MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 38. DOA DAN HARAPAN _MIDJ


__ADS_3

Sementara Erlita dan Arini duduk di sebuah kafetaria yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit. Erlita hanya tidak ingin John melihat kehadirannya di sana yang mampu membuat kondisi semakin memburuk. Jika ia siuman kelak.


Abang Karim menghubungi nomor ponsel Erlita. Karena Erlita tiba-tiba saja pergi meninggalkan mereka di ruang rawat inap John, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Erlita meraih ponsel yang ada di dalam tas sandang miliknya. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Halo kakak ipar, Ada apa?" sahutnya di dalam sambungan telepon selulernya


"Kamu di mana, Kok kamu tiba-tiba pergi saja tanpa pamit dan membiarkan Abian dan Aska di sini?" tanya abang Karim


"Erlita tidak kemana-mana kakak ipar, Erlita ada di sini di Kafetaria, hanya saja aku tidak ingin kondisi Mas John semakin memburuk Jika ia membuka kedua kelopak matanya, dan melihat kehadiranku di sana. Membuat kondisinya semakin memburuk.


"Oh iya, sekarang John sudah sadar dan terlihat mereka masih berbincang-bincang dengan Aska dan Abian. "Apakah kamu tidak berniat untuk datang ke sini?" ucap Abang Karim


"Maaf kakak ipar, kalau untuk saat ini sepertinya aku belum bisa. Mungkin lain kali saja. Abang Karin dan Mbak Sukarti sama sekali belum mengetahui kondisi John yang sebenarnya saat ini. Kaki kanan Jhon tidak bisa ia gerakkan sama sekali. John juga belum menyadarinya.


John menyadari kalau kaki yang sebelah kanan tidak bisa ia gerakkan, ketika dirinya hendak menggeser tubuhnya.


"Aaaaa.....!!!kenapa kaki kananku tidak berasa dan tidak bisa di gerakkan?? John berteriak membuat Abian dan Aska terhenyak


" Ada apa Ayah? mengapa Ayah berteriak?" tanya Aska dan Abian serentak yang juga menarik atensi Abang Karim dan juga Mbak Sukarti.


"Ada apa?


"Apa yang terjadi?" ucap Abang Karim saat mendengar suara teriakan John.


"Kaki kananku sama sekali tidak bisa aku gerakkan dan tak berasa apa apa, ini kenapa ya Kok tidak bisa aku gerakkan dan sepertinya aku tidak merasakan apa-apa di bagian kaki kanan ku." ucap John Kurniawan yang mampu membuat Abang Karim terhenyak.


Sementara Mbak Sukarti pergi langsung memanggil dokter berharap dokter dapat memberikan jawaban Mengapa John sama sekali tidak merasakan apa-apa di bagian kaki kanannya Bahkan ia tidak bisa menggerakkan sama sekali, berbeda dengan kaki kirinya yang masih bisa tampak aktif.


Dokter datang menghampiri John dan memeriksa keluhan John. Dokter pun harus memberitahu hal yang sebenarnya kepada pasien dan keluarganya. Ketika dokter mengatakan kalau kaki kanan John mengalami kelumpuhan, Jhon terdiam tidak bisa menerima keadaannya yang lumpuh. Ia tidak mampu berkata-kata.


Jhon hanya terus menangis sesungguhkan ia tidak akan mampu bergerak dengan leluasa. Bahkan dia harus tergantung kepada seseorang, jika dirinya membutuhkan apa-apa. Jhon meratapi nasibnya masih tidak terima akan apa yang ia alami.

__ADS_1


Abang Karim dan John Saling berpelukkan. Abang Karim berusaha memberikan kekuatan kepada adiknya sudah membuat Abang Karin kecewa. Tapi bagaimanapun dia tetap adiknya. Abang Karim dan Sukarti menangis sesungguhkan mengetahui adiknya mengalami kelumpuhan.


Abian terus menangis sesungguhkan, Begitu juga dengan Aska. Apalagi setelah mendengar sang ayah mengalami kelumpuhan membuat Abian pun merasa tidak tega. "Yang sabar ya Ayah, Abian yakin Ayah pasti bisa sembuh. Asalkan Ayah mau berusaha dan berdoa minta kesembuhan dari Allah. Tak ada yang mustahil jika memang Allah mengijinkan Ayah pulih kembali, maka Ayah pasti pulih." ucap Abian untuk memberikan semangat kepada John Kurniawan. John semakin menangis histeris mendengar kata-kata yang keluar dari mulut putranya yang masih usia bocah kecil menurutnya.


Sementara di tempat lain, Yulianti yang mendapatkan kabar Kalau kondisi kesehatan John Kurniawan sudah semakin membaik. Ia sama sekali tidak peduli. Bahkan ia seolah-olah tidak mengenal John sama sekali.


"Untung saja aku tidak jadi menikah dengan lelaki seperti itu, ah aku tidak akan Sudi jika aku memiliki suami seperti itu." gumam Yulianti di dalam hati Sambil tertawa cekikikan bersama teman-teman satu profesi dengannya.


"Makanya apa gue bilang sama lo, gimana om yang aku kenalin kemarin sama kamu, pasti kamu dapat banyak dapat duit kan?" ucap Alina kepada Yulianti yang tampak bersemangat karena sebelumnya Alina lah yang memberikan tamu itu untuk Yulianti.


"Kamu benar, terima kasih ya sudah memberikan tamu untukku. Udah itu, dia banyak duit lagi. Tidak apa-apa sudah tua, yang penting uangnya yang kita butuhkan. Untuk apa cinta, mana bisa kita makan dengan cinta." ucap Yulianti Sambil tertawa ngakak membayangkan uang yang diberikan kamu yang dikenalkan Alina kepadanya.


"Iya, zaman sekarang mana ada cinta-cintaan. ada uang abang sayang, nggak ada uang abang melayang." ucap Yuyun yang tampak ikut bahagia mendengar Yulianti mendapat uang banyak dari tamu yang diberikan Alina kepadanya.


"Oh iya, kamu mengenal Om itu dari mana?" Yulianti penasaran. "Dulu sih dia Tubang aku, cuman aku sudah dapat yang lebih muda dan juga kaya. Kalau ada yang muda tapi kaya, Untuk apa yang tua." ucap Alina percaya diri membuat Yulianti mengerutkan keningnya. Itu artinya tamu yang diberikan oleh Alina itu bekas dari Alina sendiri.


Tapi Yulianti tidak masalah, yang pasti ia mendapatkan uang yang banyak dari om om hidung belang yang mampu membayarnya dengan harga tinggi.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Yulianti terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya tidak ada di list kontaknya.


"Aku juga tidak tahu. Nomornya tidak tersimpan di list kontak ku." ucap Yulianti.


"Sudah angkat saja, siapa tahu ada tamu yang ingin memberikan rezeki untukmu." ujar Alina


dengan penuh semangat. Yulianti menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Hallo selamat sore," Sapa Yulianti di dalam sambungan telepon selulernya.


"Iya selamat sore Sayang, Apa benar ini nomor ponsel Yulianti?" tanya seorang pria di ujung telepon


"Iya, Maaf ini siapa ya?" tanyanya penuh selidik. Karena ia semakin penasaran pria yang di seberang sana memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Daripada kamu bertanya-tanya ini siapa, lebih baik kamu temui saya langsung di cafe yang lokasinya tidak jauh dari cafe di mana kamu bekerja nanti malam. Jika kamu sudah tiba di sana, kamu langsung menghubungi aku." ucap pria yang ada di ujung telepon.

__ADS_1


"Tidak semudah itu untuk bertemu dengan saya, kamu pikir saya wanita bodoh? Aku tidak ingin bertemu dengan seorang pria yang tidak memiliki apa-apa.


"Kamu jangan khawatir kalau masalah itu berapa yang kamu mau Satu malam? tanya pria itu menentang Yulianti.


"Satu juta short time. Jika kamu mampu aku akan menemui kamu." jawab Yulianti menentang


"Hanya satu juta short time? Aku ingin long time, satu halaman penuh bersama kamu bagaimana? Berapa harga yang kamu inginkan?


"Tiga kali lipat, Jika kamu mampu aku akan datang menemuimu dengan penampilanku yang begitu luar biasa. Kamu bisa request dengan gaya apapun yang kamu mau. Jika kamu mampu membayar ku satu malam tiga juta." ucap Yulianti percaya diri.


"Ha.....ha.....ha. aku kira sampai ratusan juta, ternyata hanya tiga juta saja yang kamu minta. Kalau masalah itu mah kecil Kalau masalah uang tidak perlu kamu takut kepadaku." ucap pria di sana seolah-olah pria itu meremehkan Yulianti.


" Tidak perlu banyak bicara, jika kamu mampu aku akan temui kamu di lokasi yang sudah kamu tentukan."


"Okey tidak masalah kamu datang saja. Aku akan bayar kamu lebih dari yang kamu minta." ucap pria itu. Pria itu memutuskan sambungan telepon seluler.


"Okey deal?


"Deal." keduanya sepakat bertemu malam nanti, di cafe remang remang yang lokasinya tidak jauh dari tempat biasa Yulianti mencari tamu.


Yulianti bersorak kegirangan setelah mendapat telepon seluler dari seseorang.


"Kok Kamu sepertinya bahagia banget sih?" tanya Alina penuh selidik


"Iya, ada pria yang akan memboking aku malam ini. Dan harganya sangat fantastis. Kalian Tenang saja, akan aku traktir kalian nanti makan sepuasnya." ucap Yulianti Bahagia. Bahagia membayangkan mendapatkan uang banyak malam nanti.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1



__ADS_2