MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 40. PRIA MISTERIUS _MIDJ


__ADS_3

Malam hari pun tiba. Terlihat Yulianti sudah bersiap-siap dan tampak penampilannya terlihat cantik dan menawan. Ia meraih ponselnya yang Ada di tas sandang miliknya, lalu membuka salah satu aplikasi online untuk memesan taksi online di sana.


"Ma... Mama mau ke mana? Ini sudah malam loh." tanya Leo kepada Yulianti yang sudah berdiri di depan pintu.


"Mama mau kerja Sayang, supaya ada uang belanja besok. Ini uang jajan kalian. Jika kalian lapar, mama sudah sediain makan malam di meja makan. Jika Mama agak telat pulangnya besok pagi, kalian masak sarapan pagi ya. Ada di kulkas beberapa mie instan." ucap Yulianti kepada kedua putranya.


"Ma, Kenapa sih harus malam-malam begini mama bekerja? Apa tidak sebaiknya Mama bekerja di pagi sampai sore hari? Malu ma dikata-katain orang-orang di sekolah kalau mama itu wanita yang tidak benar." kembali Leo berkomentar


"Sudah tidak perlu dengar omongan mereka. "Apa mereka yang mengasih kamu makan? "Apa Mereka memberi kamu uang jajan dan juga membayar uang sekolahmu?" ucap Yulianti.


Kedua putranya langsung menggelengkan kepala.


"Jika memang tidak mereka yang melakukan itu semua, untuk apa kamu memikirkan omongan mereka? lebih baik kamu belajar yang benar supaya kelak kamu bisa berhasil." sahut Yulianti ketus.


"Tapi ma, banyak kok orang tua dari teman-teman Leo bekerja di siang hari dan mereka mampu menyekolahkan anak-anak mereka. Walaupun teman Leo sudah tidak memiliki Ayah lagi, tapi ibunya bekerja di siang hari dan bukan malam hari. Leo lihat dia tetap bisa memiliki uang jajan, dia juga bisa membayar uang sekolahnya. Bahkan lebih mewah dari Leo." ucap Leo yang mampu membangkitkan emosi Yulianti.


"Tahu apa kamu tentang kehidupan ini, jika kau masih menikmati uang hasil kerja mama tidak perlu banyak komentar. Lebih baik kamu masuk, makan dan istirahat. Mama mau pergi kerja. Itu taksi Mama sudah datang." ucapnya sambil meninggalkan kedua putranya di rumah kontrakan yang selama ini mereka tempati.


"Sudahlah, tidak perlu seperti itu lebih baik kita makan dulu. Habis itu kita nonton lagi." ucap rizki kepada Leo. Leo duduk di bangku kelas 5 SD sedangkan Rizki kelas 1 SMP pemikiran Leo memang lebih dewasa dibandingkan Rizki walaupun rezeki sudah SMP.


Kedua bocah itu pun masuk dan mengambil makanan di meja makan yang sudah disediakan oleh Yulianti sebelumnya. lalu kembali membawanya ke ruang TV, sambil menonton keduanya menyantap makan malam di sana.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit menelusuri jalanan ibukota, taksi online pesanan Yulianti pun akhirnya tiba di salah satu cafe remang-remang yang lokasinya tidak jauh dari cafe di mana Yulianti bekerja. Dan kali ini ia meminta izin kepada bosnya Kalau hari ini dirinya tidak masuk kerja.

__ADS_1


Yulianti langsung menghubungi nomor ponsel yang sebelumnya menghubungi dirinya dengan berjanji kalau Tamu itu membayarnya dengan harga yang tinggi.


"Tut....


"Tut.....


"Tut....


Suara ponsel milik Yulianti. Setelah sambungan telepon itu tersambung, Yulianti bernapas lega. "Halo Sayang kamu di mana, Apakah kamu jadi datang malam ini menghampiriku? tanya seorang pria yang ada di ujung telepon.


"Aku sudah datang, dan sudah berada di depan Cafe, Keluarlah."


"Okey, anak buahku akan menghampirimu ke sana. Aku sudah di dalam Cafe."ucap pria yang ada di ujung telepon. lalu memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


"Is' ini anak apa maunya sih! main matiin saja belum selesai ngomong, sudah dimatikan." gerutu Yulianti


"Iya saya Yulianti."sahutnya singkat


"Kalau begitu ayo ikut saya Mbak. Bos sudah menunggu Mbak di sana." ucap pria muda itu kepada Yulianti. Yulianti menatap pria itu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Kemudian Ia pun mengekori pria itu dari belakang. Pria muda itu membawa Yulianti ke ruang VVIP Cafe tersebut.


Yulianti terperangah melihat ada beberapa orang wanita juga ada di sana. "Hai Yulianti sapa seorang pria berusia lebih tepatnya 42 tahun. Tapi dia masih berparas wajah tampan dan tubuh atletis membuat Setiap wanita pasti akan terpesona kepadanya.


Dua orang wanita sudah bergelut manja di samping kiri dan kanan pria itu. Membuat Yulianti sedikit bingung. Ia mengira hanya dirinya wanita satu-satunya yang akan melayani lelaki itu.

__ADS_1


"Silakan duduk Sayang." ucap pria itu. Yulianti menurut saja.


"Jangan duduk jauh-jauh dong, sini duduknya. Kita kan sudah sepakat sebelumnya." ucap pria itu sambil meminta Yulianti duduk di pangkalan pahanya paling depan.


Sementara anak buah yang lainnya menuangkan minuman ke dalam gelas untuk langsung diberikan kepada Yulianti. "Ayo diminum sayang, tidak asik Kalau tidak minum lebih dulu baru kita bercinta."ucap pria itu kepada Yulianti sambil langsung menyodorkan segelas minuman beralkohol ke mulut Yulianti, hingga Yulianti tidak bisa menolak sama sekali dan ia pun meneguk alkohol itu.


Beberapa gelas minuman alkohol sudah diminum Yulianti membuat dirinya sedikit mabuk. Ia tidak menyangka pria itu sudah memberikan obat di minuman itu, lebih tepatnya obat perangsang membuat suhu tubuh Yulianti tiba-tiba melonjak naik.


Yulianti Pun meminta pria itu untuk segera menuntaskan segala hasrat yang ia rasakan saat ini. Membuat pria itu pun tertawa ngakak melihat tingkah Yulianti yang seperti wanita yang kehausan akan berlayan seorang pria.


Pria itu tertawa sarkas. Lalu meminta kepada para anak buahnya untuk segera menyediakan tempat untuk mereka. Dengan rasa bahagia, pria itu pun menuju sebuah kamar hotel yang sudah disediakan oleh anak buahnya sebelumnya membawa ketiga wanita yang bersamanya.


Kali ini, ia terlebih dahulu melayani hasrat Yulianti. Hingga Yulianti beberapa kali mengalami pelepasan. Malam ini malam yang sangat panjang untuk pria itu dan ketiga wanita yang bersamanya. Saat fungsi obat itu sudah mulai menghilang, Yulianti terhenyak ternyata bukan hanya dirinya yang melayani pria itu. Ada beberapa wanita di sana membuat Yulianti pun heran.


" Bagaimana caranya pria itu bisa mendapatkan pelayanan dari tiga wanita sekaligus, kalau memang tidak ada kelainan. pria itu memiliki penyakit maniak $3ks? Setiap wanita yang bercinta kepadanya harus terlebih dahulu ia siksa habis-habisan, sama seperti yang dirasakan oleh Yulianti malam itu.


Tapi karena Yulianti dibawa pengaruh obat perangsang, membuat dirinya tidak merasakan apa yang dilakukan pria itu terhadapnya. Yang penting baginya Iya terlepas dari hawa panas yang ia rasakan saat itu. Sama halnya seperti dua wanita yang melayani pria itu juga. Tapi kedua wanita itu tidak terlalu parah seperti Yulianti. Hingga Yulianti pun terluka dan memar memar.


Keesokan paginya, Yulianti terbangun dari tidurnya sudah pukul sepuluh pagi. Sementara kedua wanita itu belum terbangun dari tidurnya, ada yang tidur di lantai ada yang tidur di tempat tidur bersama dengan pria itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2