
Keesokan harinya Jhon tak kunjung datang kerumah sakit untuk melihat kondisi putrinya. Apa yang di katakan sang kakak kepadanya kalau putrinya Arini di rawat di rumah sakit hanya canda belaka. Apalagi ketika Yulianti menghasutnya dan mengatakan kalau Bang Karim itu bohong kepada Jhon.
Sungguh keterlaluan. Jika Ia sudah tidak mencintai istrinya lagi, setidaknya Anaknya dia pedulikan. Tapi apa yang di lakukan Jhon? Tak satupun ia lakukan. Ia larut dalam belahan kasih sayang palsu yang di berikan Yulianti kepada-nya.
Hal itu yang membuat Abang Karim meminta Erlita agar menggugat cerai Jhon. Bahkan Bang Karim dan mbak Sukarti rela mengeluarkan kocek untuk membayar pengacara, agar Erlita yang memenangkan hak asuh anak. Dan rumah yang Erlita tempati selama ini akan jatuh ke tangan Erlita dan ketiga Anaknya.
Bang Karim dan Erlita sepakat untuk memakai jasa Hamdan yang akan menjadi lawyer Erlita dalam kasus sidang perceraian yang akan di gugat Erlita.
Abian dan Aska hari ini datang ke rumah sakit, setelah pulang dari sekolah. Ibu Anjani yang menghantar kedua bocah itu sampai ke rumah sakit. Karena Aska memohon kepada Ibu Anjani untuk mempertemukannya dengan Erlita dan juga adiknya Arini.
Erlita terhenyak melihat kedatangan kedua putranya. Saat Erlita memberi makan Arini makan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit. "Ibu...... adik Arini...."teriak Aska dan Abian ketika mereka sudah tiba di ruang rawat inap kelas ekonomi itu.
Tampak beberapa orang pasien dan orang yang berjaga di sana mengalihkan atensi, Mereka melihat kedua bocah yang berlari menghampiri Erlita dan juga Arini.
"Kalian datang sayang?ucap Erlita sambil meraih tubuh mungil kedua putranya ke pelukannya.
"Iya Bu, Aska dan Abian sangat merindukan ibu dan juga adik Arini. Bagaimana kondisi Adik Arini saat ini?
"Kakak Abian.... Kakak Aska....!!!ucap Arini dengan suara has anak kecil walaupun masih terdengar celat, karena Arini belum sepenuhnya jelas berbicara layaknya orang dewasa.
Aska dan Abian beralih kepada Arini dan memeluk adik perempuan mereka. "Jangan sakit-sakit dong dek, Kakak khawatir loh, Kau harus kuat makan dan rajin minum obat. menurut sama ibu dan aturan dokter." ucap Abian kepada Arini.
"Obatnya pahit kakak!" rengek Arini masih dengan nada celatnya mengadu kepada Abian. "Tidak apa-apa sayang , yang penting kamu sembuh. Kalau kamu sudah sembuh, kita bisa bermain lagi di rumah." ucap Abian berusaha agar Arini cepat sembuh Dan ia memberikan semangat kepada Arini.
__ADS_1
Terlihat Erlita mengembangkan senyumnya melihat ketiga putra-putrinya yang begitu dekat seolah tak bisa terpisahkan. "Lihatlah Erlita ketiga anakmu saling menyayangi. Apa kamu tahu mereka selalu membujukku agar menghubungimu melalui video call atau menghantarkan mereka ke sini.
Karena aku melihat kedua putramu sangat merindukan kamu dan adiknya Arini, sehingga aku menyempatkan waktu untuk menghantarkan mereka Langsung ke rumah sakit ini." ucap Ibu Anjani kepada Erlita.
"Terima kasih Bu, kami sudah terlalu banyak merepotkan Ibu selama ini. Jujur aku jadi tidak enak hati.
"sudahlah, kau tidak perlu merasa tidak enak hati kepadaku. Kau sudah aku anggap seperti putriku sendiri. Sementara Aska, Abian dan Arini sudah aku anggap seperti cucuku sendiri, jadi tidak perlulah kamu merasa tidak enak.
"Apakah merasa tidak enak hati jika orang tuanya memperhatikan putrinya? tentu tidak, bukan? sama halnya seperti yang aku lakukan saat ini terhadapmu dan juga terhadap cucu-cucuku." sahut Ibu Anjani sambil mengembangkan senyumnya menatap Erlita dan ketiga anaknya secara bergantian.
Arini benar-benar bahagia melihat kehadiran kedua kakaknya. Sebelumnya Arini merasa kesepian di rumah sakit hanya berdua dengan Erlita. Sementara pasien dan penjaga lainnya tidak ia kenal sama sekali. Beruntung hari ini kedua kakaknya datang ke sana membuat Arini sedikit merasa nyaman dan dapat berkomunikasi dengan kedua kakaknya.
Sementara di tempat lain, terlihat John masih asik dengan kehidupannya sendiri. Seperti biasa ia mengutip uang riba yang ia jalankan selama ini kepada para nasabahnya. Tak sedikit dari nasabahnya yang tidak membayar riba ataupun jasa uang yang ia pinjamkan terhadap orang lain. Bahkan banyak juga yang melarikan diri. Membuat John merasa kesal padahal Ia berniat ingin segera menikahi Yulianti, jika merasa uangnya sudah cukup untuk biaya pernikahan.
Yulianti kembali menuntut John agar segera mempersunting dirinya, dan meminta John untuk segera melakukan apa yang mereka rencanakan sebelumnya. Kali ini John sudah memantapkan diri untuk menikah dengan Yulianti, tapi ia harus terlebih dahulu bercerai dengan Erlita. Begitulah tuntutan Yulianti selama ini yang membuat John merasa dilema.
Di satu sisi ia tidak ingin menceraikan Erlita, yang sudah tidak merespon dirinya lagi. padahal sebelumnya Erlita istri penurut sebelum dirinya mengetahui perselingkuhan yang berulang kali dilakukan oleh sang suami.
Berkali-kali Erlita memberikan Maaf tapi berkali-kali juga suaminya melakukan kesalahan yang sama dan menusuk duri tajam ke ulu hati Erlita, membuat Erlita sudah tidak memiliki rasa apapun terhadap John.
Beberapa hari kemudian kini kondisi kesehatan Arini sudah semakin membaik. Dokter juga sudah memperbolehkan Arini untuk pulang ke rumah. Erlita berlalu meninggalkan Arini dan kedua anaknya di sana. Ia pergi ke ruang administrasi. menyelesaikan seluruh administrasi pengobatan yang dijalani Arini selama di rumah sakit.
Yang ternyata biaya itu sudah dibayarkan oleh Abang Karim dan juga Mbak Sukarti. Erlita benar-benar merasa bersyukur memiliki kakak ipar yang dermawan. Tapi sayangnya mereka terlambat mengetahui perlakuan adik mereka selama ini. Karena Erlita sama sekali tidak pernah mengadu Bagaimana tingkah laku suaminya.
__ADS_1
Erlita kembali ke ruang rawat inap Arini , setelah berkemas baru mereka meninggalkan ruang rawat itu, untuk segera kembali ke rumah.
"Ibu, kita naik apa? tanya Abian
"Tidak apa-apa kan, kita naik becak bermotor saja. Kalau kita naik angkutan umum, angkutan itu tidak bisa menghantarkan kita langsung sampai ke rumah. Hanya di depan." gang ucapnya sambil menatap putranya.
"Apakah uang Ibu cukup untuk biaya ongkos becak bermotor? tanya Abian mengkhawatirkan keuangan sang ibu.
"Ada kok, Nak. Karena biaya pengobatan Adik kamu Ternyata sudah dibayar oleh paman dan juga bibi. Kamu tidak perlu khawatir ini masih ada uang ibu.
"Alhamdulillah kalau begitu Bu, itu artinya Ibu tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Patut disyukuri ternyata Paman masih respon kepada kita, walaupun Ayah sama sekali tidak peduli. Beberapa hari Adik Arini dirawat di rumah sakit, tapi ayah sama sekali tidak pernah menjenguknya. Apa memang Ayah tidak menyayangi kami lagi Bu? tanya Abian yang tak bisa dijawab oleh Erlita.
Erlita hanya diam saja. Ia tidak mampu berkata-kata. Hingga akhirnya becak bermotor menghampiri mereka mengalihkan atensi Abian, Aska dan juga Erlita. sedangkan Arini masih setia di gendongan Erlita.
Mereka pun akhirnya naik ke atas becak bermotor itu. Dan meminta kepada Abang becak, untuk segera menghantarkan ke rumah yang selama ini mereka tempati.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian membelah jalanan ibukota, akhirnya mereka tiba di rumah. Alangkah terhenyak nya Erlita melihat rumah terbuka lebar. Padahal sebelumnya Abian dan Aska meninggalkan rumah dengan pintu terkunci. Itu dapat dipastikan oleh ibu Anjani. Hingga membuat mereka benar-benar terkejut.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."