
"Erlita! kamu Erlita kan?"tanya seorang wanita cantik, saat Erlita duduk di sebuah cafe menunggu Abian. Karena sebelumnya Abian meminta Erlita untuk menemuinya di cafe dekat asrama dimana Abian tinggal akhir akhir ini, semenjak dia menjadi seorang polisi.
Erlita menatap wanita berparas cantik itu. Ia pun mengerutkan keningnya berusaha mengingat siapa sosok wanita yang menyapanya saat ini. Baru ia teringat dengan teman lamanya saat Erlita baru baru bekerja di salah satu perusahaan di kota Medan.
"Helena, Bukan?"
"Ya aku Helena, kamu masih ingat kan?" ucap Helena sambil langsung memeluk Erlita dan Erlita juga membalas pelukan dari Helena. Sementara Faisal hanya berdiri saja menatap kedua wanita yang tampak seperti melepas kerinduan yang sudah lama tidak bertemu.
"Oh iya kenalkan ini suami aku,Faisal
namanya?
"Hai aku Erlita, teman lama Helena saat Helena masih kuliah di salah satu universitas di kota ini."ucap Erlita memberitahu lalu mempersilahkan Helena dan suaminya duduk di sana.
Tampak seorang pelayan datang menghampiri ketiganya, pelayan itu memberikan daftar menu. Helena meraih daftar menu, Begitu juga dengan suaminya sementara Erlita sudah lebih dulu memesan menu makanannya.
Setelah mencatat beberapa menu pesanan Helena dan suaminya, pelayan itu pun berlalu meninggalkan mereka.
"Oh ya Erlita, Aku dengar kamu menikah dengan John Kurniawan saat itu. Aku heran entah apa yang membuat kamu jatuh cinta kepada John yang berprofesi hanya seorang tukang becak. Tapi ya, iyalah namanya juga cinta mana kenal namanya profesi." ucap Helena menanggapi ucapannya sendiri.
"Jangan gitu dong Sayang, kamu juga kenapa bersedia menikah dengan mas, sedangkan Mas dulunya hanya seorang kuli bangunan."
"Tidak kok, mas tidak hanya kuli bangunan tapi mas memiliki keahlian. Sehingga Papa mengangkat mas menjadi kepercayaannya, dan mempercayakan proyek-proyek kepada Mas. Terbukti proyek-proyek yang Mas pegang itu semuanya berhasil." ucap Helena membanggakan suaminya di hadapan Erlita.
Erlita mengembangkan senyumnya. Tampak teman lamanya itu hidup bahagia bersama suaminya. Tidak seperti kehidupan Erlita yang sudah berpisah dengan John Kurniawan karena penghianatan yang dilakukan suaminya sendiri.
"Oh iya, kamu kok sendirian saja? tanya Helena sambil celingukkan mencari seseorang Siapa yang menjadi teman Erlita saat berada di cafe.
"Iya aku sendirian, anakku Abian memintaku menunggunya di sini. Katanya dia sudah sangat merindukanku. Dia ingin menyempatkan waktunya bertemu denganku di jam istirahat." ucap Erlita.
"Memangnya Abian anak kamu sekolah di daerah sini?" tanya Helena yang mengira kalau Abian itu masih duduk di bangku sekolah.
__ADS_1
"Iya sebentar lagi mungkin dia datang." ucap Erlita. Dan saat Erlita mengatakan kalau putranya akan segera datang, panjang umur Abian muncul dan langsung menghampiri Erlita yang duduk bertiga dengan temannya.
"Ibu! sapa Abian sambil langsung memberi salam kepada Erlita lalu memeluk Erlita. Helena terhenyak melihat seorang pria tampan berseragam polisi menghampiri teman lamanya.
"Erlita, ini anak kamu?
"iya, dia Abian Putra sulung ku." ucap Erlita yang mampu membuat Helena dan faisal terhenyak.
"Serius kamu?
"Iya Helena, Aku serius ini Putra sulung ku dan yang kedua masih duduk di bangku SMP dan yang ketiga putriku masih duduk di bangku SD. Jarak antara Putra pertamaku dengan Putraku yang kedua agak jauh." ucap Erlita memberitahu kepada Helena.
"Abian, perkenalkan ini Tante Helena dan ini Om Faisal suami tante Helena. Tante Helena ini dulu teman lama ibu saat Ibu masih bekerja, sementara tante Helena masih kuliah. Dulu kos-kosan ibu dengan kos-kosan tante Helena berdekatan. Bedanya kos-kosan tante Helena itu tempat yang elit, sementara Ibu hanya kos-kosan biasa saja." ucap Erlita mengenang beberapa puluh tahun yang lalu. sambil memperkenalkan Helena kepada putranya.
Helena mengembangkan senyumnya ketika Erlita menyebutkan dirinya tinggal di kos-kosan elit. Sementara Erlita tinggal di kos-kosan yang biasa-biasa saja. Walaupun Helena tinggal di kos-kosan elit, tapi Erlita dan Helena begitu dekat. Helena tidak pernah memandang Erlita rendah, walaupun Erlita hanya karyawan biasa di salah satu perusahaan kecil yang ada di kota Medan.
Hanya saja Helena sering meminta bantuan kepada Erlita, jika Helena membutuhkan bantuan Erlita untuk mengerjakan atau mengetik tugas-tugasnya, Jika ia kelelahan. Erlita dengan senang hati pun melakukannya, sehingga hubungan keduanya pun semakin dekat kala itu.
"Oh iya, sekarang kamu tinggal di mana Helena? Apakah kamu kembali ke kota Jakarta? tanya Erlita penuh selidik.
"iya, aku saat ini sudah menetap tinggal di Jakarta bersama suamiku. Kami ke sini untuk mencari kedua anak suamiku dari istri pertamanya." ucap Helena membuat Erlita Terhenyak.
"Maksud kamu apa?
"iya, Mas Faisal dulu menikah dengan seorang wanita yang kurang bersyukur, sehingga mas Faisal memilih untuk bercerai dengan istrinya. Karena dulunya Mas Faisal tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga hak asuh anak jatuh kepada mantan istrinya.
Saat ini kami berniat untuk mencari keberadaan mereka. Yang entah di mana sekarang. Karena mas Faisal sudah sangat merindukan mereka. Tidak pernah ada komunikasi diantara mereka. Sepertinya mantan istri mas Faisal, sengaja melakukan itu." ucap Helena kepada Erlita.
"Dulunya mereka tinggal di mana? Siapa tahu aku bisa bantu mencari atau keponakanku yang berprofesi sebagai polisi juga mungkin bisa bantu." ucap Erlita menawarkan bantuan.
"Nama mantan istri mas Faisal bernama Yulianti dan kedua anaknya bernama Leo dan Rizki." ucap Helena yang mampu membuat Erlita benar benar terkejut.
__ADS_1
"Apa?
"Jadi mantan istri mas Faisal itu Yulianti?" tanya Erlita penuh selidik
"iya mbak, apa mbak mengenalnya? tanya Faisal sepertinya ia menangkup kalau Erlita mengenal sosok Yulianti.
Erlita langsung terdiam. Ia mengingat apa yang telah dilakukan Yulianti terhadapnya hingga memicu keretakan rumah tangganya dengan John Kurniawan. Abian yang tampak tidak bisa menahan diri, langsung angkat bicara memberitahu kepada Faisal dan juga Helena.
"Wanita murahan itu yang membuat ibuku dan ayahku berpisah. Hingga kami kekurangan kasih sayang dari seorang ayah." ucap Abian dengan nada emosi.
"Sudah Sayang, jangan seperti itu pelan-pelan bicaranya. Malu didengar orang, apalagi kamu berpakaian dinas seperti ini." ucap Erlita berusaha menenangkan putranya.
"Maksud kamu apa? tanya Helena dan Faisal kompak kepada Erlita yang masih penasaran akan apa yang diucapkan oleh Abian di hadapan mereka.
"Iya, dulu Yulianti berprofesi sebagai waitres di salah satu cafe remang-remang. Saat itu suamiku John Kurniawan masih berprofesi sebagai tukang Becak. Entah kenapa Yulianti memanfaatkan suamiku agar ada yang menjemput dan menghantarkannya bekerja, hingga Mereka pun menjalin hubungan.
Berulang kali aku memberi maaf kepada mantan suamiku, tapi berulang kali juga mereka menghianatiku Ia sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi, tapi dia tetap membohongiku, kalau dia tidak memiliki hubungan lagi dengan Yulianti. Di belakangku mereka tetap menjalin hubungan.
Hingga suatu saat kakak iparku memilih untuk menjual harta warisan kedua orang tua mantan suamiku. Dan harta warisan itu pun dibagi untuk suamiku dan juga kakak iparku. Uangnya lumayan banyak, sehingga kami bisa membeli rumah sederhana dan sisanya suamiku gunakan untuk usaha koperasi atau rentenir.
Karena Yulianti melihat suamiku saat itu memiliki uang yang banyak, sehingga Yulianti berniat untuk menghancurkan kembali rumah tangga kami dengan menggoda suamiku dan terus mengejar ejar suamiku. Parahnya lagi, suamiku juga tergoda akan rayuannya. Hingga mereka berencana untuk menikah.
Tapi di saat persidangan perceraian kami, ternyata hak asuh anak dan juga rumah yang sudah dibeli oleh suamiku, hasil dari warisan dari mantan mertuaku jatuh ke tanganku dan anak-anakku, hingga kami tetap tinggal di sana.
Sebelum aku menggugat cerai Mas Jhon, Meraka berniat untuk mengusir ku dari rumah itu, dan berniat ingin menguasai semuanya. Dengan bantuan kakak ipar ku, dan salah satu pengacara yang bernama Hamdan, aku memenangkan hak asuh anak. Dan rumah itu jatuh ke tangan ku, Karna bukti bukti perselingkuhan yang Meraka lakukan cukup." ucap Erlita menceritakan bagaimana Erlita mengenal Yulianti.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN