
Hamdan menghantarkan Erlita dan ketiga anaknya kembali ke rumah yang selama ini ditempati Erlita dan ketiga anak-anaknya. "Om Terima kasih sudah membawa kami jalan-jalan dan sudah mengajak kami makan di restoran." ucap Abian sambil mengembangkan senyumnya.
"Sama-sama sayang, nanti kalau kamu pengen jalan-jalan lagi, tinggal call om saja ya. pasti Om akan membawa kamu jalan-jalan ke tempat yang lebih indah lagi dan juga seru." sahut Hamdan sambil mengembangkan senyumnya.
"Serius Om, mau bawa Abian dan adik-adik Abian lagi jalan-jalan.
"Serius dong, masa Om bohong." ucapnya sambil mengedipkan matanya.
"Mas mau singgah tidak?
"Lain kali saja, nanti tanggapan orang lain-lain. lebih baik aku langsung pulang dari sini." ucap Hamdan sambil meraih tubuh Abian kepelukannya Begitu juga dengan Aska dan Arini.
"Ingat kebahagiaan anak-anakmu lebih penting dan kau juga harus bahagia. Jangan memikirkan orang, sementara orang lain saja tidak peduli kepada. Bahagiakan dirimu sendiri dan juga anak-anakmu." pesan Hamdan sambil langsung masuk ke dalam mobil miliknya. lalu melajukannya ke arah jalan raya menuju apartemen miliknya.
Erlita hanya mematung menatap kepergian Hamdan. hingga mobil yang dikendarai Hamdan benar-benar menghilang dari pandangannya, lalu Erlita masuk menemui anak-anaknya di dalam rumah.
Tampak Abian dan Aska sangat bahagia dan antusias memainkan mainan yang dibeli Hamdan kepada mereka. Sementara Arini kali ini yang sudah tampak bosan ingin segera membersihkan diri. Erlita langsung membawa Arini ke dalam kamar mandi lalu memandikan Arini. Arini saat ini sudah terlihat press dan sangat segar, membuat Arini merasa nyaman. kini giliran Aska dan Abian yang harus segera membersihkan diri.
__ADS_1
Abian, Aska kalian mandi dulu gih. nanti lagi mainnya." ujar Erlita memanggil kedua putranya. Abian dan Aska langsung meninggalkan mainan mereka lalu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Erlita mereka langsung masuk ke dalam kamar mandi. lalu membersihkan diri.
Aska memang masih kecil. Tapi Abian sudah bisa mandiri mandi sendiri. kini Abian sering sekali membantu Aska membersihkan dirinya membuat hati Erlita bahagia menatap putranya yang begitu pengertian terhadapnya.
Setelah ketiga anak-anak terlihat sudah membersihkan diri. Kini giliran Erlita yang membersihkan diri. Setelah sekitar 15 menit di dalam kamar mandi, Erlita keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
Ia pun menggunakan pakaian yang baru dibeli oleh Hamdan kepadanya. "Wah ternyata baju yang dibeli Mas Hamdan pas sekali untukku dan warnanya juga aku suka." gumam Erlita sambil mengembangkan senyumnya menatap pantulan tubuhnya yang begitu cantik dan menawan. Walaupun hanya menggunakan baju tidur yang mereka beli sebelumnya saat berada di mall.
Aska dan Abian juga melakukan hal yang sama. Menggunakan baju tidur yang dibeli oleh Hamdan. Tidak hanya baju tidur yang dibeli Hamdan kepada mereka. Mereka juga dibelikan beberapa pasang pakaian lainnya. Erlita juga dibelikan Hamdan gaun yang sangat cantik. Jujurnya Erlita belum pernah menggunakan gaun semahal yang dibeli Hamdan. Membuat Erlita enggan menggunakan gaun itu, jika suatu saat ada waktu menghadiri sebuah pesta atau ke mana saja.
"Mas Hamdan sudah banyak menghabiskan uang untuk kami jalan-jalan. Jadi nggak enak nih" gumam Erlita dalam hati lalu ia teringat menghubungi Hamdan. Ia pun melakukan sambungan video call kepada Hamdan karena dirinya sudah menggunakan pakaian yang diberi Hamdan untuk mereka.
"lihat Mas, aku sudah memakai pakaian yang kamu beli tadi. cantik tidak? dan cocok tidak untuk Erlita? tanya Erlita meminta pendapat kepada Hamdan. Hamdan mengembangkan senyumnya
"Kau sangat manis dan cantik memakai baju tidur itu. pasti kau akan terlihat lebih cantik jika kau menggunakan gaun tadi." ucap Hamdan Sambil tertawa cengengesan.
"Mas jangan terlalu memujiku seperti itu, nanti Erlita besar kepala." sahut Erlita sambel tertawa bahagia. "Ya Mas serius, Kamu sangat cantik menggunakan pakaian itu. pasti setiap lelaki yang melihatmu akan klepek-klepek." sahut Hamdan
__ADS_1
Wajah Erlita kini langsung berubah saat Hamdan mengatakan setiap lelaki akan klepek-klepek terhadapnya. "Jangan bicara seperti itu Mas, Jika setiap lelaki akan klepek-klepek melihat penampilanku seperti ini, suamiku tidak akan berpaling dariku dan berniat berselingkuh dengan wanita lain." ucap Erlita. kembali linangan air mata terlihat di kedua kelopak matanya. Membuat Hamdan pun merasa bersalah.
"Tidak, Dia biasa aja lelaki yang tidak tahu bersyukur sudah memiliki istri cantik, pekerja keras, mandiri tapi dia tetap saja melirik wanita lain. Masih mending wanita yang menjadi selingkuhannya lebih baik darimu. yang parahnya wanita yang menjadi selingkuhannya, itu merupakan salah satu waitris cafe yang kita tau tempat wanita itu bekerja di sebuah Cafe remang-remang. pastilah wanita itu juga melakukan yang tak senonoh untuk mendapatkan cuan. sehingga dirinya juga mampu merebut suami kamu darimu." ucap Hamdan mencoba untuk menghibur Erlita.
Erlita menghapus air matanya yang sudah menetes di wajah cantiknya. Kini Abian yang menyaksikan itu langsung memeluk Erlita. Ma Jangan menangis Lagi, tidak perlu mengeluarkan air mata seperti itu. tadi Mama sudah sangat bahagia ketika kita pergi jalan-jalan dengan om Hamdan. Mengapa Mama lagi menangis sekarang?
"Jika Om Hamdan membuat Mama bahagia, bertemanlah dengan om Hamdan. Abian tidak merasa keberatan. asalkan Mama bahagia dan suara tawa dan senyuman manis Terlihat Lagi di wajah mama." ucap Abian yang mampu membuat Erlita terhenyak. Begitu juga dengan Hamdan yang berada di sambungan video call itu.
"Dewasa sekali pemikiran Abian." ucap Hamdan kepada Erlita. " Entahlah, apa karena dirinya sudah mengetahui yang terjadi semenjak dulu di kehidupan rumah tangga kami sehingga dia merasa kuat dan kokoh. selama ini Abian yang selalu menghiburku walaupun masih anak-anak. Tapi dia memahami apa yang aku rasakan saat ini. dia juga memahami apa yang dilakukan oleh papanya di luar sana.
Hamdan menggelengkan kepala."Kau benar-benar keterlaluan John, aku akan membuatmu menyesal! sampai menyesal! aku akan membuatmu tidak memiliki siapa-siapa. Tidak memiliki Yulianti, dan juga tidak memiliki Erlita. Agar kau menyesal kelak." gumam Hamdan dalam hati bertekad untuk menghancurkan kehidupan John yang sudah tega menghianati Erlita wanita yang sangat ia cintai.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."