MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 74. DI GIRING POLISI_ MIDJ


__ADS_3

Sudah sekitar satu Tahun lamanya, Yulianti merantau di negeri orang. Yulianti seolah lupa diri, larut dalam kenikmatan bersama sang majikan Tuan Zulkifli. Sementara putranya Leo mengharapkan kabar baik dari ibunya, dapat kembali ke tanah air dalam waktu dekat.


Tapi ketika Mbak Nining, menghubungi Yulianti, masa kontrak kerja Yulianti telah berakhir, karena di dalam surat kontrak Yulianti menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Tapi sepertinya Yulianti tidak ingin buru-buru kembali ke tanah air, dan berniat untuk melanjutkan kontrak kerja di rumah majikannya.


Mbak Nining selama ini tidak tahu apa yang dilakukan Yulianti bersama Tuan Zulkifli. Membuat Mbak Nining pun menyetujui permohonan Yulianti, Apalagi setelah Tuan Zulkifli kembali menghubungi Mbak Nining agar mengijinkan Yulianti kembali bekerja di rumahnya.


Mbak Nining mengira kalau cara kerja Yulianti di sana sangat bagus, sehingga sang majikan memohon kepada Mbak Nining untuk mengizinkan Yulianti melanjutkan kontrak kerjanya di sana.


"Tante Apa ibu jadi pulang bulan ini?" tanya Leo kepada Mbak Nining. Karena Leo sangat merindukan ibunya sudah hampir dua tahun Leo tidak bertemu dengan ibunya, semenjak ibunya menikah dengan Baskoro hingga melarikan diri ke Dumai, lalu berangkat ke Penang Malaysia. Leo sama sekali belum pernah bertemu kembali dengan ibunya.


Sementara di tempat lain, sudah sekian lama Tuan Baskoro mencari keberadaan Yulianti. Rasa dendamnya terhadap Yulianti belum sirna begitu saja. Ia merasa dibodohi oleh Yulianti, apalagi Beberapa bulan yang lalu pihak penggadaian datang ke rumahnya untuk menyita mobil yang Sudah digadaikan oleh Yulianti. Membuat amarah Tuan Baskoro semakin memuncak.


Di samping itu, Yulianti juga membawa seluruh perhiasan dan sertifikat rumah yang selama ini ditempati oleh Yulianti selama menikah dengan Baskoro. Apalagi rumah itu memang di atas namakan atas nama Yulianti, sesuai dengan surat perjanjian yang mereka buat sebelum pernikahan itu dilakukan.


"Kurang ajar! wanita itu memancing amarahku! jika aku menemukannya, Aku tidak akan segan-segan menghabisinya." gumam Tuan Baskoro di dalam hati sembari terus memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Yulianti, walaupun sudah bertahun lamanya Yulianti menghilang dari hadapannya bagai ditelan bumi.


"Ke mana perginya wanita itu, tidak mungkin wanita itu hilang begitu saja. Kalian saja yang tak becus mencarinya."ucap Tuan Baskoro kepada para anak buahnya.


"Maaf Tuan, terakhir informasi yang saya terima dari salah satu rekannya yang bekerja sebagai waitress di cafe remang-remang tempat Yulianti bekerja dulu, sepertinya Yulianti tidak di Indonesia ini lagi. Dia sudah bekerja di luar negeri sebagai TKI ke luar negeri." ucap salah satu anak buah Tuan Baskoro.


"Kapan kamu mengetahui informasinya?" "Semalam Ketika saya pergi ke Cafe itu, saya bertanya mengenai Yulianti kepada mereka. dan ternyata mereka mengatakan kalau Yulianti sudah tidak di kota ini lagi, bahkan sudah tidak di Indonesia ini." ucap anak buah Tuan Baskoro membuat Tuan Baskoro terhenyak.

__ADS_1


Pupus sudah harapan Tuan Baskoro, karena Yulianti mampu melarikan diri darinya. "Kita tunggu saja mau sampai kapan dia di sana. pasti dia akan kembali lagi." ucap Tuan Baskoro kepada para anak buahnya. Tiba-tiba Kuncoro datang menghampirinya.


"Ayah sepertinya target kita yang dulu, meminta barang yang jumlahnya lumayan banyak. Bagaimana? apa Ayah menyetujuinya?" tanya Kuncoro kepada Baskoro.


"Tunai dulu, baru barangnya meluncur."ujar Tuan Baskoro memberitahu kepada Kuncoro. lalu Kuncoro langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Ia menghubungi target yang selama ini mereka incar, dan ternyata mereka berhasil untuk bekerja sama dengan target sebelumnya. Sudah beberapa kali mereka mengirimkan barang kepada salah satu pelanggan mereka yang berasal dari luar kota.


"Apakah anak buahmu yang kamu pilihkan itu masih bisa dipercaya?"


"Tentu Ayah tidak perlu khawatir, semua sudah kita kendalikan." sahut Kuncoro meyakinkan Tuan Baskoro.


"Ya sudah, kalau begitu lakukan saat ini juga. jangan sampai tercium oleh pihak kepolisan. lakukan dengan Rapi . ujar Tuan Baskoro kepada Putra sulungnya. Kuncoro berlalu meninggalkan Tuan Baskoro. Sesuai dengan perintah Tuan Baskoro, Ia pun melakukan tugasnya dengan rapi. Rizky langsung menghantarkan barang yang sudah dikemas oleh Kuncoro sebelumnya.


Saat Rizki ditugaskan untuk menghantarkan barang yang sudah dikemas oleh Kuncoro, dengan dibekali motor ninja yang disediakan oleh Kuncoro, Rizki berlalu dari sana. Tanpa Kuncoro ketahui beberapa orang Intel mengikuti Rizki.


Hingga tiba di lokasi di mana Rizky harusnya menghantarkan barang itu. Rizky dan orang-orang yang akan menerima barang tersebut diringkus oleh pihak kepolisian yang berpakaian seperti preman.


Kini Rizki dan dua orang yang sudah menunggu dirinya menerima barang itu, sudah diringkus oleh pihak kepolisian beserta barang bukti sabu yang sudah dikemas oleh Kuncoro sebanyak satu kg, langsung dibawa oleh pihak kepolisian agar diproses di kantor. Sebelumnya Rizki berusaha untuk melarikan diri, tapi lagi-lagi naas menimpanya, hingga dirinya pun berhasil diringkus dan digiring oleh pihak Kepolisian.


Saat ini Rizky sudah berada di dalam penjara. Tak ada keluarganya yang mengetahui, bahkan Yulianti pun tidak mengetahuinya. Pihak Kepolisian melakukan penyelidikan Siapa pemilik barang dan siapa yang seharusnya menerima barang tersebut.


Berulang kali Rizky ditanya oleh penyidik tapi sepertinya Rizki enggan untuk menjawab. Takut kalau dirinya akan dihabisi oleh Baskoro, jika Baskoro mengetahui Rizki membuka mulut siapa bosnya yang sebenarnya.

__ADS_1


Sebelumnya Kuncoro sudah mengancamnya Jika ia tertangkap oleh pihak kepolisian, maka ia tidak boleh memberitahu siapa Bos besarnya. Tapi Kuncoro berjanji Jika ia tertangkap, Bos akan berusaha membebaskannya dengan memberikan uang jaminan.


Hal itulah yang dipegang teguh oleh Rizki, sehingga dirinya tidak bukan mulut sama sekali kepada pihak kepolisian. Membuat pihak kepolisian pun merasa jengah karena rezeki tak kunjung buka mulut.


Kuncoro yang mengetahui kalau misi mereka gagal dan anak buahnya ditangkap oleh pihak kepolisian, merasa sangat kesal! Ia pun merutuki Rizki yang dianggap bodoh olehnya. "Dasar bodoh! sebelumnya aku sudah mengatakan kalau dia harus hati-hati. Tapi malah ini tertangkap pula! bukan malah untung yang didapatkan malah untung."


Barang yang seharusnya terjual ratusan juta rupiah, kini lenyap begitu saja ditangan oleh pihak Kepolisian.


"Semua ini karena anak bodoh itu." teriak Kuncoro. Sambil menghempaskan barang-barang yang ada di kamar kosnya.


Pemberitaan sampai di media sosial dan juga di layar televisi. Membuat Tuan boskoro terhenyak. Kalau barang yang ia kirimkan, kini lenyap begitu saja. Bahkan sekarang dia akan menjadi buronan dari pihak kepolisian. Untung saja, Rizki tidak buka mulut memberitahu siapa pemilik barang tersebut yang sebenarnya.


"Sialan! Kenapa sih akhir-akhir ini aku selalu sial semenjak aku bertemu dengan wanita murahan itu!" teriak Tuan Baskoro saat dirinya menonton di layar televisi pemberitaan tentang penangkapan Rizki.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2