MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 19. UCAPAN ABIAN _ MIDJ


__ADS_3

Keesokan harinya, John kembali ke rumah yang selama ini ditempati oleh Erlita dan ketiga anaknya. "siapa pria itu? tanya John dengan nada suara meninggi ketika dirinya sudah tiba di rumah.


"Erlita hanya diam dan tidak berniat untuk menyahutinya. sementara Abian yang mendengar pertanyaan papanya datang menghampiri John yang tampak terlihat marah.


"Eh Papa, sudah pulang? sekali pulang malah marah-marah. rumah ini terlihat aman dan damai dengan tidak adanya papa di rumah ini. bahkan Mama juga tidak pernah menangis lagi kalau ayah tidak ada di rumah ini.


"kalau hanya untuk membuat Mama menangis lebih baik papa pergi saja. Ngapain di sini, hanya untuk menciptakan luka dan tangis Di rumah ini. Tolong hargai mama dan kami papa, jika ayah masih membuat Mama menangis maka Abian akan memberitahu kepada paman, kalau uang hasil penjualan harta warisan milik nenek, paa gunakan untuk membiayai kehidupan wanita lain dan juga anak dari wanita itu.


Darah daging sendiri tidak dibiayai, bagaimana papa membiayai darah daging orang lain. Abian skakmat John membuat John langsung terdiam tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Abian masih berusia 9 tahun yang sebentar lagi akan ulang tahun yang ke-10 tapi ia sudah memberikan kata-kata yang membuat orang dewasa terpaku.


Sebenarnya yang menjadi anak kandung Ayah kami atau anak wanita itu?


"Apa selama ini Ayah sudah melakukan tugas sebagai seorang ayah dan suami? tidak bukan?


Jadi stop membuat Mama menangis. lebih baik ayah pergi dari rumah ini, walaupun rumah ini dibeli dengan menggunakan harta warisan milik nenek.


John terdiam. Dia tidak menjawab apa-apa. "Kau masih terlalu kecil memahami ini sayang, lebih kamu kerjakan saja PR mu." ucap Erlita untuk menenangkan Abian agar tidak terlalu terlibat dalam permasalahan kehidupan rumah tangganya.


"Tidak ma, PR Abian sudah selesai Abian kerjakan. Ayah mengetahui apa yang dia lakukan itu salah. aku yang akan menjaga Mama jika ayah tidak ada di rumah ini, Mama tenang saja. Aku tidak akan membiarkan air mata Mama mengalir lagi. doakan saja Abian dapat berhasil kelak." ucap Abian kepada Erlita.


"Ya Allah dewasa sekali pemikiran Putraku. padahal usianya masih terlalu kecil memahami ini semua."gumam Erlita dalam hati sambil langsung meraih tubuh putranya.

__ADS_1


"Tante....tante....beli dong! ucap salah satu anak yang datang berniat untuk ke warung milik Erlita. Erlita langsung meninggalkan John begitu saja di ruang tamu memilih melayani pelanggan yang datang ke warung miliknya. Karena bagaimanapun warung inilah yang menjadi tempat Erlita mencari nafkah.


"Mau beli apa dek? tanya Erlita lalu Gadis itu pun memberitahu apa saja yang ia beli lalu langsung membayarnya. Salah satu tetangga Erlita kembali datang menghampiri Erlita ketika gadis Itu sudah berlalu meninggalkan warung miliknya.


"Erlita kau semalam dari mana? satu harian kau tidak membuka warung. Ibu Anjani yang datang menghampiri Erlita. "iya Bu, sesekali Aku membawa ketiga anakku jalan-jalan. maklum Ibu tahu sendiri kan, kami tidak pernah bepergian ke mana-mana. Jadi setidaknya aku membawa anak-anakku untuk melihat dunia luar." sahut Erlita.


"Nah gitu dong Erlita, jangan di rumah melulu. Lagian Apa kamu tidak suntuk di rumah 24 jam seperti itu? kalau aku jadi kamu entah bagaimana jadinya. Jujur aku sangat salut kepadamu, sanggup mengurus ketiga anak-anakmu. Mulai dari masak, nyuci piring beres-beres rumah dan menjaga warung lagi, untuk membiayai kehidupan kalian. Ah kamu memang wanita yang sangat luar biasa. Jika aku menjadi kamu, aku pasti tidak akan sanggup melakukan itu semua.


Erlita tersenyum getir. "Ya mau bagaimana lagi bu, namanya juga tuntutan kehidupan. "Tapi kan, suami kamu sudah memiliki banyak uang Mengapa kamu harus membanting tulang seperti ini. Kamu bisa membayar Baby sister atau tukang cuci untuk membantu kamu di rumah." ucap Ibu Anjani kepada Erlita.


lagi lagi Erlita tersenyum getir. Ibu Anjani tidak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi menurut Erlita. Tapi sebenarnya Ibu Anjani mengetahui. Ibu Anjani sengaja mengatakan seperti itu, agar John mendengarnya ia mengetahui John saat ini di rumah, sehingga dirinya pun mengatakan seperti itu. Padahal jarang sekali Ibu Anjani ikut campur dengan urusan orang lain.


Apalagi Ibu Anjani yang selalu membantu Erlita. jika Erlita membutuhkan bantuan termasuk dengan keuangan. Sungguh miris suami meminjamkan uang kepada orang lain, sementara istrinya meminjam uang kepada orang lain juga.


"Ya sudah, buatkan barang belanjaanku. ini daftarnya." ucap Ibu Anjani sembari memberikan selembar kertas kepada Erlita.


Erlita mengambil barang belanjaan itu, satu persatu. lalu dikumpulkannya di dalam sebuah plastik besar. Semuanya sudah lengkap di sini semua Bu. Apa ada lagi yang kurang?" tanya Erlita kepada Ibu Anjani pelanggan setia Erlita.


sepertinya sudah lengkap. Jadi berapa totalnya ucap Ibu Anjani. "Totalnya empat ratus dua puluh ribu Bu. "sahut Erlita lalu ibu Anjani memberikan 5 lembar Uang pecahan seratus ribu kepada Erlita. Erlita mengembalikan kembalian uang milik Ibu Anjani.


Tapi Ibu Anjani melihat Aska yang bermain di sana memberikan uang sisa itu untuk Aska. "Aska.... sini deh, Oma memiliki uang, mau nggak? tanya ibu Anjani kepada Aska.

__ADS_1


" Mau dong Oma, tidak mungkin Aska menolak uang. apalagi uang biru seperti itu." ucap Aska sambil langsung bangkit berdiri meninggalkan mainannya begitu saja.


"Oma akan berikan uang ini kepadamu, tapi dengan satu syarat.


"Apa itu Oma? tanya Aska penasaran dengan nada suara anak kecil.


"Kamu harus mencium wajah cantik Oma, mau tidak? tanya Ibu Anjani.


"Siapa Takut! Siapa juga yang nggak mau mencium wajah cantik Oma yang cantik ini." ucap Aska sambil langsung memberikan kecupan di wajah cantik wanita paruh baya itu. membuat Erlita dan ibu Anjani tertawa ngakak melihat tingkah Aska yang begitu menggemaskan.


"Wah melihat tingkah putramu itu saja, kau harus bahagia tidak perlu kamu pikirkan yang lain." ucap Ibu Anjani sambil memberikan uang pecahan Lima puluh ribu dan dua puluh ribu sisa uang belanjanya itu kepada Aska.


Membuat Aska bersorak ke kegirangan sampai dirinya berjingkrak-jingkrak. Erlita menatap putranya dengan tatapan penuh arti lalu Aska Menghampiri Erlita. Ma, simpan uang Azka ya. nanti jika Aska sudah sekolah uangnya dimanfaatin untuk beli seragam." ucap Aska dibalas anggukan dari Erlita.


Sementara Ibu Anjani hanya tertawa cengengesan melihat tingkah bocah kecil itu yang begitu membuat dirinya merasa gemas dan ingin sekali mencubit wajah tembem bocah kecil itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2