminta sopir untuk mengangkat barang-barang itu masuk ke dalam rumah. setelah Alina membuka pintu rumah itu.


Alina meminta kepada sopir itu agar tidak memberitahu kemana ia mengangkat barang-barang milik anak-anak yulianti kepada siapapun. Karena tidak menutup kemungkinan Baskoro akan menelusuri keberadaan Yulianti hingga ke rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh anak-anak Yulianti dan Yulianti sebelum dirinya menikah dengan Baskoro.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2